
Amar tadi buru-buru menghapus semua pesan chat yang dikirim oleh Ahsan ke nomor whatshap nya Vela agar Vela tidak mengetahui hal tersebut.
Aku akan menemui kamu esok hari, aku akan menunjukkan pada kamu siapa aku sebenarnya.
memegangi tangannya Amar suaminya itu, tapi Amar segera menyingkirkan tangannya Vela.
"Aku mohon jangan ganggu aku karena aku sedang menyetir mobil!" Ketusnya Amar.
Vela cukup terkejut karena sifatnya Amar biasanya tidak bersikap seperti ini,ia segera menyimpan tangannya kembali ke atas pahanya.
"Maaf," lirihnya Vela Angelina.
Vela kembali terdiam ketika Amar sama sekali tidak peduli padanya ataupun meliriknya walau hanya sekilas saja.
Apa yang terjadi pada mas Amar? Padahal aku sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi kalau aku diam dan tidak bertanya padanya aku akan selalu penasaran dengan apa alasannya mendiamkan saya seperti ini.
Nantilah aku pertanyakan padanya, tapi aku cukup penasaran, karena ia selalu diam sehingga aku seperti salah paham padanya.
__ADS_1
Kalau begitu biarkan seperti ini saja terlebih dahulu, kalau mas Amar capek pasti akan berbicara padaku lagi.
Semua orang sudah sampai di rumah masing-masing, Adelio dan Shaira sudah berada di dalam kamar yang sama sedangkan Arion dan Shanum kembali melanjutkan apa yang sempat terganggu, karena lampu hijau yang segera menyala.
Arion membisik sebuah kata-kata yang mampu membuat Sahnum tersenyum simpul.
"Aku mau mandi dulu Ar, apa aku boleh membersihkan make up lebih dulu sebelum Ar meminta haknya?" Tanyanya Sahnum Inshira yang bernada permintaan di hadapan suaminya sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada suaminya itu.
Arion tersenyum bahagia karena Sahnum menyapa namanya dengan sebutan Ar.
Arion menoel hidung mancungnya Shanum," aku sangat suka kamu menyapaku dengan panggilan Ar, aku happy banget," ucapnya Arion yang membuat Shahnum tersipu malu.
"Mandinya jangan terlalu lama, entar aku ketiduran?" Teriaknya Arion sebelum pintu kamar mandi tertutup rapat.
Arion mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan,baju kaos oblongnya dan celana pendek chinos sudah dipilihnya di dalam lemari yang membuatnya cukup kagum dengan sikap perhatiannya Shahnum.
Aku tidak menyangka jika kamu akan memperlakukan aku seperti ini, aku sangat bahagia telah memilihmu menjadi pendamping hidupku.
__ADS_1
Arion berjalan ke arah kamar ganti untuk segera mengganti pakaian pengantinnya dengan pakaian harian. Di dalam lemari tersusun rapi pakaian khusus untuk Arion baik itu pakaian kerja maupun pakaian santai.
Arion sebenarnya bisa saja membeli rumah baru ataupun tinggal di salah satu apartemen barunya. Tapi, demi permintaannya Shanum istrinya itu dia tidak mempermasalahkan hal sekecil itu, demi istrinya itu dia akan melakukan segalanya asalkan Sha bahagia.
Aidan dan Maryam tanpa menunggu lama segera menarik tangan Maryam Nurhaliza ke dalam kamar pengantinnya. Syam awalnya ingin mengajak Aidan berbicara santai tapi, dia berdalih dan banyak alasan untuk meninggalkan papanya itu.
Syamuel hanya menggelengkan kepalanya itu melihat tingkah laku putra keduanya itu.
"Anak muda zaman sekarang berbeda kami dengan anak muda tempo dulu yang selalu mencari waktu baik dan menunggu lama untuk menjalani malam pertamanya itu," keluhnya Syam.
Bu Rina Amelia yang mendengar perkataan dari anaknya itu," kamu maklumi saja dengan sikap anak muda zaman now, kalau Aidan segera ke kamarnya berarti tidak lama lagi rumah ini akan mendapatkan banyak cicit baru, semoga saja Allah SWT mengabulkan permintaan seorang nenek tua ini," ujarnya Bu Rina Amelia dengan berharap penuh dengan harapan akan memiliki cicit yang banyak.
"Amin ya rabbal alamin, semoga saja ibu anak-anakku segera mendapatkan momongan,tapi hanya Shanun dan Aryon akan sulit, bukan hanya sangat susah tapi mustahil terjadi," ujarnya Dewi dengan wajahnya yang sendu.
"Tapi sebaiknya jangan mengungkit masalah ini lagi sayangku di hadapan siapapun, aku takut jika Sahnun akan sedih dengan kekurangannya itu," tuturnya Sam.
"Itu benar sekali apa yang dikatakan oleh suamimu Nak, kasihan Sahnum pasti akan sedih dan menangis tersedu-sedu karena kekurangannya itu, jadi Stop untuk menceritakan apapun mengenai Aryon dan Sahnum apapun," imbuhnya Bu Rina Amelia.
__ADS_1
"Semoga mereka bisa bahagia walaupun tanpa ada bayi diantara mereka berdua, karena di luar sana banyak orang yang tanpa anak tapi bisa hidup bahagia kok," sahutnya Syamil yang ikut duduk di sofa bergabung dengan kakak dan ibunya itu.