Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 183 Luka yang sebenarnya.


__ADS_3

Kecewa, sakit hati, hancur bertubi-tubi itu yang di alami Elang. Elang benar-benar sangat hancur. Berada di dalam mobil, menyetir dengan kecepatan tinggi, menangis layaknya laki-laki lemah. Dengan beberapa kali memukul stir mobilnya dengan tangannya yang seakan meluapkan kemarahannya.


" Argggghhh," teriak Elang dengan suara yang menggelar dengan melaju kan mobilnya uga- ugalan tanpa arah yang jelas.


" Elang bodoh, kau benar-benar bodoh, dasar bodoh," maki Elang untuk dirinya sendiri yang mengatai dia bodoh.


Lain Elang yang meluapkan semua emosinya kepada mobilnya, teriakannya dan makian untuk dirinya sendiri. Di Villa acara masih di lanjutkan di mana mereka tertawa-tawa dengan penuh kebahagian.


Mereka baberque bareng-bareng, saling bercanda. Rania dan suaminya yang sama-sama romantis di mana Rendy yang biasanya kalau bermesraan dengan istrinya pasti tidak mau di depan umum. Tetapi kali ini Rendy tidak malu di mana Rania yang sedang membakar daging dan Rendy memeluknya dari belakang. Dengan beberapa kali menciumi pipinya.


Rania juga menyuapi Rendy apa yang di bakarnya dengan meniup lembut, lalu menyuapi suaminya itu. Pemandangan yang manis itu membuat Ratih, Rudi, dan Oma Wati bahagia dengan senyuman yang mana terlihat cinta yang begitu tulus dari pasangan suami istri itu.


Willo juga tersenyum dengan kebahagian Rania dengan suaminya.


" Rania pantas mendapatkan semua itu. Dia anak yang baik, dia punya keistimewaan makanya dia mendapatkan suami yang begitu mencintainya. Ya dia memang pantas untuk bahagia," bayi. Willo yang tersenyum tulus.


Pernah iri pada adiknya itu. Menghina Rania karena beberapa kali gagal menikah. Mengacaukan masalah percintaan Rania bahkan juga ikut dalam merusak hubungan Rania dengan mantan kekasihnya Gilang. Tetapi siapa sangka pertemuan Rania dengan Rendy menjadikan Rania seorang ratu di kehidupan Rendy.


Dan kebahagian yang Rania miliki berpengaruh pada keluarganya yang akhirnya hidup dalam jalan yang benar, jalan kedamaian dan penuh ketenangan. Di mana kehadiran Rendy mengembalikan keluarga itu kemasa dulu yang hidup penuh dengan cinta.


Mungkin Willo bahagia dan mulai menyadari jika adiknya itu memang pantas mendapatkan semua itu. Tetapi ternyata tidak Anisa. Cintanya yang masih ada untuk Rendy membuat wajah ketidak sukaannya melihat kemesraan itu masih banyak rasa cemburu, itu hati yang di perlihatkan Anisa.


Mungkin tidak mudah untuk Anisa. Anisa merasa dia terlalu mencintai Rendy atau mungkin tidak mencintainya. Tetapi mungkin saja terlalu Anisa hanya ingin memiliki Rendy. Anisa mungkin tidak bisa membedakan mana cinta dan mana rasa yang ingin memiliki saja.


Anisa penuh kecemburuan dan rasa ketidak terimaan. Lain dengan Zahra yang tetap gelisah. Mungkin karena saking bahagia bersama orang-orang di sana lupa dengan Elang yang sudah beberapa jam tidak kembali juga.


" Di mana Elang, kenapa dia pulang juga. Apa yang terjadi. Kenapa perasaanku seperti ini. Ya Allah tolong kau lindungi dia," batin Zahra yang penuh kegelisahan. Ingin menelpon tidak bisa karena Elang tidak membawa handphonenya.


*************


Jam semakin berputar dengan cepat sudah pukul 11 malam. Hujan deras di luaran sana dan Elang tidak kunjung datang yang membuat orang-orang baru panik sekarang. Keponakan Rania bahkan sudah tertidur dan sudah di antar kekamar oleh Art.


Taman belakang pun sudah di bersihkan. Karena tadi mendung jadi mereka buru-buru membereskannya. Dan untung bisa beres sebelum hujan turun.

__ADS_1


" Kenapa Elang belum pulang juga?" tanya Ratih.


