Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 291


__ADS_3

Rania masih memeluk Asyifa putri kecilnya yang 4 tahun lalu di lahirkannya dan Rendy juga berjongkok yang ikut memeluk istrinya beserta anaknya. Setelah berpelukan lama dengan air mata yang mendampingi pelukan itu saling di lepas.


Asyifa tersenyum melihat ibu dan ayahnya yang ada di depannya. Dia mengusap air mata ibunya, lalu bergantian dengan ayahnya. Kemudian Asyifa mengambil tangan ibunya dan dan juga tangan ayahnya. Saling menyatukan tangan itu.


" Guru ngaji Asyifa bilang. Kalau Siti hawa istri nabi Adam di buang kebumi karena melarang perintah dari Allah dan setelah itu Nabi Adam juga di turunkan kebumi dan akhirnya nabi Adam dan Siti Hawa di pertemukan di bukit Jabal Rahmah. Sama dengan ibu Asyifa dan ayah Asyifa. Allah mengabulkan doa Asyifa dan ibu dan ayah sekarang sudah bersatu di tempat yang sama dengan Nabi Adam dan Siti Hawa," ucap Asyifa yang berbicara begitu lancarnya membuat Rania dan Rendy saling melihat dengan mengukir senyum.


Jika Rendy pasti sudah terbiasa dengan kepintaran Asyifa. Namun jika Rania pasti tidak menyangka putrinya akan seperti ini. Sangat pintar bahkan sangat dewasa.


" Apa ayah senang bisa bertemu ibu?" tanya Asyifa. Rendy hanya menganggukkan kepalanya.


" Lalu ibu bagaimana. Apa ibu senang bisa bertemu ayah dan juga Asyifa?" tanya Asyifa.


" Ibu sangat bahagia Asyifa. Ibu tidak percaya


Jika doa-doa ibu terkabul dan itu semua juga karena Asyifa. Asyifa anak ibu yang sangat pintar yang membuat ibu bisa bertemu dengan ayah," Rania.


" Sama-sama ibu. Asyifa tidak melakukan apa-apa kok. Yang penting Asyifa bisa melihat ibu dan ayah saking berbahagia," ucap Asyifa. Rania mengangguk-angguk dengan mengusap-usap pipi Asyifa.


" Rania!" tiba-tiba terdengar suara Pria yang khas membuat Rania mencari suara yang berasal dari belakang Asyifa.


Suara papanya yang mana Rudi begitu terkejut melihat Rania yang ternyata masih hidup. Bukan hanya Rudi. Ada Nia, Willo, Ratih, keponakannya Lulu dan Dedy dan bahkan ada ibu Maryam bersamaan keluarga Rendy.


Melihat keluarganya ada di sana membuat Rania perlahan berdiri dan langsung berlari memeluk papanya.


" Papa!" lirih Rania yang sudah berada di pelukan Rudi.


" Alhamdulillah ternyata benar ini kamu nak, kamu masih hidup Rania, kamu benar-benar Rania," ucap Rudi yang tidak habis pikir masih bisa memeluk putrinya itu.


" Iya pah, ini Rania. Rania masih hidup. Rania tidak pernah meninggal pa," jawab Rania yang tersedu-sedu menangis di pelukan papanya yang begitu merindukan keluarganya. Rudi melepas pelukan itu dengan memegang ke-2 bahu Rania yang masih mengamati apa ada yang kurang dari tubuh anaknya. Atau benar atau tidak itu adalah anaknya.

__ADS_1


" Alhamdulillah ya Allah kamu benar-benar Rania, papa tidak percaya kamu benar-benar masih hidup sayang," ucap Rudi. Rania mengangguk-angguk dengan air matanya yang mengalir deras.


Rania melihat kesamping papanya dan melihat ibu mertuanya. Wanita yang begitu menyayanginya yang sekarang juga menagis melihatnya dan Rania langsung memeluk mertuanya yang melebihi Malaikat itu.


" Alhamdulillah sayang, mama tidak percaya ternyata mama masih bisa memeluk kamu. Mama sungguh-sungguh tidak percaya nak," ucap Ratih yang memeluk erat Rania.


" Rania juga tidak percaya masih di beri kesempatan untuk memeluk mama. Rania juga tidak percaya ma," ucap Rania dengan menumpahkan kerinduannya.


Ratih melepas pelukan itu dengan memegang ke-2 pipi Rania sembari mengusap air mata yang ada di pipi itu dan juga mencium lembut kening menantunya itu.


" Masyallah kamu begitu cantik nak, kamu adalah menantu mama yang begitu mama rindukan," ucap Ratih.


" Rania juga sangat merindukan mama," jawab Rania.


" Rania!" lirih Willo yang ingin memeluk adiknya itu. Rania pun langsung memeluk kakaknya itu yang pasti juga di rindukannya itu.


" Kak Willo!" ucap Rania.


