
Shaira dan Adelio menuruni tangga, awalnya mereka hanya berjalan menuruni tangga hanya beriringan saja tetapi lambat laun Shaira tanpa ragu menggandeng tangannya Adelio seraya menuruni tangga.
Adelio menatap istrinya itu, karena untuk pertama kalinya Shaira yang langsung berinisiatif untuk menggenggam tangannya.
Shaira membalas tatapannya Adelio dengan senyuman termanisnya. Shaira tidak mengatakan sepatah katapun tapi, dari senyuman dan sorot matanya memperlihatkan, jika dia tak mempermasalahkan atau dia tulus melakukannya tanpa ada beban atau tekanan dari pihak luar untuk memperlakukan suaminya dengan kehangatan.
Apa dia sudah mulai menerimaku sebagai suaminya seutuhnya? Memang Shashaku sudah memberikan segalanya padaku,tapi masalah hati entah apa dia sudah memberikannya padaku.
Tapi, aku akan berusaha untuk membuat Shaira hanya melihat aku seorang dan jejak dari pria yang bernama Hanzal Abdul Djailani itu tidak tersisa sedikitpun dalam hatinya.
Ya Allah jika Sahira sudah mulai mencintaiku, itu suatu anugerah dan berkah terbesar dalam hidupku. Semoga saja itu hal yang terjadi di dalam lubuk hatinya Shaira.
Dewi dan Syam melihat putra putrinya menuruni tangga satu persatu bersama dengan pasangannya masing-masing membuat keduanya sangat gembira dan senang, karena anak-anaknya mendapatkan pasangan yang terbaik untuk mereka semua.
Ya Allah entah bagaimana lagi caranya aku mengucapkan rasa syukur padaMu atas berkah dan kebahagiaan yang tidak terkira ini. Sebagai mamanya aku sangat bangga dan bahagia karena anak-anakku menemukan jodoh yang terbaik untuk mereka.
Alhamdulillah Shaira sepertinya sudah berhasil rupanya melupakan Nak Hansal, ini hal yang sudah lama aku sebagai papanya impikan, saya tidak ingin melihat putriku hidup dalam bayang-bayang masa lalunya.
"Abyasa, apa Tanisha juga ingin barengan kita ke rumah sakit?" Tanyanya Dewi Kinanti.
Abyasa Akhtam yang mendengar perkataan dari mamanya itu segera menolehkan kepalanya ke arah Dewi.
"Insya Allah Ma,dia juga pengen ikut bareng kita, kalau enggak salah dia sudah bersiap tapi dia lupa mengambil dompet sama hpnya," jawabnya Abiyasa.
"Kalau gitu yang lainnya jalan duluan saja kalau menunggu lama kasihan Amar seorang diri di rumah sakit, karena mamanya Karina dan papanya Syafiq Fatahillah sedang di luar daerah, jadi sepatutnya kita sebagai kerabatnya membantu Amar dalam keadaan yang sangat membutuhkan orang lain," ujarnya Bu Rina Amelia.
Arion yang baru balik dari kantornya ikut bergabung dengan mereka sebagai wujud rasa cintanya pada Shanum istrinya, capek, lelah dan letih pun dia akan melakukan segalanya demi Shanun seorang.
__ADS_1
Semua orang masuk ke dalam mobil masing-masing. Syam bersama dengan Dewi,Bu Rina dan Adisti Ulfah dan hanya minus Faiz Syed kakaknya Adisty yang belum pulang dari kampusnya.
Arion dengan istrinya, Sahira Innira bersama dengan pasangannya juga, begitupun dengan Aidan Akhtar dan Maryam Nurhaliza. Sedangkan Abyasa dengan Sanika Tanisha entah apa hubungan keduanya.
Tetapi, Tanisha bersyukur karena sudah hampir dua bulan ini, hidupnya baru merasakan kebahagiaan, sebab selama itu pula Mama dan pria tua bangka yang dijodohkan dengannya tidak mengusik lagi ketenangan hidupnya.
Walau seperti itu, Tanisha setiap saat memikirkan kondisi ayahnya yang lumpuh, untungnya dia memiliki dua orang adik dari pernikahan kedua ayahnya yang menjaga dan merawatnya.
Bu Widya adalah ibu tirinya Tanisha yang ingin menukar kebahagiaannya dengan harta benda yang dijanjikan oleh Pak Raden Wijaya pria tua kaya raya yang ada di kampung halamannya.
