
Rania langsung menoleh kearah Rendy ketika mendengarkan Rendy yang mengajaknya menikah dengan tiba-tiba. Wajahnya jelas kaget mendengar ajakan itu.
Dia juga tidak tau salah dengar atau tidak apa dengan apa yang di katakan Rendy kepadanya. Tetapi dia jelas tidak salah dengar. Karena dia langsung kaget saat mendengarnya.
" Apa yang kamu katakan?" tanya Rania dengan suara beratnya. Suaranya yang serak.
" Kamu dan kakak iparmu tinggal bersama. Kemarin kamu selamat dan belum tentu lainnya. Untuk menghindari fitnah, aku bersedia menikahimu," sahut Rendy mengatakan dengan sedetail-detailnya.
" Ini juga untuk menghindari kembali cemoohan dan pertanyaan orang-orang yang penasaran dengan batalnya pernikahan mu atau tidak. Aku ingin menikah dengan dengan mu di tanggal seharusnya kamu menikah dengan Gilang. Jadi kamu tidak perlu takut dengan orang-orang yang akan kembali mencemohmu karena kamu tetap akan menikah hanya saja dengan pria yang berbeda," jelas Rendy dengan tutur kata yang lembut.
Dan Rania semakin kaget dengan penerangan kata yang benar-benar jelas itu.
" Rania pernikahan memang harus di dasari saling mengenal Dan juga cinta. Maupun itu hubungan asmara atau ta'aruf sekalipun. Pasangan harus saling mengenal. Aku rasa cukup mengenalmu. Tetapi untuk cinta tidak. Aku dan kamu masih sama-sama baru mengenal dan untukku cukup untuk semua itu. Masalah cinta atau tidak jelas aku dan kamu belum merasakan itu dan biarkan semuanya mengalir begitu saja," ucap Rendy dengan jelas-jelas bicara pada Rania dan Rania hanya diam menyimak kata-kata itu.
Wajah kaget itu, kembali di teteskan air mata. Dia tidak tau kenapa harus meneteskan air mata saat Rendy mengajaknya menikah.
" Jangan salah paham Rania. Aku tidak bermaksud mempermainkanmu. Aku hanya ingin menjauhkan mu dari hal yang tidak di inginkan," sahut Rendy menerangkan maksudnya pada Rania.
" Rendy, kamu bilang kamu cukup mengenalku. Lalu kenapa harus aku?" kenapa aku harus yang kamu nikahi. Kamu jelas tau aku. Kamu tau semua tentang kamu. Kamu tau keluargaku dan kamu tau bagaimana aku. Dan aku tau kamu. Keluarga mu dan keluargaku. Bagai langit dan bumi. Aku dan kamu jauh sangat berbeda. Aku wanita yang tidak bisa apa-apa. Aku bukan wanita baik-baik Rendy dan kamu jelas Pria yang baik," sahut Rania yang menyadari jika dia tidak pantas di persunting oleh Pria itu.
" Aku tidak punya hak untuk menilaimu. Tetapi aku mengajakmu menikah. Karena aku sudah tau siapa kamu. Tidak ada manusia yang tidak bersalah. Dan semua manusia punya kesempatan," sahut Rendy.
" Kamu hanya akan menyesal akan menikah dengan ku Rendy," sahut Rania merasa tidak pantas menjadi istri Rendy.
" Mari minta petunjuk dari yang kuasa. Aku melamarmu memang tanpa petunjuk dari Allah. Aku tiba-tiba mengatakannya mungkin karena perang batin dengan suasana yang kau alami. Jika kamu ragu. Kita minta petunjuk sama-sama. Kita sama-sama sholat istikharah malam ini dan jika semua di berikan petunjuk aku akan melamarmu besok. Dan jika Allah memang tidak merestui hubungan ini. Maka berarti aku dan kamu memang tidak berjodoh," ucap Rendy.
Rania hanya diam mendengar kata-kata Rendy yang terlihat begitu tulus. Kata-kata yang singkat itu membuat hatinya bergetar. Siapa juga tidak mau menikah dengan Rendy semua orang juga mau menikah dengan Rendy. Tetapi dia hanya tidak pantas. Dia merasa tidak pantas.
