
" Cindy, pernikahan ku seperti apa. Itu seharusnya bukan menjadi urusanmu. Mau Elang akan menceraikanku setelah bayiku lahir. Itu juga urusanku yang terpenting dia adalah suamiku yang sah dan itu artinya kamu bukan siapa-siapanya," tegas Zahra.
" Kamu dengar Cindy. Kamu itu seorang istri yang telah memiliki suami dan kamu juga hamil sama seperti ku. Jadi kamu juga tau bagaimana rasanya," ucap Zahra.
" Kenapa kamu diam. Kamu juga kaget kenapa aku tau semuanya. Aku dan Elang menikah dan jika aku tau itu pasti karena suamiku yang memberitahunya. Aku tau semuanya dan lebih banyak tau lagi. Sementara kamu tidak tau apa-apa tentang ku. Kamu tau aku hamil. Bukan karena Elang yang memberitahunya. Kamu tau aku menikah bukan karena Elang yabg memberitahunya. Tetapi kami mengetahuinya karena mencari tahunya. Karena suamiku tidak akan menceritakan apapun yang terjadi pada rumah tangganya pada orang pain," lanjut Zahra menegaskan kepada Cindy.
" Aku peringatkan kamu Cindy untuk menjauhi suamiku. Kamu mau menunggunya atau tidak itu terserah kamu yang terpenting aku masih istrinya dan jauhi dia. Jika peringatan ku tidak mempan maka akan maka biar suamimu yang akan mengingatkanmu," ucap Zahra dengan penuh ancaman yang membuat Cindy kaget mendengarnya.
" Aku rasa sudah cukup semua yang ingin aku katakan. Permisi!" ucap Zahra yang langsung pergi dari hadapan Cindy berbalik badan namun saat itu ternyata ada Elang dan tidak tau kapan Elang ada di sana.
Zahra begitu kaget melihat kehadiran Elang yang tiba-tiba yang sungguh tidak pernah di duganya sama sekali. Zahra menarik membuang napasnya perlahan kedepan dan berjalan mendekati Elang berdiri di hadapan Elang.
" Aku hanya mengantarkan ini. Tante Ratih bilang kamu menyuruh supir. Tapi Tante Ratih lagi memakai supir. Jadi tante menitipkannya padaku, karena aku kebetulan lewat," ucap Zahra yang memberikan apa yang di titipkan padanya. Namun Elang hanya diam dan terus melihat Zahara yang berbicara begitu dingin.
" Ini. Ambillah!" ucap Zahra. Bukannya mengambilnya Elang malah langsung memeluknya. Memeluknya di depan Cindy dan bukan karena ada Cindy makanya dia harus memeluknya. Tetapi memang Elang ingin memeluk Zahra.
" Maafkan aku Zahra," ucap Elang yang terus memeluk erat. Mata Zahra bergenang saat di pelukan itu. Sangat wajar karena dia pasti sakit hati dengan apa yang terjadi kemarin. Namun Zahra juga tau Elang tidak akan menepati janjinya dan itu membuat Zahra akhirnya membalas pelukan itu.
" Aku minta maaf kepadamu. Semuanya hanya salah paham. Maaf Zahra. Maaf kan aku Zahra," ucap Elang lagi yang begitu bersalah ketika menyakiti hati istrinya.
" Apa mungkin memang benar jika sebenarnya Elang sudah jatuh cinta pada Zahra. Apa aku sudah tidak akan ada lagi harapan untuk semua ini. Apa hubunganku memang akan berakhir untuk selama-lamanya," batin Cindy yang terus melihat Elang dan Zahra yang berpelukan mesra.
Cindy yang melihat Elang memeluk Zahra pasti juga marah dan pasti sakit hati tidak ingin membuat hati terluka akhirnya Cindy pun pergi dari tempat itu yang tidak ingin melebarkan lukanya.
Elang melepas pelukan itu dengan memegang ke-2 pipi Zahra.
" Apa kamu sudah memaafkan ku?" tanya Elang yang masih ingin mendengar jawaban Zahra. Zahra menganggukkan kepalanya yang berbesar hati untuk memaafkan Elang.
__ADS_1
" Aku sudah memaafkan mu. Karena aku ingin kamu menepati janjimu," ucap Zahra.