" Aku tidak tau Tante. Aku juga bingung," jawab Zahra yang panik.


Mereka memang menunggu di ruang tamu menunggu kedatangan Elang yang tak kunjung datang.


" Kak Willo, papa, kalau mau istirahat. Istirahat aja. Nggak apa-apa kami saja yang menunggu Elang," ucap Rendy memberi saran.


" Benar Pak, kalian istirahat saja," sahut Ratih menambahi.


" Ya sudah kalau begitu kami istirahat. Nanti kalau ada apa-apa. Panggil saja saya," sahut Rudi. Yang lainnya mengangguk. Rudi pun mendorong kursi roda Willo. Tinggal Oma Wati, Ratih, Nia, Rendy, Anisa dan Zahra yang menunggu Elang.


" Oma, tidak mau istirahat juga?" tanya Rendy.


" Tidak apa-apa, Oma akan tunggu Elang sebentar lagi," jawab Oma Wati.


" Hmmm, baiklah kalau begitu," sahut Rendy.


" Ya Allah Elang, kenapa kamu tidak pulang-pulang. Kamu di mana sebenarnya. Kamu tidak tau apa semua orang menunggumu," batin Zahra semakin panik.


" Sebaiknya aku mencarinya," sahut Rendy yang mengambil tindakan.


" Tapi kan lagi hujan Rendy," sahut Ratih.


" Tidak apa-apa mah, mungkin saja, mobilnya bermasalah. Dia juga tidak bawa handphone kan. Jadi tidak apa-apa. Aku akan mencoba mencarinya," ucap Rendy memutuskan.


" Kamu yakin?" tanya Rania.


" Iya sayang," sahut Rendy. Rania mengangguk yang memberikan izin suaminya untuk mencari Rendy.


" Ya sudah kalau begitu aku permisi dulu!". ucap Rendy pamit. Saat Rendy ingin membuka pintu. Pintu sudah terbuka dan akhirnya orang-orang yang di tunggu sudah datang.


Mereka terlihat terkejut melihat Elang yang datang dengan sedikit berantakan. Di mana baju Elang basah kuyup dan berantakan. Padahal Elang memakai mobil dan mana mungkin bisa sampai basah kuyup seperti itu.

__ADS_1


Wajah Elang juga memerah dengan mata yang memerah dan penuh genangan. Ya penampilan Elang memang sangat hancur yang membuat orang-orang yang menunggunya terpekik kaget.


" Elang, kamu dari mana aja?" tanya Zahra panik yang langsung menghampiri Elang.


" Maaf. Tadi mobilku bermasalah. Maaf sudah membuat kalian menunggu. Kau kekamar dulu," ucap Elang yang pergi begitu saja.


Orang-orang semakin heran dengan Elang yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja.


" Elang kenapa. Kenapa dia seperti itu," batin Zahra yang melihat punggung Elang yang tampak bergetar.


" Zahra kamu susul Elang. Bajunya basah kamu siapkan dia air hangat agar mandi dan tubuhnya baik-baik saja!" titah Ratih menyarankan.


" Iya Tante," sahut Ratih. Zahra pun langsung pergi kekamar untuk melihat kondisi Elang.


" Jadi mobil Elang yang bermasalah. Ya sudah sekarang kita istirahat ini sudah malam juga. Elang sudah kembali dan waktunya untuk istirahat," ucap Oma Wati.


" Iya mari kita semua istirahat," sahut Rendy.


" Ya sudah Nia juga sudah mengantuk," sahut Nia yang langsung pergi terlebih dahulu.


" Aku juga istirahat dulu," sahut Anisa yang juga menyusul untuk kekamar.


" Ayo ma kita istirahat!" ajak Ratih. Oma Wati mengangguk dan langsung pergi menuju kamar mereka.


" Kita istirahat," ucap Rania. Rendy meraih tangannya dan malah membawanya pergi bukan ke dalam kamar tapi keluar rumah.


" Sayang kita mau kemana?" tanya Rania heran.


" Kita menginap di tempat lain," jawab Rendy yang membuat Rania heran.


" Menginap di mana?" tanya Rania heran saat mereka sudah di luar rumah.


Dan Rendy membawa istrinya memasuki mobil dengan menutup kepala Rania dengan tangannya agar tidak terkena air hujan dan Rania semakin bingung dengan suaminya yang ada-ada aja. Sudah tau hujan. Tetapi masih memikirkan untuk menginap di tempat lain.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2