Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 196


__ADS_3

Vela Angelina menjerit histeris kesakitan ketika tubuhnya terhempas ke salah satu kursi pengunjung kafe, kemudian tersungkur ke atas lantai keramik.


Bugh!!


Plak!!


Amar sangat murka dan menghajar Akhsan tanpa peduli lagi pada kondisi pria yang dihajarnya itu.


"mas Amar to-long!" teriak Vela sambil melambaikan tangannya ke arah Amar sebelum jatuh pingsan tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir di sela pahanya itu.


Amar tidak memperdulikan teriakannya Vela yang sudah mata hatinya tertutupi oleh amarah yang menggebu-gebu mengendalikan pikiran dengan kewarasannya.


"Augh!! Sakit.. Tolong!!" Jeritnya Vela yang sudah tidak berdaya saking kuatnya tubuhnya terlempar ketika saling tarik menarik dengan Ahksan Khaidir mantan kekasihnya itu.


Amar Alfarizi yang melihat kejadian itu, bukannya langsung menolong Vela istrinya, Melainkan dia menghajar dengan membabi buta.


Bugh!!


Buku!!


Suara pukulan itu terdengar jelas dari dalam kafe. Amar kalap sampai-sampai terus memukuli wajah dan tubuhnya Ahsan yang sudah tidak berdaya.


"Dasar brengsek loh! Bajingan!" Segala umpatan telah disebutkan oleh Amar saking geramnya melihat perlakuan kasar Aksan kepada istrinya langsung di depan matanya.


Hanya sekali pukulan saja Ahksan sudah tidak berdaya, hidungnya mengeluarkan darah segar. Ketika Amar berhasil melayangkan bogem mentahnya tepat ke hidungnya Akhsan. Amar tak mampu mengelak, karena pukulannya Amar, terlalu tiba-tiba sehingga Ahksan harus babak belur dihajar oleh Amar.


Amar menarik kera bajunya Ahsan kemudian kembali menghajar mantan kekasihnya istrinya itu. Bahkan Amar tidak peduli dengan nasibnya Vela yang sudah tidak berdaya itu saking murkanya.


"Aku tidak akan biarkan kamu hidup pria luknut! Ini balasan yang kamu dapatkan!!" Geram Amar.


Perkelahian itu menimbulkan keributan sehingga beberapa pengunjung berteriak heboh melihat kejadian itu tanpa ada yang berniat melerai mereka. Bahkan mereka sempat-sempatnya mengambil gambar dan foto dari kejadian malam itu.


"Silahkan pukuli aku tapi aku pastikan aku akan terus menganggu rumah tanggamu hingga kamu bercerai!" Ancamnya Ahsan yang tersungkur setelah mendapat t*ndangan.


Hingga deru langkah kaki beberapa security akhirnya berdatangan untuk melerai perkelahian kedua pria itu.


"Hentikan!! Stop jangan berkelahi disini!" Teriak salah satu satpam kafe dan membantu memisahkan keduanya.

__ADS_1


"Saya tidak akan biarkan dia mengusik ketenangan rumah tanggaku, saya akan memberikan padanya peringatan!" Hardiknya Ammar yang menepis tangan security itu yang berusaha memisahkannya.


"Mas Amar to-long a-ku!" Lirihnya Vela dengan melambaikan tangannya ke arah suaminya itu yang masih saja berusaha untuk men*ndang Aksan ketika berusaha dihentikan oleh pihak keamanan.


"Pak itu istrinya butuh pertolongan! Lihatlah sudah banyak darah yang mengalir dari pahanya!" Ucapnya seorang perempuan.


"Ayo cepat tolong perempuan itu kasihan sekali dia, sepertinya perempuan itu keguguran!" Pintanya seorang ibu-ibu yang melihat kondisi Vela Angelina sudah tidak sadarkan diri.


Amar pun segera tersadar dari amukannya dan kemurkaannya terhadap dirinya Aksan. Dia segera tersadar dari perbuatannya sendiri.


"Kasihan sekali kondisi perempuan hamil itu, sepertinya pasti keguguran, pria yang dipukuli juga miris sekali nasibnya, wajahnya sudah bonyok sulit untuk dikenali," ujarnya seseorang saksi.


"Astaughfirullahaladzim Vela istriku!!" Jeritnya Amar seraya melepaskan pegangan tangan dari beberapa orang-orang.


Amar menggendong tubuhnya Vela yang sudah tidak berdaya. Darah menetes hingga tercecer ke atas lantai yang dilewati oleh keduanya.


"Tolong kalian minggir secepatnya istriku tidak sadarkan diri lagi!" Amar memohon kepada orang-orang yang berdiri menghalangi jalannya menuju pintu keluar.


Semua orang melihat kejadian itu dengan tatapan mata yang berbeda-beda. Dan tidak sedikit orang mengabadikan kejadian itu dengan mengambil gambarnya.


"Bakal viral ini cerita jika aku segera mempostingnya ke sosial media," ucap seorang cewe berambut pendek itu.


