Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Eps 35 Membawanya kerumahnya


__ADS_3

Setelah memenangkan dirinya Rendy akhirnya mengantarkan Rania pulang. Karena mobil dan segalanya sudah masuk kedalam lautan yang memang hilangnya semua itu tidak berarti apa-apa bagi Rania. Semuanya besok juga mampu di belinya dengan mudahnya.


Karena semuanya sudah lenyap dan hilang. Akhirnya Rania pulang di antar oleh Rendy dan itu sudah sangat larut malam sekali. Karena cukup lama dia menangis di dalam mobil untuk mengeluarkan isi hatinya yang terlihat begitu berantakan.


Saat mobil itu berhenti. Terlihat Willo dan suaminya Bram yang bertengkar hebat di depan rumah. Pasangan itu terlihat saling menunjuk dan marah-marah bahkan seperti tidak ada yang mau kalah.


Pertengkaran suami istri itu begitu heboh. Tidak tau apa yang terjadi di antara ke-2 pasangan itu. Tetapi intinya pasangan itu benar-benar di penuhi dengan amarah yang besar sampai terjadi pertengkaran hebat.


Rania sudah pasrah dengan keburukan keluarganya yang lagi-lagi harus di pertontonkan pertengkaran kakak dan kakak iparnya itu harus di lihat Rendy dan itu membuatnya sangat malu tetapi mungkin apa yang terjadi lagi-lagi Rendy seakan biasa melihatnya.


" Kamu yang bajingan. Bisa-bisanya kamu bersama pelacur itu, kamu sangat murahan dan tidak berguna," teriak Willo di depan suaminya.


Plakkk


Willo pun mendapat tamparan dari Bram suaminya dan Felly yang melihat hal itu memejamkan matanya, Rendy langsung menoleh kearah Raina yang sepertinya sangat lelah dengan kehidupannya.


" Kenapa kak Willo dan mas Bram harus bertengkar di saat ada Rendy. Kenapa ada-ada saja yang terjadi," batin Rania yang sudah pasrah. Memang itulah kenyataan di keluarganya. Keluarganya memang sebenrantak itu.


" Kamu ingin pergi?" tanya Rendy. Sepertinya Rendy mengerti jika Rania nanti muncul tiba-tiba di tengah pertengkaran itu yang adanya. Willo pasti akan menyalahkan Rania seperti yang sudah-sudah.


" Aku harus kemana?" tanya Rania bingung dengan suaranya yang pelan. Sudah lelah dengan semuanya. Memang alangkah baiknya dia tidak menunjukkan diri depan sang kakak yang bisa memperkeruh suasana.


" Mungkin kamu harus menenangkan diri kamu dulu. Jika kamu punya sahabat terdekat maka aku akan mengantarkan mu," sahut Rendy seakan mengerti apa yang di butuhkan Rania. Dia seperti bisa menebak jalan pikiran Rania.


" Bagaimana Rania, apa kamu memiliki teman yang bisa aku mengantarmu ke sana?" tanya Rendy memastikan.


" Ada!" sahut Rania mengangguk pelan.


" Ya sudah aku akan mengantarmu di mana rumahnya?" tanya Rendy.


" Rumah Zahra," sahut Rania membuat Rendy sedikit kaget dan melihat Rania Rumah Zahra berati adalah rumahnya.


" Aku tidak tau di mana rumahnya. Aku belum pernah berkunjung kerumahnya dan tidak tau di mana rumahnya. Aku akan menelponnya menanyakan alamatnya," ucap Rania dan langsung buru-buru mencari-cari. Mungkin karena sterss Rania lupa jika ponselnya dan barang-barangnya sudah lenyap.


" Mobil dan isinya sudah masuk kedalam lautan dan mungkin juga dengan ponselmu," ucap Rendy. Membuat Rania memejamkan matanya lagi dengan hembusan napasnya.

__ADS_1


" Aku lupa," sahut Rania dengan suara beratnya. " Apa aku boleh meminjam hanphne mu?" tanya Rania.


" Kamu tidak perlu menelponnya. Jika kamu mau menemuinya maka aku akan mengantarmu," sahut Rendy.


" Oh, begitu rupanya. Aku lupa kamu kan sepupunya. Pasti kamu tau di mana tinggal," sahut Raina.


Rendy hanya diam dan kembali menyetir mobilnya dengan kelajuan santai dan Rania pun tidak bertanya lagi. Rania menyandarkan punggungnya di Jok mobil dan memejamkan matanya yang mungkin ingin lebih menenangkan dirinya.


Sementara Rendy tetap fokus menyetir. Dia akan mengantar wanita yang mungkin butuh seseorang itu kerumahnya. Tetapi tanpa Rania ketahui jika Rendy akan mengantar Rania kerumahnya. Karena Zahra tinggal bersamanya dan keluarganya.


