Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 182 Kenyataan yang pahit.


__ADS_3

Lama Elang mengikuti mobil itu. Akhirnya mobil itu berhenti di depan Vila mewah. Elang melihat Frans keluar dari mobil pertama kali dan membukakan pintu mobil untuk Cindy dan ketika Cindy keluar. Frans merangkul Cindy memasuki Villa tersebut.


Perasaan Elang sudah entah seperti apa. Perasaan yang sama sekali tidak bisa di jelaskan. Perasaan takut akan sesuatu hal. Namun seakan siapa dengan apa yang di lihatnya yang akhirnya membuat Elang keluar dari mobilnya. Pagar itu tidak di kunci memudahkan Elang untuk memasuki rumah itu.


Cindy dan Frans yang sudah masuk. Cindy Langsung menuju dapur untuk menyimpan apa yang di belinya tadi di supermarket. Saat meletakkan kantung plastik belanjaan itu. Tiba-tiba Frans memeluknya dari belakang.


" Sayang aku lagi beresin belanjaan, jangan di ganggu dulu," sahut Cindy yang merasa geli di peluk dari belakang dengan Frans yang juga menciumi belakang telinganya.


" Hmm aku merindukan mu, sangat merindukanmu," ucap Frans dengan suara seraknya.


Cindy mendengarnya tersenyum dan membalikkan tubuhnya menghadap Frans dan langsung mengalungkan tangannya di leher Frans.


" Lalu kalau merindukanku. Kamu mau apa?" tanya Cindy.


" Aku mau mengunjungi anak kita," ucap Frans yang membuat Cindy tertawa kecil.


" Bukannya masih kecil. Dokter bilang itu berbahaya," sahut Cindy.


" Tidak berbahaya. Aku tau caranya," sahut Frans yang membuat Cindy kembali tertawa.


" Bagaimana apa aku boleh mengunjungi anak kita?" tanya Frans memastikan dengan menaikkan 1 alisnya.


" Boleh kamu harus minta izin dulu padanya," sahut Cindy menantang.


" Baiklah sayang," sahut Frans yang langsung berjongkok. Frans mengusap-usap perut ramping Cindy dan menciumnya lembut.


" Apa boleh papa mengunjungimu. Bukannya kamu ingin sekali bertemu dengan papa," ucap Frans yang meminta izin pada janin yang ada di rahim Cindy. Sementara Cindy hanya tersenyum saja dengan mengusap-usap rambut Frans.

__ADS_1


Frans mengangkat kepalanya melihat ke arah Cindy.


" Dia mengatakan aku boleh mengunjunginya," sahut Frans.


Cindy tersenyum dengan menggedikkan bahunya. Frans pun kembali berdiri dengan mencium kening Cindy. Memegang pipi Cindy dan langsung meraup bibir Cindy menciumnya dengan dalam.


Frans menaikkan Cindy ke atas meja membaringkannya dengan perlahan tanpa melepas ciuman itu. Keromantisan dalam cumbuan itu ternyata di saksikan oleh Elang. Elang yang dengan mata yang memerah dengan tangan yang mengepal menyaksikan apa yang terjadi.


Yang pasti juga mendengar apa yang sudah terjadi. Apa yang di katakan Cindy dan juga Frans. Ciuman yang penuh gairah di antara ke-2nya. Tiba-tiba membuat Frans sadar seakan ada yang melihat meraka dan tepat Frans melihat kedepannya dan kaget dengan melihat Pria yang berdiri di sana.


" Siapa kamu?" tanya Frans yang beranjak dari tubuh Cindy. Cindy membuka matanya yang melihat Frans berhenti dan juga mendengar Frans yang bertanya membuatnya duduk dari meja dan menengok kebelakang.


Betapa terkejutnya Cindy saat melihat Elang yang ada di sana. Jantungnya seolah meledak. Dengan napasnya yang saling memburu. Saat Elang menatapnya tajam.


" Elang!" lirih Cindy yang terlihat begitu schok. Frans juga kaget dengan Cindy yang sepertinya mengenali Pria itu.


" Kamu mengenalnya?" tanya Frans. Cindy kelihatan panik yang tidak bisa bicara apa-apa. Cindy pun bangkit dari atas meja dan berdiri di samping Frans yang terlihat begitu panik.


