
Penampilan terbarunya Shanum membuat adem dipandang mata. Dewi dan Syam awalnya terkejut melihat penampilan putrinya yang tertutup seperti kebiasaan puteri bungsunya Shaira.
Segala pujian terlontar dari mulut orang-orang yang melihat penampilannya Shanum. Dewi sangatlah gembira melihat anaknya sudah berubah.
"Semoga kamu selalu Istikomah Nak dijalan yang engkau sudah pilih dan yakini ini," ujarnya Syam yang tersenyum tidak bisa menutupi rasa bahagianya.
"Apa yang papamu katakan benar adanya,ingat nak hati yang paling penting selalu dijaga untuk selalu bersih dan janganlah mudah terprovokasi dengan keadaan apapun itu karena semakin kamu ingin menjadi lebih baik maka cobaan akan semakin datang silih berganti di dalam kehidupanmu," imbuhnya Dewi dengan bijaksana.
Sahnun menitikkan air matanya saking bahagianya karena kedua orang tuanya merestui niat baiknya tanpa menggurui ataupun mencari-cari kesalahannya Sahnum sebelumnya.
Shanum menyeka air matanya sebelum berbicara, "Alhamdulillah Papa dan Mama menerima pilihannya Sha, jujur saja aku sangat bahagia karena Mama dan papa tidak pernah mempermasalahkan setiap pilihan dan jalan hidup yang aku pilih ini," tukasnya Shanum lagi.
Para asisten rumah tangga mereka pun turut bahagia melihat kebahagiaan dari ketiga anggota keluarga majikannya.
"Ya Allah berikanlah kami petunjuk untuk mengetahui siapa sebenarnya Shanum ya Allah… anak siapa dia, apakah memang saya harus ke tempat yayasan pertama kalinya Gina mencari pekerjaan, karena yayasan itulah dulu yang memberikan pekerjaan kepada Gina dan disana pulalah majikannya menghamilinya sebelum dinikahi," bi Siti berencana akan memulai kembali pencariannya siapa Shanum sebenarnya.
"Semoga kalian selalu menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, hingga kalian memiliki cucu banyak," gumam bibi Minah.
Sedang di tempat lain yang masih di sekitar area kompleks perumahan elit itu, suasana sungguh jauh berbeda dan berbanding terbalik dengan yang terjadi di dalam kediaman Syamuel Abidzar Al-Ghifari. Tepatnya di dalam rumah mewah milik pak Hanif Yahya.
"Mak-sud-nya apa kenapa Anda ngomong seperti ini jika istriku Citra Lestari Juan meminta dan menggugat cerai kepadaku! Pasti ada kesepahaman yang terjadi diantara kami," tampiknya Pak Hanif yang tidak ingin mempercayai perkataan dari kedua pria yang berjas lengkap itu.
"Kalau Anda tidak percaya ini buktinya jika klien kami ibu Citra Lestari Juan menggugat cerai dengan bukti dan alasannya, kalau belum yakin bisa dicek Pak lebih detail lagi," imbuhnya pak Charles pengacara keluarganya yang ditunjuk untuk menangani perceraian Citra.
Hanif segera meraih beberapa berkas itu kemudian dibacanya segera. Dia tidak menduga jika di atas kertas itu tertuliskan jika dia digugat cerai oleh istrinya yang paling disayanginya itu sendiri dengan alasan perselingkuhan.
__ADS_1
Air matanya Pak Hanif seketika luruh terjatuh membasahi kedua sisi pipinya di hadapan dua pria yang kira-kira seumuran dengannya.
"Astaughfirullahaladzim ini tidak mungkin dan mustahil bisa aku percaya, kenapa Citra tidak bertanya terlebih dahulu padaku kebenarannya apa benar aku selingkuh dengan seorang perempuan ataukah tidak," ratapnya Hanif.
Rencana awalnya pak Hanif ingin ke rumah sakit mengecek langsung hasil tes DNA yang dilakukannya sekitar beberapa hari yang lalu. Saking terkejutnya melihat kedatangan dua pria gagah dengan berpakaian setelan jas lengkap membuatnya melupakan niat dan rencana awalnya tersebut.
"Pak Hanif tolong bekerjasama lah dengan baik, kami tidak ingin pekerjaan kami ini terganggu dengan sikap kooperatif Anda, tapi jika Anda ingin menghambat pekerjaan kami tidak masalah tapi yang jelasnya Anda tidak akan bisa mendapatkan harta gono-gini mengingat Anda tidak bisa bekerjasama dengan kami, Anda silahkan menyewa pengacara untuk membela hak Anda sebagai suami dan kata terakhir yang akan aku ucapkan sebelum kita berpisah adalah kami menunggu Anda Minggu depan di pengadilan," ucapnya Pak Charles tanpa ragu dengan penuh keyakinan.
