Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 88 Salah bertanya


__ADS_3

Ceramah yang di dengar Raina membuat Raina menjadi murung dan terus berpikiran mengenai apa yang di katakan ustadz tadi. Rania terlihat murung di salah satu bangku yang ada di bawah pohon. Dengan tangannya yang di lipatnya di dadanya dan wajahnya yang terlihat sendu.


Sementara Rendy yang tidak jauh dari Rania berada di ujung sana. Di mana Rendy tampak berbicara serius dengan rekan seprofesinya. Pandangan Rendy harus jatuh pada Rania. Dia melihat istrinya tampaknya sedang menghadapi beban.


" Aku kesana sebentar," ucap Rendy pada temannya.


" Oke," sahut temannya dan Rendy pun langsung melangkah menghampiri istrinya. Rendy memberikan minum yang di kemas di gelas pop ice. Membuat Rania mengangkat kepalanya dan melihat suaminya sudah berdiri di depannya.


" Minumlah!" ucap Rendy. Rania mengambilnya. Lalu Rendy duduk di samping Rania.


" Ada masalah?" tanya Rendy. Rania menggeleng kan kepalanya.


" Hmmm, atau kamu bosan di sini?" tanya Rendy.


" Tidak!" sahut Rania dengan cepat.


" Lalu apa yang membuatmu terlihat sangat murung. Aku melihat kamu sedang ada sesuatu?" ucap Rendy yang sangat bisa membaca isi pikiran istrinya.


" Ada apa Rania?" tanya Rendy dengan lembut yang menatap Rania dengan tulus dan Rania melihat ke arah suaminya. Terlihat jelas Rania ingin bertanya. Tetapi ada ketakutan di dalam dirinya.


" Ada apa Rania?" tanya Rendy lagi.


" Hmmm. Boleh aku bertanya sesuatu padamu," ucap Rania pelan dan terlihat banyak keraguan. Namun Rendy menganggukkan matanya. Mempersilahkan Rania untuk bertanya apapun.


" Hmmm," Rania tampak gugup dan terlihat sepertinya ragu untuk berbicara.


" Ada apa Rania?" tanya Rendy lagi.


" Hmmm, Rendy kita sudah menikah lebih 2 bulan dan kamu melakukan banyak hal padaku. Kamu ini itu, mempercayaiku bahkan kamu mengajariku banyak hal," ucap Rania membuat Rendy bingung maksud dari perkataan Rania yang mengarah ke arah mana.


" Iya terus," sahut Rendy bingung.


" Kenapa melakukan itu?" tanya Rania. Rendy mengkerutkan dahinya mendengar pertanyaan Rania.


" Kamu menayakan ku kenapa aku melakukan itu?" tanya Rendy. Rania mengangguk.


" Rania, apa itu harus aku jawab. Jelas itu tanggung jawabku. Bukannya kamu tadi juga mengatakan kita sudah menikah lebih 2 bulan dan apa yang aku lakukan kepadamu. Itu jelas sebuah tanggung jawab yang tidak mesti harus aku jelaskan kenapa aku harus melakukannya," jelas Rendy.


" Karena aku istrimu?" tanya Rania. Rendy menganggukan matanya.

__ADS_1


" Kamu benar. Kamu istriku dan kewajibanku untuk melindungi, mempercayaimu dan semua yang kamu katakan tadi. Semua itu aku lakukan karena itu kewajibanku," ucap Rendy menatap Rania dalam-dalam dan Rania juga menatapnya mata itu saling bertemu dan saling berkeliling.


" Jika itu adalah sebuah kewajiban. Lalu kenapa tidak pernah meminta hakmu," ucap Rania dengan nekat mengatakan hal itu.


Jelas perkataan Rania membuat Rendy kaget. Namun kagetnya tidak membuat pandangan matanya lepas dari Rania.


" Apa kamu siap?" tanya Rendy.


Duh,dug.


Jantung Raina langsung berdetak tidak menentu. Seperti dia di kejar-kejar sehingga jantungnya tidak normal, dan sesak dengan kesulitan bernapas dan terlihat kesulitan menelan salavinanya. Sok-sokan bertanya pada Rendy.


Bukannya menjawab Rendy malah balik mempertanyakan hal itu pada Rania membuat Rania gugup dan tiba-tiba tidak mampu bicara. Mengatakan iya atau tidak tidak mampu di ucapkannya.


" Dokter Rendy!" tegur salah seorang wanita paruh baya membuat Rendy dan Rania sama-sama tersentak dan mengalihkan pandangan masing-masing pada wanita yang sudah ada di depannya yang menegurnya.