*********


Tidak lama akhirnya mobil Rendy sampai di depan rumahnya. Setelah mematikan mesin mobil Rania tampak tertidur pulas Rendy hanya bisa melihat wajah yang sangat lelah itu.


" Rania!" tegur Rendy dengan lembut membangunkan wanita itu. Dan suara lembut itu ternyata tidak membuat Rania bangun.


" Rania?" ucap Rendy lagi yang kembali membangunkan Rania. Namun tetap tidak ada respon dan Rania tetap tertidur.


" Bangun Rania, sudah sampai, Rania, bangun," ucap Rendy terus berbicara membangunkan Rania dan dengan perlahan mata itu terbuka dan sudah melihat wajah Rendy tepat di depannya membuatnya tersentak kaget.


" Sudah sampai," jawab Rendy. Rania melihat kedepan dan memang melihat jika dia berada di depan rumah yang besar yang pasti merasa jika adalah rumah Rendy.


" Ayo turun!" ucap Rendy membuka seat beltnya. Rania tampak mengangguk dengan cepat dan juga ikut membuka seatbeltnya.


" Jadi ini rumahnya Zahra," batin Rania yang memang tidak tau apa-apa dengan rumah temannya itu. mungkin kesibukannya membuatnya memang tidak mengetahui hal sedetail itu.


Rendy sudah turun dan Rania pun menyusul setelah melamun cukup lama.


" Ayo!" ajak Rendy ketika Rania sudah berdiri di depannya. Rania mengangguk dan mengekor di belakang Rendy dengan kepalanya yang berkeliling melihat di sekitarnya.


Rendy terlihat tidak mengetuk pintu dan langsung membuka pintu. Raina heran sedikit dengan Aldo yang langsung masuk. Dia hanya berpikir mungkin saja karena Aldo sepupu Zahra. Jadi wajar saja kalau Aldo masuk begitu saja.


" Assalamualaikum," sapa Aldo ketika memasuki ruang tamu dan Raina lebih bingung lagi dan malah sangat canggung.


" Walaikum salam," sahut Ratih yang menuruni anak tangga yang pasti Ratih juga heran kenapa putranya pulang bersama seorang wanita yang di kenalnya.

__ADS_1


" Tante, Ratih, bukannya ini mamanya Rendy, kok ada di rumah Zahra," batin Rania bingung.


" Ma," ucap Aldo langsung mencium punggung tangan Aldo. Rania yang bengong pun ikut mencium tangan Ratih.


" Tante," sapa Rania. Ratih melihat kearah Rendy heran seolah bertanya kenapa Rania bisa ada di sini.


" Maaf ma, Rendy pulang agak terlambat, tadi ada urusan dan kenapa Rania ikut bersama Rendy. Rania ingin menemui Zahra," jelas Rendy dengan detail.


" Ohhh, begitu rupanya," sahut Ratih mengangguk. Dan melihat Rania yang tampak kebingungan.


" Rania," tiba-tiba wanita yang di cari Rania pun muncul dan Zahra langsung menghampiri Rania.


" Kamu kok ada di sini?" tanya Zahra.


" Aku ingin bicara dengan kamu. Aku sedang tidak bisa pulang. Boleh tidak aku tinggal di rumah kamu," ucap Rania.


" Tinggal di tempatku?" tanya Zahra pasti terkejut. Rania mengangguk cepat.


" Aku boleh-boleh saja. Tapi harus minta izin dulu sama yang punya rumah," sahut Zahra membuat Rania bingung. Zahra pun melihat kearah sang Tante.


" Tidak perlu minta izin Zahra, kalau teman kamu ingin menginap. Tante jelas tidak keberatan justru Tante senang karena tamu itu adalah rezeki," sahut Ratih tidak bermasalah.


Namun Rania semakin bingung dan sebenarnya dia sudah dapat menyimpulkan sesuatu.


" Apa maksudnya. Apa sebenarnya ini adalah rumah Rendy," batin Rania yang menebak-nebak.


" Maklum ya Rania, aku juga hanya menumpang di sini. Jadi harus tetap meminta izin pada Tante Ratih," sahut Zahra sedikit penjelasan. Apa yang di katakan Zahra membuat Rania terkejut dan kebingungannya akhirnya terjawab juga.


" Jadi benar, ini rumah Rendy. Ya ampun Rania kenapa kamu tidak kepikiran hal itu," batinnya yang merasa tidak enak.


" Ya sudah ini sudah malam, Zahra ayo kamu ajak Rania untuk istirahat," sahut Ratih dengan ramah.


" Iya Tante," sahut Zahra, " Ayo Rania," ajak Zahra. Rania mengangguk dengan tidak enak hati. Mau pergi pun sudah tidak bisa karena semuanya sudah terlanjur.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2