"Kedua pak Hanif walaupun menolak dan menentang hal ini percuma saja, apalagi berusaha untuk mediasi dan membujuk klien kami itu juga percuma pak karena Bu Citra sudah berangkat ke luar negeri dan info terakhir kami dapatkan katanya Bu Citra akan menetap di luar negeri untuk selamanya dan tidak berencana untuk menghadiri sidang perceraian Anda, jadi kami minta mohon kerjasamanya Pak Hanif," ujarnya Daniel Radcliffe pengacara yang memakai setelan kerja berwarna abu-abu itu.
Pak Hanif tersungkur dan terduduk di atas sofa ruang tamunya dengan wajahnya yang sendu. Ia tidak menduga jika di dalam kehidupannya akan ada masa seperti ini. Masa di mana kehancuran rumah tangganya akibat ulahnya sendiri penyebab utamanya.
Hanif mengusap wajahnya dengan gusar, sedih, sakit hati, kecewa dan menyesali segala perbuatannya selama ini yang sudah diperbuatnya tanpa memperhitungkan akibatnya terlebih dahulu.
Diusia pernikahannya yang sudah lebih dua puluh tahun itu, kedua pasangan suami istri malah memutuskan untuk mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah mereka bina.
Dari sejak awal pernikahan keduanya sudah tidak sehat, karena Hanif Yahya sering berselingkuh dengan perempuan cantik yang dikenalnya. Tetapi, Citra Lestari dengan pintar dan lihainya menutupi kekurangan dan kesalahan suaminya dengan kesabaran.
"Ya Allah apakah ini akhir dari segala pernikahan yang sudah mati-matian aku perjuangkan dan pertahankan, Citra kenapa kamu begitu tega melakukan hal ini kepada mas, Citra mas memohon maaf padamu aku mohon jangan ceraikan mas," teriaknya Hanif setelah kepergian kedua tamu tak diundang itu.
Air matanya semakin menetes dikala dia akan melewati masa tuanya seorang diri di dalam rumahnya yang cukup megah dan mewah itu dengan fasilitas penunjangnya yang cukup bagus.
Di tempat lain…
Seorang pria muda yang kira-kira berusia 28 tahun berteriak kencang dan histeris di dalam kamarnya. Setelah mengetahui wanita yang ditidurinya semalam itu sudah tidak ada di sampingnya ketika terbangun dari tidur panjangnya.
__ADS_1
"Romi!! Sanjaya!"
Teriaknya Arion yang suaranya sudah menggelegar memenuhi hingga ke setiap sudut penjuru kamar pribadinya di dalam club miliknya sendiri.
Kedua pria yang diteriakin namanya segera berlari berdatangan untuk menghadap ke hadapan bosnya itu.
Keduanya saling melempar tatapan matanya yang mulai menunjukkan tanda-tanda ketakutan melihat reaksi dan tatapan matanya Arion.
"Katakan dimana kekasihku calon istriku ha!!?" Teriak Arion sembari melilitkan handuk kepinggannya itu yang awalnya tampak tak ada sehelai benangpun yang menutupinya. Setelah semalam suntuk bermain di atas tubuhnya Shanum Inshira Abidzar.
"Ehh a-nu tuan muda katanya dia ingin pulang ke rumahnya mengambil beberapa barang-barang pentingnya ketika berpamitan tadi kepada kami,dia meminta ijin untuk pulang katanya dia sudah diijinkan oleh Tuan Muda," jelasnya pria yang disapa Tomi itu.
Arion membelalakkan matanya mendengar perkataan dari kedua anak buah kepercayaannya itu.
"Apa!! Hahaha!!" Tawa garing dari mulutnya Arion begitu terdengar jelas jika di dalam tawanya ada kemarahan yang membuncah.
Keduanya saling bertatapan satu sama lain dan ikut tertawa terbahak-bahak mengikuti tuannya.
"Stop! Siapa yang suruh kalian tertawa ha!! bego kalian semua, kalian itu sudah dikibuli gadis cantik seperti dia, Cepat cari dan bawa perempuan itu ke hadapanku bagaimana pun caranya kalau perlu culik dan bawa segera kehadapanku hari ini juga! Jika tidak nyawa kalian berdua jadi taruhannya!" Geramnya Arion yang masih berdiri di tempat duduknya saking marahnya melihat Shanum berhasil lolos dan kabur.
"Baik Tuan Muda kami akan segera mencari Non Shanum," jawaban keduanya sebelum berlalu dari hadapannya Arion.
"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi gadis kecilku, aku sudah mendapatkan kesucianmu tidak akan aku biarkan pria lain menyentuhmu kalau perlu aku akan mengurung kamu di dalam rumahku hingga seekor lalat pun enggan untuk melihatmu," tekadnya Arion yang memang sejak mereka bertemu sudah terobsesi terhadap Shanum.
Pria kasar, keras kepala, egois dan suka celap celup dengan gadis-gadis cantik yang masih tersegel itu. Tetapi sejak bertemu dengan Shanum. Hanya Sha yang mampu membuatnya berhenti dari kebiasaan jeleknya itu.
__ADS_1