Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 257 Cantiknya bidadari.


__ADS_3

Hari ini ada acara di rumah keluarga Rendy yang mana hari ini acara akikah anak Elang dan juga Zahra. Rania sedang berada di depan cermin yang menggunakan gamis putih yang di balut dengan pasmina yang menutup auratnya yang membuatnya begitu cantik.


" Sayang kamu sudah selesai," sahut Rendy yang memasuki kamar dan melihat bidadari di depannya.


" Sebentar sayang," sahut Rania yang masih tacap-tacap di depan cermin. Namun Rendy tersenyum lebar dengan melihat istrinya yang cantik itu. Dan menghampiri istrinya berdiri di belakang Rania. Rania langsung membalikkan tubuhnya.


" Aku sudah siap," sahut Rania yang tersenyum lebar yang wajahnya begitu bersinar.


" Ayo, apa acaranya sudah di mulai," sahut Rania yang langsung menarik tangan suaminya untuk mengajaknya keluar dari kamar. Namun Rendy menghentikan langkahnya.


" Ada apa sayang?" tanya Rania heran. Randy mendekati Rania yang mengusap lembut pipi Rania.


" Kamu cantik sekali," puji Rendy.


" Benarkah!" sahut Rania. Rendy mengangguk.


" Istriku seperti bidadari yang begitu cantik," puji Rendy lagi.


" Amin!!!! sahut Rania mengucapkan Amin, " sayang aku juga ingin menjadi bidadari di surga nanti. Jadi kamu harus terus meminta pada Allah agar kita juga berjodoh di akhirat. Supaya kita berduan bisa menjadi suami istri di sana. Terlepas siapa yang pergi terlebih dahulu yang penting kita bersama," ucap Rania dengan wajahnya yang terus tersenyum yang tanpa merasakan apa-apa.


Namun lagi-lagi Rendy mendengar perkataan Rania terasa begitu sesak.


" Rania apa kamu benar-benar akan pergi?" tanya Rendy dengan matanya berkaca-kaca. Rania tersenyum dengan mengangguk-angguk. Lalu memeluk suaminya.


" Kamu pernah bilang kepadaku, jika kita rajin beribadah Allah akan memberikan kita tanda-tanda untuk berada di sisinya, agar kita terus beribadah dan aku kamu tau tidak jika aku merasakan semua itu. Aku sangat bahagia yang merasa istimewa sehingga dia mengingatkanku," ucap Rania yang bicara tanpa beban. Namun Rendy yang juga merasakan ada hal-hal yang tidak biasanya hanya memejamkan matanya. Yang tidak ingin mendengar kata-kata itu. Tetapi dia yang bertanya dan dia harus mendengar jawabannya.

__ADS_1


" Sayang semua itu hanya masalah waktu. Kita juga tidak tau apa rencana Allah. Tapi aku hanya terus berdoa pada Allah untuk kita berdua tetap berjodoh di dunia dan juga akhirat. Karena aku sungguh mencintaimu yang mana cinta ku tumbuh karena kedekatanku pada penciptaku yang membuatku lega dan bisa ikhlas bila takdir ku seperti ini," ucap Rania.


Rendy melepas pelukannya dengan memegang ke-2 pipi istrinya dan membuang naasnya perlahan kedepan.


" Aku menanyakan 1 pertanyaan saja. Tetapi kamu menjawab sangat banyak," ucap Rendy tersenyum.


" Hmmmm, ya sudah kalau begitu maaf aku banyak bicara. Ya sudah ayo kita turun untuk mengikuti acara akikah bintang," sahut Rania. Ardian mengangguk dan menggenggam tangan istrinya lalu keluar dari kamar.


*************


Acara akikah yang terasa begitu nikmat yang seperti biasanya dengan penuh bacaan sholawat dan sekarang Elang dan Zahra menggendong anak mereka untuk rambutnya yang akan di gunting. Rania dan Rendy juga mendapat giliran dan lihatlah Rania yang begitu gemesnya pada bintang Rendy hanya tersenyum yang melihat kebahagian istrinya itu.


