
Rania istrirahat di dalam kamarnya dan sementara Rendy benar-benar pergi ke mini market terdekat untuk membelikan pembalut istrinya yang mana Rendy tau pembalut merek apa yang harus di belinya. Mana mungkin Rendy gengsi melakukan hal itu baginya istrinya no satu.
Setelah mendapatkan apa yang di carinya ya seperti biasa wanita yang berada di kasir akan merasa aneh dan bahkan terlihat saling melihat dengan temannya perkara Rendy hanya membelikan pembalut. Mungkin itu hal yang aneh untuk kamu wanita. Tetapi masa bodo untuk Rendy yang tidak peduli.
Rendy membayar belanjaannya dan langsung pergi membiarkan 2 wanita itu bergunjing dengan sesuka hati mereka. Rendy memasuki mobilnya, meletakkan apa yang di belinya di sampingnya.
" Apa itu hal yang aneh sampai harus seperti itu kepadaku," ucap Rendy dengan geleng-geleng kepala. Lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan santai yang harus sampai rumahnya cepat. Karena takut Rania bangun dan membutuhkan dirinya.
Tidak lama Rendy sampai di rumah. Rendy juga langsung menuju kamar untuk melihat istrinya yang mana Rania masih tertidur dengan tangan Rania yang memegang perutnya yang tampaknya Rania masih kesakitan.
Rendy duduk di samping Rania dengan mengusap tangan Rania yang di atas perut Rania.
" Sayang. Aku tau hanya kamu yang bisa merasakan sakit itu. Aku ingin merasakannya. Jadi harus terus mengeluh kepadaku. Supaya aku tau dan bisa membantumu," ucap Rendy yang menatap nanar wajah istrinya yang tertidur dengan eksperesi wajah yang menahan sakit.
Rendy membaringkan diri di samping Rania dan langsung menarik Rania kedalam pelukannya dan Rania yang menyadari ada suaminya langsung memeluk Rendy dengan erat di mana Rendy mencium kening Rania dengan lembut.
" Istirahatlah sayang," ucap Rendy mengusap-usap kepala Rania dan terus menciumi pucuk kepala Rania dengan lembut. Rania pasti kau lebih nyaman kalau sudah bersama dengan suaminya dan mungkin rasa sakitnya akan hilang jika bersama dengan suaminya.
**********
Agam dan Anisa sedang menonton di bioskop di mana mereka menonton film drama komedi romantis. Agam dan Anisa yang duduk bersebalahan ketawa-ketawa sambil menonton di layar bioskop. Tampaknya ke-2nya sama-sama menikmati apa yang mereka lihat sambil menikmati popcorn yang nikmat itu.
" Kenapa dia begitu bodoh sekali, ada-ada saja," ucap Agam yang perutnya sampai sakit melihat kelucuan di depan matanya.
" Ya namanya juga akting," sahut Anisa yang juga sama dengan Agam yang tertawa-tawa melihat akting para tokoh itu.
Agam menoleh kesampingnya dan melihat Anisa yang tertawa lepas membuat Agam tersenyum yang baru pertama kali melihat Anisa seperti itu yang tertawa tanpa beban sama sekali. Anisa juga melihat ke arah Agam dan tersenyum pada Agam.
" Kamu suka menonton bersamaku?" tanya Agam. Anisa mengangguk pelan dan kembali lurus memandang kedepan.
" Ternyata kebahagian itu bukan hanya berdasarkan hubungan seksual saja. Aku tidak tau kenapa justru aku merasa bahagia dengan seperti ini dari pada harus menuntaskan hasrat di atas ranjang.
__ADS_1
" Semoga Agam benar-benar sudah tidak marah kepadaku lagi. Mungkin memang ini salahku. Tanpa aku sadari sikapku kepadanya telah menyinggung perasaannya yang aku merasa jika apa yang aku lakukan sudah menurutku benar. Tetapi tanpa aku sadari itu melukai perasaannya," batin Anisa yang menyadari jika apa yang di lakukannya pada Agam sangat kelewatan.
" Aku berharap hubunganku dengan Agam akan terus seperti ini. Tanpa ada salah paham dan aku harus bisa menempatkan diriku sebagai istri yang tujuannya pada pernikahan ini selanjutnya," batin Anisa tersenyum menoleh kearah Agam.
************
Mentari pagi kembali tiba. Rania berada di kamar mandi untuk bersih-bersih, tidak lama Rania keluar dari kamar mandi dan melihat ada sarapan di meja di dekat sofa di kamarnya dan juha melihat tempat tidur berseprai putih itu sudah rapi dan bersih ya b membuat Rania heran.
