Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 114 Rania mengetahui niat jahat Willo


__ADS_3

Rania keluar dari kamarnya yang sudah rapi dengan pakaian rapi yang siap untuk kekantor saat membuka pintu Rania di kejutkan dengan berdirinya Elang di depan pintu.


" kak Elang," ucap Rania tersentak kaget dengan kehadiran Elang tiba-tiba, " ngapain kakak di sini?" tanya Rania heran.


" Maaf Rania aku mengagetkanmu," sahut Elang.


" Tidak apa-apa," sahut Rania ketus, " memang ada apa?" tanya Rania.


" Ini!" Elang memberikan Rania undangan yang membuat Rania heran.


" Undangan siapa ini?" tanya Rania heran yang mengambilnya dari tangan Elang.


" Putri, kamu masih ingat Putri teman SMA kamu dulu yang selalu menemani kamu kalau kita bertemu. Aku tidak sengaja bertemu dengannya semalam. Dan dia menitipkan undangan padamu di acara pernikahannya. Dia bilang dia tidak memiliki nomor mu. Makanya menitipkannya pada ku," jelas Elang


" Oh, begitu rupanya. Kalau begitu terima kasih," sahut Rania menanggapi datar saja.


" Ya, sudah aku pergi dulu. Kamu jangan lupa datang. Kalau kamu tidak datang. Aku takutnya. Putri menyangka aku tidak menyampaikan amanahnya," ucap Elang


" Insyaallah," sahut Rania.


" Kalian ber-2 ngapain di sini," sahut Sarah yang tiba-tiba datang.


" Tante Sarah, aku tadi...."


" Rania, apa Elang habis dari kamar kamu," sahut Sarah yang langsung menuduh. Rania mendengarnya langsung kaget, begitu juga dengan Elang.


" Apa maksud Tante?" tanya Rania.


" Kamu ini, gimana sih, masa iya suami keluar Negri. Kamu malah biarkan Pria memasuki kamar kamu," lanjut Sarah yang mulutnya memang asal main tuduh saja.


" Tante jangan bicara sembarangan," sahut Rania yang langsung membantah.


" Ada apa ini!" tiba-tiba Oma Wati datang setelah, melihat keributan di depan kamar Rania.


" Ini Bu, bisa-bisanya Rania membiarkan Elang memasuki kamarnya," sahut Sarah yang mengkompor-kompori. Rania kagetnya sampai menganga yang mendapat tuduhan itu.


" Rania, kamu melakukan itu?" tanya Oma Wati yang menatap Rania dengan serius.


" Tidak Oma. Aku tidak melakukannya," bantah Rania.


" Sudahlah Rania jangan berbohong, saya jelas melihatnya," sahut Sarah yang memfitnah.

__ADS_1


Rania menarik napasnya panjang dengan membuangnya perlahan sangat terbiasa dia mendapatkan fitnah. Dan apalagi tidak ada suaminya. Dia akan terus menjadi bulan-bulanan orang yang tidak menyukainya .


" Ya, Allah Tante Sarah kenapa memfitnah ku seperti itu dan kak Elang kenapa hanya Diam. Bahkan tidak bicara sama sekali," batin Rania yang sangat lelah dengan posisinya.


" Lihatlah, sekarang kamu diam. Itu adalah pertanda apa yang saya lihat memang benar," sahut Sarah.


" Rania, memang kenapa Elang harus masuk kamar kamu. Kamu membutuhkan apa sampai harus memerlukan Elang?" tanya Oma Wati yang terlihat marah pada Rania.


" Oma, aku sudah mengatakan. Tidak ada yang masuk kamarku. Aku harus kekantor aku terlambat. Di sana ada cctv, bisa kalian lihat apa kah ada yang masuk kekamarku atau tidak. Dan di sini juga ada dia maka tanyalah kepadanya. Aku permisi," sahut Rania berbicara dengan tenang dan langsung pergi.


Sarah langsung melihat ke arah cctv dan sekarang dia kalah malu.


" Kenapa juga harus ada cctv di sini," batin Sarah kesal.


" Elang apa yang kamu lakukan sebenarnya?" tanya Oma Wati.


" Aku hanya membagikan Rania undangan hanya itu saja. Aku juga tidak masuk kedalam kamarnya," jawab Elang jujur, " saya permisi dulu," ucap Elang pamit.


" Sarah, lain kali kamu itu lihat dengan benar. Baru bisa mengambil tindakan untuk bicara," ucap Oma Wati menegaskan dia pun langsung pergi.


