Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 208. Menemuinya.


__ADS_3

Taxi berhenti di depan gedung Apartemen. Yang ternyata Anisa yang berada di dalam Taxi tersebut. Rania melihat-lihat pada gedung itu.


" Apa benar ini tempatnya," batin Anisa yang di wajahnya terlihat banyak keraguan yang tidak tau apa yang di carinya sebenarnya. Anisa pun tidak mau berpikir lama-lama lagi.


Anisa langsung turun dari dalam Taxi setelah memberikan ongkos Taxi pada sang supir. Begitu Anisa sudah keluar. Supir Taxi langsung menyalakan mobilnya dan langsung pergi.


" Mungkin memang ini tempatnya," batin Anisa yang berusaha untuk yakin dan langsung melangkahkan kakinya menuju tempat tersebut.


Dengan keyakinan yang besar. Anisa memasuki lift dan menekan tombol lantai 62 yang juga tidak tau Anisa sebenarnya ingin kemana. Namun terlihat dari wajahnya terlihat begitu tegang dan seperti sedang khawatir.


Tidak lama akhirnya lantai yang di tujunya pun tiba dan Anisa langsung keluar dari dalam lift dan langsung melanjutkan langkah kakinya. Tidak lama Anisa berhenti di depan salah satu kamar yang tidak tau itu kamar siapa. Anisa kembali menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.


" Semoga apa yang aku lakukan bisa menyelesaikan semua masalahku. Ini memang harus kulakukan yang memang tidak ada tawar-menawar untuk hal ini," batin Anisa yang dengan yakin yang beberapa kali menarik napas panjang dan membuangannya dengan lerlahan.


Lalu langsung menekan bel salah satu Apartemen tersebut. Menekan sampai 2 kali tidak ada yang menyahut sampai akhirnya Anisa menekan untuk yang ke-3 kalinya dan langsung pintu di bukakan.


Agam Pria yang ternyata ingin di temuinya. Pria yang berdiri di depannya yang masih memegang kenopi pintu yang mana Pria itu begitu kaget melihat wanita yang lebih 1 bulan tidak di lihatnya dan sekarang ada di depan matanya.


Kaget pasti. Tidak percaya juga pasti dan Anisa juga terlihat gugup yang akhirnya berhasil menemui Agam yang juga sudah lama tidak di temuinya sama sekali.


" Anisa!" lirih Agam dengan suara seraknya. Anisa diam dengan menelan salivanya yang melihat Agam berada di depannya.

__ADS_1


" Siapa Agam!" tiba-tiba seorang wanita muncul dari belakang Agam. Wanita dengan rambut yang di gerai yang hanya menggunakan handuk mandi selututnya dan terlihat seksi.


Pandangan Anisa langsung jatuh pada wanita itu. Terkejut pasti yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Pria yang di carinya dan tiba-tiba ada wanita yang muncul dari dalam Apartemen itu dengan pakaian yang membuat Anisa pikirannya pasti sudah kemana-mana. Sementara untuk Agam menjadi diam yang tidak bisa berkata apa-apa. Dia juga tidak percaya akan bertemu dengan Anisa dalam keadaan seperti itu.


" Siapa dia?" tanya Wanita itu yang penuh kebingungan, " jika tidak penting ayo kita lanjutkan permainan kita yang belum selesai. Soalnya tanggung sih. Kamu hanya membuatku menggila saja," lanjut wanita itu yang bicara kemana-mana dan merangkul manja Agam di depan Anisa.


Sementara Anisa juga bingung dia tidak tau harus berpendapat seperti apa. Marah kenapa marah, jika bertanya apa yang harus di tanyakannya dan punya hak apa untuk menanyakannya. Anisa penuh dengan kebingungan. Namun dia merasa sesak tiba-tiba. Saat tidak diduga-duga ini yang di dapatkannya setelah meyakinkan dirinya sendiri.


" Agam kenapa diam, ayo!" ajak wanita itu yang begitu mendesak Agam.


