Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 293


__ADS_3

Karena masih ada jadwal di tanah suci Mekkah. Rendy, Rania dan Asyifa quality time bersama di mana mereka menghabiskan waktu mereka ber-3 dengan jalan-jalan ketempat sejarah Nabi.


Banyak tempat yang mereka kunjungi. Sekalian mereka juga mengajarkan Asyifa ini dan itu. Apa lagi Asyifa sangat banyak ingin taunya dan setiap apa yang di tunjukkan Rendy pasti di tanyanya yang menjadi memori untuk di otaknya. Ya sekalian mengajari anaknya dengan ilmu agama yang semakin tinggi.


Mereka memang layaknya orang yang liburan, terkadang Asyifa berjalan dengan tangannya yang di pegang ibu dan ayahnya. Terkadang Asyifa yang lelah dan akhirnya di gendong Rendy.


Kota Arab Saudi memang besar dan harus di kunjungi semuanya, dari makam-makam sampai tempat bersejarah lainnya yang membuat Asyifa pasti sangat bahagia. Karena bersama ibu dan ayahnya.


Mereka juga tidak lupa makan ber-3 dengan wajah mereka yang sama-sama penuh kebahagiaan. Rania bergantian menyuapi Rendy dan Asyifa. Ya Asyifa pasti sangat bahagia bisa di suapi oleh ibunya. Walau selama ini dia tidak pernah kekurangan kasih sayang. Tetapi tetap rasanya sangat berbeda.


" Asyifa mau lagi?" tanya Rania. Asyifa mengangguk dengan mulutnya yang di buka lebar untuk menerima suapan ibunya. Rendy tidak mau kalah yang juga membuka mulut agar istrinya juga menyuapi dan Asyifa hanya tertawa-tawa bahkan sempat mengatai ayahnya manja. Dan Rendy juga harus menggelitiki Asyifa yang yang menggodanya.


Kebahagian Rania sudah tidak bisa di gambarkan lagi dia memang begitu bahagianya yabg tidak percaya akan bisa bersama anak dan suaminya.


Momen kebersamaan mereka juga di abadikan dalam foto-foto. Dari tempat ini ketempat ini. Selalu di abadikan dalam foto-foto. Rania, Asyifa dan Rendy seharian menghabiskan waktu dari pagi sampai malam dan sekarang baru mereka pulang karena sudah malam hari.


Karena besok siang juga mereka akan kembali ke Indonesia. Rania juga merindukan adiknya Della yang tidak ikut umroh dan bahkan dia dan Della belum ada kabar-kabaran lebih intens lagi. Hanya Vidio call kemarin dan hanya sekali karena jaringan yang juga begitu sulit.


Setelah sampai ke apartemen. Rania, Rendy dan Asyifa bahkan sudah sama-sama membersihkan diri. Yang mana sekarang Rania duduk di atas tempat tidur yang sedang menyisir rambut Asyifa. Sementara Rendy duduk di samping Rania. Ya Rendy tidak akan bisa jika tidak nempel-nempel dengan istrinya itu. Maklum masih begitu merindukan istrinya.


" Sudah selesai sayang," ucap Rania mengakhiri sisirannya.


" Makasih ibu," sahut Asyifa.


" Sama-sama Asyifa," ucap Rania yang berdiri untuk menyimpan sisir ke meja rias.


" Asyifa masih mau makan tidak?" tanya Rendy.


" Tidak ayah Asyifa sudah kenyang," jawab Asyifa dengan mengusap perutnya.


" Baiklah, kalau begitu kita sekarang tidur saja," ucap Rendy.

__ADS_1


" Asyifa mau tidur sama nenek aja. Ayah sama ibu tidur berdua aja di sini," ucap Asyifa.


" Kok gitu?" tanya Rendy dengan menaikkan 1 alisnya.


" Tidak apa-apa ayah. Ayahkan pasti masih kangen sama ibu. Jadi ayah sama ibu aja. Asyifa tidak mau ganggu ayah sama sama ibu," ucap Asyifa paling pengertian.


Rania yang di meja rias sudah senyum-senyum saja. Ananknya kok bisa ya paham dengan perasaan ke-2 orang tuanya yang ingin berduaan, bermesraan ya maklum 4 tahun tidak ketemu.


" Ohhh, begitu..." sahut Rendy mengangguk-angguk melirik ke arah Rania yang tampak pura-pura mencari kesibukan yang pura-pura tidak dengar apa kata Asyifa.


" Ya sudah ayah, ibu Asyifa kamar nenek ya mau bobo," ucap Asyifa mencium punggung tangan Rendy.


" Baik sayang, jangan lupa baca doa sebelum tidur dan mimpi yang indah," ucap Rendy dengan mencium lembut kening Asyifa.


" Baik ayah," sahut Asyifa yang langsung berlari menuju ibunya.


" Asyifa pergi ya ibu," ucap Asyifa yang juga mencium punggung tangan Rania, bahkan mencium pipi Rania.


" Ibu jangan bohong, Asyifa tau kok ibu pengen sama ber-2 sama ayah," sahut Asyifa dengan polosnya. Rendy yang di ujung tempat tidur tersenyum melihat keceplosan Asyifa yang membuat Rania menjadi malu.