" Iya Bu ada apa?" tanya Rendy dengan suara rendahnya. Namun Rania terlihat panas dingin yang mendengar ucapan Rendy.


" Ini saya bingkisan. Sebelum pulang di bawa dulu. Nanti kelupaan," ucap wanita tersebut memberikan bingkisannya.


" Hmmm, makasih Bu," sahut Rendy.


" Sudah sore. Kita pulang!" ajak Rendy. Yang tidak ingin melanjutkan pembahasan mereka. Karena dia tau Rania sangat gugup. Rania tidak menjawab iya atau tidak. Dia hanya mengangguk dan akhirnya memilih berdiri duluan. Dan juga berjala dengan rasa gugupnya. Dan Rendy hanya tersenyum saja melihat Rania.


***********


Tidak lama akhirnya pasangan itu sampai juga di rumah dan mereka memasuki rumah. Rendy meletakkan bingkisan yang tadi di bawanya di atas meja ruang tamu.


" Aku mandi dulu!" ucap Rania yang terlihat gagap dan langsung memasuki kamar mandi. Padahal Rendy belum mengatakan apa-apa. Ya Rania hanya salah tingkah sendiri dengan pertanyaannya sendiri.


Rendy pun menuju dapur membawa bingkisan tersebut, mengeluarkan isinya yang ternyata 1 kotak makanan lengkap dengan sayur, lauk, buah dan minumnya.


" Rendy!" panggil Rania yang membuat Rendy melihat ke arah kamar mandi dan tanpa berlama-lama. Rendy pun langsung menghampiri Rania.


" Ada apa?" tanya Rendy berdiri di depan pintu kamar mandi.


" Airnya kok mati?" tanya Rania memperlihatkan keran pada Rania. Rendy pun masuk kekamar mandi dan mencoba mengeceknya.


" Iya kok mati ya," ucap Rendy yang juga bingung. Dia memeriksa tidak ada kerusakan sama sekali.

__ADS_1


" Kamu tunggu sebentar di sini," ucap Rendy. Raina mengangguk dan Rendy pun pergi.


" Hmmm, aneh sekali kenapa mati coba airnya," ucap Rania geleng-geleng. Tidak lama Rendy pun kembali memasuki kamar mandi.


" Bagaimana?" tanya Rania.


" Bukan kesalahan mesin atau lainnya. Tapi memang mati. Sedang ada perbaikan listrik. Jadi semua berhubungan dengan mesin haru mati," jawab Rendy.


" Sampai kapan?" tanya Rania.


" Kata warga sih ini bisa sampai besok pagi," jawab Rendy pelan.


" Lalu aku bagaimana. Aku belum mandi sama sekali sudah begitu tubuhku lengket lagi," ucap Rania tampak panik dengan matinya air tiba-tiba yang membuatnya pusing.


***********


Akhirnya Rendy mengajak Rania ke sungai yang tidak jauh dari penginapan mereka.


" Aku mandi di sini?" tanya Rania menerka-nerka. Rendy mengangguk.


" Rendy mana mungkin. Gimana kalau ada orang yang melihat?" ucap Rania panik dan merasa ide Rendy konyol.


" Warga biasanya seperti itu. Kalau misalnya ada masalah dengan air ya mereka akan mandi di sungai. Tuh kamu lihat," tunjuk Rendy pada emak-emak di yang jauh dari mereka yang juga mandi dengan kain penutup sampai dadanya.


" Mereka juga mandi di sungai," ucap Rendy.


" Ya beda dong Rendy aku sama emak-emak. Aku mana mungkin mandi di tempat terbuka seperti ini. Walau memakai pakaian seperti itu. Tetap tidak mungkin. Lagian mereka sudah emak-emak dan aku masih gadis. Jadi jangan samakan," ucap Rania dengan bibirnya yang mengkerut.


" Jadi kamu masih gadis bukannya kamu sudah menikah," sahut Rendy dengan menaikkan 1 alisnya.


" Ya kalau menikah juga kalau belum berhubungan. Ya namanya sama saja masih gadis," celetuk Rania membuat Rendy menaikkan 1 alisnya mendengar lancarnya bicara Rania dan Rania dengan cepat menutup mulutnya setelah sadar kebodohannya.


" Issshhh, lupakan apa yang aku katakan tadi," sahut Rania malu sendiri membuat Rendy tersenyum. Tanpa dia sadari lama kelamaan istrinya itu sangat menggemaskan.


Bersambung.



Jangan lupa mampir ya.

__ADS_1


__ADS_2