" Aku akan mengantarmu pulang dan kita akan bertemu besok lagi," sahut Rendy yang langsung menarik gas mobilnya dan Rania masih diam terpaku yang mungkin masih shock dengan ajakan menikah dari pria yang sempurna. Baik fisik maupun akhlak yang luar biasa baiknya. Makanya Rania hanya merasa tidak pantas dengan pernikahan itu.
*********
Rendy memang harus meminta petunjuk kepada sang ilahi. Untuk mengetahui apa kah memang jalan yang di ambilnya benar atau tidak. Tepat jam 2 malam di pertiga malam. Rendy menjalankan sholat malam dengan khusyuk.
Setelah selesai menjalankan ibadah sholat yang 2 rakaat itu. Rendy mengadakan ke-2 tangannya ke atas memohon kepada Tuhannya.
" Ya Allah, tadi hamba telah melamar seorang wanita hamba melamarnya tanpa meminta petunjuk kepadamu. Tanpa membicarakan kepada mama. Hamba mengatakannya karena pergerakan batin di dalam diri hamba. Hamba melihat dia adalah wanita yang selalu ingin memiliki kesempatan. Tetapi tidak ada tempat untuknya. Tidak ada arahan untuknya. Sehingga dia terus merasa tidak mendapat keadilan,"
" Ya Allah, perlancarkan semua urusan hamba dan juga Rania. Izinkan hamba untuk menjalan sunah rosulmu. Izinkan hamba untuk menjadi imamnya. Berikan kelancaran untuk semua niat yang ingin hamba laksanakan. Ya Alla jika Rania memang adalah jodoh hamba. Maka berikan ya Allah ke lancarkan semuanya ya Allah,"
" Jika dia amanah yang engkau kirimkan ke pada hamba. Maka izinkan hamba untuk memperistrinya. Untuk kami sama-sama dekat dengan mu dan bersama-sama ingin mencapai surgamu. Berikan ya Allah, ridho dan restumu untuk niat baik ya Allah,"
Rendy terus berdoa meminta petunjuk. Meminta restu, meminta jalan kepada penciptanya dengan tulus. Dengan mata Rendy yang berkaca-kaca. Seperti apa yang di katakannya kepada Rania di dalam mobil tadi. Dia tidak mencintai wanita itu.
Dia ingin menikahinya untuk menjauhkan Rania dari hal-hal yang tidak di inginkan. Menjauhkan Rania dari kakak iparnya yang terus mempunyai niat jahat kepada Rania. Untuk menghindari fitnah dan tuduhan dari Willo. Rendy bersedia menikah dengan Rania.
Rendy yang berdoa terus dengan meminta petunjuk terus menerus di sisi lain Rania berada di kamarnya yang terbaring gelisah. Sebentar-sebentar dia memiringkan tubuhnya kekanan, kekiri.
__ADS_1
Hal itu berulang kali di lakukannya. Dia benar-benar gelisah dengan apa yang di katakan Rendy di dalam mobil. Dia seperti wanita yang begitu istimewa sehingga di lamar oleh Pria seperti Rendy.
" Apa yang di lihatnya dari ku. Sampai dia bisa melamarku. Dia dan keluarganya berasal dari keluarga baik-baik. Tetapi kenapa dia harus mengajakku menikah. Dia seakan menutup mata tentang siapa aku dan bagaimana aku," batin Tania Rania dengan kegelisahan hatinya.
Rania berbaring lurus menatap langit kamarnya dengan tangannya yang mengusap dadanya.
" *Ya Allah, hati ku bergetar saat dia melamarku. Tetapi apa aku pantas menjadi istrinya. Dia Pria yang sangat baik. Apa dengan menikah dengan ku. Akan membuat hidupnya berantakan,"
" Aku sebagai wanita yang jauh darimu dan dia yang sangat dekat denganmu. Aku merasa tidak pantas menjadi istrinya. Ya Allah aku tidak tau apa kah ini jalan yang terbaik atau tidak. Aku tidak pernah meminta kepadamu. Tetapi kali ini aku hanya meminta agar engkau memberikan keadilan untuk dia. Siapa yang pantas untuknya dan tidak mungkin aku akan mengambil hidupnya. Karena menikahiku," batin Rania yang merasa tidak pantas dan malah berdoa agar Rendy lebih memikirkan lagi dengan keputusannya*.
