
"Aku sebagai Papa kandungnya Sha sama sekali tidak berkutik melihat anakku dipermalukan seperti ini, jika aku ikut campur pasti bukannya menyelesaikan masalah malahan hanya akan menambah beban berat di keluarga Syamuel sahabatku,"
"Mama aku mohon stop jangan dilanjutkan lagi ucapannya Mama, aku sangat mencintai shahnum ma dan aku tidak akan menikah dengan perempuan lain," tolaknya Desta Alamsyah.
"Diam kamu akan menikah dengan anaknya dokter Irwansyah karena hari ini kita akan langsung datang ke sana melamar Arabela sesuai kesepakatan kami dengan dokter Irwan," bisiknya ibu Karisma yang menggertakkan giginya saking jengkelnya melihat putranya yang sangat tergila-gila pada Shanum walau Shanum tidak pernah membalas cintanya itu.
Bu Rina terperangah melihat siapa orang yang masuk ke dalam rumah anaknya itu dengan membawa pasukan iringan rombongan lamaran yang cukup banyak. Bahkan mengalahkan banyaknya keluarga dari Bu Karisma yang datang itu.
"Arion Sneider Oesman," cicitnya Syamuel.
"Ya Allah kenapa Arion bisa datang kesini dalam waktu yang tepat pula seperti ini," Shanum menatap intens ke arah Arion.
"Maaf kedatangan kami kesini tanpa memberitahukan kepada Pak Syamuel Abidzar Al-Ghifari dan Nyonya Dewi Kinanti Mirasih, semoga kalian memaklumi kedatangan kami ini yang tidak ada persiapan sama sekali hanya datang karena rasa cintaku yang begitu besar kepada Shanum putri sulungnya Anda pak Syam," tuturnya Arion.
Bu Rina, Dewi, Syamil, Karina, Afiq dan istrinya Kania serta anak-anak lainnya masih tidak percaya dengan semua kejadian pagi ini yang terjadi begitu cepat tanpa tak terduga sama sekali.
"Kalau gitu maaf Bu Karisma dan pak Gilang yang terhormat dan kamu Desta pria pengecut tolong angkat kaki Anda secepatnya dari rumah kami ini dan jangan lupa ambil semua seserahan lamaran yang sempat kalian bawa! Karena kami telah kedatangan calon menantu yang sesungguhnya!" Cibirnya Sarah istrinya Syafiq Fatahillah.
Dina Anelka Mulya terkejut mendengar perkataan semua orang yang mengatakan jika Desta Alamsyah dan kelurganya mengatakan kalau akan melamar putri bungsunya itu.
"Kenapa semakin kesini semakin kacau saja,ya Allah apa yang terjadi dengan kehidupan rumah tanggaku," Dina menghela nafasnya dengan gusar.
"Benar sekali itu, maafkan kami yah Bu tidak menginginkan Anda berada di sini lagi! Dan silahkan Anda ke rumahnya dokter Irwansyah yang gila itu Anda memang calon besannya si dokter tidak waras itu yang sangat cocok sekali," ucapnya Bu Karina dengan mencemooh sikapnya Bu Karisma beserta keluarganya itu.
__ADS_1
Semua orang anggota keluarganya Bu Kharisma segera meninggalkan rumahnya Syamuel sedangkan Dewi terduduk di atas sofa ruang tamu tersebut dengan tatapan matanya yang sendu, bingung, keheranan dan mencemaskan kondisi kesehatannya Shanum setelah ini.
"Kenapa bisa Arion datang diwaktu genting seperti ini, apakah memang Engkau ya Allah mentakdirkan putriku untuk menikah dengan Arion?" Dewi menerka kejadian yang sungguh di luar kendalinya itu.
Barang-barang mewah yang cukup mahal itu sudah tertata rapi di dalam kamarnya Shanum berkat bantuan bi Siti dan mang Jono sebagai asisten rumah tangganya itu.
"Maafkan saya Bu Dewi yang datang mengacau, bukannya saya berniat untuk seperti itu hanya saja niat baik saya ini ternyata didahului oleh keluarga besar Gilang Sarif. Semoga saja niat tulus kami ini mendapatkan ridho dan sambutan dari Nyonya Dewi dan Tuan Syam," imbuhnya Arion yang sangat mengerti jika dia tidak direstui oleh Syam sejak dulu.
Bu Rina yang baru saja sadar dan pulih dari keterkejutannya itu segera menyela pembicaraan dari Arion. Bu Rina belum mengetahui jika Shanum hanyalah anak angkat Du dalam keluarganya Samuel putra sulungnya itu.
Bu Rina segera berjalan untuk menyambut calon suami cucunya itu, "Kami sangat tersanjung dengan kehadiran kamu nak, silahkan duduk.
"Saya tidak akan mengijinkan masa depan cucu-cucuku tidak jelas, mulai detik ini semua cucuku kehidupannya harus lebih baik dari anak-anaknya Irwansyah dokter gila dan ambisius itu."
