Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 129 Pengakuan Sarah.


__ADS_3

Sarah masih berusaha untuk membujuk Rania agar Rania tidak memperpanjang masalah Willo yang mengalami kecelakaan akibat ulahnya. Di mana Sarah bicara kembali dengan Rania di dapur saat Rania ingin mengambil kan suaminya makanan favorite di subuh hari.


" Rania bagaimana keputusan kamu?" tanya Sarah.


" Tante, maafkan saya. Saya menyerahkan semuanya kepada papa dan juga kak Willo," sahut Rania.


" Apa itu artinya ini akan sampai pada hukum?" tanya Sarah menebak.


" Aku sudah memikirkan semuanya Tante. Untuk sementara saya akan meredakan masalah ini dengan catatan, Tante harus bertanggung jawab pada kak Willo mengakui semua kesalahan Tante di depan semua orang bicara dengan jelas apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa Tante dan kak Willo bisa dekat. Dan semua harus di katakan dengan kejujuran, bukan kebohongan dan juga alasan yang bertele-tele," ucap Rania menegaskan.


Sarah mendengarnya kaget. Bagaimana mungkin dia harus mengakui semuanya. Itu sama saja dia mencari penyakit.


" Hanya itu pilihan yang bisa saya berikan pada Tante. Jadi mohon Tante jujur kepada semua orang. Agar masalah ini clear. Dan kita juga tidak akan ada masalah atau kesalah pahaman selanjutnya dan masalah kak Willo, aku dan papa yang mengatasinya," ucap Rania menegaskan.


" Itupun kalau Tante memang benar-benar menyetujuinya. Maka semuanya akan selesai," lanjut Rania menegaskan. Sarah masih diam di tempatnya yang tidak bisa mengeluarkan kata-kata sama sekali.


" Saya, permisi dulu," ucap Rania pamit dengan membawa piring kecil.


" Bagaimana ini. Aku tidak mungkin mengatakan di depan semua orang. Jika aku yang sebenarnya menemui Willo pertama kali. Aku yang mengajaknya berkerjasama. Bukan Willo yang menemuiku," batin Sarah dengan wajah frustasinya yang penuh kebingungan yang tidak bisa berkata apa-apa.


" Tapi jika aku tidak mengakui semuanya, maka Rania akan membawa masalah ini ke hukum dan itu sama saja. Masalahnya juga akan tetap terbongkar," batin Sarah yang serba salah.


**********


Rendy bersiap-siap di dalam kamar yang di bantu istrinya.


" Kamu sudah bicara dengan Tante Sarah?" tanya Rendy pada Rania yang merapikan pakaian suaminya.


" Iya, aku sudah bicara. Tadi Tante Sarah menghampiriku saat aku di dapur," jawab Rania.


" Lalu bagaimana?" tanya Rendy.

__ADS_1


" Aku tidak tau jalan apa yang akan di ambilnya yang jelas. Aku sudah memberinya banyak kesempatan dan masalah lainnya aku tidak bisa berbuat apa-apa," jawab Rania. Rendy memegang ke-2 bahu istrinya itu.


" Jangan terlalu memikirkannya. Mungkin ini adalah hikmah dari apa yang terjadi. Jadi kamu jangan banyak pikiran," ucap Rendy. Rania mengangguk tersenyum tipis.


" Ya sudah sekarang kita pergi, sudah siang juga," ajak Rendy.


" Hmmm, tapi mampir sebentar ya untuk kerumah sakit. Mengantarkan papa sarapan," ucap Rania.


" Baiklah Rania," sahut Rendy mengangguk. Rania tersenyum tipis. Lalu pergi bersama suaminya untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing.


*********


Pak Rudi berada di rumah Rendy. Yang mana Rendy tadi menjemputnya untuk permintamaafan maafan Sarah dan juga Sarah mengambil keputusan untuk mengakui segalanya.


Selain Pak Rudi di sana juga ada Oma Wati, ada Ratih, Rendy, Rania, Zahra, Nia dan pasti Anisa dan juga Sarah tokoh utama dalam permasalahan itu.


Sarah terlihat begitu panik dengan ke-2 tangannya yang saling meremas sedari tadi yang pasti tidak mudah baginya mengakui kesalahan yang pasti berdampak membuat namanya menjadi buruk.


