Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 263 Istiqomah.


__ADS_3

Anisa dan Rania berbelanja di dalam Mall, belakangan ini memang mereka sering bersamaan. Seperti saat ini Rania menemani Anisa memilih pakaian bayi.


" Memang masih banyak Anisa yang belum di beli?" tanya Rania.


" Hanya beberapa saja Rania, itu juga kemarin ada yang salah beli, jadi mau tidak mau harus di ganti," sahut Anisa.


" Hmmm, begitu rupanya. Kamu kapan berangkatnya?" tanya Rania.


" Mungkin Minggu depan," jawab Anisa.


" Semoga semuanya lancar ya dan persalinannya juga nanti berjalan lancar," ucap Rania memberi pesan.


" Iya Rania makasih ya," sahut Anisa tersenyum.


" Ingat kalau udah lahiran, pulangnya jangan lama-lama. Kita semua juga ingin lihat anak kamu," ucap Rania memberi pesan.


" Maunya juga seperti itu Rania. Tetapi kita lihat aja nanti ya semoga saja memang tidak akan lama," sahut Anisa, " kamu juga ya jaga kesehatan ya," ucap Anisa yang memberikan Rania pesan.


" Pastilah," sahut Rania mengangguk tersenyum.


Mereka pun kembali berbelanja dan sambil bercerita-cerita, Rania juga membelikan beberapa pakaian untuk suaminya. Karena Rania memang melihat suaminya sangat jarang membeli pakaian dan kebetulan dia ada di Mall jadi apa salahnya membelikan untuk suaminya.


Setelah selesai berbelanja Rania dan Anisa pun langsung menghampiri Agam dan Rendy suami-suami mereka yang menunggu mereka dengan setia.


" Itu mereka!" tunjuk Rania melihat Rendy dan Agam. Anisa mengangguk dan mereka langsung menghampiri Rendy dan juga Agam.


" Sayang!" panggil Rania


" Sudah selesai?" tanya Rendy yang langsung berdiri dan bahkan langsung mengambil barang-barang yang di pegang istrinya. Karena dia tidak ingin istrinya harus berat-berat.


" Iya sudah selesai," jawab Rania.


" Hmmmm, ya sudah Rania pulang ya, makasih sudah di bantuin tadi belanjanya," sahut Anisa.


" Sama-sama. Kamu juga makasih ya tadi sudah bantuin aku juga," sahut Rania.


" Ya sudah kami kembali duluan ya," ucap Agam menepuk bahu Rendy.


" Iya hati-hati," sahut Rendy.


Agam dan Anisa pun kembali terlebih dahulu.

__ADS_1


" Kita langsung pulang atau mau ngapain lagi?" tanya Rendy pada istrinya.


" Hmmmm, mau makan, soalnya lapar," jawab Rania dengan wajah manjanya mengusap-usap perutnya.


" Tadi tidak makan di dalam sana Anisa?" tanya Rendy.


" Anak kita tidak mau makan. Kalau ayahnya tidak ikut," jawab Rania dengan manja membuat Rendy tersenyum.


" Baiklah sayang, kita makan. Mau makan apa?" tanya Rendy.


" Mau makan soto," jawab Rania.


" Baik, kita akan makan soto," sahut Rendy membuat senyum Rania mengembang dengan kepalanya yang mengangguk-angguk dan mereka pun langsung memasuki mobil.


Tidak lama akhirnya mereka sampai di tempat langganan Rania soto kesukaannya dan Tania bersama suaminya sudah makan ber-2 ana dengan saling berhadapan.


" Enak sayang?" tanya Rendy.


Rania menganggukkan kepalanya, " Hmmmm rasanya tidak pernah berubah sama sekali," jawab Rania.


" Kalau begitu makanlah," sahut Rendy.


" Kalau mau tambah lagi boleh?" tanya Rania.


" Hmmm, oh iya kamu tidak apa-apa menemani aku terus. Memang kamu tidak Kerumah sakit?" tanya Rania.


" Tidak sayang. Aku hari ini tidak kerumah sakit," jawab Rendy.


" Bukannya kamu bilang tadi mau kerumah sakit ada pasien," tanya Rania.


" Seharusnya iya. Tetapi ada Dokter pengganti. Jadi aku hanya ingin menemani kamu terus-menerus," ucap Rendy dengan tersenyum.


