
Malam hari seperti biasa Raina dan Rendy berada di atas tempat tidur dan Rendy terlihat tertidur. Namun Rania tampaknya begitu gelisah. Sebelumnya dia dan Rendy tadi tidak ada mengobrol.
Bahkan Rania dan Rendy masih diam-diamaman. Karena saat Rendy memasuki kamar Rania sudah tertidur dan tengah malam begini Rania terbangun dengan gelisah.
Rania pun duduk dengan mengusap perutnya yang sepertinya Rania begitu lapar atau atau menginginkan sesuatu. Rania mengambil handphonenya dan Rania tampaknya menscroll beberapa gambar makanan.
" Mungkin saja dengan melihatnya aku sudah ingin memakannya lagi," batin Rania melihat beberapa gambar bahkan membuka YouTube dengan melihat makanan rujak yang tiba-tiba ingin di makannya.
Tidak mungkin mendapatkannya malam-malam seperti ini membuat Rania mengalihkan dengan melihat Vidio saja yang menganggap sudah memakannya dengan menelan ludahnya sambil mengusap-usap perut rampingnya.
Tetapi sepertinya hal itu tidak mempan membuat Rania turun dari ranjang dan keluar dari kamar.
Ternyata Rendy menyadari kegelisahan istrinya. Dia mana dia tidak tidur dan melihat Rania yang sudah pergi dari kamar mereka.
" Mau kemana dia," batin Rendy penasaran.
Lalu Rendy langsung duduk dan mengambil handphone Rania. Di mana terlihat jelas jika Rania sedang melihat Vidio makanan rujak yang membuat Rendy melihat ke arah pintu kamar dengan wajahnya yang berpikir.
************
Rania langsung menuruni anak tangga dan menuju dapur pasti dapur sepi dan tidak ada orang sama sekali dan terlebih lagi.
" Ya Allah, semoga saja ada," batin Rania yang langsung membuka kulkas yang sepertinya ingin mencari sesuatu.
Rania pun langsung menemukan buah mangga yang membuatnya tampak berbinar.
" Alhamdulillah ya Allah ternyata ada," batin Rania yang merasa lega dan dengan semangatnya mengeluarkan buah mangga dan bukan hanya mangga saja. Rania juga mengeluarkan buah jambu dari kulkas.
__ADS_1
Dengan semangatnya Rania langsung mencuci buah itu dengan cepat yang mana lidahnya terus menelan yang sepertinya tidak sabar untuk memakannya.
Dia memang tiba-tiba ingin memakan rujak. Dengan adanya buah sudah merupakan rezeki dari bayinya. Selesai mencuci buah tersebut Rania langsung memotongnya dengan ukuran rujak pada umumnya.
Tidak hanya itu Rania juga tampak mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat rujak. Supaya keinginannya lengkap. Walau rujak ala-ala. Memang keberuntungannya yang mendapatkan bahan-bahan itu di dapur. Rania heboh sendri di dapur tanpa ada orang sama sekali.
Rendy yang tidak melihat istrinya kembali akhirnya menyusul untuk keluar dari kamar. Rendy menuruni anak tangga dan mendengar suara ulekan di dapur dengan cepat Rendy pun kedapur untuk melihat apa yang di lakukan Rania.
Setibanya di dapur Rendy melihat Rania yang duduk di lantai dengan mengulek- ngulek bumbu rujuk dengan semangatnya. Melihat Rania yang berusaha sendiri membuat Rendy merasa bersalah. Bahkan melihat Rania beberapa kali mengusap keringat di dahinya. Yang mana Rania pasti ke lelahan.
" Akhirnya selesai juga," gumam Rania yang begitu bahagianya. Dia langsung mengambil mangga dan mencocolinya kedalam bumbu rujak buatannya sendiri.
" Hmmm, enak sekali," ucap Rania dengan wajahnya yang mengkerut karena mungkin sedikit asem. Rania tidak menyadari keberadaan Rendy yang terus melihat semua pekerjaan Rendy.
Rania terus memakan rujak itu. Namun terlihat air matanya yang jatuh. Dia menahan kesedihannya yang merasa berjuang sendiri. Jika hubungannya baik dengan suaminya pasti Rendy tidak akan membiarkannya melakukan hal ini.
