Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
bab. 236


__ADS_3

"Karina! Tolong hentikan ocehanmu, aku tidak ingin aku mendengar perkataan kamu satu katapun lagi, aku minta padamu tolong dengan sangat tinggalkan rumahku ini untuk selamanya! Jangan pernah sekalipun muncul di hadapanku lagi! Aku tidak ingin mendengar, ada seorang pun yang menghina istriku!" Tegasnya Syamuel Abidzar yang tidak percaya jika istrinya dihina sedemikian rupa di depan matanya langsung.


"Sungguh mengherankan seorang ibu yang dikenal lemah lembut,baik hati bertutur kata penuh kelembutan,tetapi ternyata menyimpan segala keburukan dan kebusukan dibaliknya, memang Anda tidak layak jadi istri dari Pamanku Syamil," kesalnya Aidan sebelum Karina pergi dari dalam kamarnya Adisty.


Keadaan semakin memanas setelah Karina Ranau memperlihatkan jati dirinya sebagai orang yang tidak berbudi luhur dan memiliki hati yang sempit. Dewi semakin terisak dalam tangisnya, bukannya tidak sanggup untuk melawan segala hinaan yang diberikan padanya, melainkan sudah terlalu pusing memikirkan perselisihan adik iparnya itu.


Karina hendak maju dan mengucapkan perkataan kasar lagi yang akan ditujukan kepada deeut, tapi segera dicegah oleh Adelio Arsene yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia saja.


"Bu Karina tolong pergi dari sini, sebelum kami bertindak lebih dan jangan salahkan pada kami semua yang ada disini berperilaku kasar kepada ibu jika tidak secepatnya cabut dari sini," ketusnya Adelio.


"Bibi Siti tolong antar Bu Karina Ranau yang terhormat keluar dari rumah kita ini dan kedepannya jangan pernah sekali-kali untuk mengijinkan perempuan berhati busuk ini menginjakkan kakinya di rumah kita!" Sarkas Arion yang juga akhirnya angkat bicara.


Karina segera berjalan ke arah kamarnya untuk membereskan semua barang-barang dan harta bendanya yang biasa dia bawa ke rumah itu.


Karina menatap tajam penuh kebencian terhadap ke arah Sam, keempat putra putrinya yaitu Abiyasa Akhtam, Aidan Akhtar, Shaira Innira dan Shanum Inshira serta ketiga menantunya yaitu Maryam Nurhaliza, Adelio dan Arion Sneider Oesman serta ketiga asisten pembantu rumah tangganya yang kebetulan hadir juga di dalam ruangan itu.


Faris Pratama dan Adisti Ulfah Salsabiela tidak menduga dan membayangkan sebelumnya, jika bundanya yang begitu dihormati dan disayanginya ternyata sepicik dan sehina ini dirinya yang sesungguhnya.


"Ingat baik-baik saja, aku tidak akan pernah melupakan penghinaan yang aku terima malam ini dan aku akan membalas dendam atas segala penghinaan yang anak-anakmu berikan padaku Dewi Kinantii Mirasih!" Jeritnya Karina sebelum meninggalkan rumahnya Karina.

__ADS_1


"Silahkan karena kami tidak akan pernah takut pada apapun di dunia ini kecuali Allah SWT, jadi silakan keluarkan semua yang ibu Karina Ranau bisa," gertaknya Adelio yang terbata menggunakan bahasa Indonesia.


Dewi semakin mengeraskan suara tangisannya itu di dalam pelukan hangat Shaira.


"Kalian pergilah beristirahat, besok kalian harus kembali bekerja. Papa dan mama yang akan menemani Adisti, Maryam papa minta padamu coba cek kondisi nenekmu,apa tidurnya pulas atau Ndak," titahnya Syam.


"Baik Lah," balasnya Maryam sebelum meninggalkan kedua mertuanya itu.


Keadaan mertuanya dalam situasi yang masih tegang dan terguncang hebat mendengar kenyataan pahit jika adiknya bercerai dengan istrinya dan menunjukkan bahwa siapa Karina Ranau yang sesungguhnya.


Dewi terduduk lunglai ke atas ujung tepi ranjangnya Adisti dengan air matanya yang masih terus menetes membasahi pipinya itu.


"Astauhfirullah aladzim,ya Allah kenapa keluargaku berakhir seperti ini? Apa salahku padanya ya Allah sehingga aku mendapatkan cobaan ini," ratapnya Dewi yang hanya manusia biasa mengeluarkan keluh kesahnya.


