
Nia baru sampai rumah sakit yang ternyata Nia tidak sendirian di rumah sakit melainkan bersama Mario yang mana Mario memang ingin melihat kondisi kakak iparnya Nia.
Mereka ber-2 sama-sama turun dari mobil dan seperti biasa ekspresi Nia pasti resah yang takut jika membawa Mario menemui kakak iparnya. Yang di pikirkan Rania pasti bagaimana nanti tanggapan Rendy dan apa lagi pikiran Rendy nantinya.
Mario terlihat berdiri di samping Nia dengan Mario membawa keranjang buah. Mario melihat wajah Nia tampak resah dan gelisah.
" Nia!" tegur Mario.
Nia tersentak kaget dan membuyarkan lamunannya. " hah! iya kenapa," sahut Nia gugup.
" Kamu sepertinya ragu membiarkan aku masuk kedalam untuk menjenguk kakak iparmu. Kalau kamu ragu. Tidak apa-apa. Lain kali saja aku melihatnya," ucap Mario yang bisa membaca pikiran Nia.
" Tidak kak, tidak seperti itu. Siapa juga yang Ragu. Aku _aku_ aku hanya gugup saja. Karena seperti yang aku bilang sebelumnya. Aku tidak biasa dengan hal ini. Jadi mohon di maklumi," ucap Nia.
" Jadi bagaimana. Aku boleh apa tidak untuk melihat kakak iparmu?" tanya Mario memastikan.
" Boleh. Ya sudah ayo masuk. Kak Rania juga sendirian. Aku tidak mau dia kesepian," sahut Nia.
" Ya sudah kalau begitu. Kita masuk sekarang," sahut Mario. Rania mengangguk dan mereka pun akhirnya memasuki rumah sakit untuk menjenguk Rania.
Sementara Rania sendiri. Merebahkan dirinya di kepala ranjang dengan bersandar dengan nyaman. Rania membaca ayat suci Alquran yang memang membuat sakit di tubuhnya hilang.
Rania juga menutup kepalanya dengan pasmina. Walah masih terlihat sebagian pucuk kepalanya. Maklum Rania masih belajar dalam menutup aurat. Tetapi usaha dan niatnya tidak perlu di ragukan.
" Assalamualaikum," sapa Nia dan juga Mario yang akhirnya masuk keruangan itu. Rania mengakhiri aktivitasnya.
" Walaikum salam," sahut Rania sembari menutup Alqurannya dan juga tidak lupa untuk menciumnya.
" Nia," sahut Rania tersenyum. Dia juga melihat Pria yang di bawa Rania. Mario mengangguk dengan ramah. Mario dan Nia pun sama-sama mendekati Rania.
" Kak Rendy belum balik?" tanya Nia.
__ADS_1
" Belum, mungkin sebentar lagi," jawab Rania.
" Oh iya ini untuk kakak," sahut Mario yang langsung memberikan bingkisan itu untuknya.
" Makasih ya Mario, kamu sudah repot-repot," sahut Rania merasa tidak enak dan langsung mengambil bingkisan itu dan meletakkan di atas nakas.
" Tidak merepotkan kak. Semoga buahnya kakak suka," ucap Mario yang begitu sopan bicara.
" Iya pasti kakak suka. Kamu jangan khawatir, ini pasti enak-enak," sahut Rania tersenyum.
" Hmmmm, keadaan kakak bagaimana?" tanya Mario.
" Baik-baik saja. Apa lagi bisa di jenguk teman specialnya Nia," sahut Rania dengan menggoda Nia yang membuat wajah Nia memerah.
" Tidak kak. Tadi aku sama kak Mario tidak sengaja bertemu saat aku nunggu Taxi dan kak Mario menawarkan untuk mengantarku dia juga sekalian mau menjenguk kakak," sahut Nia yang langsung memberi penjelasan panjang lebar. Sebelum Rania salah paham.
" Iya-iya Nia kakak tau. Kamu tidak perlu menjelaskan terlalu banyak," sahut Rania tersenyum geleng-geleng.
" Kamu ini ada-ada saja. Masa iya perkara seperti itu harus berpikiran yang tidak-tidak. Kamu ini benar-benar sangat aneh," sahut Nia.