***********
Pagi hari kembali tiba, Rendy dan keluarganya sarapan seperti biasa. Rendy melihat sang mama dan sepertinya Rendy ingin bicara pada mamanya.
Tetapi ada keraguan tersendiri. Sepertinya Rendy ingin membahas masalah niatnya yang ingin mempersunting wanita yang ingin di nikahinya. Dia pasti ingin membahas pernikahan itu.
" Ma," tegur Rendy.
" Iya kenapa Rendy?" tanya Ratih.
" Rendy, ingin bicara serius," sahut Rendy. Ratih sedikit penasaran dengan kata-kata mamanya.
" Hmmm, katakan ada apa, wajah kamu juga memang terlihat serius," sahut Ratih.
" Benar, kak Rendy seperti serius amat wajahnya. Seperti ada aja gitu yang mau di omongi," sahut Nia.
" Iya Rendy memang ada apa?" tanya Ratih sambil mengunyah makanannya.
" Menikah!" sahut semuanya dengan serentak yang pasti tidak percaya dengan kata-kata Rendy.
Ternyata Anisa yang datang kerumah itu saat mendengar kata-kata Rendy ingin menikah Anisa menghentikan langkahnya dan malah tersenyum.
" Apa ini memang waktunya," batin Anisa tersenyum tipis yang sepertinya Anisa merasa jika Rendy akan menikahinya.
" Akhirnya, Rendy menyadari juga perasaannya kepadaku. Ini sungguh pagi yang indah aku tidak percaya bisa mendengarkan kabar pernikahan ini," batinnya lagi yang terus senyum-senyum dengan kata-kata Rendy. Layaknya dia yang akan di persunting oleh Rendy.
" Rendy apa yang kamu katakan. Apa mama tidak salah dengar," sahut Ratih yang pasti sangat shock mendengar kata-kata putranya.
" Tidak ma, mama tidak salah dengar. Itu memang niat Rendy. Rendy ingin menikah," sahut Rendy menegaskan.
" Dengan siapa?" tanya Zahra. " Maaf Rendy. Karena setauku kamu tidak ada yang dekat. Jadi pasti bukan hanya aku saja yang kaget. Semuanya pasti kaget," ucap Zahra.
" Benar kak Rendy. Kakak menikah dengan siapa?" tanya Nia yang pasti juga heran.
Sementara Anisa sudah senyum-senyum. Hatinya berbunga-bunga yang seakan tidak sabar dengan jawaban Rendy.
" Aku ingin menikah dengan Rania," sahut Rendy membuat semua orang semakin kaget. Zahra yang minum sampai tersedak. Mamanya sampai melotot sama dengan Nia yang sampai menutup mulutnya.
__ADS_1
Sementara Anisa yang tadi senyum-senyum sekarang menjadi melotot dengan wajah kagetnya bagai di bom mendengar perkataan Rendy yang ternyata ingin menikahi Rania dan bukan dirinya. Wajahnya berubah menjadi monster yang Tidka percaya dengan apa yang terdengar di telinganya.
" Rania!" sahut Zahra yang masih sakit di tenggorokannya. Yang pasti tidak mungkin percaya dengan kata-kata itu.
" Iya Rania, aku ingin menikah dengannya," sahut Rendy memperjelas.
" Kok bisa kak," sahut Nia yang pasti jelas kaget juga. Namun tidak bisa bohong. Jika dia sebenarnya sangat senang saat mendengar kata-kata itu. Padahal dia tidak tau alasan sang kakak menikahi Rania.
" Ma, Rendy sudah memantapkan diri untuk menikah dengannya. Rendy ingin membawanya Kerumah ini. Ingin membimbingnya, ingin menjadi imamnya untuk melangkah lebih dekat ke jalan surga," ucap Rendy dengan tulus bicara dengan memegang tang mamanya sembari mengusap-usapnya.