"Makasih banyak atas dukungannya dan bantuannya kalian padaku yang sudah berbelas kasih menampungku selama beberapa minggu ini." Tanisha mengucapkan ucapannya itu ketika sudah berada di dalam mobil bersama dengan Abyasa.
Abyaza hanya menatap intens ke arah perempuan yang diam-diam sudah menarik simpatik dan perhatiannya itu.
"Tanpa kalian mungkin aku sudah menikah dengan pria tua itu, pria yang sama sekali tidak aku cintai, aku ingin menikah dengan pria yang mencintaiku setulus hatinya yang sanggup menerima segala kekurangannku," ucap Tanisha.
"Ehem! Sudah ada sih Pak, hanya saja entah pria itu sayang sama aku juga atau enggak," balasnya Tanisha.
"Kenapa kamu ngomong seperti itu?" Tanyanya Abyaza yang entah kenapa sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan selanjutnya oleh Tanisha dan ingin mengetahui siapa pria beruntung itu.
Abyasa menyentuhkan kartu gesek tolnya ke mesin tol untuk menuju rumah sakit memang harus melewati tol yang sekarang didatanginya.
"Kenapa kamu enggak langsung mengatakan kepada pemuda itu jika kamu mencintainya, memendam cinta itu nggak baik loh," ucapnya Abiyaza yang berusaha bersikap tenang ketika mendengarkan perkataannya Tanisha.
Padahal dalam hatinya Abya dia ingin gadis cantik yang duduk di sebelah kirinya itu mengatakan langsung padanya dan berkata jujur, jika pria yang disukainya adalah dirinya seorang.
Astaughfirullahaladzim kenapa aku berharap banget jika dia akan berkata padaku aku mencintaimu Abyasa Akhtam.
__ADS_1
Aku sangat ingin Tanisha mengatakan padaku, laki-laki yang disayanginya adalah aku seorang bukan pria lain.
Abyasa berperang batin, dia berharap jika perempuan cantik yang bekerja sebagai sekretarisnya adalah dirinya bukan orang lain.
"Belum saatnya bapak mengetahui siapa orang itu, karena masalahku dengan mama tiri ku di kampung belum beres," balasnya Tanisha.
"Mak-sudnya a-pa, kenapa kamu harus menundanya untuk berbagi dan curhat denganku? Tapi aku hanya bisa bilang padamu jika pria itu sangat beruntung mendapatkan perempuan baik dan cantik sepertimu," tuturnya Abyasa yang tanpa secara langsung memuji kecantikannya Tanisha.
Abyasa berbicara seperti itu tanpa mengalihkannya pandangannya dari jalan raya yang dilaluinya itu. Dia tetap fokus menyetir walaupun dalam hati dan benaknya berharap, jika Tanisha menyebut namanya seorang.
Aku tidak mungkin to the poin langsung mengatakan padamu pak jika kamu adalah orang yang paling aku cintai dan sayangi di dunia ini.
Aku akan menunggu sampai kamu langsung mengatakan padaku, aku adalah wanita yang sangat penting dalam hidupmu seorang.
Kamu adalah pria beruntung itu yang kamu inginkan ketahui, tapi biarlah sementara aku rahasiakan dari siapapun, rasa ini hanya untukku seorang, aku tidak pantas mendapatkan pria sebaik kamu.
Abyasa diam-diam memperhatikan Tanisha tanpa sepengetahuan perempuan yang sedang mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.
Ya Allah aku sangat berharap jika Tanisha menyebutkan namaku, andaikan dia berkata seperti itu sekarang juga aku akan langsung melamarnya. Betapa bahagianya hidupku karena cintaku terbalas.
"Hemph, pak kita sudah sampai. Mau parkir di mana mobilnya karena aku lihat parkirannya disekitar sini sudah full," imbuhnya Tanisha.
Abyasa mengikuti kemanapun mobilnya Adelio adik iparnya itu melaju, kebetulan rumah sakit swasta yang mereka datangi adalah salah satu rumah sakitnya Adelio Arsene Smith.
Semua orang berjalan cepat ke arah icu karena Vela baru saja dipindahkan ke ICU setelah menjalani operasi. Rasa khawatir, panik, cemas tergambar jelas di mata dan raut wajah semua anggota keluarganya Samuel Abidzar Al-Ghifari.
Sudah dua hari update apa adanya, karena hari Minggu kemarin pagi mertuanya kakak meninggal dunia, sorenya Om lagi yang meninggal di samping rumah.
__ADS_1