
Rania masuk kedalam kamar yang tiba-tiba sangat gelisah. Rania duduk di atas ranjang dengan wajahnya tampak cemas. Beberapa kali Rania menyibak rambutnya kebelakang dengan hembusan napasnya yang panjang.
" Kak Elang, kenapa kak Elang ada di sini dan Rendy mengenalinya. Apa mereka berteman. Ya jelas mereka berteman, kalau mereka tidak berteman apa lagi. Tadi jelas-jelas kok Rendy mengatakan mereka berteman," gerutu Rania di dalam hatinya. Dari wajahnya tampak ada sesuatu sehingga Rania sampai panik.
Ceklek.
pintu kamar yang terbuka membuat Rania tersentak kaget yang ternyata Rendy yang membuka pintu kamar. Dan Rania langsung berdiri dengan salah tingkah.
" Kamu kenapa?" tanya Rendy yang sepertinya menyadari sikap istrinya yang tiba-tiba.
" Hah! aku, memang aku kenapa," sahut Rania yang malah menjadi gugup.
" Ya aku bertanya, kamu malah balik nanya, aneh tau," sahut Rendy.
" Nggak kok, aku nggak apa-apa," sahut Rania tersenyum menutupi rasa canggungnya, " Hmmm, ya sudah aku mau mandi dulu," sahut Rania yang langsung buru-buru memasuki kamar mandi.
" Aneh, kenapa sih dia," batin Rendy merasa ada sesuatu pada istrinya itu.
Tidak ingin mengambil pusing Rendy juga menuju lemari mencari pakaian yang akan di kenakan untuk tidur. Karena memang sudah malam hari. Mereka juga lelah bekerja seharian jadi pasti langsung tidur.
**********
Sarah dan Anisa berada di dalam kamar. Ibu dan anak itu saling tos dengan wajah mereka yang sangat bahagia. Seperti memenangkan undian yang bernilai tinggi.
" Ternyata apa yang mama rencanakan berhasil. Lihat tadi wajah Rania. Dia langsung memerah ketika melihat Elang," ucap Anisa dengan penuh kebahagian.
" Kamu benar, bahkan dia salah tingkah. Padahal ada Rendy di sampingnya. Ya wanita itu akan semakin terlihat belangnya di depan Rendy dan Rendy akan menyesal, karena selama ini membela wanita yang salah," sahut Sarah dengan menyunggingkan senyumnya.
" Mama benar," sahut Anisa menjeda omongannya sebentar, " Oh iya ma, ngomong-ngomong mama dari mana tiba-tiba mendapat ide itu untuk membawa sahabat Rendy kerumah ini. Dan sahabat Rendy itu punya hubungan dengan Rania?" tanya Anisa yang kelihatan penasaran.
Sarah menjawabnya hanya dengan tersenyum miring menyimpan arti. Namun Anisa terlihat memperhatikan sang mama yang masih menunggu jawaban mamanya.
" Mah," tegur Anisa.
" Sudahlah Anisa, kamu ikuti saja alurnya. Yang penting usaha kita berjalan dengan sempurna," sahut Sarah yang tampaknya tidak ingin memberitahu putrinya mengenai apa yang terjadi.
__ADS_1
" Hmmm, ya sudah deh. Yang penting aku mau bilang sama mama. Mama itu sangat keren," ucap Anisa dengan mengajungkan ke-2 jempolnya. Sarah tersenyum miring dengan mengendus kasar.
" Tidak sia-sia aku menghabiskan uang untuk wanita mata duitan itu dan ternyata semuanya sangat kebetulan. Aku memang harus turun tangan untuk anak itu. Sekarang aku sudah tidak sabar melihat kekacauan di rumah ini dan Rendy akan langsung mengusirnya dari rumah ini," batin Sarah tersenyum penuh rencana.
**********
Rendy dan Rania sudah berada di atas ranjang. Rendy belum tidur, terlihat membaca-baca buku dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
Sementara Rania berada di sampingnya yang membelakangi Rendy. Dikirain Rania sudah tidur ternyata belum sama sekali. Dari pulang kerja sampai sekarang Rania masih tetap gelisah.
Rania meluruskan tubuhnya dan melihat ke arah Rendy. Di mana wajah Rendy tampak sangat serius dengan membaca bukunya.
" Rendy!" tegur Rania.
" Hmmm, kenapa?" tanya Rendy menoleh sebentar ke arah Rania dan kembali Fokus membaca bukunya.
" Yang tadi teman kamu?" tanya Rania dengan ragu.
" Elang maksud kamu?" tanya Rendy balik.
" Hmmm," jawab Rania dengan deheman.
" Teman seperti apa?" tanya Rania.