Krekkk. Rendy membuka pintu kamar yang memasuki kamar dengan membawa segelas susu untuk Rania.
" Kamu sudah selesai mandi?" tanya Rendy yang menghampiri istrinya. Rania mengangguk.
" Kamu yang membersihkan ini?" tanya Rania yang matanya mengarah pada tempat tidur yang mana sebelumnya seprai itu penuh dengan noda darah. Rendy mengangguk.
" Sayang kenapa melakukannya. Kan aku bisa sendiri. Lagian aku hanya mandi sebentar saja. Bukan berarti tidak akan membersihkannya. Kenapa melakukannya coba," ucap Rania yang panik sendiri.
" Sayang memang salah, aku hanya membersihkan apa itu salah," sahut Rendy heran dengan hebohnya Rania pagi-pagi.
" Ya kan ada darahnya di sana, memang kamu tidak jijik apa. Aku kan bisa melakukannya," ucap Rania. Rendy sampai mendengus tersenyum mendengar kata Rania.
" Ya tapikan..."
" Hey, sudah kamu ini ada-ada saja yang di permasalahkan. Nih minum dulu. Kata orang wanita pms itu mood nya sangat berubah dan selama kita menikah aku tidak melihat itu darimu. Tapi kali ini memang benar. Masalah kecil langsung di besarkan," ucap Rendy.
" Issss, kamu ini. Aku hanya tidak mau kamu melakukan hal itu," sahut Rania dengan wajahnya yang mengerut.
" Banyak pasien yang aku tangani dan darah itu sudah biasa. Masa iya darah istri sendiri harus jijik," ucap Rendy.
" Ya kan darahnya berbeda," sahut Rania.
" Berbeda dari mana. Bagiku tidak ada yang berbeda itu sama saja," sahut Rendy.
__ADS_1
" Sudah ini minum, kita sarapan setelah ini," ucap Rendy. Rania pun meminum susu tersebut yang gelas itu masih di pegang suaminya.
" Ayo sarapan!" ucap Rendy setelah istrinya selesai meminum susu. Rania mengangguk dan ikut duduk di sofa bersama suaminya.
" Kamu memasak sendiri?" tanya Rania.
" Kalau kamu lagi kumat moodnya. Pasti tidak mau makan. Dan kamu aku tau kamu tidak akan enakan orangnya. Jadi aku sengaja memasak nasi goreng untuk kamu supaya kamu memakannya. Karena tidak mungkin kamu menolak masakan suamimu," ucap Rendy.
" Kamu selalu melakukan semuanya untukku. Terkadang aku bingung yang aku nikahi ini sebenarnya manusia apa malaikat sih," ucap Rania.
" Jangan berlebihan. Ayo makan!" ucap Rendy. Rania menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Apa lagi. Nggak mau makan?" tanya Rendy.
" Ya suapi lah, tangan aku pegal," sahut Rania dengan suara manjanya. Rendy mendengus mendengarnya dan Rendy mengambil sendok untuk menyuapi istrinya.
" Pakai tangan," ucap Rania tiba-tiba yang permintaannya yang begitu banyak.
" Baik tuan putri," sahut Rendy yang langsung menyuapi Rania dengan tangannya. Rania tersenyum dengan membuka mulutnya dan mengunyah lezatnya masakan suaminya itu.
" Untung kamu tidak buka Restaurant," ucap Rania sambil mengunyah makanannya.
" Memang kenapa kalau aku buka Restaurant?" tanya Rendy.
" Kalau kamu buka Restaurant semua orang akan mencoba masakanmu dan untung saja tidak. Jadi hanya aku yang akan merasakan nikmatnya masakan suami ku ini," ucap Rania yang tersenyum lebar.
" Sungguh itu alasannya?" tanya Rendy. Rania mengangguk.
" Itulah makanya aku menjadi Dokter. Jadi tidak pengusaha Restaurant. Jadi biar kamu aja yang tau masakan ku seperti apa," ucap Rendy.
" Hmmmm, aku memang wanita paling beruntung di dunia ini," ucap Rania.
__ADS_1
" Aku juga Pria paling beruntung di dunia ini," jawab Rendy. Rania tersenyum dan kembali menerima suapan suaminya yang masyallah baiknya minta ampun yang romantis dengan caranya sendiri. Rania memang tidak pernah tidak bahagia jika harinya terus bersama suaminya.
Bersambung