Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 153


__ADS_3

Rasa marah dan cemburu merantai dan merajam hatinya seorang dokter yang bernama Irwansyah Hatif dan salah satu anaknya yang bernama Ariella Ziudith.


Aku tidak akan memberikan keleluasaan untuk kamu dekat dengan suamiku mas Hanzal Abdul Djailani,dia adalah milikku seorang, kamu hanya masa lalunya saja sedangkan saya adalah masa depannya. Apalagi kami akan segera mempunyai seorang anak, andaikan bisa akan aku carikan seorang pria yang akan menjadi jodohnya Shaira agar tidak menjadi batu sandungan untuk hubunganku dengan mas Hans.


Ariela dengan perut buncitnya mendekati Sahira yang sedang berbincang-bincang santai dengan sepupunya serta teman-temannya dulu. Mereka cipika cipiki sambil melepaskan rasa kangen mereka.


"Ya Allah Shaira kamu semakin cantik saja apalagi selama jadi dokter semakin bertambah ayu alaminya dan aura cantiknya semakin keluar dan terpancar," pujinya Vani sahabat sekolahnya waktu berpakaian putih abu-abu itu.


"Vani bisa saja, saya masih seperti dulu loh hanya saja umur semakin bertambah tua tapi, usiaku di dunia semakin berkurang itu yang patut ditanyakan mungkin," candanya Shaira yang tidak mengetahui bagaimana membalas perkataannya dan pujian dari temannya.

__ADS_1


Raisa datang ke sampingnya Shaira sambil memutar tubuhnya Shaira," Semua pujian yang kamu dapatkan enggak berlebihan kok sesuai dengan apa yang kami lihat langsung dengan mata kepala, mata hati dan mata batin kami," guraunya Raisa adik sepupunya Shaira dari pihak ibunya itu.


"Hemmph! Heran deh gadis yang sebentar lagi menjadi perawan tua kalian puji puja setinggi langit saja! Apa kalian enggak punya mata yang normal dan melihat kenyataan dan faktanya jika dia calon gasturi," hinanya Ariela Ziudith yang sudah bergabung dengan beberapa wanita muda dan cantik.


"Gasturi apaan!?" Tanyanya net mereka serentak dengan keheranan.


Semua orang menatap intens ke arah Ariela," hahaha Makasih banyak atas ucapannya Nyonya Ariela Ziudith Hanzal Abdul Djailani, sepertinya Anda yang perlu memeriksakan matanya ke dokter mata untuk mengukur matamu!" Cibirnya Adisti yang baru saja bergabung dengan mereka.


"Awas yah Susan kamu dan kalian itu terlalu menyanjung dan menganggap Shaira Innira adalah gadis terhormat dan baik serta suci, tapi dia adalah perempuan yang penuh dengan kemunafikan yang sengaja menggoda pria kaya! Untungnya mas Hans sudah menikahiku sehingga dia selamat dan aman dari godaannya!" Ariela semakin menjadi untuk menghina Shaira yang tidak tersulut emosinya bahkan dia lebih santai tidak mempermasalahkan perkataan kasarnya Ariela yang tidak punya penyaringan dan filter itu.

__ADS_1


Semua segera berjalan meninggalkan Ariella Ziudith, tetapi Shaira berhenti sejenak tepat di samping kanannya Ariella.


"Ariella sebaiknya kamu fokus dengan kelahiran buah hatimu dengan suaminya, kamu tidak perlu mencari masalah denganku, karena saya tidak akan pernah memungut kembali benda yang sudah saya buang!"


Shaira segera berlalu dari hadapannya Ariela, tapi suara seorang pria mampu menghentikan langkahnya mereka.


"Siapa yang bilang kalau Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari adalah gasturi gadis tua republik Indonesia!? Karena saya adalah calon suaminya Shaira," tegasnya seorang pria yang memakai pakaian jas lengkap berwarna biru tua itu.


Shaira tidak menduga jika orang ini datang dan berdiri tepat di depannya dengan senyuman yang hangat dan ramahnya itu dengan bola matanya berbinar-binar terang saking bahagianya karena bisa bertemu langsung dengan gadis pujaan hatinya itu.

__ADS_1


Insya Allah bonus baca khusus reader paling setia akhir bulan yah.


__ADS_2