
Arion dan Adelio tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan mereka semua. Walaupun mereka adalah anggota keluarganya tapi, mereka tidak ingin memperkeruh suasana masalah yang ada.
Shaira berusaha untuk memeluk tubuh papanya itu, "Papa,kami mohon tenanglah semua ini pasti ada jalan keluarnya, jadi dede minta pada papa untuk sabar dan tenang dan jaga emosinya," bujuk Shaira.
"Papa,emosi tidak akan menyelesaikan masalah apapun dan juga papa yang selama ini selalu mengajarkan pada kami untuk selalu sabar menghadapi masalah apapun, tapi kalau seperti ini bukannya papa malah yang tidak mematuhi ajaran Papa sendiri," ucapnya Sahnum yang ikut memeluk tubuhnya pak Syamuel.
"Iya Pah, kita sebaiknya menunggu kepulangan Aidan terlebih dahulu dan bertanya padanya, jangan gegabah mengambil keputusan," ucapnya Sahira lagi yang mengajak papanya untuk duduk.
Syam mengalah dan menurut dengan perkataannya kedua putrinya terutama semua yang dikatakan oleh Shaira putri kesayangannya.
Ya Allah kasihan banget dengan Paman Syam, pasti sangat terpukul dan sedih banget mengetahui kak Aidan melakukan kesalahan yang cukup besar dan fatal.
Ariela berbisik di telinganya Adisti,"Tapi sepenuhnya kesalahan ini tidak boleh dibebankan kepada kak Aydan seorang, entah kenapa aku merasa Mbak Maryam juga punya andil dalam masalah dan kejadian ini,"
Adisti Ulfah pun membenarkan perkataannya Ariela Ziudith," kita juga tidak boleh mengambil kesimpulan cepat tanpa mendengarkan perkataannya kak Aidan dan juga Mbak Maryam. Karena aku merasa Mbak Maryam sudah mengetahui jika kakak Aidan berselingkuh."
"Dulu waktu di London sebenarnya kak Aidan tidak mencintai Mbak Maryam, karena waktu itu kak Aidan sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain,kalau enggak salah namanya Cindy Clara."
Ariella menjeda perkataannya itu dan melihat sekelilingnya itu karena tidak ingin menambah masalah.
"Tapi, karena dorongan dari dede Aira sehingga kak Aidan memilih untuk menjalin hubungan dengan Maryam padahal dia sudah memiliki kekasih tanpa diketahui oleh siapapun termasuk Shaira yang notabene adik kandungnya sendiri, kecuali aku yang melihat langsung hubungan percintaan mereka karena aku sahabatnya Cindy Clara," ungkapnya Ariela Ziudith.
"Astaauhfirullah aladzim, kenapa hal semacam ini bisa terjadi. Apa ini namanya karma dan balasan dari cinta yang sepihak, cinta yang tak terbalaskan akhirnya berujung tragedi membawa duka kepahitan hidup," ucapnya Adisti yang menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi.
"Kita akan melihat langsung apa yang terjadi setelahnya ini, setelah Mbak Maryam pulang dari rumah sakit dan juga kak Aidan dari Surabaya," sahutnya Ariela yang mengecilkan suaranya itu.
"Adieoaly, entah kenapa aku merasakan masalah ini bakal berbuntut panjang lebar. Bahkan akan ada masalah besar yang menanti keluarga kita," lirih Adisty Ulfa.
"Itu sudah pasti, tapi aku berharap semoga saja Paman dan Tante Dewi mampu menghadapi ujian ini dengan sabar, bukan hanya untuk Paman dan Tante tapi Juga untuk Mbak Maryam dan kak Aidan terutama." Cicitnya Ariela yang tidak ingin terjadi masalah besar dalam hidup keluarganya itu.
Semua orang berjalan ke arah ruang tengah tepatnya di ruangan keluarga yang sering mereka pakai untuk berkumpul bersama.
Tapi, baru beberapa langkah kakinya melangkah menuju sofa ruang tengah, pintu berdaun dua itu terbuka lebar dan masuklah seorang pria dan wanita muda saling bergandeng tangan tanpa ada rasa takut ataupun cemas sedikitpun.
Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah pintu yang berderit itu. Semua melongok tak percaya dan hingga mulut mereka menganga saking terkejutnya melihat siapa yang datang ke rumah mereka.