" Assalamualaikum," sapa Rendy yang memasuki ruangan itu dengan semua bawaannya.
" Walaikum salam," sahut semuanya dengan serentak.
Rendy melihat ada Nia dan Pria yang belakangan ini dekat dekat dengan Nia. Nia pun menjadi gugup. Sementara Mario langsung menghampiri Rendy dan dengan sopan menyalam Rendy.
" Kalian di sini juga ternyata," sahut Rendy yang biasa pasti datar-datar saja..
" Iya kak kebetulan kami tadi tidak sengaja bertemu dan saya ingin mengantar Nia sekalian juga melihat kak Rania," sahut Mario yang alasannya sama dengan Nia sebelumnya.
" Oh begitu," sahut Rendy yabg menanggapi dengan biasa.
__ADS_1
" Sayang makanannya sudah ada," sahut Rania yang mengalihkan kecanggungan di ruangan itu.
" Iya ini aku sudah membawanya. Maaf menunggu lama," ucap Rendy.
" Tidak apa-apa. Aku juga belum terlalu lapar," jawab Rania.
" Ya sudah sekarang kamu makan ya," ucap Rendy. Rania menganggukkan kepalanya yang tidak sabaran untuk menikmati makanan yang di bawakan suaminya tercinta kepadanya.
***********
Nia dan sedang membantu Rania membereskan pakaian yang tadi di bawakan Rendy. Mereka berbicara sambil mengobrol untuk Rendy sendiri ternyata tidak ada di dalam yang mana sedang bersama Mario di luar. Mereka duduk di salah satu bangku rumah sakit yang ada di koridir-koridor rumah sakit.
" Ada apa ya kak. Kakak ingin mengajak saya untuk bicara?" tanya Mario gugup yang ternyata Rendy yang mengajaknya untuk mengobrol.
" Mario aku lihat-lihat kamu begitu dekat dengan Nia. Aku tidak bisa basa-basi dalam bicara. Jadi langsung pada intinya saja. Apa kamu menyukai Nia?" tanya Rendy langsung to the point.
Mario diam sejenak yang pasti kaget mendapatkan pertanyaan itu dari Rendy. Di luar dugaannya yang langsung di interogasi.
" Jangan salah paham saya bertanya seperti ini. Saya hanya melihat jika kalian ber-2 bukan hanya sekedar mahasiswi dan juga dosen ya saya tidak tau kedekatan apa itu. Makanya saya bertanya pada kamu agar saya bisa menunjukkan sikap haru apa selanjutnya," ucap Rendy.
" I-iya kak. Saya memang menyukai Nia," sahut Mario dengan memberanikan diri menjawab apa adanya pertanyaan Rendy. Mendapat jawaban itu membuat Rendy membuang napasnya perlahan kedepan.
" Tapi kami memang tidak ada hubungan apa-apa dan mungkin saya yang menyukainya dan saya tidak tau apakah Nia menyukai saya juga. Selama ini kami berteman dan bisa di katakan dekat. Karena Nia sering konsultasi untuk membahas masalah pelajaran. Mungkin karena dia baik, anaknya tidak neko-neko itu yang membuat saya menyukainya. Tetapi saya juga sangat tau prinsip dari Nia dan jujur saya tidak ada rencana untuk mengajak Nia berpacaran," ucap Mario jujur apa adanya.
" Jika tidak ada niat untuk mengajaknya pacaran. Jadi hubungan kalian ini akan seperti apa?" tanya Rendy.
" Saya hanya ingin menjaganya dan juga membingbingnya sampai dia lulus kuliah dengan nilai yang baik. Dan setelah itu mungkin baru saya akan lebih serius untuk hubungan selanjutnya pada Nia dan pasti saya melanjutkan semuanya. Jika kakak menyetujuinya dan saya akan mundur. Jika memang akan di setujui," sahut Mario yang pasrah dengan hubungannya selanjutnya dengan Nia
Rendy tampak diam yang belum bisa menanggapi apa-apa yang di bicarakan Mario dia bisa melihat jika Mario memang Pria yang gentelment dan tidak basa-basi dalam bercerita. Namun itu masih hanya penelian sementara saja dia belum bisa meyakini sepenuhnya.
Bersambung
__ADS_1