Bukan hanya Sarah Anisa saja tidak kalah paniknya. Ibunya yang mengakui dan pasti dia juga akan mendapatkan akibatnya.


" Jawablah Bu Sarah. Jangan membuang waktu saya. Saya harus kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi anak saya," sahut Rudi.


" Maafkan saya. Maafkan untuk semua ini," sahut Sarah yang melihat ke arah Rania dan Rania hanya melihat dengan sendu.


" Semua ini bermula, karena sakit hati saya kepada Rania," lanjutnya membuat semua orang kaget dan saling melihat dengan pertanyaan.


" Apa yang di lakukan kak Rania. Kenapa Tante sakit hati," sahut Nia yang langsung menyambar.


" Nia, biarkan Tante Sarah bicara dulu," sahut Ratih.


" Sebagai seorang ibu saya hanya ingin kebahagian anak saya. Pernikahan Rania dan Rendy suatu hal yang membuat saya sakit. Karena selama ini saya berharap banyak untuk Anisa dan juga Rendy," ucap Sarah yang membuat semua orang kaget.

__ADS_1


" Mah, jangan mengatakan itu. Aku sama Rendy tidak ada hubungan apa-apa," sahut Anisa.


" Anisa, mama selalu ingin kamu menjadi terbaik agar pantas untuk Rendy. Makanya mama tidak menerima Rendy dengan Rania yang tidak bisa apa-apa. Tetapi bisa menikah dengan Rendy. Dari situ sakit hati mama mulai keluar," ucap Sarah. Orang-orang yang ada di sana pasti schock mendengar ucapan Sarah.


" Dan masalah aku dan Willo. Karena aku sudah capek untuk membuat Rania menyerah dalam pernikahannya dan sampai akhirnya aku menemui Willo dan mencari cela dari Rania. Willo menceritakan masalah Elang dengan Rania dan aku mengambil kesempatan untuk semua itu," ucap Sarah yang jujur apa adanya.


" Astagfirullah Al Azdim," lirih Ratih, Oma Wati dengan serentak yang tidak percaya dengan hal itu.


" Makanya terjadi masalah itu. Aku membayar Willo untuk memperlancar semuanya. Walau pada akhirnya semuanya gagal," lanjut Sarah menunduk. Anisa pasrah dengan pengakuan sang mama di depan semua orang..


" Jadi Tante hanya memfitnah Rania," sahut Zahra.


" Maafkan saya, saya harus melakukannya. Dan ketika berantakan saya sadar dan mencoba menghentikannya. Tetapi aku dan Willo cekcok dan sampai masalah ini terjadi," jelas Sarah lagi.


Rendy memegang tangan istrinya. Dia begitu kagum pada Rania yang memang bisa melewati banyak fitnah.


" Maafkan Tante Rania," ucap Sarah menunduk malu.


" Aku sudah memaafkan ya," sahut Rania dengan cepat berbesar hati memaafkan Sarah. Sehingga semua orang kagum dengan Rania.


" Seperti janjiku di awal. Ketika ada kejelasan dalam masalah ini, maka masalah ini juga selesai. Selanjutnya Tante sama Allah yang berurusan," sahut Rania. Rendy tersenyum melihat Rania yang memang dulu begitu keras kepala sekarang lebih tenang dan bahkan memiliki hati yang sabar.


" Terima kasih Rania," sahut Sarah.


" Baiklah, jadi sekarang sudah jelas apa yang benar dan apa yang salah. Lain kali jadi semua pelajaran jangan mengulang kesalahan yang sama," sahut Rendy dengan menegaskan.


" Benar apa kata Rendy, lihatlah betapa banyaknya dosa yang kita lakukan pada Rania hanya karena perkataan yang tidak ada kebenarannya," sahut Oma Wati.


" Rania tidak bersalah dan menjadi bersalah di mata orang lain," sahut Zahra menambahi


" Aku meminta maaf sekali lagi. Aku akan mempertanggung jawabkan semua kesalahan ku," sahut Sarah memutuskan yang menunduk malu.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di sana saling melihat. Kesal dengan Sarah. Namun sangat bangga dengan Rania yang sangat baik.


Bersambung


__ADS_2