Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 275 Kejutan


__ADS_3

Rendy dan Rania berada di dalam sebuah mobil yang mana mereka duduk di belakang duduk bersebelahan dan kali ini mereka memakai supir.


Rania gamis berwarna coklat dengan balutan pashminanya tampil begitu cantik dengan suaminya yang juga tampan dengan jasnya hitamnya.


" Sayang kita mau kemana sih?" tanya Rendy heran dengan istrinya yang membuatnya kebingungan sejak tadi.


Rania memang mengajaknya untuk keluar dan menyuruh Rendy siap-siap dengan rapi-rapi. Namun Rendy tidak tau istrinya mau membawanya kemana. Apa lagi harus memakai supir. Tidak biasanya seperti itu.


" Sayang bukannya di jawab malah senyum-senyum," ucap Rendy yang semakin penasaran dengan kelakuan istrinya.


" Kamu ini dari tadi bawel amat. Kamu itu tunggu aja. Sebentar lagi juga sampai," sahut Rania.


" Memang kita mau kemana?" tanya Rendy yang semakin penasaran.


" Rahasia," sahut Rania yang tetap ingin membuat suaminya penasaran.


" Rahasia terus, mending jujur aja mau kemana," desak Rendy. Dia memang begitu kepo dan ingin tau kemana istrinya membawanya dia tidak akan berhenti bertanya sebelum sang istri mengetahuinya.


" Kita sudah mau sampai," Rania melihat keluar. Rendy juga melihat dan masih jalan raya.


Rendy melihat Rania mengambil sesuatu berupa kain hitam, " untuk apa?" tanya Rendy heran.


" Kita sebentar lagi mau sampai. Jadi mata kamu harus di tutu. Ayo berbalik!" titah Rania.


" Sayang ngapain pakai tutup mata segala," sahut Rendy semakin bingung dengan kelakuan istrinya yang sejak tadi tidak memberinya jawaban.


" Sudah tutup saja. Jangan banyak protes," sahut Rania yang memaksa suaminya dan mau tidak mau Rendy membelakangi istrinya dan membiarkan sang istri yang ingin menutup matanya.


" Kamu jangan aneh-aneh ya sayang, kamu lagi hamil lo. Jangan berbuat yang macam-macam," ucap Rendy mengingatkan.


" Iya aku tidak ngapain-ngapain kok. Kamu ini aneh sekali. Sudah jangan banyak protes kita akan sampai sebentar lagi," sahut Rania.

__ADS_1


Rendy pasrah dan menunggu saja istrinya itu sebenarnya mau apa. Tidak lama Rendy merasakan mobil itu berhenti yang itu artinya mereka memang sudah sampai. Rendy juga mendengar pintu mobil di buka dan tiba-tiba tangannya di pegang oleh tangan lembut.


" Ini kamu sayang?" tanya Rendy ragu.


" Ya iyalah aku masa iya orang lain," sahut Rania geleng-geleng, " ayo pelan-pelan keluar awas kepalanya," ucap Rania yang menuntun suaminya untuk keluar dari mobil tersebut.


Begitu sudah di luar Rania tampak membawa sang suami untuk berjalan.


" Kita cuma berdua?" tanya Rendy.


" Iya," jawab Rania.


" Sayang kamu kan lagi hamil besar, kamu jangan aneh-aneh buat kayak gini. Mending minta bantuin orang deh," ucap Rendy yang khawatir dengan tingkah istrinya.


" Sudah jangan bawel kita sudah sampai," sahut Rania.


" Ya sudah cepat buruan di buka!" desak Rendy yang sejak tadi memang tidak sabaran.


" Jangan langsung buka mata, tunggu arahan dari aku dulu!" ucap Rania.


" Iya," sahut Rendy. Rania tersenyum, " baik buka, 1, 2, 3," ucap Rania memberikan arahan pada suaminya.


Rendy pun langsung membuka matanya dengan perlahan dan langsung mata itu mengarah pada lautan yang membuat Rania kaget. Mereka berada di atas kapal.


