Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 68 Awal yang indah


__ADS_3

Tidak berapa lama kemudian Rendy keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian santainya. Rendy melihat ke tempat tidur dan sudah mendapati Rania yang sudah tertidur.


Rendy tersenyum tipis melihatnya lalu setelah itu Rendy pun beralih kejendela dan untuk menutup tirai yang masih terbuka. Lalu langsung beranjak naik ketempat tidur tidur di samping Raina.


Rendy menoleh kesamping sekejap. Lalu kembali menatap lurus ke langit-langit kamar. Perlahan memejamkan matanya. Dia juga cukup lelah untuk beberapa aktifitasnya seharian. Sekarang kerjanya double di rumah sakit dan mengurus istrinya.


*********


Tepat jam 2 malam. Seperti biasa Rendy akan bangun untuk melaksanakan sholat tahajud yang menjadi rutinitasnya dan sekarang dia melaksanakan sholat itu. Sementara Rania masih tertidur.


...assalamualaikum warahmatullah assalamualaikum warahmatullahi...


Rendy mengucapkan salam lalu mengusap wajahnya dan langsung bersilah kaki, mengadakan tangan memanjatkan doa pada sang ilahi.


" Tidak! tidak, aku mohon jangan, pergi, pergi kamu aku mohon jangan," ucap Rania yang mimpi buruk dengan kepalanya yang kekiri dan kekanan tangannya memegang selimut yang tampak ketakutan wajahnya juga berkeringat.


" Apa salahku, aku mohon jangan sakiti aku, pergi! pergi! pergi," Rania berteriak-teriak sampai Rendy selesai sholat Rania masih terus berteriak-teriak. Rendy menoleh kebelakang. Lalu dengan cepat berdiri dan melihat Rania yang begitu gelisah yang penuh ketakutan.


" Aku mohon pergi. Aku mohon jangan menggangguku. Jangan lakukan itu, aku mohon, tolong! tolong aku, tolong!" teriak Rania dan Rendy pun akhirnya menaiki ranjang untuk melihat Rania.


" Rania bangun, kamu kenapa?" tanya Rendy memegang bahu Rania untuk membangunkannya. Rendy memegang bahu itu tampak dingin.


Rendy mengusap keringat Rania dengan tangannya mengusap pucuk kepalanya dengan lembut.


" Tania bangun, apa terjadi kepadamu?" tanya Rendy yang membangunkan Rania.


Dia melihat istrinya itu sedang bermimpi buruk. Yang sepertinya begitu ketakutan. Tetapi tidak tau apa yang di takutkan Rania.


Rendy yang menyentuhnya langsung di pegang Rania tangannya. Memegang erat seolah Rania membutuhkan Rendy. Rania terus berteriak dalam mimpinya yang tidak tau apa yang di mimpikan Rania.


Rania memiringkan tubuhnya dan mendekat pada Rendy dan langsung memeluk Rendy dengan erat.

__ADS_1


" Jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan, aku takut," ucap Rania yang terus mengigau.


" Kamu tenanglah aku tidak akan meninggalkanmu," ucap Rendy yang semakin menarik Rania kedalam perlukannya, memberikan Rania ketengan dan perlahan suara Rania mengecil tidak terdengar suara mengigau lagi.


" Apa yang terjadi kepadanya. Apa dia bermimpi buruk, apa yang di mimpikannya," batin Rendy yang tampak khawatir dengan keadaan istrinya.


" Apa ini karena masalah penusukan itu. Siapa sebenarnya perlakukannya. Kenapa dia sampai seperti itu kepada Rania. Apa salah Rania. Apa ini adalah sebuah rencana. Apa ada orang yang ingin menyinggirkannya. Tapi siapa dia," Rendy terus kepikiran dengan orang yang mencelakai istrinya.


Rendy mengusap-usap punggung Rania yang berada di pelukannya. Meski sudah tidak mengigau lagi. Tetapi tubuh Rania masih bergetar hebat membuat Rendy khawatir. Nyawa Rania dalam bahaya.


" Ya Allah lindungi lah istriku. Berikan dia perlindungan mu. Jauhkan dia dari orang-orang yang jahat. Orang-orang yang ingin mencelakainya. Jaga lah dia," batin Rendy berdoa dengan tulus kepada istrinya.


Rendy menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan dan semakin terus memeluk erat Rania. Agar Rania nyaman bersamanya dan tidak bermimpi buruk lagi.


