Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 146 Kemarahan Rendy.


__ADS_3

Rania dan Zahra sudah berada di bawah bergabung dengan Rendy, Ratih, Elang, dan Anisa.


" Apa yang terjadi Zahra benar apa kata Rendy kalau kamu hamil dan kamu hamil anak dari Elang?" tanya Ratih langsung to the point dengan dadanya yang terasa sesak saat mengeluarkan suara pada Zahra.


" Tante!" lirih Zahra dengan air matanya yang menetes.


" Katakan Zahra apa kamu hamil?" tanya Ratih menekan suaranya yang bertanya kembali kepada Zahra.


" Maafkan Zahra Tante," sahut Zahra yang langsung berlutut di depan Ratih memegang ke-2 lutut Ratih yang memohon ampun atas ala yang sudah di lakukannya.


Mendengar kata maaf Zahra sudah menggambarkan jika memang itu memang adalah benar. Air mata Ratih kembali menetes yang merasa gagal menjaga Zahra. Sementara Rendy mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya yang juga pasti merasa tidak bisa menjaga Zahra yang sudah seperti adiknya sendiri.


" Aku berani bersumpah Tante aku tidak ada niat melakukan semua ini. Semuanya terjadi begitu saja, aku dan Elang tidak ada hubungan apa-apa. Aku perbuatan zina itu sangat hina. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa Tante. Aku minta maaf Tante," ucap Zahra yang mengakui kesalahannya dengan bersujud di kaki Ratih.


" Zahra, lalu kenapa tidak mengatakan semuanya. Kenapa diam?" tanya Ratih dengan suaranya yang serak dan benar-benar sangat kecewa dengan Zahra.


" Aku tidak mau Tante akan kecewa kepadaku. Aku tidak mau Tante akan sedih. Karena Elang berjanji dia akan menikahiku dan aku rasa aku tidak perlu memberitahu semua ini," sahut Zahra memberikan alasannya.


" Dan kamu Elang kenapa tidak bertanggung jawab. Apa perginya kamu tiba-tiba karena Maslaah ini?" tanya Ratih melihat tajam Elang dengan menekan suaranya.


" Seperti apa yang Zahra katakan semuanya terjadi begitu saja. Aku tidak menginginkannya dan begitu juga dengan Zahra. Dan aku bisa bertanggung jawab. Tapi aku punya kekasih. Dengan aku melakukan hal itu kepada Zahra aku sudah merasa bersalah dan menghiyanatinya dan aku tidak mungkin meninggalkannya dan menikah dengan Zahra," sahut Elang yang dengan mudahnya bicara.


" Apa maksudmu Elang!" sahut Rendy dengan menekan suaranya yang bertambah naik darah ketika mendengar kata-kata Elang.


" Rendy aku tak apa yang aku lakukan adalah dosa. Tapi aku akan bertanggung jawab. Tapi tidak untuk mengakhiri hubungan ku dengan Cindy," tegas Elang dengan keputusannya yang sama sekali tidak berubah.

__ADS_1


" Kamu!" geram Rendy yang kembali ingin memukul Elang. Namun Rania menghentikannya.


" Rendy cukup! tenangkan diri kamu, aku tau perasaan kamu," sahut Rania memeluk suaminya. Agar suaminya itu tenang.


" Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu Elang, kamu sudah memberi harapan palsu pada Zahra, kamu sudah merusaknya dan sekarang tinggal pergi begitu saja," sahut Rendy dengan menunjuk-nunjuk Elang yang berusaha mendekati Elang. Namun Rania masih tetap memeluknya untuk menahannya.


" Dan kamu Zahra kenapa tidak mengatakan dari awal. Sampai kapan kamu mau menutupi semua ini," teriak Rendy yang benar-benar marah besar pada Zahra. Zahra sudah tidak bisa menjawab. Hanya menangis sengugukan sebagai jawabannya.


" Rendy tenangkan diri kamu," sahut Anisa dengan lembut, " posisi Zahra itu sangat sulit. Dia takut memberitahunya pada kamu dan juga Tante Ratih. Mungkin ini yang di takutnya kamu akan marah-marah dan Tante Ratih langsung schok mendengarnya. Seharunya Rania yang mengatakannya kepada kamu dengan pelan-pelan," lanjut Anisa.


