
Untuk Mario sendiri di lihat dia bicara tampak tenang dan luas. Tidak tau saja jika jantungnya sejak tadi sudah berdetak tidak menentu yang sebenarnya. Mario harus akui jika dia takut salah bicara. Namun semuanya memang tidak ada yang terencana kan dan berjalan begitu saja.
" Huhhhh, Mario kamu nekat banget langsung to the point. Bagaimana kalau kak Rendy melarang kamu bertemu dengan Nia. Aduh kamu itu benar-benar nekat banget. Aturan bilang aja dulu hanya berteman. Nanti-nanti aja bilang suka. Sama Nia aja kamu bilang bilang dan sekarang sama kakaknya sudah. Huhhhhh kamu benar-benar ya," batin Mario yang mendadak pucat dan sedikit menyesal karena bicara tanpa di rem.
" Jadi kamu sungguh menyukainya?" tanya Rendy dengan suara beratnya dan Mario langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
" Saya tidak melarang kamu untuk dekat dengan Nia," ucap Rendy yang membuat Mario pasti bahagia dan mungkin ingin melompa-lompat, " tetapi.-" kata tapi itu kembali membuat Mario dek-dekan.
" Kamu juga harus tau batasan kamu. Saya menjaga adik saya sampai usianya 21 tahun dan sekarang ada Pria yang menyukainya dan dia Pria itu dengan berani mengatakannya kepada saya. Yang mungkin sebelumnya banyak pria-pria yang juga menyukai Nia. Tetapi karena Nia punya prinsip dan juga pria-pria itu tidak punya keberanian seperti kamu. Jadi jika saya sudah mengetahui adik saya ada yang menyukai. Saya hanya berharap kamu bisa menjaga kepercayaan saya," ucap Rendy yang sangat bijak dalam mengambil keputusan.
" Maksud kakak apa itu artinya...." sahut Mario.
" Ya silahkan jalani hubungan kalian. Tetapi jangan paksa adik saya untuk harus berpacaran. Saya tau dia punya prinsip dan saya meminta kamu untuk menghargai itu dan jalani hubungan itu sewajar-wajarnya saja," sahut Rendy.
" Alhamdulillah. Ya ampun kakak Nia yang kelihatan galak. Ternyata tidak seperti yang aku duga. Ternyata dia begitu baik sekarang. Ya Allah sungguh aku tidak percaya," batin Mario dengan senangnya hatinya.
" Kamu bisakan menjaga kepercayaan saya?" tanya Rendy memastikan. Mario langsung mengangguk-angguk dengan cepat.
" Bagus kalau begitu," sahut Rendy.
" Makasih kak, sudah memberikan saya kesempatan untuk semua ini. Tetapi apa saya boleh minta satu hal pada kakak," ucap Mario dengan pelan-pelan yang takut salah bicara makanya hati-hati. Sangat tidak tau diri mungkin sudah di beri izin malah ada permintaan untung saja Rendy orang yang santai dan tidak berpikir seperti itu.
" Baiklah! katakan apa yang kamu inginkan?" sahut Rendy.
" Begini kak. Hmmmm jujur sebenarnya saya belum mengatakan perasaan saya pada Nia dan saya minta sama kakak untuk tidak mengatakan apa yang saya katakan tadi pada Nia. Ya saya ingin mengatakannya langsung. Tetapi nanti dulu. Kalau Nia benar-benar membuka hatinya," ucap Mario dengan gugup bicara.
" Baiklah jika memang hanya itu kembali lagi. Itu urusan kamu dan Nia. Saya tidak akan ikut campur," sahut Rendy.
" Ya sudah kak, kalau begitu terima kasih kak," sahut Mario yang merasa lega..
__ADS_1
" Semoga saja Nia juga bijak dalam hubungan yang di jalaninya. Ya aku hanya berharap seperti itu saja. Semoga saja semua itu tidak menganggu kuliahnya dan aktivitasnya yang lainnya," batin Rendy yang penuh dengan harapan.
