
Rendy keluar dari kamar mandi dan melihat Rania yang sibuk memilih-milih pakaian.
" Sayang kamu ngapain?" tanya Rendy heran sambil melap rambutnya dengan handuk putih.
" Aku lagi cari pakaian buat kepantai," jawab Rania, " Kamu ikut tidak?" tanya Rania.
" Kalian aja, aku di Villa aja," jawab Rendy.
" Kok gitu?" tanya Rania tampak kecewa.
" Alasannya yang aku berikan pada saat Nia meminta izin, ingin ke Bali kemarin," ucap Rendy. Rania terlihat berpikir keras dengan apa yang di katakan Rendy.
" Karena cewek-cewek yang pakai pakaian terbuka?" tanya Rania. Rendy mengangguk.
" Tapi masa iya kamu di Villa. Aku nggak ada yang temani dong," sahut Rania dengan wajahnya yang cemberut.
" Ya, mau gimana lagi. Kan aku sudah bilang tidak mau liburan ke Bali," sahut Rendy dengan menggedikkan bahunya.
" Sayang tapi jangan seperti itu juga dong, bagaimana kalau nanti aku butuh sesuatu dan kamu tidak ada. Kan tidak seru," sahut Rania dengan manjanya pada Rendy. Rendy menghampirinya, berdiri di depan tanya dengan memegang ke-2 pipi Rania.
" Lalu kamu ingin aku ikut?" tanya Rendy. Rania mengangguk membenarkan.
" Kamu harus ikut. Aku tidak mau sendirian di sana dan anak kita juga pengen kamu ikut," ucap Rania.
" Baiklah. Tapi jangan lama-lama ya. Lagian kalau mau melihat pantai dari teras kamar juga bisa. Kalau mau berenang dari di sini juga ada kolam renang," ucap Rendy.
" Beda dong sayang," sahut Rania.
" Ya sudah aku akan ikut. Tapi tetap jangan lama-lama. Kalau lama-lama aku tinggal," ucap Rendy.
" Yakin tega meninggalkan aku," sahut Rania menantang.
" Mau mencobanya?" tanya Rendy. Rania langsung menggeleng dengan cepat.
" Ya sudah cepat ganti baju kamu!" suruh Rendy. Rania mengangguk. Sementara Rendy menuju meja rias untuk menyisir rambutnya.
" Aku boleh tidak pakai baju ini?" tanya Rania menunjukkan pada Rendy. Rendy melihat dari cermin di mana Rania menunjukkan bekini.
__ADS_1
" Pakai aja kalau berani," sahut Rendy.
" Serius boleh," sahut Rania yang sepertinya sengaja menggoda Rendy.
" Hanya boleh di kamar. Kalau mau keluar. Awas aja kalau berani memakai pakaian seperti itu," ucap Rendy mengancam dengan begitu manis yang membuat Rania tersenyum.
" Tapi kan ini Bali, bukannya itu biasa. Lagian biar sama seperti bule-bule," sahut Rania yang terus memancing Rendy. Rendy menarik napas panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu membalikkan tubuhnya menghadap Rania.
" Kamu serius ingin memakainya?" tanya Rendy melihat begini pakaian haram itu.
" Kalau di bolehin," sahut Rania.
" Aku tanya. Jika aku membolehkannya. Apa aku suami yang baik," sahut Rendy dengan wajah mode serius. Rania tersenyum dan langsung memeluk Rendy.
" Hanya bercanda serius amat," sahut Rania melihat wajah suaminya yang kesal itu. Rania memeluk erat pinggang suaminya itu.
" Aku mana mungkin memakainya. Wajah tampan mu langsung sekesal itu," ucap Rania dengan menggoda suaminya. Wajah Rendy tetap begitu datar dan Rania harus memberikan kecupan di bibir duku. Agar wajah tampan itu tidak cemberut terus.
" Becanda tau," sahut Rania yang melihat Rendy yang masih kesal.
" Ya sudah cepat ganti pakaian. jangan sampai aku berubah pikiran," ucap Rendy.
************
Rania dan Rendy akhirnya jalan-jalan ke pantai yang pasti sama dengan yang lainnya. Hanya saja mereka berpisah-pisah. Pasangan suami istri itu terlihat couple dengan Rania yang memakai dress berwarna putih di atas mata kakinya lengan rumbai sama dengan Rendy yang memakai kemeja putih dengan dan celana coklat selututnya.
