Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 160 Pria asing.


__ADS_3

Anisa yang hatinya begitu sakit terus berlari dengan air matanya sampai dia tidak menyadari Zahra berjalan di depannya dan akhirnya membuat Anisa menabrak Zahra.


" Auhh," lirih Zahra, tabrakan itu bukan membuat Zahra yang jatuh, tetapi Anisa yang terjatuh terduduk di lantai di depan Zahra.


" Kamu ini apa-apaan sih Anisa nggak liat-liat jalan apa," ucap Zahra kesal dengan memegang bahunya yang lumayan sakit karena perbuatan Zahra.


" Maaf-maaf, aku tidak sengaja," sahut Anisa yang mencoba berdiri. Namun Anisa tampak kesulitan berdiri.


" Kamu kenapa, kok nangis?" tanya Zahra heran.


" Tidak aku tidak apa-apa," jawab Anisa bohong dan dengan cepat menyeka air matanya lalu berdiri dengan cepat dan malah berlari melewati Zahra yang menuju keluar pintu. Zahra sampai membalikkan tubuhnya dengan dahinya yang mengkerut heran dengan Anisa yang melakukannya aneh-aneh saja.


" Mau kemana dia malam-malam begini, aneh sekali dia," batin Zahra yang penuh kebingungan dengan melihat Anisa yang tampak berlari keluar.


" Ahhhh, masa bodoh biarin ajalah," ucap Zahra yang tidak mau tau dengan urusan Anisa karena pekerjaannya masih begitu banyak.


***********"


Hujan yang deras sambaran petir yang kuat Anisa berlari di pinggir jalan dengan air matanya yang semakin mengalir deras, suara isakan tangis yang tidak terdengar karena hujan yang deras.


Kata-kata Rendy hanya kembali teringat di dalam lintasannya, perasaannya yang semakin hancur yang sudah beberapa kali jelas mendengar kata-kata yang sama dari Rendy.


Larinya Anisa membuatnya tiba-tiba terduduk di tengah aspal,


" Arggghhhh!" teriak Anisa dengan suaranya yang menggelegar. Anisa harus mengingat masa-masanya dulu bersama Rendy. Sebelum bertemu dengan Rania. Di mana Rendy dan dia begitu dekat dan bahkan Anisa hanya ingin menikahi Rendy dan sudah mengatakan itu berkali-kali.


Semuanya hancur pupus, hanya tinggal kenangan yang mana pria yang di cintainya yang akhirnya tidak akan pernah bisa di milikinya sampai kapanpun itu.


" Mengapa Rendy, mengapa!" teriak Anisa dengan penuh kekecewaannya.


" Kenapa tidak sekalipun kamu memberiku kesempatan, kenapa Rendy, kenapa, tuhan apa ini adil untukku, ini sangat tidak adil untukku, ini sangat tidak adil," teriak Anisa yang sekarang telah menyalahkan takdir. Menyalahkan Tuhannya dengan apa yang terjadi. Namun tanpa ingin memperbaiki diri.

__ADS_1


" Aku membencimu Rendy, aku membencimu, aku sangat membencimu Rendy, aku sangat membencimu Rendy," teriak Anisa dengan suaranya yang menggelegar.


Di tengah tangisnya yang di bawah hujan deras. Tiba-tiba sebuah cahaya mobil menerpa Anisa yang membuat Anisa memejamkan matanya yang dengan meletakkan punggung tangannya di wajahnya yang merasa begitu silau.


Anisa mengerjap-ngerjapkan matanya yang melihat mobil berhenti di depannya dan pintu mobil itu terbuka dan terlihat sepatu kaki seorang Pria yang berpijak pada bumi.


Pandangan Anisa tidak begitu jelas dengan apa yang di lihatnya. Karena cahaya dari lampu itu masih terus menerpa wajahnya. Namun seorang pria yang memakai payung terlihat keluar dan langsung melangkah mendekatinya.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Pria itu yang sudah berjongkok di depan Anisa. Walau sudah dekat. Namun Anisa tidak bisa melihat jelas siapa Pria itu dan bahkan pandangannya mendadak rabun dan tidak lama membuat Anisa pingsan dan Pria itu dengan cepat menahan kepala Anisa agar tidak jatuh sama sekali.