"Vel! Aku mohon bertahanlah kita akan segera pergi ke rumah sakit," cicitnya Amar.


Amar segera memasukkan tubuhnya Vela ke dalam mobilnya dan menidurkan Vela ke atas jok kursi mobil belakangnya. Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak peduli dengan rambu-rambu lalu lintas yang dilewatinya.


Yang paling penting adalah Vela dan ia sampai ke rumah sakit secepatnya. Air mukanya dari penuh kebencian dan sorot matanya yang berapi-api berubah menjadi banyak ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran di sana.


Ya Allah aku mohon selamatkan lah istriku, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada istriku.


Berselang beberapa menit kemudian, sekitar pukul 19.20 mobil yang dikemudikan oleh Amar sudah tiba di depan parkiran rumah sakit swasta terdekat.


"Suster! Tolong istriku!" Teriaknya Amar dengan suara yang cukup menggelegar di malam itu.


Beberapa perawat yang kebetulan duduk di pos jaga mereka, segera berlari cepat ke arah Amar dengan mendorong bangkar ranjang rumah sakit.


"Cepat naikkan tubuh istrinya bapak!" Perintah salah satu perawat pria.

__ADS_1


Semua orang segera melarikan Vela ke dalam ruangan ugd, hanya berselang beberapa menit kemudian. Vela kembali dipindahkan ke ruangan operasi dari ruang unit gawat darurat.


"Sus! Apa yang terjadi,mau dibawa kemana tubuh istriku!?" Ucapnya Amar yang tidak mengerti, kenapa istrinya dipindahkan.


"Pasien harus secepatnya dioperasi Pak, karena kondisinya sangat kritis, kami meminta maaf kepada Anda calon janin bayi Anda sudah tidak bisa diselamatkan," jelasnya seorang dokter perempuan yang mewakili suster yang ditanya oleh Amar.


Tubuhnya Amar terhuyung ke belakang saking kagetnya mendengar pernyataan dari dokter.


"Dokter aku mohon lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan istriku," ratapnya Amar.


Dokter itu tersenyum ramah sebelum menjawab kekhawatirannya Amar.


"Anda tenang saja, percayakan pada kami kondisi istrinya Anda akan segera membaik, doakan saja yang terbaik untuk beliau," tuturnya dokter itu yang segera meninggalkan depan pintu ugd.


Vela segera dilarikan cepat ke dalam ruangan operasi, karena pihak tim dokter ahli akan melakukan tindakan pertolongan. Amar mengikuti di belakang rombongan itu. Dia juga tak lupa menghubungi kedua orang tuanya dan beberapa saudara sepupunya. Ia sangat butuh seseorang sebagai sandarannya untuk saat ini.


"Abyasa aku mohon datang ke rumah sakit, aku butuh bantuan militer," harapnya Amar ketika sambungan teleponnya terhubung ke nomor ponselnya Abyaza kakak sepupunya itu.


Amar mondar mandir kesana kemari di depan pintu ruang operasi sambil memeriksa ponselnya dan menghubungi nomor ponsel seseorang.


"Apa yang terjadi padamu, Katakan padaku kenapa kamu ada di rumah sakit!?" Tanyanya Abiyaza dengan suara yang meninggi beberapa oktaf karena terkejut mendengar kata rumah sakit.


Semua orang yang kebetulan bersama Abyasa putra sulung dari Dewi dan Syam itu terkejut mendengar teriakannya Abyasa.


"Nak apa yang terjadi, siapa yang di rumah sakit?" Tanyanya Dewi yang mulai panik.


"Ya Allah cobaan apalagi ini, apa anak-anak kami akan ditimpa kemalangan yang bertubi-tubi dariMu untuk menguji tingkat kesabaran dan keimanan kami," ratap Bu Rina Amelia.


"Aku mohon kalian diamlah dan dengarkan apa yang akan disampaikan oleh orang yang menelpon Abyasa putraku!" Titahnya Sam yang tidak menyukai sikap mereka yang akhir-akhir ini panikan dan mudah mengalami ketakutan.


Semuanya kembali terdiam dan menajamkan pendengarannya itu.


"Vela istriku ma-suk ru-mah sa-kit karena mengalami kecelakaan dan keguguran calon anaknya," jelasnya Amar dengan sedikit terbata-bata karena ketakutan.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun, tunggu kami akan segera datang, kamu sharelock lokasi alamat rumah sakitnya," tuturnya Abyasa lagi.


"Aku mohon cepatlah datang kemari, aku sangat takut terjadi sesuatu pada istriku," rengeknya Amar yang sangat takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.

__ADS_1


Amar pun segera mematikan sambungan teleponnya, sedangkan Abyasa menjelaskan kepada beberapa orang yang kebetulan duduk di dekatnya Abyasa yang berada di dalam ruangan keluarga.


"Kita harus segera ke rumah sakit, Vela mengalami keguguran," jelas Abyasa Akhtam yang segera berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil dompet, kunci mobilnya.


__ADS_2