Mereka berjalan-jalan di pinggir pantai dengan tangan mereka yang saling bergandengan.
Mereka terlihat berhenti di depan penjual asesoris topi dan kaca mata yang mana mereka ingin membeli topi agar tidak kepanasan.
Rendy terlihat memilihkan topi pantai untuk istrinya dan beberapa kali mebcobakkan kekepala Rania.
" Ini cantik, kamu suka?" tanya Rendy saat topi berwarna cream sudah berada di kepala istrinya.
" Boleh," sahut Rania dengan kepalanya mengasah keatas yang melihat topi pilihan suaminya.
" Ya sudah yang ini saja Bu," ucap Rendy yang langsung membayarnya. Dan bahkan tidak mengambil kembaliannya dan mereka kembali berjalan dengan bergandengan. Menikmati indahnya pemandangan di pantai tersebut.
__ADS_1
Pantai Bali pasti penuh dengan para wanita yang memakai pakaian terbuka. Tetapi tidak sekalipun mata Rendy melirik para wanita cantik dan seksi tersebut. Dia hanya menatap bidadari di sampingnya yang cantiknya tidak bisa di jelaskan lagi.
Pasangan itu juga menikmati eskirim yang mana satu eskrim di jilat untuk berdua. Keromantisan memang sangat simple. Tidak butuh yang lain-lain untuk menjalin keromantisan untuk hubungan mereka ber-2.
" Kamu masih mau?" tanya Rendy yang melihat Rania kekurangannya.
" Boleh," jawab Rania.
" Ya sudah tunggu di sini. Aku akan membelinya lagi," sahut Rendy. Rania mengangguk.
Rendy pun berlari untuk membeli eskrim tersebut. Rania tersenyum dengan kepalanya yang berkeliling melihat di sekitar pantai yang mana sangat banyak orang-orang dari Pria maupun wanita dari dewasa maupun Anak-anak.
Namun seketika pandangan Rania berhenti pada wanita dan Pria yang rebahan di pasir. Siapa lagi jika bukan Cindy yang duduk di Pasih dengan ke-2 kaki yang di luruskan dan kepala seorang Pria berada di pahanya. Bahkan Rania melihat jelas. Cindy menunduk dan berciuman dengan Pria itu yang membuat Rania mengalihkan pandangan nya dari pemandangan itu.
" Ya Allah, Cindy itu benar-benar Cindy. Dia ada di sini dan itu Pria yang kemarin. Jadi benar dia sudah putus dari Elang," batin Rania dengan suara seraknya yang begitu terkejut dengan apa yang di lihatnya.
Banyak tanda tanya di dalam pikiran Rania. Dia tidak bisa menyimpulkan apa-apa. Kecuali Cindy putus dengan Elang makanya Cindy sampai seperti itu.
" Rania!" tegur Zahra yang tiba-tiba datang memegang bahu Rania yang membuat Rania tersentak kaget.
" Zahra kamu ngagetin aja," sahut Rania mengusap dadanya.
" Maaf, kamu kenapa kok kelihatan panik gitu?" tanya Zahra heran. Rania melihat ke arah Cindy dan Pria itu. Namun sudah tidak ada lagi dan Rania terlihat mencari-cari dengan kepalanya yang berkeliling yang mencari-cari.
" Kemana mereka kok tiba-tiba tidak ada. Bukannya tadi ada di sana," batin Rania yang terus mencari-cari Cindy dan Pria asing itu.
" Rania!" tegur Zahra.
" Hah iya," sahut Rania yang terlihat bengong.
" Kamu kenapa apa yang kamu cari?" tanya Cindy.
" Ada yang ingin aku tanya kepadamu Zahra," ucap Rania.
" Apa," sahut Zahra heran. Saat Rania ingin bicara tiba-tiba Rendy datang membawakan eskrimnya.
" Maaf ya lama," sahut Rendy.
__ADS_1
" Nggak apa-apa, lagian aku juga ngobrol sama Zahra," sahut Rania. Rania dan Zahra saling melihat. Zahra seakan tau Rania sebenarnya ingin berbicara sesuatu padanya.
Bersambung.