
Arion dibuat tercengang melihat pak Hanif Yahya golongan darahnya sama dengan Shanum.
"Aku yakin ini semua hanya kebetulan saja dan hanya mengaku jika dia adalah papanya Shanum, lagian masalah donor darah itu bisa orang lain yang tidak ada hubungan darah sama sekali dengan kita, atau aku perintahkan anak buahku untuk menyelidikinya terlebih dahulu karena aku merasa banyak yang aneh dan kejanggalan,"
Arion segera menatap intens ke arah Edward anak buahnya itu, ia hanya memberikan kode kepada anak buah kepercayaannya itu. Dengan Edward segera bertindak cepat sesuai dengan kode petunjuk yang diberikan oleh Arion.
Keduanya berjalan ke arah ruangan khusus untuk melakukan transfusi darah untuk putri kandungnya sendiri. Arion tidak sabar menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan anak buahnya itu.
"Maaf apa Anda Papa dari pasien yang bernama Shanum Inshira?" Tanyanya perawat dan pegawai laboratorium.
"Benar sekali Sus,tapi apakah Anda bisa membantuku untuk melakukan tes DNA dengan putriku sendiri karena ada beberapa orang yang meragukan kebenaran jika Shanum adalah putri kandungku sendiri," pintanya Pak Hanif Yahya.
"Tapi untuk mengetahui hasilnya butuh waktu yang cukup lama Pak kemungkinannya dua minggu paling cepat keluar hasilnya," ujarnya perawat itu.
"Sus apakah bisa besok pagi saya dapatkan hasilnya tes tersebut, aku akan bayar berapapun asalkan hasilnya besok pagi sudah keluar soalnya ini sangat penting bagiku, jadi aku mohon padamu suster untuk mempercepat prosesnya," imbuhnya Arion lagi.
Arion kembali terduduk di atas salah satu kursi panjang besi. Pak Hanif sudah melakukan transfusi darah khusus untuk Shanum. Hingga kedatangan Samuel, Dewi, Mamang Jono dan Bi Siti sudah berada di dalam lobi klinik bersalin tersebut sambil mengedarkan pandangannya itu.
Syam melihat beberapa perawat sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sehingga ia tidak mengetahui harus bertanya pada siapa letak ruangan tempat informasi dimana letak bagian pendaftaran administrasi.
Syam terus berjalan tak tentu arah sehingga ia melihat ruangan operasi yang lampu ruangannya masih menyala pertanda operasi belum selesai juga.
Syam hendak ingin bertanya tentang Shanum tapi, segera niatnya diurungkan ketika tanpa sengaja melihat Hanif sahabatnya sendiri berjalan ke arah depan pintu ruangan operasi. sambil memegangi lengannya yang masih sedikit kram dan ngilu setelah mendonorkan darahnya sebanyak dua kali kantung darah.
Sam segera berjalan pelan-pelan ke arah tembok pembatas antara ruang operasi, dengan tempat untuk mencuri dengar apa yang dilakukan oleh pak Hanif.
"Ya Allah kenapa aku merasa dia menyembunyikan sebuah kebohongan besar dan rahasia yang cukup besar ," gumam Syam sambil terus menguping pembicaraan keduanya.
Syam semakin menajamkan pendengarannya itu, dia tidak ingin melewatkan hal penting seperti ini. Entah kenapa feeling Syam akan terjadi sesuatu hal besar nantinya.
"Kok Abang jalan ke sana, aku rasa ruang operasi itu berada di sebelah kajny,tapi kok Abang jalan ke arah kiri," cicitnya Dewi yang keheranan dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
Dewi diam-diam mengikuti kemanapun langkah kaki suaminya melangkah, karena saking penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Syam. Syam semakin berjalan mengendap-endap menuju tempat duduk yang cukup terhalang dari posisi berdirinya Arion dan Pak Hanif Yahya.
__ADS_1
"Besok pagi kamu akan mendengarkan fakta bahwasanya Shanum Inshira adalah putri kandungku bukan putrinya Syamuel Abidzar Al-Ghifari, karena aku adalah papa kandungnya." Ungkapnya Hanif dengan penuh keyakinan.
Arion menatap intens wajahnya Pak Hanif pria yang mengaku papa biologinya perempuan yang sangat dicintainya itu yang rela bersumpah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT jika Shanum bisa selamat dari marabahaya.
"Jadi maksudnya Shanum anak Pak Sam dengan perempuan lain yang menjadi selingkuhannya Pak Syam sendiri atau gimana maksudnya ?" Tanyanya Arion.