"Kak Aidan," beonya Shahnum.
"Rachel Amanda," gumam Shaira yang tidak ingin ada yang mendengar perkataannya itu.
__ADS_1
Syam segera berjalan ke arah anak keduanya itu,"papa sejak tadi sudah menunggumu," ucapnya Syam yang segera mempercepat langkahnya menyambut kedatangan kedua pengantin baru itu.
Syam menatap menelisik kearahnya perempuan yang sedari tadi, tangannya digenggam oleh Aidan putranya. Sanika Tanisha menutup mulutnya,ia tidak menyangka jika adik iparnya ternyata benar-benar menikah dengan temannya sendiri.
Tanisha dan Rachel satu kampus dulu,tapi ketika lulus mereka bekerja di perusahaan yang berbeda.
Aidan dengan santainya itu berjalan ke arah dalam tepatnya ke arah papanya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"Alhamdulillah, kebetulan kalian berada dan berkumpul bersama sebaiknya aku mengatakan niatku datang ke sini bersama dengan Rachel Amanda," imbuhnya Aidan yang sedari tadi tidak melepas pegangan tangannya itu.
Syam segera berjalan ke arah putranya itu dan tanpa ragu langsung melayangkan tamparan keras ke arah pipi kanannya Aidan.
Plak…
"Papa!" Teriaknya Shaira yang hanya bisa terdiam melihat kakaknya ditampar oleh Syam.
Plak…
Sekali tamparan keras kembali tertampar di pipi bagian kirinya lagi. Abiyasa, Adelio dan Arion hanya menatap papa dan mertuanya itu kembali menampar Aidan yang memang pantas untuk mendapatkan perlakuan kasar dari papanya.
Aidan mengelus pipinya yang terasa panas dan sudah memerah saking kerasnya tamparan keras itu.
"Maafkan aku sudah membuat papa marah, kecewa atas segala tindakan yang telah aku perbuat. Benar apa kata semua orang, aku sudah dua kali melakukan kesalahan yang sama, tapi kali ini aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya wanita yang aku cintai dan sayangi pergi meninggalkan hidupku untuk kedua kalinya," ungkap Aidan.
Adelio terus melakukan pencarian terhadap anak dari sepupunya yang menghilang setelah berhasil dilahirkan ke dunia ini.
Adelio mengusap wajahnya dengan gusar karena harus menyembunyikan kenyataan itu,tapi demi menemukan bayinya Cindy terlebih dahulu.
Syam memegangi dengan kuat lengannya Aydan putranya itu berniat untuk menyadarkan putranya yang sudah kelewat batas.
"Aidan, kenapa nak kamu tega sekali melakukan hal ini kepada Maryam istrimu? apa salahnya padamu sehingga kamu memperlakukannya seperti ini? katakan pada papa Nak, apa papah telah keliru dan salah jika papa ingin melihat kamu bahagia dengan perempuan pilihan kami? apa perempuan solehah seperti Maryam Nurhaliza sama sekali tidak bisa kau cintai walau sedikit saja," ucapnya Syam sembari menunjukkan jarinya seolah seperti memperlihatkan tanda secuil menggunakan ujung jarinya itu.
"Maaf, aku memang pantas mendapatkan perlakuan seperti ini dari papa, tapi aku tidak bisa terus-terusan hidup dengan perempuan yang sama sekali tidak aku cintai, aku sudah berusaha untuk mencintainya, tapi aku kesulitan untuk melakukannya, bahkan aku harus berpura-pura setiap hari menjadi seorang suami yang munafik, kriteria sholeha belum tentu menjamin kebahagiaanku," jelasnya Aidan.
Shaira secepatnya mendekati papanya agar tidak emosi dan harus terus mengontrol dirinya.
"Papa sabar, please aku mohon pada tahun pada papa."
"Apa!? Aidan apa yang kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan! kenapa baru sekarang Nak kamu baru menyampaikan hal ini semua!? apa kamu tidak pernah menganggap bahwa kami ini orang tuamu, sehingga kamu berperilaku melenceng seperti ini?" tanyanya Syamuel yang sudah meninggikan volume suaranya beberapa oktaf itu.
__ADS_1
"Maafkan aku Pah, aku sungguh sadar dan masih waras dengan semua yang sudah aku putuskan dan lakukan kali ini aku ingin hidup sesuai dengan wanita yang aku cintai," tegasnya Aidan sambil menggenggam tangannya Rachel Amanda dengan erat.
