
Rania yang di pelukan suaminya mengangkat kepalanya dan wajahnya sama-sama sejajar dengan Rendy.
" Kamu kenapa murah sekali menangis?" tanya Rendy mengusap lembut air mata itu.
" Aku tidak tau. Mungkin karena aku memang cengeng," jawab Rania dengan suara seraknya.
" Bukan karena kamu cengeng. Tapi kamu hati kamu sangat lembut. Makanya kamu sangat mudah menangis. Air mata kamu adalah ketulusan," ucap Rendy.
" Tau dari mana kamu?" tanya Rania.
" Aku bisa melihatnya dari cara kamu menatapku. Rania saat bertemu dengan mu, aku sudah bisa melihat dari matamu. Kamu wanita yang baik dan sangat tulus. Jadi aku tidak pernah mempertimbangkan untuk menikah dengan mu," ucap Rendy dengan lembut.
" Maafkan aku ya, jika pernah membentakmu," ucap Rendy merasa bersalah.
" Kamu baru membentakku sekali. Tapi sudah meminta maaf beberapa kali. Jadi bukan aku yang memiliki hati yang tulus. Tapi kamu," ucap Rania. Rendy tersenyum dan mencium lembut kening Rania.
" Aku ingin bertanya sesuatu pada mu Rania?" ucap Rendy.
" Apa itu?" tanya Rania.
" Katakan kepadaku apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" tanya Rendy. Rania menganggukkan matanya.
" Rendy selama hidupku. Aku menyadari jika kebahagian ku karena adanya pernikahan dengan mu dan mungkin jika dengan orang lain. Aku tidak tau apa aku bisa bahagia seperti sekarang. Aku memiliki segalanya. Tetapi aku merasa hidupku hampa. Semenjak bertemu dengan mu banyak pelajaran yang aku dapatkan. Sampai akhirnya kita menikah. Aku merasa sebagai manusia normal aku mendapatkan kebahagian bertubi-tubi," ucap Rania dengan memegang pipi Rendy mengusap-usapnya dengan lembut.
" Rendy aku adalah istrimu. Jadi marahlah jika aku memang salah. Hatiku dan juga diriku atas sampai bawah adalah milikmu. Jadi kamu berhak melakukan apapun kepadaku. Aku menyerahkan seluruh hidupku untukmu," ucap Rania yang tidak tau mendapat kata-kata itu dari mana. Namun Rendy tersenyum mendengarnya dan kembali mencium lembut kening Rania.
Rendy juga mencium mata Rania dengan lembut, mencium hidungnya. Pipinya kanan dan kiri. Wajah itu di cium dengan lembut dan Rendy juga mengecup bibir Rania. Setelah mengecupnya Rendy melepasnya dan menatap mata Rania dengan intens.
Tidak ada pembicaraan. Rendy semakin mendekatkan wajahnya pada Rania dan meraih bibir Rania. Rania perlahan memejamkan matanya. Saat ciuman lembut suaminya sudah bermain di dalam mulutnya yang membawanya terbang sampai ke awang-awang.
Tangan Rendy juga sudah mulai kemana-mana. Perlahan membuka tali piyama Rania menurunkan baju itu. Dan Rendy menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Sampai akhirnya ciuman itu sudah sampai di leher Rania.
Mungkin benar kata Nia. Rendy dan Rania melakukan ibadah umroh sekalian untuk berbulan madu. Ya seperti sekarang ini pasangan ini sudah bercumbu dengan penuh kelembutan dan kenikmatan. Bahkan tubuh Ke-2nya sudah polos yang tertutupi selimut.
Setiap sentuhan suaminya membuat Rania melayang-layang. Ini kali ke-2nya mereka melakukan hubungan intim itu. Dan mungkin akan terus melakukannya. Apa lagi Rania sudah jelas-jelas mengatakan kepada Rendy. Bahwa seluruh tubuhnya adalah milik Rendy.
Setiap kali melakukan penyatuan. Pasti ada air mata yang keluar dari kelopak mata Rania. Mungkin masih terasa sakit dan mungkin di campur dengan penuh kebahagian yang di dapatkannya. Rania merasa wanita yang paling beruntung yang di ragukan oleh suaminya.
**********
Azand subuh dengan suara yang merdu itu kembali terdengar. Di dalam kamar pasangan suami istri yang masih seperti pengantin baru itu terlihat sedikit berantakan. Tempat tidur terlihat berantakan dan terdapat pakaian Rania yang berada di lantai.
Rendy sudah bangun terlebih dahulu dan Rendy masih menatap wajah Rania yang terbaring tidur begitu lelap dengan beralaskan lengannya yang di jadikan bantal. Rendy mencium lembut kening Rania.
__ADS_1
" Rania! bangunlah ini sudah subuh," ucap Rendy dengan lembut membangunkan istri tercintanya itu.
Suara indah itu mampu membangunkan Rania. Membuka matanya perlahan dan sudah di suguhkan wajah tampan bak seorang dewa yang bersinar sudah di depannya. Tangan Rendy Bahakan mengusap-usap pucuk kepalanya.
" Bangun sudah subuh!" ucap Rendy dengan lembut. Rania menganggukan matanya.
" Apa masih mengantuk?" tanya Rendy.
" Masih, aku mengantuk dan capek," jawab Rania yang memang apa adanya. Mungkin saja tadi malam mereka melewati beberapa ronde. Ya hanya Rania dan Rendy yang tau.
" Kita sholat subuh dulu. Setelah itu kamu baru tidur," ucap Rendy. Rania menganggukkan matanya.
" Kamu sana mandi!" ucap Rendy.
