
Innalilahi wa innailaihi rojiun, alfatihah untuk kamu pak dokter Irwansyah, memang kamu jahat,tapi kamu juga dulu sudah baik membantuku sewaktu aku mendapatkan masalah, kebaikan kamu itu tidak akan pernah aku lupakan, karena aku yakin tidak ada manusia yang mengumpulkan kebaikan, kebijakan dalam dirinya, tapi pasti akan ada kesalahan yang akan mereka lakukan.
Semua orang meninggalkan pemakaman setempat tpu daerah Jakarta Selatan. Tangis haru masih terlihat di wajahnya Dina Anelka Mulya.
Dia tidak tidak menyangka, jika disisa akhir hidupnya mantan suaminya meninggal dunia tidak dalam keadaan yang wajar dan baik.
Dina mengelus batu nisan mantan suaminya yang masih dicintainya hingga detik ini. Dia tidak menampik dan memungkiri bahwa dia masih begitu mencintai pria yang pernah lebih dua puluh tahun mengarungi bahtera rumah tangga.
Batu nisan yang bertuliskan nama Irwansyah Hatif binti Taufik. Lahir pada tanggal 18 Agustus dan wafat 26 Agustus. Lahir di Bandung.
__ADS_1
"Selamat jalan mas Irwan, semoga kamu tenang di alam sana, Allah SWT yang memaafkan segala kesalahannya mas dan menempatkan mas ditempat yang paling tepat disisi Allah SWT," cicitnya Dina.
Dewi menyentuh pundak adik semata wayangnya itu dengan penuh kelembutan," dek kami pulang lebih duluan yah, kasihan Sahnum seorang diri di rumah bersama Sahnas putrinya, Arion berangkat ke luat negeri soalnya," ucapnya Dewi yang berpamitan kepada adiknya itu.
Dina menyeka air matanya menggunakan tissue yang disodorkan oleh keponakannya yaitu Shaira.
"Tante yang sabar yah, kami selalu ada untuk Tante," ucapnya Syaira sambil memeluk tantenya itu.
Dewi menggenggam erat kedua tangannya Dina adiknya itu," kami ini keluarga kamu bukan orang lain dek, itulah gunanya keluarga selalu ada disaat duka maupun bahagiamu, jadi jangan sekali-kali kau merasa sungkan dan segan untuk curhat pada Mbak,"
__ADS_1
"Iya Tante, ingat bukan hanya Mama, Dede Aira dan kami berdua Aidan dan aku selalu membantu Tante dalam keadaan apapun,tapi ingat jangan pernah merasa seorang diri saja di dunia ini, karena ada kami anggota keluarga Tante," sahutnya Abyasa yang ikut menimpali percakapan adik kakak itu.
"Makasih banyak pasti ucapan ini akan selalu aku ucapkan, kalian memang pantes untuk mendapatkan segalanya, karena hati kalian baik dan tulus membantu orang lain. Walaupun kalian tidak ingin mendengarkan perkataan aku ini," ujarnya Dina.
"Kalau gitu kita pamit yah, kalau kamu butuh sesuatu apapun itu, ingat pintu rumah kami selalu terbuka untuk kamu, bersabarlah dalam menghadapi cobaan yang Allah SWT berikan kepadamu," nasehatnya Syamuel.
Dina berusaha untuk tersenyum, walau sulit tapi ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan mengijinkan apapun yang terjadi pada dirinya. Dia perempuan kuat dan bukan perempuan lebay yang mudah down, sedih, dan hancur.
"Assalamualaikum Tante," ucap Shaira Innira yang tersenyum sebelum meninggalkan tempat pemakaman umum tersebut.
__ADS_1
Mereka ke tempat wc umum untuk membersihkan tangan,kaki dan wajah mereka terlebih dahulu sebelum balik ke rumah masing-masing. TPU tersebut berdekatan dengan salah satu masjid, sehingga mereka membersihkan anggota tubuh mereka sebelum masuk ke dalam mobil.