*************
Sementara Nia yang berada di kamar Rania. Malah terlihat gelisah yang merasa resah dan wajah Nia juga terlihat sangat cemas.
" Nia kamu kenapa sih?" tanya Rania yang sejak tadi memperhatikan tingkah adik iparnya itu.
" Kak Rendy kok belum selesai ya bicara dengan kak Mario. Kira-kira apa yang Meraka bicarakan," ucap Nia yang jujur merasakan apa yang membuatnya begitu khawatir.
" Mungkin sebentar lagi. Lagian kamu jangan cemas seperti itu. Memang kamu pikir kakak kamu itu akan memakan Mario apa," sahut Rania.
" Aku hanya kepikiran saja kak. Ya siapa tau juga kan. Kak Rendy bertanya ini itu pada kak Mario," sahut Nia.
" Ya kalau tidak ada apa-apa. Ya kenapa takut. Makanya kakak bilang. Kamu jangan berpikiran buruk. Lagian pasti juga Meraka baik-baik," sahut Rania yang pikirannya positif.
" Iya kak semoga saja," sahut Nia.
" Tidak. Tidak ada hubungan apa-apa," sahut Nia dengan cepat.
" Masa iya dekat kayak gitu tidak ada hubungan apa-apa," sahut Rania yang tidak percaya.
" Memang benar kak. Ya hanya dosen aja dah yang dekatanya karena sekarang sudah berteman. Sungguh benar-benar hanya seperti itu saja," sahut Nia yang membenarkan semuanya.
" Ohhhh begitu," sahut Rania mengangguk-angguk saja yang percaya-percaya saja.
Tidak lama akhirnya pintu ruangan itu terbuka yang mana Rendy yang masuk dan Nia langsung melihat dengan cepat yang mencari Mario namun tidak ada di belakang Rendy.
" Kamu sudah selesai sayang bicara dengan Mario!" tanya Rania.
__ADS_1
" Iya sudah selesai," jawab Rendy melangkah mendekati istrinya.
" Lalu marionya mana?" tanya Rania mewakili pertanyaan Nia.
" Hmmm, dia sudah pulang tadi. Dia minta maaf tidak sempat ijin sama kamu dan juga Nia," jawab Rendy.
" Kak Mario pulang tiba-tiba. Apa kak Rendy bicara sesuatu ya padanya," batin Nia yang jadi malah khawatir.
" Begitu rupanya," sahut Rania.
" Kamu kenapa Nia?" tanya Rendy yang memperhatikan tingkah adiknya.
" Tidak kak. Aku tidak apa-apa kok. Ya sudah Nia mau keluar sebentar ya," ucap Nia yang langsung pergi dengan buru-buru. Rendy dan Rania hanya melihat saja kepergian Nia.
" Kenapa Mario pulang tiba-tiba? kamu tidak bicara apa-apa dengannya kan?" tanya Rania yang juga penasaran apa yang terjadi..
" Tidak sayang. Dia memang harus pulang buru-buru," jawab Rendy.
" Lalu apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Rania dengan kepo.
" Aku hanya bertanya masalah hubungannya dengan Nia dan akhirnya dia mengatakan dengan jujur dia menyukai Nia," jawab Rendy.
" Berarti selama ini Nia dan Mario pacaran!" sahut Rania yang langsung berpikir mengarah kesana.
" Katanya sih tidak. Selama ini hanya dia yang menyukai Nia dan dia juga tidak tau perasaan Nia kepadanya seperti apa. Karena rasa sukanya baru di ungkapkan nya hanya kepadaku dan belum pada Nia," jelas Rendy.
" Tuh benarkan aku bilang kalau Mario yang menyukai Nia dan Nia belum menyukai Mario," sahut Rania.
" Iya sayang. Apa yang kamu katakan benar dan aku pun tidak melarang apapun. Kau melihat dia Pria baik-baik dan semoga saja dia menjaga Nia dengan baik," ucap Rendy yang penuh dengan harapannya.
__ADS_1
" Aminnnnn!!!!!kita doakan yang terbaik untuk mereka berdua," sahut Rania.
Bersambung