Setelah saling memeluk dengan luapan kerinduan kepada kakaknya. Melody juga memeluk adik iparnya Nia.


" Nia berada mimpi bisa memeluk kakak lagi. Maafkan Nia yang percaya-percaya aja dengan kematian kakak," ucap Nia yang terus memeluk erat kakak iparnya dengan tangisnya yang sengugukan.


" Kakak yang minta maaf Nia. Kakak sudah merepotkan kamu untuk menjaga Asyifa. Maafkan kakak Nia," ucap Rania. Dia mengingat jelas jika dulu hanya Nia harapannya untuk menjaga Asyifa bahkan akhir-akhir dia persalinan terus mengingatkan Nia masalah ini itu untuk merawat dan membesarkan Nia.


" Nia happy kok kak telah menjaga Asyifa. Jangan meminta maaf. Karena semua itu memang tugas Nia," ucap Nia yang sudah melepas pelukan itu.


" Makasih ya," ucap Rania. Nia mengangguk-anggukkan kepalanya.


Mata Rania juga melihat keponakannya dan langsung memeluknya secara bersamaan.

__ADS_1


" Tante kangen sama kalian, kalian sudah menjadi temannya Asyifa. Makasih ya sayang," ucap Rania.


" Kita kangen sama Tante. Asyifa ternyata tidak bohong jika memang bertemu dengan Tante. Maafkan Lulu yang tidak percaya dengan Asyifa. Lulu jadi menyesal," ucap Lulu.


" Benar. Ternyata Tante Rania masih hidup. Tante Rania tidak pernah meninggal dan masih bisa di peluk," sahut Dedy.


" Iya sayang Tante masih hidup. Tante senang bisa bertemu kalian lagi. Dan jangan pernah minta maaf pada Tante. Karena tidak yang salah. Kalian juga tidak tau apa-apa," ucap Rania yang sudah melepas pelukan itu.


Rania mengusap air mata keponakannya secara bergantian dan setelah itu. Rania melihat ke arah Maryam wanita yang merawatnya selama ini.


" Kenapa ibu ada di sini?" tanya Rania heran.


" Rania, ibu Maryam sudah menceritakan semua kepada kami. Apa yang terjadi pada kamu sebenarnya," sahut Rudi.


" Benar Rania begitu kamu bercerita bertemu anak kecil yang memanggil kamu ibu. Jadi ibu langsung bergerak cepat untuk mencari keluarga kamu dan Alhamdulillah sangat di mudahkan dan ibu sudah menjelaskan semuanya kepada Meraka dan ibu juga tidak percaya jika ingatan kamu juga pulih dan sudah bertemu dengan suami kamu," jelas Maryam bercerita alasannya datang bersama yang lainnya.


" Maafkan kami Rania dengan kejadian 4 tahun lalu. Ledakan di rumah sakit itu membuat banyak korban dengan wajah yang terbakar. Saat itu juga para korban harus di makamkan dengan buru-buru dan setelah Dokter memastikan kamu adalah Rania keluarga pun memutuskan untuk memakamkan kamu. Padahal Rendy juga tidak ada saat itu," jelas Ratih yang ikut menyesal dengan kejadian itu.


" Benar Rania. Seharusnya kita otopsi ulang dulu mayatnya. Tetapi karena panik dan penuh duka. Hal itu tidak kepikiran yang ternyata kamu justru selamat," sahut Willo menambahi.


" Itu kesalahan saya. Bukan kalian. Jadi sayalah yang harus bertanggung jawab," ucap Maryam.


" Jangan menyalahkan ibu. Tidak ada gunanya melihat kebelakang. Intinya Rania sekarang sudah sembuh. Rania masih hidup dan justru Rania berterimakasih dengan semua kebaikan ibu Maryam kepada Rania dan juga keluarga," ucap Rania. Maryam mengangguk-angguk yang pasti begitu bahagia. Karena wanita yang di rawatnya selama ini bisa bertemu kembali dengan keluarganya.


" Alhamdulillah ya Allah ayah kebahagian ini. Terima kasih ya Allah untuk kebahagian ini. Terimakasih engkau telah memberikan kembali anak baik ini. Terima kasih masih memberi kami banyak kesempatan untuk membahagiakannya," ucap Ratih.


Semua air mata berlinang membasahi pipi mereka yang tersenyum lebar yang tidak percaya dengan kebahagian itu. Kembalinya wanita yang di rindukan itu.


Rania dan Rendy kembali berpelukan yang masih belum cukup untuk melepas rindu. Yang lain saling melihat dengan tersenyum penuh keharuan. Asyifa sendiri pasti tersenyum lebar dengan pemandangan indah itu papa dan mamanya yang akhirnya bersatu.

__ADS_1


Bukit Jabal Rahmah menjadi pertemuan Rendy dan Rania setelah berpisah selama 4 tahun dan semua karena gadis kecil yang pintar yang mempersatukan orang tuanya.


Bersambung


__ADS_2