********


Allah hu Akbar, Allah hu Akbar.


Perlahan Rania membuka matanya. Mendengar suara adzand membuatnya terbangun. Mungkin sudah menjadi kebiasaan baru untuknya akan terbangun di subuh hari.


Rania yang masih dalam proses pengumpulan nyawa. Merasa ada yang aneh. Seolah berada di pelukan seseorang. Ketika mata itu terbuka sempurna. Bertapa terkejutnya Rania berada di mana dia. Rania mengangkat kepalnya dan melihat Rendy yang ternya memeluknya.


" Apa yang terjadi, kenapa aku bisa tidur seperti ini," batin Rania yang tampak Khawatir. Tangannya yang memegang baju Rendy di longgarkan perlahan. Rania juga kesulitan bergerak. Karena lengan Rendy di punggungnya yang seolah melindunginya.


Perasaannya menjadi tidak karuan. Debaran jantungnya berdetak kencang tidak bisa di jelaskan dan hal ini sudah sangat sering terjadi padanya saat dekat-dekat dengan Rendy.


" Rendy bangun!" ucap Rania pelan membangunkan Rendy agar dia bisa lepas dari Rendy.


" Rendy!" ucapnya lagi membangunkan dan perlahan mata Rendy terbuka memijat kepalanya yang terasa berat. Rendy menurunkan pandangannya dan melihat Rania. Rania semakin grogi saat Rendy bangun dan posisi mereka seperti itu.


" Aku membangunkanmu, karena mendengar suara azand, bukannya kamu harus sholat subuh," ucap Rania dengan pelan.

__ADS_1


" Hmmm, iya," jawab Rendy, memijat kepalanya. Rendy pasti sangat lelah. Makanya sampai kesiangan bangun.


" Terima kasih sudah membangunkanku," ucap Rendy. Rania mengangguk. Rendy pun melepas tangannya dari punggung Rania dan Rania pun bergeser dengan hembusan napas lega nya yang panjang.


" Ehem, masalah itu, tadi malam kamu,"


" Jangan di bahas," sahut Rania yang tau Rendy pasti ingin menjelaskan kenapa dia ada di pelukan itu.


" Ya sudah aku, kekamar mandi dulu," ucap Rendy beralih dari tempat tidur.


" Rendy!" panggil Rendy.


" Iya," sahut Rendy.


" Kamu mau sholat?" tanya Rania. Rendy mengangguk.


" Aku boleh iku?" tanya Rania pelan dengan ragu. Rendy mendengarnya tersenyum.


" Mana mungkin aku melarangnya. Kamu bisa berdiri?" tanya Rendy.


" Bisa kalau di bantu," sahut Rania merasa tidak enak. Dan Rendy pun langsung berjalan mendekati ranjang dan membantu Rania untuk menuruni tempat tidur dan membawanya kekamar mandi.


Rendy berdiri di depan kamar mandi yang menonton Rania mengambil wudhu. Hatinya begitu tenang melihat istrinya melakukan hal itu. Rania memang selama di rumah sakit. Suka diam-diam membuka youtub tata cara wudhu yang benar dan kembali belajar untuk menyempurnakan ibadahnya.


Setelah Rania dan Rendy berwudhu. Mereka pun sholat berjamaah dengan Rendy sebagai imamnya. Karena luka Rania masih tahan penyembuhan. Rania harus sholat duduk. Agar jaitannya tidak bermasalah.


Apapun itu. Tetapi kamar itu terlihat begitu damai. Rania juga sholat begitu tenang yang mengikuti Rendy. Kehidupannya seolah berubah ketika menjadi istri dari Dokter tampan yang sangat ahli aga.


2 rakaat shalat subuh selesai di laksanakan, selesai mengucap salam seperti biasanya. Rendy akan berdoa dan di ikuti Rania yang meminta pada Tuhannya setelah mengucapkan amin Rendy membalikkan tubuhnya dan melihat Rania. Dengan spontan Rania menjulurkan tangannya untuk mencium tangan Rendy.


Rendy tersenyum dan memberikan tangannya dan Rania mencium punggung tangan itu layaknya seorang istri. Lalu Rendy juga mencium keningnya. Hal simpel yang mereka lakukan tetapi begitu indah dan lihat akhirnya. Ke-2 pasangan itu malah terlihat saling canggung. Saling malu-malu satu sama lain.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2