" Mungkin bukan hanya teman. Tetapi sahabat dekat. Karena kami dari dulu sudah dekat. Kita 1 sekolah dari SD, SMP, SMA sampai satu kampus dan sama-sama mengambil jurusan ke Dokteran. Dan selama ini dia berada di Jerman di tugaskan di salah satu rumah sakit. Ya Elang Dokter yang sering di pindah-pindahkan," jawab Rendy dengan lengkap.
Rania hanya diam menyimak penjelasan dari suaminya itu.
" Apa itu artinya, kamu mengetahui semua tentangnya?" tanya Rania dengan pelan.
" Pasti, kita juga pernah tinggal bersama sewaktu sama-sama kuliah. Aku mengetahui dia, dan pasti dia juga mengetahui tentang aku," jawab Rendy dengan santai. Rania mengangguk-angguk saja.
" Ada lagi yang ingin kamu tanya?" tanya Rendy melihat istrinya dengan serius. Rania menggeleng pelan.
" Hmmm, aku tidur duluan," ucap Rania yang kembali memiringkan tubuhnya. Rendy menoleh ke arah Rania, melihat istrinya itu dengan wajah sendu yang sepertinya Rendy memikirkan sesuatu sampai hembusan napas Rendy terbuang perlahan seakan lelah.
__ADS_1
Rania sementara memejamkan matanya. Walau masih gelisah. Tetapi dia harus tetap tertidur.
" Kenapa semuanya kebetulan. Kak Elang adalah sahabat dekat Rendy. Dan dia ada di rumah ini. Kenapa setelah bertahun-tahun. Dia baru kembali dan aku sudah menjadi istri Rendy," batin Rania.
Flashback.
Di sekolah menengah atas. Banyak siswa-siswi yang berkeluaran dari pagar. Karena memang sudah waktunya pulang sekolah.
" Kak Elang tunggu!" panggil Rania dengan kucir rambut 2 nya yang memakai seragam SMA putih abu-abu dan berlari mengejar Pria tampan yang memakai kemeja hitam itu.
" Kak Elang!" Rania berhasil menyusul Elang, berdiri di depan Elang dan memegang lengan Elang.
" Jangan pergi," ucap Rania dengan wajah memohonnya. Wajahnya yang ingin di kasihani.
" Maaf Rania. Tapi kakak harus pergi. Kakak harus melanjutkan Study ke Luar Negri. Kakak tidak bisa di Jakarta terus," ucap Elang dengan berat hati.
" Kalau kakak pergi. Bagaimana hubungan kita. Bukannya kakak ingin mensuport Rania. Bukannya kita ingin sukses sama-sama dan sekarang kenapa seperti ini tiba-tiba. Kakak malah melanjutkan pendidikan di Luar Negri dan Rania di sini. Bagaimana kelanjutan hubungan kita?" tanya Rania memastikan.
" Rania hanya ada 2 kamu ikut sama kakak. Kita berada di Luar Negri sama-sama. Atau hubungan kita harus berakhir," sahut Elang yang memberikan pilihan yang begitu sulit.
" Kak itu tidak mungkin. Kan kakak tau Rania bukan orang yang mampu dan tidak mungkin ke Luar Negri. Bagaimana keluarga Rania di sini," sahut Rania yang merasa pilihan itu tidak tepat.
" Kalau begitu. Harus pilihan ke-2," sahut Elang.
Rania kaget mendengarnya dengan matanya yang melotot dan berkaca-kaca.
" Apa itu artinya kita akan putus?" tanya Rania dengan suara yang sangat sulit keluar.
" Maaf Rania. Tapi bukannya memang tidak ada pilihan. Hubungan kita harus selesai," sahut Elang menegaskan.
" Kak apa maksud kakak. Kakak tau kan, kakak adalah cinta pertama Rania dan impian Rania sudah ada sama kakak. Selama ini kakak yang memberi Rania suport dan sekarang kakak mutusin Rania tiba-tiba. Ini nggak adil untuk Rania. Nggak adil kak," ucap Rania yang tampak marah.
" Rania, mau bagaimana lagi. Aku tidak mungkin bertahan dengan mu dan meninggalkan pendidikan ku. Masa depanku ada di sana dan kamu bukan masa depanku. Jadi jika kamu tidak bisa ikut. Maka tidak ada alasan untuk melanjutkan hubungan ini. Jadi sudah semuanya sudah berakhir. Aku harus pergi, waktu ku sudah banyak terbuang," ucap Elang yang mengambil keputusan dan langsung pergi begitu saja.
" Kak Elang!" panggil Rania. Namun Elang tidak memperdulikannya dan langsung pergi begitu saja, meninggalkan Rania yang terlihat sendiri dengan air mata Rania yang menetes.
__ADS_1
Ternyata Elang adalah cinta pertama Rania, saat Rania masih menduduki bangku SMA. Dan cinta pertamanya pergi meninggalkannya. Karena kondisi Rania yang belum jadi apa-apa dan tidak mungkin untuk ikut dengan Elang.
Bersambung