" Rania!" tegur Rendy dengan suara seraknya. Rania kaget mendengar suara itu dan mengangkat kepalanya dan melihat wajah sendu Rendy ada di depannya. Rendy jelas melihat air mata Rania membuat hatinya hancur.
Rania kembali menundukkan kepalanya dengan kembali memakan rujak itu tanpa mempedulikan Rendy. Rendy menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu melangkah mendekati Rania.
Rendy duduk di depan Rania dan Rania tetap tidak peduli. Namun tangisnya semakin menjadi-jadi.
" Apa yang kamu lakukan. Kenapa melakukannya sendiri, kenapa tidak membangunkanku," ucap Rendy dengan suara seraknya.
" Aku bisa sendiri, kamu pergilah, istirahat," ucap Rania.
" Kamu tidak bisa sendiri, lihat jari kamu terluka," ucap Rendy melihat jari Rania tersayat pisau yang mungkin tadi Rania terburu-buru saat memotong buah sampai melukai jarinya dan Rania bahkan tidak mengobatinya.
__ADS_1
" Jangan pedulikan aku, aku tidak apa-apa," sahut Rania.
" Tidak apa-apa bagaimana. Kamu itu terluka dan seharusnya kamu memanggilku. Biar aku yang melakukannya," ucap Rendy dengan lembut.
" Untuk apa, aku membangunkanmu. Kamu tidak menginginkan bayi ini. Jadi percuma aku meminta apapun kepadamu," jawab Rania dengan suara tangisnya yang terus makan dan tidak melihat Rendy.
Rendy semakin mendekatkan dirinya dengan memegang ke-2 pipi Rania dan mengangkat wajah Rania agar berhadapan dengannya. Namun mata Rania tetap tidak melihat Rendy.
" Kapan aku mengatakannya. Jika aku tidak menginginkannya," ucap Rendy, membuat Rania melihat Rendy.
" Kamu tidak bahagia Rendy, dengan kehamilanku. Aku sudah melihatnya dari cara kamu bersikap kepadaku, yang begitu dingin kepadaku kamu bahkan tidak mau melihat hasil USG anak kita. Kamu tidak menginginkannya. Lalu untuk apa aku mengatakan ingin itu, ingin ini kepadamu. Kamu tidak akan peduli," ucap Rania dengan suaranya yang serak dengan air matanya yang terus mengalir.
" Tidak Rania, bayi yang kamu kandung adalah darah daging ku dan mana mungkin aku tidak menginginkannya. Kamu salah paham Rania," ucap Rendy.
" Bohong, aku juga mendengar kamu bercerita sama mama. Semuanya sudah menjelaskan jika kamu tidak menginginkan ini," sahut Rania yang terus menangis yang membuat Rendy semakin terluka. Yang tanpa dia sadari sikapnya sudah melukai istrinya dan bahkan Rania sampai melakukan semuanya sendiri.
Rendy langsung memeluknya dengan erat yang mana tangis Rania semakin pecah.
" Aku tidak akan mengorbankan anak ini lagi, aku tidak mau. Jadi jika kaku tidak mau aku hamil. Biar aku yang merawatnya sendiri. Aku bisa melakukannya sendiri," ucap Rania yang menagis senggugukan.
" Aku hanya ingin makan rujak, aku takut kamu marah saat aku membangunkanmu dan lihat aku bisa melakukannya. Aku bisa melakukannya sendiri tanpa bantuanmu. Tidak apa-apa aku melakukannya sendiri," ucap Rania yang mengeluarkan isi hatinya yang membuat Rendy semakin merasa bersalah.
" Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud melukai mu. Maafkan aku Rania, aku mungkin egois Rania yang tidak memahami sampai membuat mu melakukan ini sendiri, maafkan aku sudah membuatmu mempunyai beban seberat ini. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih," ucap Rendy yang mengakui jika semua kesalahannya.
Dia memang tidak akan tega dengan apa yang di lakukan Rania, melihat Rania seperti itu sama saja seperti menghancurkan hatinya dan rasa sakit itu bahkan terasa kepadanya.
Bersambung
__ADS_1