Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 217 Mengetahui sesuatu.


__ADS_3

Sudah lebih 1 bulan Rania pulang dari rumah sakit. Dia juga sudah mengikuti kontrol dan meminum obat dengan rutin. Namun Rania memang belum berani untuk pergi kemakam anaknya dan Rendy pun tidak pernah memaksakan hal itu. Dia terus memberi waktu untuk Rania. Karena dia tau apa yang terjadi pada Rania bukanlah hal yang begitu muda.


Rendy terlihat di atas tempat tidur dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Sementara Rania duduk di meja rias dengan siap-siap mau tidur seperti biasanya. Karena dia juga sudah mengganti pakainya dengan pakaian tidur yang terlihat minim kali ini dan Rania bahkan memberi riasan pada wajahnya.


Sangat cantik. Mau tidur aja dia harus berdandan dan sepertinya kali ini berbeda yang terlihat Rania mau mengajak suaminya berkencan di atas tempat tidur.


Setelah merasa cukup Rania menyemprotkan Parfum pada tubuhnya dan lalu langsung menghampiri tempat tidur langsung memeluk Rendy yang membaca buku dengan bermanja di dada suaminya itu. Randy tersenyum dengan mencium pucuk kepala Rania sembari tangannya mengusap-usap punggung Rania.


" Kamu wangi sekali," ucap Rendy


" Memang sengaja," ucap Rania mengangkat kepalanya untuk melihat Rendy dan Rendy juga melihatnya dengan tersenyum.


" Sengaja kenapa?" tanya Rendy dengan menaikkan 1 alisnya kedepan. Rania sedikit menaikkan kepalanya dan mengecup bibir Rendy. Seakan Rania memberikan kode pada suaminya. Rendy tersenyum dengan mencium kening Rania.


" Apa pekerjaan hari ini sangat melelahkan?" tanya Rania.


" Lumayan," jawab Rendy.


" Kenapa Rendy terus membaca. Bukannya dia pasti mengerti," batin Rania kebingungan.


Rania merasa ada yang aneh dengan suaminya. Jelas suaminya mengerti apa yang di inginkan Rania. Tetapi suaminya tidak melakukannya juga dan sibuk dengan pekerjaannya.


Rania pun bertindak sendiri dengan mengambil buku yang di pegang Rendy dan menyimpannya di atas nakas.


" Aku cemburu pada buku itu," ucap Rania dengan wajah manyunya. Rendy tersenyum dan melihat istrinya.


" Maaf, jika membuatmu cemburu," ucap Rendy. Rania kembali memeluknya dan Rendy juga memeluknya dengan erat dengan mencium pucuk kepala Rania.


" Aku menciumi Rendy," ucap Rania.


" Aku juga Rania," sahut Rendy yang hanya memeluk Rania tanpa melakukan apa-apa. Rania mengangkat kepalanya kembali dan melihat wajah suaminya yang tampak biasa saja.

__ADS_1


" Sudah malam kita sebaiknya istirahat. Besok kami ada kontrol pagi dengan Dokter Anggi. Jadi kita harus pagi-pagi kerumah sakit. Jadi sekarang sebaiknya kita istirahat," ucap Rendy dengan lembut.


" Istirahat," sahut Rania yang terlihat heran. Rendy mengangguk.


" Kamu memang tidak merindukanku?" tanya Rania.


" Rania kita bertemu setiap hari," sahut Rendy yang benar-benar begitu aneh yang membuat Rania kebingungan.


" Ayo sayang kita istirahat," ucap Rendy yang kembali mencium pucuk kepala Rania dan menarik selimut untuk mereka berdua. Hal itu membuat Rania kebingungan.


" Tidak mungkin Rendy tidak tau apa yang aku inginkan," batin Rania yang terlihat kebingungan dengan sikap suaminya yang terlihat santai dan bukannya menyentuhnya. Malah ingin tidur.


Rania yang terlihat kecewa langsung bangkit dari ranjang tiba-tiba.


" Kamu mau kemana?" tanya Rendy heran.


" Mau kekamar mandi," sahut Rania yang langsung pergi.