Rachel menatap intens ke arah suaminya itu yang tidak mungkin percaya dengan apa yang sedang terjadi di depan matanya itu.
Ya Allah mas Aidan cukup berani menentang kedua orang tuanya terutama papanya demi pernikahan kami.
ya Allah aku mungkin perempuan yang egois, tapi sejak dulu aku sudah mencintai mas Aidan.
"Kami satu sekolah dulu, kami dahulunya berteman baik tapi kami terpisah ketika kami memutuskan untuk menempuh pendidikan di kampus yang kami inginkan, tapi setelah sekian lama akhirnya kami bertemu kembali dan seiring berjalannya waktu cinta itu bersemi seperti yang seharusnya terjadi," Terangnya Aydan yang sama sekali tidak ragu sedikitpun untuk mengatakan kepada semua orang tanpa menyembunyikan perasaannya.
"Astauhfirullah aladzim kakak, selama setahun lebih ini pernikahan kakak apa sedikit saja tidak pernah mencintai Mbak Maryam?" Shanum pun buka suara.
"Kakak, kenapa sejak saya dulu perkenalkan dan dekatkan kakak dengan Mbak Maryam kenapa enggak menolak langsung saja dan mengatakan yang sebenarnya bahwa kamu tidak ingin menikah dengan Mbak Maryam, pasti masalah besar ini tidak terjadi," sesalnya Shaira.
Adelio gegas berjalan ke arah istrinya agar tidak emosinya tidak tersulut, sehingga masalah tidak semakin rumit dan pelik.
"Aku tidak mungkin mengecewakan kalian, makanya aku terpaksa menyetujui permintaan kalian. apalagi melihat papa dan mama kecewa itu aku tidak bisa lakukan. bahkan aku memutuskan hubungan dengan Cindy Clara yang saat itu sedang hamil anakku," tuturnya Aidan Akhtar semakin tak terkendali membuka rahasia besar ini.
"Bagaimana dengan nasibnya mbak Maryam,kalau seandainya dia mengetahui apa yang kakak lakukan? dimana hati nurani kakak? apa cinta sudah membutakan hati dan pikirannya kakak?" teriak Shaira yang akhirnya meluapkan segala kekesalannya itu.
Adelio mengeratkan pelukannya itu dan tidak ingin istrinya emosi jiwa dan raganya.
"Iya tuan muda Aydan, kasihan dengan Non Maryam. semua ini bisa diperbaiki tapi jangan diperparah," bujuk bibi Siti.
"maafkan aku tidak bisa mencintai Maryam Nurhaliza sahabatku. semakin aku berusaha semakin aku tidak berdaya saja. aku tidak ingin menambah kepahitan dan luka hatinya Maryam," sesalnya Aidan seraya menundukkan kepalanya ke arah bawah.
Rachel sedikit kecewa karena Aydan tidak setia padanya dan juga tidak jujur tentang mengenai Cindy Clara Smith itu.
jadi mas Aydan punya anak dari kekasihnya yang beda agama itu. kenapa mereka meski berbuat seperti itu.
Berarti aku perempuan ketiga yang disentuhnya. bahkan kami belum menikah.
"kakak, Mbak Maryam melahirkan anak kalian loh dua orang jagoan kecil. kalau kakak enggak kasihan dengan Mbak Maryam, seenggaknya lihatlah putra kakak, dia sudah dua hari lahir ke dunia ini tapi belum juga kakak tengok mereka," cercanya Sahnun.
semua orang berdiri sambil mengeluarkan segala unek-unek dalam hati, pikiran dan benak mereka.
"Kalau Mbak Maryam tau semua ini pasti akan sakit hatinya kak," ratap Sahnum.
"Tidak apa-apa Sha, aku sudah mengetahui segalanya tentang suamiku," ucapnya Maryam yang baru saja datang dengan berjalan seraya menggendong salah satu anak kembarnya itu.
__ADS_1
Semua perhatian orang tertuju pada kedatangan Maryam kedua bayinya, Dewi Kinanti Mirasih, Dina Anelka Mulya dan Syamil Alamsyah.
Bagi gift iklan, vote, gift poin dan koin nya yah... bagi like, komentar tentunya. agar fania lebih bisa semangat untuk terus update.