Tugasnya memang hanya akan memberikan kebahagian untuk istrinya dan untuk hal lainnya dia sudah ikhlas dan menyerahkan semuanya kepada Allah.


Di sana juga ada Anisa dan juga Agam. Kandungan Anisa juga sudah semakin membesar yang mungkin sebentar lagi Anisa juga pasti akan melahirkan. Sementara Rania memang perutnya beluk kelihatan.


" Sayang kamu kenapa?" tanya Rendy panik.


" Aku, mau istirahat, aku tiba-tiba pusing," ucap Rania yang memang akan jujur jika terjadi sesuatu padanya itu sudah janjinya pada Ardian.


" Ya sudah ayo kita istirahat," sahut Rendy yang langsung menggendong Rania ala bridal yang membawanya pergi dari acara itu.


Ratih, Anisa, Elang, Nia, Agam dan Zahra melihat hal itu.


" Ada apa dengan Rania?" tanya Anisa.

__ADS_1


" Nggak tau, mungkin dia kecapean," jawab Zahra.


" Ya Allah kak Rania baru juga berdiri belum sampai satu jam. Tetapi sudah capek. Bagaimana jika kandungannya semakin membesar apa benar kata Dokter dia akan mengalami hal yang lebih parah lagi. Ya Allah kak Rania adalah orang baik. Jangan dia. Dia juga ingin bahagia," batin Nia dengan menyeka air matanya yang melihat kakaknya menggendong istrinya.


" Ya Allah semoga menantu ku tidak apa-apa. Aku yakin dia sangat kuat," batin Ratih yang juga begitu khawatir dengan Rania.


*************


Sekarang Rania sudah beristirahat yang tertidur di atas ranjang. Rania juga sudah membuka jilbabnya dan tertidur begitu cantik dengan Rendy yang duduk di sampingnya dengan terus memegang tangan Rania sembari mengusap-ngusapnya.


Matanya terus menatap sendu pada istrinya tersebut. Yang mana Rania begitu tenang seperti bukan orang yang sakit. Setiap ada momen seperti itu sangat wajar jika Rendy harus bersedih. Tidak tega pasti tapi mau gimana lagi takdir sudah seperti itu.


Rendy mendekatkan wajahnya pada Rania dan mencium lembut kening Rania. Juga mencium pipi istrinya.


" Istirahatlah sayang. Karena hanya dengan tidur. Kamu tidak akan merasa sakit," ucap Rendy dengan mengusap-usap pipi Rania.


" Aku mencintaimu Rania dan sampai kapanpun kamu akan tetap berada di hatiku. Percayalah sayang," ucap Rendy dengan mengukir senyum tipis untuk menutupi kesedihannya


Rendy melihat di atas nakas ada surat yang pasti belakangan ini Rania sering memberinya surat. Pertama kali Rania memberikan surat pada Rendy saat berada di tanah suci Mekkah dan saat itu Rania mengungkapkan isi hatinya yang jatuh cinta pada suaminya.


Dari situ Rania beberapa kali menulis surat ungkapan cinta. Tetapi semenjak dia di Vonis sakit kanker. Dia lebih sering menulis surat dan bahkan belakangan ini jauh lebih sering.


Rendy mengambil surat itu dan pasti bacaannya hanya ungkapan cinta saja. Rania memang ingin terus mengungkapkan cinta dan rasa syukur pada suaminya yang menjadikan hidupnya dan keluarganya jauh lebih baik.


" Rania tanpa kamu menulis kata-kata ini untukku. Aku tau Rania jika kamu mencintaiku. Dan kamu tidak perlu menulis ini untuk mengingat jika kamu mencintaiku tanpa adanya tulisan ini. Mau kamu di manapun aku akan tetap mencintaimu dan aku juga tau kamu mencintaiku. Jika kamu terus mengatakan bahagia bersamaku. Kamu harus tau Rania aku jauh lebih bahagia saat bersamamu. Aku sangat bersyukur bisa memiliki istri yang tidak patah semangat kepada kamu. Aku mencintaimu istriku," ucap Rendy yang menatap wajah istrinya dengan sendu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2