Rendy mebalikkan tubuhnya untuk melihat istrinya. Rendy semakin takjub dengan kapal yang di hias itu yang penuh dengan lampu-lampu dengan bunga-bunga yang di tabur di lantai kapal, lilin-lilin yang di susun rapi di lantai. Bahkan dia sendiri berdua di atas kelopak mawar yang di susun dengan gambar love.


Rendy juga melihat di ujung sana ada meja bulat dengan 2 kursi yang berhadapan dengan makanan yang berada di atas meja makan yang sepertinya mereka akan mengadakan diner.


" Sayang ini semua kamu yang buat?" tanya Rendy. Rania mengangguk membenarkan jika semua itu memang pekerjaannya.


Rendy tersenyum dan melangkah mendekati istrinya berdiri tepat di depan istrinya.

__ADS_1


" Selamat ulang tahun," ucap Rania memberi ucapan dengan lembut.


Rendy kaget. Ya ini ternyata adalah hari ulang tahunnya dia tidak ingat sama sekali. Karena banyak pikiran sampai Rendy melupakan ulang tahunnya.


" Kenapa? apa aku salah tanggal?" tanya Rania heran dengan suaminya yang diam yang tidak merespon yang mungkin Rania berpikir dia salah.


Rendy mendekatinya lagi dengan memegang pipinya sembari mengusap-usapnya lembut. Lalu mencium kening Rania, " tidak sayang kamu tidak salah tanggal. Ini memang ulang tahunku. Aku yang tidak mengingatnya," ucap Rendy membuat senyum mengembang muncul di wajah cantik istrinya itu.


" Makasih ya kamu sudah mengingatnya," ucap Rendy. Rania mengangguk-anggukkan kepalanya dengan meraih ke-2 tangan suaminya.


" Aku menyiapkan dinner untuk kita ber-3. Kita juga akan meniup lilin sama-sama dan pasti akan memotong kue sama-sama," ucap Rania.


" Kita ber-3, apa ada orang lagi?" tanya Rendy heran.


" Ada," jawab Rania.


" Siapa?" tanya Rendy. Rania menurunkan pandangannya ke perutnya yang mana yang di maksudnya adalah bayi mereka.


" Iya kamu benar kita ber-3," sahut Rendy tersenyum dengan mengusap perut istrinya itu, " sayang makasih ya sudah bantuin ibu kamu untuk menyiapkan semua ini. Ayah sangat bahagia, makasih sayang," ucap Rendy mengajak sang calon bayi untuk berbicara.


" Sama-sama," sahut Rania dengan menirukan suara bayi. Rendy tersenyum dan kembali mencium pipi istrinya. Mencium pipi kanan dan pipi istrinya dan juga berakhir di bibir. Awalnya hanya kecupan namun berubah ciuman. Tetapi saat semakin dalam Rania tampaknya memundurkan wajahnya membuat Rendy heran dan melihat istrinya dengan banyak pertanyaan.


" Kita kan mau makan, jangan menggodaku dengan ciuman mu, aku bisa lengah, kita tidak akan jadi potong kuenya nanti," ucap Rania membuat Rendy mendengus dengan senyuman.


" Baiklah kalau begitu, ayo kita tiup lilin dan potong kue," ucap Rendy. Rania mengangguk dan menggandeng tangan suaminya berjalan menuju meja yang yang sudah siap itu mereka berjalan di atas kelopak mawar dan juga di antara 2 lilin berbaris.


Begitu sampai di meja Rendy dan Rania sama-sama mengipas-ngipas lilin agar mati dan setelah mati mereka sama-sama memotong kue yang sudah di siapkan Rania kue ulang tahun rasa jagung asli yang memang kesukaan suaminya.


Suapan pertama pasti di berikan untuk istrinya tercinta, Rania juga menyuapkan suaminya bahkan mereka memakan kue dengan potongan yang sama dari mulut kemulut yang sampai akhirnya berakhir dengan ciuman yang romantis di atas kapal tersebut di hari ulang tahun Rendy yang ke 29 tahun.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2