" Aku, aku," sahut Cindy yang terlihat gugup yang tidak tau harus bicara apa. Dia juga melihat Frans dan Elang yang secara bergantian. Cindy seolah tertangkap basah yang tidak bisa bicara apa-apa lagi.


" Apa semua ini!" bentak Elang dengan suara menggelegar yang membuat Cindy panik.


" Apa-apaan ini, siapa kamu beraninya kamu membentak-bentak di tempat ini," sahut Frans yang terlihat emosi.


" Diam kamu! jangan ikut campur ini urusanku dengan dia!" teriak Elang.


" Apa maksud kamu tidak ikut campur. Kamu ada di sini tiba- dan kamu membentak istriku. Apa aku tidak ikut campur," sahut Frans.

__ADS_1


Mendengar kata istri membuat Elang kaget dan Cindy seolah pasrah dengan apa yang terjadi. Bukan Frans selingkuhan Cindy. Namun Elang selingkuhannya.


" Apa kamu bilang istri. Cindy apa semua ini. Jadi kamu sudah menikah?" tanya Elang dengan napasnya yang sesak mendengar kenyataan itu.


" Iya aku sudah menikah," jawab Cindy dengan pelan.


" Kurang ajar kamu Cindy!" teriak Elang. " Beraninya kamu menikah dengan Pria itu. Lalu hubungan kita kamu anggap apa. Ini yang namanya Jerman, melanjutkan sekolah. Tapi apa kamu berada di sini dan main gila dengan pria itu dan kamu sudah menikah. Apa kamu menipuku selama ini!" teriak Elang dengan suaranya yang menggelar yang akhirnya mengetahui. Jika istrinya sudah menikah.


" Bajingan kamu, wanita murahan kamu, kamu benar-benar sakit Cindy!" teriak Elang yang tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Cukup Elang!" gertak Cindy. " Kamu jangan bicara sembarangan yang mengatakan aku wanita murahan. Lalu bagaimana dengan kamu. Apa kamu sudah merasa lebih baik hah! Kamu pikir aku juga tidak tau. Jika kamu sudah menikah," sahut Cindy yang membuat Elang kaget yang tidak percaya jika Cindy juga mengetahui apa yang di rahasiakan nya.


" Kenapa kamu diam. Apa kamu sudah tidak bisa memaki ku lagi. Kenapa kamu menyadari jika kamu juga sama seperti itu. Kamu murahan dan lebih buruk dari pada aku iya," sahut Cindy. Elang benar-benar diam yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


" Hentikan semuanya!" bentak Frans, " Apa-apaan semua ini. Cindy aku tidak mengerti apa yang di katakannya. Apa kesimpulannya kamu memiliki hubungan dengan Pria itu?" tanya Frans.


" Aku bisa jelaskan Frans," sahut Cindy.


" Kamu selesaikan masalah kamu dengan dia," tegas Frans yang langsung pergi dengan penuh kemarahan dan juga kekecewaan.


" Frans aku bisa jelaskan semuanya," sahut Cindy. Panggil Cindy. Namun Frans tetap pergi. Cindy dan Elang kembali saling berhadapan dengan kemarahan mereka masing-masing yang sama sekali tidak terbendung kan.


" Pergi dari sini Elang. Aku dan kamu tidak ada urusan apa-apa lagi. Pada kenyataannya aku memang sudah menikah dan kamu juga sudah menikah. Dan jangan tanya kapan aku menikah yang pasti pernikahan ku berawal dari penghiyanatan kamu," ucap Cindy.


" Sekarang kamu mengusir setelah semua kebohongan kamu," sahut Elang.


" Bukan aku yang memulai semuanya. Kamu sadari dulu apa yang sudah kamu lakukan. Baru bicara kepadaku. Jangan menyalahkanku. Tetapi sadari lah, siapa kamu sebenarnya," sahut Cindy menekankan dengan menunjuk-nunjuk Elang.

__ADS_1


" Sekarang kamu pergi! pergi kamu!" usir Cindy. Elang yang masih tetap dalam diam ditempatnya seolah merasa jika itu adalah mimpi buruk. Namun Cindy langsung mendorong-dorong paksa Elang untuk keluar dari rumahnya.


Bersambung


__ADS_2