Apa yang di katakan Anisa membuat Rania kaget, begitu juga dengan Rendy. Rendy melepas pelukan Rania dengan perlahan dan melihat wajah Rania, menatap Rania dengan serius.


" Kamu mengetahui hal ini?" tanya Rendy memastikan. Rania pasrah yang mana pasti Rendy kecewa kepadanya.


" Rania apa kamu sudah tau semuanya dari awal?" tanya Rendy memastikan lagi.


" Jadi kamu sudah mengetahuinya dan menutupi semuanya dari ku," sahut Rendy yang lebih kecewa lagi pada istrinya.


" Aku punya alasan Rendy," sahut Rania dengan memegang tangan Rendy.


" Rania apa kamu merasa hebat bisa menyelesaikan sendiri sampai kamu menyembunyikan masalah besar ini dari aku dan kalian berdua hanya diam saja saat dia pergi. Apa yang kalian rencanakan lagi hah! apa setelah Elang pergi kalian berdua akan membunuh bayi itu untuk menutupi semuanya sampai mati. Itu yang akan kalian lakukan iya!" teriak Rendy yang marah pada Rania dan Zahra.


" Aku tidak pernah memikirkan itu Rendy," sahut Rania membela dirinya.


" Lalu apa Rania, kenapa menyembunyikannya. Aku suami kamu dan masalah sebesar ini kamu malah menyembunyikannya. Kalian ber-3 bisa-bisanya seperti ini," ucap Rendy yang semakin marah. Karena Rania terlibat dalam masalah itu.

__ADS_1


" Itu bukan salah Rania, aku yang salah," sahut Elang seolah membela Rania.


" Memang kamu yang salah!" teriak Rendy semakin tidak bisa mengontrol dirinya.


Rendy memegang ke-2 bahu Rania Agar Rania melihatnya dan mata Rania sudah berkaca-kaca yang di marahi Rendy di depan semua orang.


" Aku tanya sama kamu Rania apa yang kamu dapatkan dari semua ini hah. Atau jangan-jangan setiap apa yang aku tanyakan sama kamu dari mana, ada apa dengan Zahra, obat apa ini dan segalanya sampai di mobil Elang bersama Cindy apa semua yang aku tanyakan, jawabannya adalah kebohongan," ucap Rendy yang menatap tajam mata Rania. Rania meneteskan air matanya yang pasti sudah menyesal menutupi semauanya dari Rendy.


" Hanya menutupi satu kesalahan kamu membohongi suami mu berkali-kali," lanjut Rendy dengan penuh kekecewaan pada Rania.


" Rendy aku yang menyuruh Rania untuk tidak memberitahumu dan aku dan Rania sudah berniat memberitahumu. Bahkan hari ini aku akan memberi tahumu," sahut Zahra yang membela Rania. Gara-gara dia Rania dan Rendy menjadi bertengkar.


" Apa yang akan kamu beritahu Zahra. Bahkan kamu dan Rania membiarkan dia pergi hari ini. Karangan cerita ala yang kalian buat," sahut Rendy dengan menggertak Zahra.


" Aku membiarkan Elang pergi. Karena aku tidak mau menikah dengan laki-laki pengecut. Aku masih waras Rendy," sahut Zahra.


" Jika tidak menikah dengannya. Bagaimana dengan dirimu nanti!" teriak Zahra.


" Tante, Rendy aku tau apa yang aku lakukan sudah membuat kalian kecewa. Bahkan Rania juga menjadi korban. Aku akan bertanggung jawab sendiri untuk bayi ini. Tanpa harus menikah dengan Elang. Aku yang berbuat dan aku mengambil resiko sendiri," ucap Zahra dengan keputusannya.


Rendy memejamkan matanya dan kembali mengusap kasar wajahnya dengan matanya yang sudah memerah menatap tajam Elang, menatap Rania dan Zahra penuh kekecewaan.


" Terserah mau melakukan apa, aku capek," sahut Rendy yang langsung pergi karena marahnya sudah doube-double.


" Rendy tunggu!" panggil Rania yang langsung menyusul Rendy. Dia juga harus menyelesaikan masalahnya dengan Rendy.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2