"Astaughfirullahaladzim kenapa Mas Irwan semakin menjadi dan tidak terkendali, kenapa pria yang aku sayangi dan cintai setulus hatiku sangat ingin melihat keluarga kakakku menderita, ya Allah apa yang harus aku perbuat?"
Arabela menggenggam tangannya mamanya itu yang juga semakin pusing melihat kisruh rumah tangga kedua orang tuanya.
"Walaupun saya menyukai Abang Desta, tapi saya bukan Ariela Ziudith yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginanku sendiri, kenapa papa meminta pak Gilang dan Bu Kharisma untuk melamarku, aku semakin sulit untuk mengerti dan mencerna segalanya," Arabela sesekali menarik nafasnya dalam-dalam dan hembuskan nafasnya dengan cukup keras.
"Mari duduk, Pak Bu maafkan kami tidak mempersiapkan dengan baik penyambutan untuk kalian, semoga bapak dan ibu-ibu tidak ada yang merasa tidak kami hormati dan tidak menerima kalian di rumah kami ini," ujarnya Bu Rina Amelia yang rasa marah dan bencinya telah berubah drastis karena menganggap pria yang melamar cucunya lebih baik dari Desta yang menghina anak dan cucunya serta keluarga besarnya.
Karina dan Sarah pun ikut-ikutan menyambut kedatangan Arion dan rombongannya. Walau hanya kakek dan neneknya yang datang mewakilkan kedua orang tuanya Arion. Tapi, tidak mengurangi rasa kekeluargaan yang terjalin.
__ADS_1
Bu Rina memegangi tangannya Arion untuk segera duduk di sampingnya Shanum kebetulan hanya kursi itu yang kosong.
"Nak Arion silahkan duduk, Dewi apa yang kamu lakukan hanya berdiri saja seperti patung! Apa kamu tidak ingin menyambut kedatangan calon menantu dan besan kau Nak," tuturnya Bu Rina Amelia yang menyembunyikan rasa sedihnya melihat kedua anak dan cucunya yang mendapatkan hinaan dari orang-orang.
Dewi segera berjalan ke arah kedatangan kakek nenek Arion," maaf Tuan dan Nyonya kami sungguh tidak memiliki persiapan lebih untuk menyambut kedatangan Anda karena kami sama sekali tidak menyangka akan terjadi seperti ini ssbekjmo," sesalnya Dewi.
"Tidak apa-apa kok Bu Dewi kami malah bersyukur karena kedatangan cucuku tepat waktu untuk melamar putri sulung Anda dan kami merasa tersanjung karena kedatangan kami cukup disambut hangat dengan baik di rumah ini," tampiknya Bu Natalia Shinta Oesman neneknya Arion.
Mereka kemudian berbincang-bincang dan duduk santai sambil menikmati sajian hidangan yang dipersiapkan oleh Dewi.
Arion dan Shanum duduk saling bungkam seribu bahasa. Mereka hanya sesekali saling melirik satu sama lainnya. Sehingga Shaira dan Maryam malah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kedua calon suami istri itu.
"Begini Pak Syamuel Abidzar kami datang kesini untuk melamar putri bapak yang bernama Shanum Inshira Abidzar Al-Ghifari dengan cucuku satu-satunya yang aku miliki di dunia ini yaitu Arion Sneider Oesman, saya ingin bertanya langsung kepada putri bapak apakah dia bersedia menjadi pendamping hidupnya cucuku hingga maut memisahkan cinta mereka di dunia ini?" Tanyanya Bu Natalia Shinta yang menatap ke arah Shanum yang mendongakkan kepalanya itu yang sedari tadi menunduk.
"Shanum putrinya Papa Bu Natalia bertanya padamu nak, apakah kamu setuju dengan pinangannya Nak Arion? Kalau setuju beliau ingin langsung hari ini kalian bertunangan dan bertukar cincin," tanyanya Syamuel yang memegangi tangannya putri angkatnya itu dengan tatapan teduhnya.
Shanum bukannya langsung menjawab pertanyaan dari mereka, tapi dia mengedarkan pandangannya dan melihat satu persatu anggota keluarganya itu. Sedangkan yang ditatap itu mengangguk dan tersenyum bahagia.
"Bismillahirrahmanirrahim insya Allah saya bersedia menikah dengan mas Arion dan menjadikan mas Arion partner hidupku hingga nafas terakhirku," tuturnya Shanum.
Arion tersenyum kegirangan karena niat baiknya disambut dengan kebaikan pula dari wanita yang sangat dicintainya. Bahkan Arion rela operasi vasektomi dirinya untuk mencegah dirinya memiliki keturunan lagi sebagai hukuman atas dirinya yang telah membuat Shanum harus mandul seumur hidupnya.
Pembaca sedikit tidak jadi masalah yang paling penting pembaca bisa hargai tulisan orang lain itu lebih bermakna daripada datang dengan komentar pedas dan menjatuhkan.
__ADS_1
Bijaklah membaca dan berkomentar.