" Ya sudah ibu sekarang Asyifa bobo dulu, dada ibu dada ayah," sahut Asyifa yang langsung berlari keluar dari kamar tanpa menutup pintu kamar.


Rendy dan Rania saling melihat dengan tersenyum malu-malu. Namun karena salah tingkah Rania mengalihkan pandangannya dan kembali berdiri di meja rias untuk mencari kesibukan. Rendy hanya tersenyum dan kemudian melangkah mendekati pintu menutup pintu kamar itu.


Rendy menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu melangkah mendekati istrinya memegang ke dua pundak Rania membuat Rania dek-dekan yang melihat Rendy dari depan cermin.


Dengan perlahan Rendy membalikkan tubuh Rania sehingga menghadapnya. Rania yang begitu gugup hanya menunduk. Rendy mengangkat dagu Rania sehingga mensejajarkan wajah Rania dengannya di mana mata mereka sama-sama saling bertemu. Saling menatap dengan intens.


" Aku tidak percaya jika anak kita ternyata sepintar itu. Terimakasih sudah menjaganya dengan baik," ucap Rania.


" Sama-sama, aku sudah mengatakan melakukannya untukmu. Yang terpenting kamu sudah kembali kepadaku dan kita bisa membesarkan anak kita bersama-sama, biar menjadi anak Sholeha, pintar dan berguna untuk orang banyak," ucap Rendy.

__ADS_1


" Amin," sahut Rania tersenyum lebar.


Randy meraih ke-2 tangan Rania dan mencium ke-2 punggung tangan itu dengan mata yang yang tidak lepas menatap Rania.


" Aku mencintaimu Rania," ucap Rendy.


Rania tersenyum mendengar kata cinta yang di rindukannya itu, " Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu dan sungguh begitu mencintaimu," sahut Rania membalas ucapan cinta dari suaminya.


Rendy semakin mendekatkan diri pada istrinya dan mencium lembut kening Rania. Mencium kelopak mata Rania dengan secara bergantian dan Rania memejamkan matanya saat Rendy menciumi lembut wajahnya yang membuat darah Rania berdesir. Bahkan hidung Rendy mengelus-elus wajah Rania membuat Rania merinding.


Rendy menempelkan dahinya di dahi Rania yang membuat mata mereka saling melihat dengan hembusan napas yang saling meneroa dengan debaran jantung yang saling dapat mendengarkan satu sama lain.


" Rania apa aku boleh?" tanya Rendy meminta izin yang tau apa maksud dari suaminya itu. Rania menganggukkan kepalanya yang memberikan izin suaminya untuk melakukan apapun kepadanya.


Rendy tersenyum dengan menangkup wajah itu membelainya dengan lembut dan langsung mencium bibir Rania, bibir yang menjadi candunya yang sudah lama tidak di sentuhnya dan sekarang menuntun masuk kedalam untum memberikan kenikmatan yang mencium semakin dalam dan lebih dalam yang membuat Rania melayang-layang yang tangannya memegang baju Rendy meremasnya baju itu dengan erat yang menunjukkan sensasi dalam ciuman itu.


Dengan perlahan Rendy juga mengangkat tubuh Rania menggendongnya ala bridal style , membaringkan dengan perlahan tubuh itu di atas tempat tidur tanpa melepas ciuman itu.


Tidak sampai di situ, Rendy yang berada di atas tubuh Rania, tangannya juga bergerak kesana kemari untuk melepas pakaian yang menempel pada istrinya. Dan semuanya tidak sulit untuk di lakukan. Pakaian itu sudah terlepas dari tubuhnya. Dan Rendy juga melepas pakaiannya yang sekalian memberikan Rania ruang untuk bernapas.


Rania justru mengalihkan pandangannya ke kanan, karena malu melihat tubuh Rendy tanpa pakaian yang menunjukkan dada kotak-kotak yang sama seperti dulu.


Setelah selesai melepas pakaiannya Rendy mencium leher Rania mmeberikan tanda-tanda kemerahan di sana, Rania menikmatinya dengan mata yang terpejam di mana merasa terbang saat seluruh tubuhnya di sentuh suaminya itu.


Asyifa tau aja jika ibu dan ayahnya memang harus melakukan malam pengantin. Anggap saja mereka pengantin baru yang sekarang berbulan madu yang sama-sama saling merindukan dan sampai melampiaskan di atas tempat tidur yang mana ke-2nya sudah saking melakukan penyatuan dengan penuh kenikmatan dan cinta yang masih tetap ada bahkan bertambah besar.


Kamar itu hanya di penuhi dengan suara-suara indah,kenikmatan dan yang di lakukan pasangan suami istri yang terpisah begitu lama. Asyifa is the best memberikan banyak waktu untuk ke-2 orang tuanya untuk membuat adik padanya.


Punya Asyifa 1 aja bikin pusing dan harus punya wawasan besar untuk mengimbangi kepintaran Asyifa. Apa lagi jika ada Asyifa Junior lagi. Wau Rania dan Rendy harus sabar-sabar deh.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2