Ratih yang tadinya terkejut sekarang tersenyum ketika mendengar ucapan Rendy yang melamar seorang wanita untuk membawa wanita itu ke arah yang lebih baik. Niat tulus itu jelas membuat hatinya tersentuh.
" Kamu yakin dengan keputusan kamu?" tanya Ratih dengan memegang juga tangan Rendy. Rendy mengangguk tanpa beban. Zahra tersenyum mendengarnya. Jika sepupunya itu akan menikahi sahabatnya.
" Apa kamu sudah mengatakannya pada Rania?" tanya Rendy.
" Sudah ma," sahut Rendy.
" Lalu Rania menjawab apa?" tanya Zahra dengan cepat.
" Dia tidak menjawab apa-apa. Kami masih sama-sama meminta petunjuk dan Rendy sudah mendapatkan petunjuknya, makanya bisa mengatakan ini kepada mama dan untuk Rania sendiri Rendy belum tau," jawab Rendy.
" Lalu kira-kira kapan kakak akan memastikannya?" tanya Nia yang tampaknya tidak sabaran.
" Hari ini. Karena memang tidak ada waktu lagi. Jika Rania menerima lamaran Rendy. Rendy akan menikah dengannya secepatnya," jawab Rendy. Ratih tersenyum mendengarnya.
" Mama merestui niat baik kamu untuk mempersunting Rania. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk kamu dan juga Rania," ucap Ratih yang memberikan restunya pada putranya.
" Makasih ma, sudah merestuiku," sahut Rendy. Ratih tersenyum sama dengan yang lainnya yang juga tersenyum dengan keputusan Rendy yang menurut mereka itu adalah niat yang begitu mulia.
Sementara Anisa yang juga belum menunjukkan dirinya sudah mengepal tangannya dengan merapatkan giginya yang penuh emosi dengan kata-kata Rendy yang bisa-bisanya ingin menikahi Rania.
" Kenapa Rendy ingin menikahi wanita itu. Apa hubungan mereka sebenarnya. Apa benar selama ini Rendy dan Rania memiliki hubungan special di belakang Gilang dan alasan Rania membatalkan pernikahan itu. Karena ingin menikah dengan Rendy," batin Anisa yang kesal yang darah tingginya langsung naik ketika Pria yang selama ini di sukainya telah mempersunting wanita lain. Wanita yang juga di kenalnya.
Anisa yang penuh amarah dengan tatapan tajam pada Rendy yang tersenyum, memilih untuk pergi dari rumah itu. Karena mana mungkin dia berada di rumah itu atau melanjutkan mengikuti sarapan dengan suasana hatinya yang begitu panas.
**********
Sementara di sisi lain Rania berada di dalam kamarnya yang masih saja gelisah. Rania sudah mandi dengan memakai dress panjang berbahan rajut dengan lengan panjang berwarna kream duduk di depan cermin dengan wajahnya yang penuh kegelisahan.
Beberapa kali Rania melihat layar ponselnya. Rania melihat jam yang sangat cepat bergerak. Masalahnya sangat banyak dan Rendy seakan-akan di persiapkan untuk ada di setiap di masalahnya. Rendy banyak membantunya dan bahkan rela menikahinya hanya agar dia tidak di ganggu dan yang pasti untuk tidak terjadi pembatalan pernikahan yang sudah di rencanakan dengan Gilang.
" Huhhhhhh, kenapa perasaanku terus berdetak seperti ini. Kenapa perasaanku tidak menentu seperti ini apa yang akan terjadi selanjutnya," batin Rania terus mengusap dadanya yang tidak karuan. Debaran jantungnya mendadak tidak normal karena perasaannya yang benar-benar tidak tenang.
Dia tidak ingin Rendy mendapat kesialan jadi terus berdoa agar Rendy tidak datang. Tetapi tidak tau kenapa perasaannya seakan ingin Rendy datang kerumahnya dan melamarnya.
Rania memang sedang merasakan perang batin. Dia sangat gelisah. Perasaannya yang tidak menentu. Ada rasa ingin cepat-cepat.
__ADS_1
" Ya Allah mudahkan segalanya dan jangan biarkan dia yang malah menjadi sial karena hanya niat menikahiku," batin Rania.
Bersambung