
Rendy dan Raina berada di tanah suci lebih 1 Minggu. Hari ini hari terakhir mereka di Mekkah. Selain melakukan ibadah umroh. Rendy juga sudah mengajaknya ke semua tempat dan mungkin tidak ada yang tidak di datangi Rania.
Bahkan mereka juga menyempatkan diri berbelanja untuk mencari oleh-oleh dan yang lainnya. Menikmati kuliner sebelum mereka pulang.
Hal itu di lakukan dari pagi sampai sore sebelum kembali ke hotel. Di sore hari ini Rendy dan Rania berada di Jabal Rahmah. Meski sudah kesana. Tetapi Rania sebelum pulang ingin kembali ke sana. Mungkin itu salah satu tempat favorite untuknya.
Rendy berdiri di belakang Rania, sementara Rania sendiri terlihat sedang menulis sesuatu di Jabal Rahmah. Rendy hanya melihatnya di mana ternyata istrinya itu memberi love di namanya dan Rendy yang pernah di tulis Rendy dan bahkan Rania menambahkan nama panjangnya dan juga Rendy di sana. Rendy yang memperhatikan kerjaan istrinya itu hanya tersenyum dengan randomnya Rania.
" Sudah selesai," ucap Rania dengan wajah cerianya. Rendy tersenyum mengangguk. Rania berdiri di samping Rendy.
" Semoga ada kesempatan lagi aku bisa kemari," ucap Rania.
" Jika kamu punya niat yang tulus. Kesempatan itu akan datang. Jadi jangan khawatir," sahut Rendy. Rania mengangguk.
Rendy menghadap Rania dan meraih kedua tangan Rania mencium tangan itu dengan lembut dan juga mencium kening istrinya dengan lembut. Rania tersenyum dengan matanya terpejam.
Setelah melepas kecupan lembut di kening itu. Rania dan Rendy saling melihat. Pandangan mata yang bertemu dengan indah itu. Saling mengamati dengan perasaan yang penuh kebahagian.
" Kita pulang!" ajak Rendy. Rania mengangguk. Rendy menggengam erat tangan itu dan membawa istrinya pulang.
***********
Malam hari Rendy dan Rania sama-sama sudah selesai packing untuk kepulangan mereka besok. Mereka berdua memang kompak dengan segala urusan mereka.
" Huhhhh, akhirnya selesai juga," ucap Rania merasa lega melihat barang-barang sudah masuk semua kedalam koper. Rendy pun langsung mengangkat koper-koper itu dari atas tempat tidur meletakkan di dekat pintu. Jadi besok semuanya sudah rapi dan tidak ada apa-apa lagi yang perlu di Khawatirkan.
" Ya sudah sekarang kamu istirahat. Aku mau mandi dulu," ucap Rendy.
" Hmmm," sahut Rania mengangguk. Rendy mengambil handuk dan Rania seperti mengingat sesuatu.
" Rendy tunggu!" panggil Rania saat suaminya memasuki kamar mandi.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Rendy heran. Rania membuka laci dan mengambil amplop kecil berwarna pink. Lalu menghampiri Rendy.
" Untukmu!" ucap Rania.
" Apa ini?" tanya Rendy heran melihat-lihat amplop pink itu.
" Surat dari ku," jawab Rania. Rendy menaikkan alisnya melihat surat itu.
" Maksudnya?" tanya Rendy bingung.
" Iya, aku menulis surat untukmu. Jadi bacalah," jawab Rania. Rendy pun langsung membukanya.
" Heh jangan!" cegah Rania dengan cepat.
" Kenapa. Bukannya kamu memberinya padaku. Aku penasaran dan bukannya seharusnya di baca," ucap Rendy.
" Hmmm, kamu mandi dulu. Jadi nanti waktu aku sudah tidur kamu bisa membacanya. Jangan di baca saat ada aku," ucap Rania. Rendy benar-benar tidak mengerti ada apa dengan istrinya yang berprilaku aneh. Rendy masih bingung Rania dengan cepat menarik surat itu.
" Kamu mandilah!" titah Rania yang mendorong paksa Rendy kekamar mandi, " mandi lama-lama, biar aku tidur," ucap Rania yang terlihat mendesak suaminya. Namun Rendy terlihat pasrah dan menuruti Rania saja. Walau dia tidak mengerti apa maksud Rania.
Setelah Rendy memasuki kamar mandi. Rania tersenyum lebar melihat surat itu dan Rania langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Menarik selimut dan perlahan memejamkan matanya agar tidur sebelum suaminya selesai mandi.