"Papa angkatnya Shanum adalah pria yang setia dan tidak mungkin memiliki wanita lain dalam hidupnya apa lagi memiliki perempuan simpanan satu, dua atau lebih karena Syam itu pria yang setia pada pasangannya sedangkan Shanum anaknya perempuan yang aku nikahi secara siri bernama Gina Anelka Mulya sedangkan sehingga Shanum adalah anak angkatnya Syam dan Dewi," ungkapnya Hanif Yahya.
"Jadi kesimpulannya adalah berarti Shanum hanya anak angkat mereka dan bukan lah anak kandungnya, terus siapa anak kandungnya karena setahu saya itu mereka memiliki empat anak kembar, ataukah Shaira Innira adalah anaknya bukan anak pungut, jadi kesimpulannya adalah Shaira sepertinya sengaja ada yang menukar keduanya dengan maksud dan niat yang sama sekali tidak aku ketahui," jelas pak Hanif.
"Apakah sudah ada orang lain yang mengetahuinya rahasia besar ini?" Tanyanya Arion lagi.
"Untuk sementara belum ada yang mengetahui siapa Shanum sebenarnya, tapi aku tidak akan mengatakan kepada siapa pun rahasia besar ini karena…" ucapannya Hanif terhenti ketika tanpa sengaja sudut ekor matanya melihat sosok pria yang sedari tadi menjadi topik pembicaraan keduanya.
"Astauhfirullah aladzim ternyata Sha adalah bukan darah dagingku sendiri tapi anak pria lain bersama dengan istrinya, apakah semua perbedaan dengan Aira putriku selama ini sudah jelas-jelas menyatakan jika Sha adalah hanya anak angkat saja," Syam mengangkat kedua telapak tangannya ke depan dadanya seakan-akan ingin tidak percaya jika anak yang lucu dan menggemaskan sejak kecil di gendong dalam pangkuannya ternyata adalah anak orang lain yang sudah dibesarkannya.
Pak Hanif langsung terdiam seribu bahasa ketika melihat siapa orang yang sedari tadi berdiri di belakang keduanya mendengarkan dengan seksama apa yang keduanya bicarakan.
"Syamuel!" Beonya pak Hanif yang langsung panik, kebingungan dan ketakutan langsung seketika itu sejak awal melihat kedatangannya Syam.
Air matanya terus menetes membasahi pipinya itu setelah mengetahui fakta yang tidak bisa dengan mudahnya menyakitkan jika putri sulungnya yang sangat disayanginya ternyata anak kandung dari sahabatnya sendiri.
"Hanif Yahya tolong katakan yang sebenarnya padaku apa maksud dari perkataanmu yang mengatakan jika Shanum Inshira Abidzar Al-Ghifari adalah bukan anak kandungku tapi anak angkatnya kami saja," tampiknya Syam yang sangat tidak mungkin menyakini kenyataan yang sungguh sangat mustahil dipercayainya.
Pak Hanif terperangah melihat kedatangan Syam yang sudah mendengarkan semua perkataannya itu. Hingga dia mati langkah dan tidak bisa berucap sepatah katapun karena tidak menduga jika Shanum anak yang begitu dicintainya, dikasihinya setulus hati dan jiwa raganya ternyata adalah anak orang lain yang selama ini dibesarkannya.
"Sam sebenarnya semua yang kamu dengar itu adalah benar adanya, jika Shanum adalah anak kandungku bersama dengan perempuan lain bernama Gina, saya juga baru mengetahui beberapa Minggu yang lalu setelah berbagai kecurigaan telah aku temukan hingga a-ku memutuskan diam-diam untuk melakukan tes DNA hasilnya seratus persen adalah putriku, dari wajahnya sudah menjelaskan dia adalah anak dari selingkuhanku," ungkapnya Hanif yang tidak akan brlama-lama menutupi kenyataan ini dari orang lain terutama Syam sekeluarga.
Syam memegangi kedua lengannya Hanif dengan keras dan sekuat tenaganya, "Astaughfirullahaladzim ya Allah… kenapa bisa Shanum bukan putriku, Hanif kenapa bisa seperti ini, aku mohon katakan padaku jika apa yang aku dengar sekarang adalah kebohongan besar dan kalian hanya ngeprank saja, aku mohon katakan padaku!" Teriaknya Samuel yang berteriak kencang dan histeris meluapkan segala kegelisahan dan kekalutan yang terjadi di dalam benaknya.
Dewi terduduk di atas salah satu kursi besi panjang tersebut, sedangkan air matanya terus menetes membasahi pipinya itu.