"Istriku,kamu harus sabar ini ujian yang seharusnya tidak boleh berlarut-larut kita tangisi dan ratapi, Abang yakin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita semua, kita tidak akan bisa menghalangi Syamil jika dia sudah memutuskan kehidupan rumah tangganya, cukup beberapa tahun yang lalu saya dengan Mama Rina mengatur perjodohannya dengan Karina yang ternyata membuat dia tidak bahagia, jadi Abang mohon sudah kita jalani sisa kehidupan kita dengan menunggu kelahiran cucu-cucu kita kelak," bujuknya Syam.


Adisti menangis dalam diamnya, dia tidak menduga jika ayahnya yang selama ini tulus mencintainya sepenuh hati ternyata adalah bukan ayah kandungnya. Melainkan hanya pria yang begitu baik dan tulus menjaga, melindungi, mendidik dan membesarkannya.


Ini semua salahku, aku yang sudah bersalah besar sehingga ayah menderita dan keluarga Tante Dewi dihina dan dipermalukan oleh bunda.

__ADS_1


Maafkan aku yah Allah, aku tidak pernah bermaksud ataupun berniat untuk melukai hati orang-orang yang begitu tulus mencintaiku.


Keesokan harinya, Ade Nugraha dan Sheila Alona kembali datang ke rumah Dewi dan Syamuel. Mereka berniat untuk meminta keputusan dan kebijakan serta kebijaksanaan yang seharusnya mereka dapatkan dalam menangani masalah keduanya.


Adisti Ulfah, Fariz Pratama,Bu Rina Amelia dan yang lainnya sudah duduk di dalam ruangan tengah.


"Alhamdulillah karena kalian sudah datang, bagaimana kalau Paman meminta maaf kepada kalian semua yang sebesar-besarnya, apa yang sudah terjadi menimpa keluarga besar kita, dan apakah kalian semua bersedia menuruti pengaturan dan keputusan yang nantinya akan aku ambil?" Syam sengaja melempar pertanyaan kepada semua orang yang turut hadir di dalam ruangan itu tanpa terkecuali.


"Lakukan saja Om Sam, karena aku yakin keputusan yang Om ambil selalu yang terbaik untuk anak-anaknya Om selama ini," sahutnya Ade Nugraha dokter mata yang tergila-gila pada Adisti.


Setelah mereka ke pengadilan agama untuk menandatangani surat cerai keduanya segera bergegas ke rumahnya Samuel.


"Iya Paman karena kami sudah resmi bercerai hari ini dan tentunya kalian sudah mengetahui jika saya sudah mengandung anaknya mas Fariz dan tidak mungkin aku gugurkan, aku ke sini hanya meminta restu kalian agar mas Fariz segera menikahiku dalam keadaan hamil,," ujarnya Sheila yang sedari tadi sejak kedatangannya tidak mampu mengangkat kepalanya dan terus tertunduk malu dengan apa yang sudah dilakukannya bersama dengan kekasih brondongnya.


"Baiklah kalau begitu, Paman akan bertanya kepada Adisti dan Fariz apa kalian bersedia untuk menikah?" Tanyanya Syam.


"Insha Allah saya siap untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Sheila Om, tapi masalahnya Sheila masih dalam masa iddahnya apakah harus menunggu sampai masa iddahnya selesai terlebih dahulu?" Tanyanya Fariz.


"Tentu saja harus seperti itu, tunggu sampai empat bulan kemudian sejak hari ini, dan untuk sementara waktu kamu harus tinggal bersama dengan adikku Dina Anelka di rumahnya untuk menghindari fitnah ataupun kalian kembali berbuat kesalahan yang sama," timpalnya Dewi.

__ADS_1


"Kalau kamu Adisti apa kamu bersedia menerima lamarannya Nak Ade Nugraha? Kalau kau bersedia kalian bisa menikah berbarengan dengan Faris adikmu saja, gimana menurut kalian?" Tanyanya Sam kembali.


"Kalau menurut Mama itu jalan keluar dan solusinya yang paling tepat, takutnya mereka kembali berbuat dosa," cercanya Bu Rina Amelia yang mulai tidak terlalu suka dengan Adisti yang notabene bukan cucu kandungnya apalagi mengingat dia putrinya Karina yang sudah menghina anak menantu kesayangannya.


__ADS_2