" Makasih Zahra. Ini tidak akan terulang lagi. Aku tidak akan membiarkan ada orang lain yang masuk dalam rumah tangga kita. Tidak akan Zahra," ucap Elang.
" Aku percaya itu. Aku juga minta maaf. Kemarin aku bicara yang tidak-tidak. Aku minta maaf sudah memakimu. Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri, maafkan aku," ucap Zahra yang juga mengakui kesalahannya.
" Itu bukan kesalahan kamu itu adalah kesalahanku," sahut Elang yang kembali memeluk Zahar dengan erat. Setelah kesalah pahaman terjawab pasangan itu bisa saling memaafkan dan saling menerima 1 sama lain.
" Ya Allah terima kasih lagi-lagi engkau memberiku kesempatan untuk semua ini. Terima kasih ya Allah engkau meluluhkan hati istriku," batin Elang yang begitu bersyukur dengan apa yang di terjadi hari ini.
" Ya Allah. Semoga kedepannya aku jauh lebih dewasa dalam menjalani semua hubungan ini. Semoga aku jauh lebih baik ya Allah dalam menyikapi setiap masalah yang terjadi antara aku dan suamiku," batin Zahra.
***************
Setelah saling memaafkan ternyata Zahra dan Elang melanjutkan dengan sarapan bersama di dekat rumah sakit. Ya kalau sudah baikan mau ngapain lagi kalau bukan saling kangen-kangenan.
" Kamu mau coba punya aku?" tanya Elang.
" Enak!" tanya Elang. Zahra mengangguk. Zahra juga menyuapi Elang degan makanan miliknya dan Elang pun menerima suapan itu.
" Enak?" tanya Zahra.
" Sebenarnya rasanya biasa. Cuma karena kamu yang suapin. Rasanya jadi enak," sahut Elang. Zahra hanya tersenyum mendengarnya.
" Kamu kemari naik mobil sendiri atau Taxi?" tanya Elang.
" Aku menyetir sendiri," jawab Zahra.
__ADS_1
" Besok-besok aku anterin ya dan kalau ngambek aku akan tetap anterin," ucap Elang.
" Iya deh terserah kamu saja," sahut Zahra. Elang tersenyum dan kembali menyuapi Zahra dan Zahra pun hanya tersenyum yang merasa lega dengan hubungannya yang membaik dengan suaminya.
*********
Anisa keluar dari kamarnya dan langsung di stop boleh Sarah mamanya.
" Ada apa ma?" tanya Anisa.
" Kamu mau menikah dengan siapa?" tanya Sarah.
" Nanti Anisa akan memperkenalkannya," jawab Anisa dengan santai.
" Kamu jangan aneh-aneh ya Anisa. Mama tidak ingin kamu sembarangan dalam memilih calon suami," ucap Sarah yang memperingati Anisa.
" Apa yang mama katakan. Aku tidak sembarangan. Aku memilihnya dengan tepat," sahut Anisa.
" Apa dia jauh lebih baik dari pada Rendy?" tanya Sarah.
" Mah cukup! jangan membanding-bandingkan calon suami Anisa dengan Rendy. Dan mama cukup berharap dengan Rendy. Anisa sudah menegaskan pada mama. Anisa tidak mau lagi seperti dulu. Rendy bukan jodoh Anisa jadi jangan apa-apa harus di kaitkan dengan Rendy. Anisa punya pilihan sendiri," tegas Anisa.
" Kenapa tiba-tiba. Selama ini kamu tidak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun lalu kenapa tiba-tiba sekarang kamu sudah punya pasangan apa yang terjadi padamu," ucap Sarah yang membuat Anisa kaget mendengarnya bahkan seketika dia menjadi panik.
" Apa yang mama katakan?" tanya Anisa yang berusaha untuk tenang.
" Mama bertanya apa yang terjadi padamu dan mendadak untuk menikah," sahut Sarah.
__ADS_1
" Aku tidak mendadak untuk menikah. Aku memang sudah lama bertemu dengannya. Ahhhh sudahlah nggak ada gunanya bicara dengan mama, aku pusing," sahut Anisa yang langsung pergi.
Bersambung