" Lagi-lagi dan lagi. Aku tidak bisa melakukan apapun. Rania selalu menang, dia selalu bisa membuktikan kalau dia tidak bersalah. Aku harus melakukan hal yang terakhir. Rencana terakhir ini tidak akan gagal," batin Sarah dengan penuh rencana.


**********


" Ibu tidak apa-apa?" tanya Astri.


" Tidak apa-apa. Saya hanya sedikit pusing," jawab Rania.


" Mau kerumah sakit sebentar?" tanya Astri.


" Tidak usah Astri, saya sudah tidak apa-apa," sahut Rania menolak.


" Baiklah kalau begitu," sahut Astri.


Rania pun melihat ke Luar jendela dan tidak sengaja matanya melihat ke arah sebuah Restaurant dan melihat Willo dan Sarah yang duduk saling berhadapan.


" Kak Willo Tante Sarah, ngapain mereka bertemu," batin Rania dengan penasaran yang terus memperhatikan Willo dan juga Sarah.


" Astri berhenti!" ucap Rania tiba-tiba.


" Baik Bu," sahut Astri yang langsung memberhentikan mobil di pinggir jalan. Tepat di depan Restauran itu.

__ADS_1


" Ada apa ya Bu?" tanya Astri.


" Tidak apa-apa!" jawab Rania.


Namun matanya terus memperhatikan ke arah Restaurant di mana Willo dan Farah yang berbicara serius. Rania mengamati dua orang itu sampai dua orang itu sama-sama berdiri, saling bersalaman dan keluar dari Restaurant secara bersamaan.


Di mana Willo mengantarkan Sarah memasuki mobil sampai mobil itu akhirnya melaju meninggalkan Willo yang sendirian yang menyunggingkan senyumnya.


Rania pun langsung cepat-cepat keluar dari mobil dan langsung menghampiri Willo.


" Kak Willo!" panggil Rania yang membuat Willo kaget dan Rania langsung menghampiri kakaknya.


" Apa yang kakak lakukan. Kenapa kakak dan Tante Sarah bertemu?" tanya Rania yang langsung to the point.


" Apa maksud kamu, Sarah, Sarah siapa?" tanya Willo pura-pura tidak tau.


" Kenapa nih anak jadi ada di sini. Sekarang dia malah tau lagi," batin Willo yang berusaha untuk tenang.


" Sudahlah kak. Kakak pikir aku tidak tau apa yang kakak lakukan hah! Aku jelas melihat kakak dan Tante Sarah bicara," sahut Rania.


" Kamu itu kepo banget jadi orang. Terserah orang mau bicara dengan siapa. Kamu nggak usah ikut campur. Kamu urus saja diri kamu dan rumah tangga kamu yang di ambang kehancuran itu," sahut Willo menegaskan.


" Apa maksud kakak?" Sabut Rania yang tampak kaget dan penuh pertanyaan kenapa kakaknya tiba-tiba mengatakan masalah rumah tangganya.


" Tidak apa-apa. Aku hanya menabak- nebak saja dan memperingatkan kamu pada takdir kamu yang tidak akan pernah bahagia. bye," sahut Willo dengan santainya yang langsung perigi.


" Kenapa kak Willo bicara seperti itu. Apa jangan-jangan...." batin Rania mencurigai sesuatu.


" Apa kembalinya kak Elang ada kaitannya dengan kakak," sahut Rania yang membuat langkah Willo berhenti.


" Kenapa nih anak langsung bisa menebaknya," batin Willo yang kelihatan panik. Rania menghampiri Willo dan kembali berdiri di hadapannya.


" Jawab kak!" desak Rania.


" Kenapa kamu takut. Kamu takut jika seluruh keluarga yang kamu bangga-banggakan itu akan mengetahui siapa Elang hah!. kamu takut jika orang - orang tau kalau Elang adalah mantanmu. Pria yang kamu cintai iya," sahut Willo.


" Apa yang kakak bicarakan. Jadi benar semua masalah ini datang dari kakak?" ucap Willo.


" Kalau iya kenapa. Ahhhh sudahlah kamu siap-siap saja dengan petaka untukmu. Bye," sahut Willo yang langsung pergi meninggalkan Rania.


" Kak tunggu," panggil Rania.

__ADS_1


" Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa kak Willo setega itu. Apa dia berencana untuk merusak rumah tanggaku, ya Allah lindungi pernikahan ku dengan Rendy," batin Rania dengan penuh kekhawatiran.


Bersambung


__ADS_2