" Hmmmm, aku tau kamu pasti ingin menghabiskan banyak waktu denganku kan sebelum aku pergi jauh," sahut Rania dengan bercandaan. Namun mendengarnya mendadak Rendy diam dan menunjukkan ekspresi datar.


" Iya kan?" tanya Rania memastikan lagi.


" Iya, aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak untukmu. Aku tidak ingin menyesal nantinya," ucap Rendy.


" Sayang aku itu tidak akan pernah menyesal. Jadi jangan khawatir sayang. Dalam hidupku selama berumah tangga dengan mu aku tidak akan pernah menyesal sama sekali," ucap Rania dengan keyakinannya. Itu memang adalah kenyataan yang di alaminya yang mana hidupnya begitu bahagia saat bersama dengan Rendy.


" Ya sudah kita makan lagi," ucap Rendy. Rania mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


***********


Rania dan Rendy seharian jalan-jalan, bahkan mereka pulang selepas magrib. Rendy keluar dari dapur dan melihat Nia yang ingin ke luar rumah.


" Mau kemana Nia?" tanya Rendy.


" Eh kakak, mau ke mini market sebentar ada yang mau di beli," jawab Nia.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Rendy. Nia hanya mengangguk-angguk saja.


" Hmmm, kakak cuma mau bilang sama kamu kalau mau berteman dekat dengan Pria jangan sembarangan ya dan ada apa-apa tanyakan pada kakak atau kak Rania, keputusan jangan di ambil sendiri," ucap Rendy yang langsung to the point berpesan pada adiknya.


" Iya kak," jawab Rania mengangguk pelan. Rania tau apa yang di maksud kakaknya itu dan mengarah kemana.


" Ya sudah kalau begitu Nia keluar dulu," ucap Nia pamit.


" Iya hati-hati," sahut Rendy. Nia mengangguk dan langsung pergi. Rendy sendiri pun langsung pergi menaiki anak tangga yang pasti untuk kekamarnya.


Begitu tiba di depan kamar Rendy langsung membuka pintu kamar dan melihat kamar sedikit berantakan di mana di atas tempat tidur banyak pakaian dan Rania sendiri sedang duduk di depan cermin yang sedang memakai pasmina.


" Sayang kamu ngapain?" tanya Rendy. Rendy langsung membalikkan tubuhnya dan Rendy sudah melihat cantiknya istrinya dengan gamis coklat lengkap dengan pasmina nya.


" Kau cantik tidak?" tanya Rania dengan tersenyum lebar yang menghampiri suaminya.


" Cantik, kamu memakai jilbab?" tanya Rendy. Rania mengangguk-angguk.


" Menurut kamu bagaimana, apa aku boleh memakai jilbab setiap hari?" tanya Rania yang meminta izin pada Rendy.


" Kamu yakin?" tanya Rendy. Rania mengangguk-angguk cepat.


" Aku rasa aku harus menutup aurat ku tidak harus pamer pada orang lain. Aku juga membaca di buku. Katanya kalau wanita yang tidak menutup auratnya nanti di akhirat dia akan menjambak-jambak rambutnya sendiri," ucap Rania merasa ngeri.


" Jadi aku sudah memutuskan untuk Istiqomah dalam memakai jilbab," ucap Rania lagi.


Rendy mendekati Rania dengan memegang ke-2 pipi Rania dan mencium kening Rania dengan lembut.


" Kenapa istriku semakin lama semakin cantik, imannya semakin tebal, dia semakin pintar dan masyallah wawasannya semakin luas," ucap Rendy begitu kagum pada Rania yang terus menjadi orang yang lebih baik.


" Aku tidak seperti itu sayang. Aku hanya berusaha untuk menjadi yang lebih baik dan itu semua karena kamu. Karena kehadiran kamu di dalam hidupku dan aku ingin menjadi bidadari untukmu," ucap Rania. Rendy tersenyum dengan terharu.


" Pasti sayang kamu akan menjadi bidadariku. Aku akan terus berdoa sama Allah untuk kita berjodoh di dunia dan juga di akhirat," ucap Rendy. Rania mengangguk-angguk dan memeluk suaminya dengan erat. Dia memang sudah memutuskan untuk berhijab. Karena ingin menjadi wanita muslimah yang jauh lebih baik.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2