"Ya Allah saya berharap semua ini hanya mimpi saja sehingga besok pagi ketika saya terbangun semua kembali seperti semula," lirihnya Dewi Kinanti Mirasih.
__ADS_1
Bibi Siti segera memeluk tubuhnya Dewi erat agar Dewi tidak semakin terpuruk dengan berbagai keadaan yang terjadi di sana.
"Nyonya Dewi yang sabar yah, ingatlah jika semua yang terjadi hari ini sudah menjadi kehendak Allah SWT, jadi aku mohon bersabarlah dan berfikir lah lebih tenang jangan seperti ini, ingat kesehatan nyonya takutnya gara-gara banyak pikiran sehingga nyonya Dewi harus tersakiti dan menderita gara-gara fakta besar ini," bujuknya Bu Siti Laila Sari yang kasihan melihat Dewi yang hancur lebur perasaannya mengetahui anak yang begitu disayanginya, dimanjakannya dengan kasih sayang tapi ternyata dia adalah anak dari pria dan wanita lain.
Dewi mendongakkan kepalanya sambil meraih kotak tissue yang disodorkan oleh pak Jono. Dewi sangat malu dengan kejadian yang menimpa dirinya itu. Dia sangat sedih dengan terbongkarnya jika Shanum adalah anak dari orang lain.
Dewi berjalan mendekat ke arah beberapa pria yang berdiri mematung dengan berbagai arti yang tersirat dari raut wajah mereka semua yang sulit diartikan. Syam terkejut mendengar perkataan dari istrinya itu,ia menyangka jika Dewi tidak berada di sekitar sana karena dia pergi dengan mengendap-endap sehingga mengira jika dia tidak mengikuti langkahnya Syam.
"Abang apa benar yang mereka katakan jika Shanum adalah bukan putri kandungku, tolong katakan yang sejujurnya padaku! Terus putriku yang asli ada dimana Abang!" Pekiknya Dewi.
Hanif Yahya kebingungan dengan apa yang terjadi di sana. Tidak ada yang menduga dan menyangka jika Dewi juga berada di sana mendengarkan kebenaran yang baru terungkap dengan jelas.
"Hiks.. katakan padaku Abang Syam putri kita ada dimana? Saya masih mengingat dengan jelas ketika dia baru terlahir ke dunia ini saya melihatnya begitu sehat dan tidak kekurangan apapun, katakan padaku putriku yang asli dimana!?" Jeritnya Dewi bersamaan dengan lampu ruang operasi mati dan juga keluarlah beberapa perawat yang mendorong bangkar rumah sakit ke arah luar.
Dewi dan yang lainnya segera berjalan ke arah Shanum yang masih tidak sadarkan diri itu. Sam segera mendekati beberapa rombongan dokter dan perawat yang baru saja berhasil menyelamatkan nyawa Shanum.
"Dokter apa yang terjadi pada Shanum putriku?" Tanyanya Syam yang ketakutan melihat kondisi terakhir Shanum.
"Alhamdulillah sudah melewati masa kritisnya, tapi ngomong-ngomong suaminya pasien yang mana?" Tanyanya balik pak dokter.
"Suami!" Cicitnya Syam.
Dewi menatap mereka satu persatu hingga tatapannya tertuju pada Arion dan beberapa anak buahnya dan antek-anteknya yang sejak tadi setia menemani Arion.
"Maaf maksudnya pak dokter apa?" Tanyanya Dewi yang keheranan dengan ucapannya dokter.
"Benar sekali Bu kami ingin bertemu dengan suaminya dan menjelaskan kepadanya bahwa janin dalam rahimnya pasien tidak bisa diselamatkan dan dipertahankan sehingga pasien harus keguguran," jelas dokter.
Syam dan Dewi saling bertatapan satu sama lainnya," mak-sudnya a-pa? Suami!" Lirih Dewi yang semakin terisak dalam tangisannya itu.
Bi Siti kembali memeluk tubuhnya Dewi dengan erat karena tubuhnya semakin bergetar hebat dan hingga terhuyung ke belakang saking hebatnya guncangan yang didengarnya itu.
"Dokter Putriku belum menikah dia masih gadis! Jadi tidak mungkin dia hamil," sanggahnya Syam.
__ADS_1
Arion semakin bersalah saja melihat keterpurukan keadaan dua pasangan suami istri itu.
"Maaf ini semua gara-gara kesalahanku pak, Bu," Arion reflek berlutut di depan kakinya Syam dan Dewi.