" Hey, ada apa denganmu, hey bangun, hey," ucap Pria itu yang malah panik dengan Anisa yang tiba-tiba pingsan.


" Bagun hey, ya ampun kenapa jadi seperti ini kenapa coba dia bisa pingsan segala, cari masalah aja," ucap pria itu kebingungan dan mau tidak mau harus membawa Anisa pergi karena tidak mungkin meninggalkannya.


************


Di dalam sebuah kamar yang cukup berukuran besar yang mana Anisa berada di atas tempat tidur. Anisa hanya menggunakan bathrobe putih. Karena mungkin pakainnya basah dan harus di ganti dengan bathrobe. Selain itu Anisa juga tidak memakai jilbab sama sekali, menampilkan rambutnya yang panjang yang masih basah.


" Di mana aku," lirihnya yang merasa begitu pusing.


Saat memijat kepalanya dia merasa ada yang aneh dan membuatnya langsung memeriksa. Anisa langsung terkejut dengan dua yang tidak memakai jilbab sama sekali.


" Aku ada di mana, kemana jilbabku," batin Anisa yang benar-benar schok dan langsung duduk dengan cepat. Anisa semakin terkejut melihat dirinya yang hanya memakai bathrobe yang membuat matanya membulat sempurna.


" Apa yang terjadi di mana aku, dan tempat apa ini dan kenapa aku bisa ada di sini," batin Anisa dengan panik dengan kepalanya berkeliling melihat tempat itu dan bahkan penampilannya yang berubah.


Ceklek.


Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan menampilkan seorang Pria yang tadi yang telah keluar dari mobil yang menghampiri Anisa. Di mana Pria itu memasuki kamar Anisa.


" Siapa kamu?" tanya Anisa panik melihat pria tampan itu mendekati ranjang.

__ADS_1


" Aku Agam," sahut Pria itu dengan santai.


" Aku tidak bertanya siapa namamu," sahut Anisa dengan kesal.


" Bukannya tadi kamu barusan menanyakannya," sahut Pria itu dengan santai .


" Kenapa kamu bisa ada di sini dan kau kenapa bisa ada di sini," sahut Anisa dengan wajah paniknya.


" Ya ini kamarku makanya aku bisa ada di sini dan kamu ada di sini karena aku membawanya," sahut Adam dengan santainya bicara.


" Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Anisa.


" Kamu pingsan dan aku tidak mungkin meninggalkan mu di jalanan," jawab Agam. Anisa berusaha mengingat kejadian yang sebenarnya. Apa benar dia memang pingsan tadi.


" Lalu kenapa aku bisa seperti ini. Di mana pakaianku dan juga jilbab ku, kenapa aku memakai pakaian ini?" tanya Anisa dengan panik.


" Pakainmu di kamar mandi. Pakaian mu basah, jadi aku menggantinya," sahut Agam dengan santai membuat Anisa kaget mendengarnya.


" Apa katamu?" tanya Anisa dengan matanya yang melotot.


" Apa," sahut Agam.


" Kau mengganti pakaian ku?" tanya Anisa memastikan. Agam mengangguk dengan santai.


" Kurang ajar, apa yang kau lakukan kepadaku, berani sekali kau mengganti pakaian ku, kau pikir kau siapa?" teriak Anisa dengan penuh kemarahan. Agam sampai menutup telinganya kebisingan dengan suara Anisa.


" Apa yang kau lakukan kepadaku brengsek!" umpat Anisa yang terus memaki-maki Agam.


" Apa yang aku lakukan hanya mengganti pakaian mu saja. Aku tidak melakukan apa-apa dan bukannya itu hal biasa," sahut Agam dengan entengnya bicara.


" Apa katamu bisa, kau benar-benar lantang melakukannya. Kau pikir aku pelacur hah!" teriak Anisa kesetanan dengan melempar Agam bantal, Agam si Pria santai itu hanya bisa mengelak dengan dari amukan Anisa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2