**********
Untuk seorang Rendy tidak butuh waktu lama untuk mandi. Tidak sampai 30 menit dia sudah selesai mandi. Rendy keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
Rendy melihat ke arah tempat tidur Rani sudah tertidur dengan kepalanya miring kekanannya. Sementara Rendy di kirinya. Mata Rendy menoleh ke arah nakas dan melihat surat yang tadi di berikan Rania. Rendy meletakkan handuk yang mengeringkan rambutnya di tempatnya. Lalu langsung beralih ke tempat tidur di samping Rania.
Rendy menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan mengambil surat pemberian istrinya. Sangat harum amplop pink yang lucu itu membuat Rendy tersenyum menghirup aromanya yang harum itu.
" Apa isinya. Kenapa dia sampai menulis surat," batin Rendy yang terlihat penasaran dengan membuka amplop itu dan memang benar satu lembar kertas surat dengan kertas berwarna pink dan juga dengan terdapat tulisan tangan.
__ADS_1
" Ada-ada saja kerjanya," gumam Rendy menoleh ke arah Rania dan membaca apa yang di tulis Rania.
Dear suamiku.
...Aku selalu merasa kurang dalam hidupku. Aku selalu merasa hampa dan mungkin kamu tau kehampaanku. Aku merasa datar, tidak berharga dan selalu saja merasa tidak pantas. Pertemuan kita aku tidak tau apakah aku yang beruntung atau kamu yang sial. Saat itu aku menabrak anak kecil. Kamu memarahiku dan memberiku nasehat. Jujur itu pertama kalinya aku bertanggung jawab dalam hidupku....
...Semuanya berjalan begitu saja. Seakan aku merasa kau di sisiku yang seolah memberiku kekuatan melindungiku beberapa kali mengingatkanku. Bahkan di saat aku tidak ingin hidup lagi. Kamu datang menyelamatkan hidupku....
...Kamu menikahiku menjadikanku wanita yang terhormat. Kamu sangat sabar Rendy dalam menghadapi ku. Meski kamu orang yang taat agama. Tidak sekalipun kamu menuntutku untuk ini atau itu. Tapi kamu punya cara sendiri dalam membimbingku....
...Di saat semua orang menghakimiku, menghinaku, mencaci makiku. Kamu tidak sekalipun menganggapku kurang. Kamu selalu merasa aku adalah benar. Kamu membelaku di depan semua orang....
...Rendy kamu sudah mengajarkanku banyak hal. Arti kehidupan. Rumah yang aku injak setelah kita menikah adalah surga untukku. Di mana kamu memberikanku keluarga. Kamu membuatku mendapatkan kasih sayang. Kamu memberikan segalanya kepadaku....
...Aku juga tidak percaya dengan tempat ini. Kamu memberiku begitu banyak surga di dunia ini. Kamu menyadarkanku banyak hal sehingga aku merasa bersyukur dengan keadaanku....
...Rendy aku sangat beruntung menjadi istrimu. Aku sangat bahagia bisa bersamaku. Terima kasih untuk semua yang kamu berikan kepadaku. Berkat kamu aku dekat dengan penciptaku. Aku lebih peduli untuk mengejar akhirat di bandingkan dunia. Terima kasih untuk kamu yang sudah memberikan segalanya untukku....
...Bahkan kamu memberikan hatimu untukku. Kamu mencintaiku dengan tulus. Aku bisa merasakan itu Rendy. Aku tidak percaya jika perasaan itu akan ada di dalam hidupku. Terima kasih untuk semuanya Rendy....
...Kamu sudah tertulis dalam imanku yang membawaku jalan ke surga. Aku jatuh cinta pada mu Rendy. Jangan tanya kapan itu. Aku tidak tau kapan itu. Tetapi demi Allah aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa mengatakannya karena aku takut bicara salah-salah jadi aku menulisnya untukmu....
...Kamu imam yang tertulis untukku. I love you suamiku....
...Rania 💝 Rendy...
Rendy tersenyum membaca surat cinta dari istrinya itu. Randy meletakkan surat itu di atas meja. Lalu mendekati Rania memeluk tubuh Rania dengan mencium lembut kening Rania.
" Aku juga mencintaimu Rania. Aku sudah mengatakan berkali-kali, akulah yang beruntung menjadi suamimu. Kamu wanita hebat yang memang menjadi takdirku. Terima kasih untuk kehadiranmu di dalam hidupku," ucap Rendy yang begitu bahagia.
Rendy terus memeluk erat istrinya itu yang merasakan kebahagian yang tidak bisa di ucapkan lagi.
__ADS_1
Bersambung