" Kamu saja duluan. Nanti kalau sudah selesai baru aku," ucap Rania yang masih begitu mengantuk. Rendy tersenyum dan kasihan pada istrinya itu.
" Baiklah, aku akan mandi. Kalau masih mau tidur lah sebentar. Selesai aku mandi. Aku membangunkanmu lagi," ucap Rendy. Rania mengangguk-angguk. Rendy mencium lembut kening Rania. Dan merapikan selimut Rania yang benar saja Rania langsung tertidur.
" Maafkan aku sudah membuatmu tidur lama," ucap Rendy yang merasa bersalah pada Rania.
************
Akhirnya Rendy dan Rania sholat berjamaah. Rencananya tadi mau sholat di masjid. Tetapi karena sudah telat merekapun akhirnya sholat di hotel berjamaah. Setelah selesai sholat seperti biasa Rania mencium punggung tangan suaminya. Dan Rendy pasti mencium lembut kening istrinya dan juga pipi kanan dan kirinya.
" Sekarang sudah lebih fress. Tapi aku boleh tidur sebentar lagi?" tanya Rania.
" Boleh!" jawab Rendy. Rania langsung berdiri dan ranjang mereka kelihatan masih berantakan. Rania pun akhirnya memilih untuk tidur di atas sajadah, masih dengan mukenah yang di pakainya. Rendy mendengus tersenyum melihat Rania yang begitu jatuh langsung tidur.
Rendy pun langsung mengambil alih untuk membersihkan tempat tidur. Pakaian Rania yang tadi malam masih ada di sana dan Rendy pun mengambilnya meletakkan pada pakaian kotor. Setelah tempat tidur bersih. Rendy menghampiri Rania.
Dengan lembut dia melepas mukenah istrinya itu. Dia juga dan langsung mengangkat Rania ke atas ranjang.
" Kamu segitu mengantuknya," ucap Rendy dengan pelan. Rendy menarik selimut dan menutup pada tubuh Rania. Rendy mencium lembut kening Rania dan beralih dari atas ranjang.
*********
Rendy sama sekali tidak membangunkan Rania bahkan sudah jam 8. Rania masih saja tertidur lelap. Kamar yang tadi berantakan juga sudah bersih dan rapi. Bahkan Rendy sudah membelikan membawakan sarapan ke dalam kamar.
Rendy menaiki tempat tidur dengan duduk di bagian kepala Rania dengan tangannya mengusap-usap pucuk kepala Rania.
" Rania bangun!" lirih Rendy membangunkan Rania. Suara indah itu sangat mudah membangunkan Rania dan Rania langsung terbangun begitu saja. Mata indah itu kembali terbuka.
" Sudah pagi. Kamu harus sarapan!" ucap Rendy lembut. Rania tersenyum mengangguk.
__ADS_1
" Kamu masih mengantuk?" tanya Rendy.
" Sudah tidak," jawab Rania.
" Hmmm, ya sudah kalau begitu kamu bangun. Kamu cuci muka biar lebih Fresh setelah itu kita sarapan," ucap Rendy dengan lembut. Rania mengangguk yang langsung menurut.
" Aku tunggu ya!" ucap Rendy yang ingin beralih dari ranjang.
" Tunggu panggil Rania!" menahan tangan suaminya.
" Ada apa?" tanya Rendy.
" Hmmm, yang tadi malam. Kamu melakukannya karena ke wajibkan atau ada rasa lain?" tanya Rania dengan pelan. Rendy tersenyum mendengar pertanyaan konyol Rania.
" Memang kalau kewajiban lain dan jika perasaan juga lain. Apa setelah melakukannya karena kewajiban lalu setelah itu boleh lagi melakukannya karena perasaan?" tanya Rendy balik dengan menggoda Rania.
" Ishhh, kamu ini. Aku serius bertanya," sahut Rania.
" Rania, kamu sudah tau jawabannya," sahut Rendy.
" Apa jawabannya. Aku tidak tau. Apa kamu menyukaiku atau tidak," sahut Rania. Rendy tersenyum mendengar pernyataan Rania.
" Rania aku tidak hanya menyukaimu. Tapi aku juga jatuh cinta padamu," ucap Rendy yang membuat hati Rania melayang-layang.
" Jatuh cinta?" tanya Rania.
" Iya aku jatuh cinta padamu dan apa yang aku lakukan malam saat pertama menyentuhmu dan malam ini. Semua bukan karena aku sebatas suamimu. Tapi karena aku bermain perasaan. Aku yang jatuh cinta kepadamu. Aku mencintaimu," ucap Rendy yang mengungkap perasaannya.
Rania rasanya ingin melompat-lompat. Sudah di berikan vitamin tadi malam. Bangun-bangun di ucapkan cinta. Jadi bagaimana dia tidak bahagia.
" Apa ada lagi yang ingin kamu tanyakan?" tanya Rendy.
" Sejak kapan kamu jatuh cinta kepadaku?" tanya Rania ingin tau lebih banyak.
" Itu rahasiaku," sahut Rendy membuat Rania penasaran.
" Kok main-main rahasian?" tanya Tania yang kelihatan sangat penasaran.
" Sudahlah. Ayo bangkit. Kita sarapan dulu. Kita masih ingin jalan-jalan lagi. Masih banyak tempat yang ingin aku tunjukkan kepadamu," ucap Rendy.
" Apa susahnya menjawab dulu," sahut Rania dengan suara manjanya.
" Sudah ayo bangkit!" Rendy pun menarik tangan Rania dia memang sengaja tidak memberitahu Rania. Agar Rania penasaran. Tapi yang jelasnya Rania sudah bahagia. Karena Rendy juga merasakan hal yang sama kepadanya.
__ADS_1
Bersambung