" Aku ingin bicara denganmu," ucap Anisa dengan suara beratnya yang harus bicara pada Agam. Kedatangannya tidak bisa sia-sia dan masa bodo dengan wanita itu. Anisa pasti tau Pria yang sudah menghamilinya itu seperti apa dan seharunya tidak kaget.


" Agam siapa dia?" tanya wanita itu lagi. Agam menarik tangannya dari pelukan wanita itu dan memasuki tempat itu kembali. Wanita itu terlihat bingung dan ikut masuk. Agam ternyata hanya mengambil ponselnya dan langsung pergi.


" Agam kamu mau kemana?" tanya wanita itu. Agam tidak menjawab dan pergi begitu saja.


" Agam!" teriak wanita itu. Dan Agam tidak menggubris sama sekali dan pergi begitu saja.


*********


Agam dan Anisa duduk di lobi Apartemen di mana terdapat 2 kursi di sana dan meja bulat di tengahnya. Agam dan Anisa sudah sama-sama duduk yang saling berhadapan.

__ADS_1


"Anisa aku tidak percaya jika kamu akan menemuiku. Setelah sekian lama kita tidak bertemu dan iya dari mana kamu tau jika aku tinggal di sini?" tanya Agam. Anisa tidak menjawab dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan langsung meletakkan di meja dan menggeserkan pada Agam yang tak lain itu adalah tespeck.


" Aku hamil," ucap Anisa yang langsung to the point yang tidak ingin basa-basi dan apa lagi harus menjawab pertanyaan Agam yang banyak.


" Dan kamu tau aku hamil anak siapa. Itu anak kamu dan aku rasa kamu tau tujuanku datang kemari," lanjut Anisa. Agam kaget mendengarnya dan perlahan mengambil tespeck itu dan melihat benar-benar harus dua pada tespeck tersebut.


" Kamu ingin meminta pertanggung jawabanku?" tanya Agam memastikan tujuan Anisa untuk datang menemuinya.


" Aku sudah memikirkan semuanya dan aku tidak tau akan seberengsek apa lagi kamu setelah aku mengatakan jika aku hamil. Aku tidak tau kamu akan bertanggung jawab atau tidak. Tapi mungkin iya dengan apa yang aku lihat tadi, orang sepertimu tidak mungkin bertanggung jawab dan pasti kau juga bisa-bisa tidak mengakui kesalahanmu. Ya seharusnya aku tidak datang ketempat ini. Seharusnya aku memikirkan keputusanku dulu berkali-kali sebelum menemuimu. Karena percuma aku mengatakan ini. Cuma sudah terlanjur aku datang kemari dan aku terpaksa harus mengatakan ini," ucap Anisa yang seakan mengetahui jika Agam tidak mungkin bertanggung jawab.


" Baiklah Agam, aku rasa semuanya sudah jelas. Aku sudah mengatakan apa yang terjadi sebenarnya dan kenyataannya aku hamil. Jika kamu tidak bertanggung jawab mungkin itu memang takdirku. Aku tidak bisa memaksamu," lanjut Anisa yang bicara terus tanpa memberi izin Agam untuk bicara. Agam hanya diam mencerna semua perkataan Anisa.


" Aku permisi dulu!" ucap Anisa yang langsung berdiri. Namun Agam menghentikan tangannya sehingga Anisa tidak jadi berdiri.


" Aku akan menikahimu," ucap Agam Tiba-tiba yang membuat Anisa kaget mendengarnya dan pasti tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


" Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan. Tapi aku bukan laki-laki sempurna yang bersih dari kesalahan. Jika kamu menerimaku apa adanya. Maka aku memperbaiki diri dan pasti bertanggung jawab atas perbuatanku," ucap Agam yang terlihat tulus dengan apa yang di katakannya.


Anisa terdiam mendengar perkataan itu yang tidak tau kenapa tiba-tiba hatinya bergetar dan mulutnya yang tadi bicara tidak keluar lagi sama sekali.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2