" Maafkan aku Rania. Aku hanya ingin kamu baik-baik saja. Aku mengerti apa yang kamu pikirkan. Untuk sementara aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak ingin kamu kenapa-napa," batin Rendy yang ternyata tau apa yang di inginkan istrinya. Tetapi dia tidak ingin melakukannya. Karena semua demi Rania.


Rendy dan Rania turun dari mobil. Hari ini Rania ikut kerumah sakit. Karena hari ini dia harus kontrol dengan Dokter. Tangan mereka tidak pernah lepas untuk saling menggenggam.


" Habis kontrol kamu mau langsung pulang?" tanya Rendy. Rania menggelengkan kepalanya.


" Aku mau mengganggumu beraktivitas jadi aku mau di rumah sakit saja," sahut Rania dengan tersenyum.


" Kalau kamu yang menggangu sih aku pasti senang," sahut Rendy.


" Hmmm, baiklah aku akan terus mengganggumu," sahut Rania. Rendy hanya tersenyum dengan mengacak-acak rambut istrinya.


" Nanti kamu istirahat di ruangan ku saja," ucap Rendy.

__ADS_1


" Baik sayang," sahut Rania yang tersenyum lebar.


**********


Rania pun langsung kontrol dengan Dokter Anggi dan setelah selesai kontrol Rania menunggu di ruangan Rendy sementara Rendy pasti sedang menangani pasien. Rania hanya di ruangan itu rebahan sambil membaca buku.


Pasti jenuh.Tapi dia merasa jika berada di dekat suaminya akan lebih tenang dan apalagi Rania juga sudah berhenti kerja dan tidak ada rencana untuk Rania untuk masuk kembali. Karena dia ingin fokus pada kesehatannya dan juga pada suaminya.


" Lapar tiba-tiba," batin Rania yang memegang perutnya yang keroncongan.


" Apa Rendy sudah selesai operasi," gumamnya yang penasaran.


" Hmmm, sebaiknya aku cari makanan saja biar nanti langsung makan siang dengan suamiku," ucap Rania yang menyimpan buku yang di bacanya di atas meja dan langsung keluar dari ruangan suaminya.


" Rendy di mana ya, dia kira mau makan apa ya," batinnya yang mencari keberadaan suaminya.


" Sebenarnya apapun pasti di makannya kalau aku membelinya. Tapi aku tetap ingin dia memakan apa yang harus di inginkannya," batin Rania


Rania melewati ruangan Dokter Anggi dan kebetulan ruangannya itu terbuka dan melihat punggung suaminya yang duduk yang sedang bicara dengan Dokter Anggi. Rania ingin masuk namun seketika berhenti.


" Di jaga ya Dokter kalau mau berhubungan intim. Untuk saat ini sebaiknya jangan dulu. Kita lihat dulu perkembangan dari Bu Rania. Karena ini pasti berpengaruh untuk kesehatannya. Karena takutnya jika Bu Rania akan mengandung. Jadi jangan sampai istrinya hamil ya. Karena itu sangat bahaya untuk Bu Rania," ucap Dokter Anggi mengingatkan Rendy.


Rania yang mendengarkan pernyataan Dokter membuat nya begitu kaget.


" Dokter harus bersabar ya," ucap Dokter Anggi lagi.


" Baiklah Dok, saya pasti akan melakukannya demi kesehatan istri saya," sahut Rendy yang harus menahan hasrat demi Rania agar tidak kenapa-kenapa.


" Ya Dokter tau sendiri kan. Kita bisa saja memberi Bu Rania PIK kontrasepsi atau suntik KB. Tapi itu jauh lebih berbahaya dan resikonya sangat berat dan hanya tidak melakukan hubungan untuk sementara jalan satu-satunya yang terbaik," jelas Dokter. Rendy mengangguk yang pasti paham dengan semua yang di katakan Dokter padanya.


" Jadi itu alasannya kenapa sudah begitu lama Rendy sama sekali tidak menyentuhku dan ternyata dia takut aku kenapa-kenapa. Lalu sampai kapan semua ini," batin Rania yang ternyata sudah merasa ada yang salah tentang rumah tangganya dengan suaminya.

__ADS_1


Sudah lama pulang dari rumah sakit. Dia juga sudah merasa jauh lebih baik dan dia dan Rendy tidak tidak pernah berhubungan. Apa yang di pikirkan Rania akhirnya terjawab.


Bersambung


__ADS_2