Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 260 Makan bersama.


__ADS_3

Sangat jarang terjadi makan bersama mereka diluar makan siang bersama Ratih, Nia, Rendy dan juga Rania. Yang pasti sesuai dengan janji, Ratih yang memilihkan tempat makan. Ratih hanya Random saja yang tiba-tiba lewat dan melihat salah satu Restaurant. Jadi memilih untuk berhenti atau makan di tempat itu.


Mereka juga sudah memesan makanan dan sudah mulai menikmati makanan yang terhidang di atas meja tersebut.


" Mama sering kemari?" Rania di sela-sela makannya.


" Sering bagaimana!" sahut Ratih.


" Apa itu artinya mama baru pertama kali kemari?" tebak Nia.


Ratih menganggukkan kepalanya yang memang benar apa adanya jika dia baru pertama kali ke Restaurant itu. " kalian juga sih yang aneh-aneh aja kan mama sudah bilang tidak tau mau mengajak kalian makan di mana. Tetapi kalian malah ngotot mau tetap mama yang pilihkan tempatnya ya sekarang mama hanya asal-asalan pilih tempat saja," sahut Ratih dengan santai.


" Tetapi tidak apa-apa. Makanan di sini enak-enak kok. Berarti feeling mama sangat bagus," sahut Rendy.


" Benar kata mama, makanannya enak-enak. Hmmm kapan-kapan kita kemari lagi makan bersama seperti ini," sahut Rania yang setuju dengan kata-kata suaminya.


" Iya sayang, kita akan makan di sini lagi," sahut Rendy. Rania tersenyum mengangguk dan mereka melanjutkan makan mereka.


Tiba-tiba seorang Pria ber jas yang terlihat berbicara dengan seorang pelayan Restaurant dan ketika mengatakan apa yang ingin di sampaikannya. Kepala pria itu melihat ke seluruh arah bangku-bangku yang di isi oleh pengunjung. Namun satu yang mencuri perhatiannya yang mana matanya fokus melihat kearah meja Rendy dan keluarganya.


" Bukannya itu Nia," batin Pria itu yang memastikan dengan apa yang dilihatnya dan untuk memastikan lagi Pria itu pun langsung menghampiri meja tersebut.


" Nia!" tegur pria itu yang membuat penghuni meja itu melihat kearah sumber suara tersebut termasuk sang pemilik nama yang mana Nia langsung kaget dan Rendy, Rania Ratih justru bingung.


" Hmmm, kak Mario," sahut Nia yang sepertinya mengenal Pria itu.


Rendy dan Rania saling melihat. Seolah Rendy bertanya pada istrinya siapa Pria itu dan Rania mengangkat ke-2 bahunya yang seolah menjawab tidak tau.


" Nia kamu mengenalnya?" tanya Ratih.


" Oh, iya mah," sahut Nia yang terlihat gugup. " ini kak Mario dia ini Dosen di kampus Nia," ucap Nia yang memperkenalkan Pria itu.


" Mario Tante," sahut Mario dengan sopan nya yang langsung mencium punggung tangan Ratih.


" Saya ibunya Nia," sahut Ratih tersenyum ramah. Mario juga mengenalkan dirinya pada Rendy dengan berjabat tangan dengan ramah Rendy mengeluarkan senyumnya dan pasti mengenalkan diri juga pada Rania.


Namun Rania menyatukan ke-2 tangannya dari pada memilih berjabat tangan. Mario yang paham pun melakukan hal yang sama yang mungkin memang Rania merasa bukan mahramnya yang harus bersentuhan.

__ADS_1


" Kak Mario kok ada di sini?" tanya Nia yang tampaknya akrab dengan Pria. Dosen tetapi di panggil kakak. Pertanyaan itu sudah mengisi kepala Rendy dan Rendy akan menjadi kakak yang posesif setelah ini.


" Hmmm, kebetulan Restaurant ini milik saya," sahut Mario dengan tenang.


" Oh iya benarkah," sahut Nia yang tampak kaget, " Ya ampun kebetulan sekali," Nia masih saja tidak percaya.


" Hmmm, kamu benar Nia sangat kebetulan. Saya melihat kamu. Lalu menghampiri kamu. Apa kamu sering makan di sini?" tanya Mario.


" Tidak, ini baru pertama kali," jawab Nia jujur apa adanya.


" Kalau begitu semoga kamu menyukai tempat, suasana dan terlebih lagi makanan di sini," ucap Mario.


" Iya kak enak-enak kok makanannya. Iya kan mah, iya kan kak," sahut Nia yang juga bertanya pada mama dan kakaknya. Mereka ber-3 hanya menganggukkan kepala.


" Alhamdulillah kalau begitu. Hmmm kalian nikmati saja makanannya. Maaf sudah mengganggu. Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Mario dengan sopan.


" Iya kak," sahut Nia.


" Mari semuanya!" ucap Mario pamit langsung pergi.


" Siapa Nia hanya dosen?" tanya Rendy dengan menaikkan 1 alisnya.


" Ya memang dosen di kampus Nia," jawab Nia dengan berusaha tenang


" Dosennya masih mudah banget," sahut Ratih.


" Iya mah, dosen paling muda di kampus Nia," sahut Nia.


" Ehmmm, kayaknya Nia tau banyak tentang dosen tampannya," sahut Rania yang mulai menggoda.


" Ishh kakak apa-apaan sih. Orang nggak ada apa-apa juga," sahut Nia yang malu-malu.


" Yang bilang ada apa-apa siapa. Lebih dari dosen jadinya," sahut Rendy yang benar-benar mengintrogasi adiknya itu.


" Udah deh, nggak usah bahas masalah lain. Dia memang hanya dosen Nia saja," sahut Nia.


" Di kirian calon adik ipar," goda Rania lagi.

__ADS_1


" Kak Rania!" lirih Nia. Rania tertawa kecil dengan melihat merahnya wajah merahnya Nia.


" Selesain kuliah dulu ya Nia, baru pacar-pacaran," sahut Rendy sambil makan.


Rendy memang harus tegas pada adik satu-satunya dan pasti sangat menjaga adiknya itu. Nia hanya mengangguk padahal dia memang tidak ada hubungan apa-apa dengan Pria itu. Kakaknya saja yang posesif dan takut banget kalau dia pacaran.


" Sudah-sudah kita makan lagi," sahut Ratih yang hanya geleng-geleng.


************


Selesai makan dan harus di akui makanan itu sangat enak. Mereka akhirnya keluar dari Restaurant tersebut menuju mobil yang pasti sudah membayar makanan terlebih dahulu.


" Nia!" tiba-tiba suara Pria memanggil Nia membuat semuanya berbalik. Melihat Pria pemilik Restaurant itu menghampiri mereka.


" Kak Mario, ada apa?" tanya Nia.


" Ini Tante," Mario memberikan paper bag coklat pada Ratih dengan ragu Ratih bingung harus mengambil atau tidak.


" Tadi saya melihat kalian tidak memesan menu baru di Restaurant kami. Jadi saya ingin memberikan special untuk Tante dan yang lainnya siapa tau menyukai menu baru kami," ucap Mario.


Rania sudah tersenyum saja dengan pria yang sepertinya mau pendekatan dengan ibu mertua, " Hmmm pasti ada udang di balik bakwan," batin Rania.


" Ya ampun kak, tidak perlu repot-repot," sahut Nia merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa Nia, tidak repot juga kok," sahut Mario.


" Ya sudah nak Mario Tante ambil makanannya, makasih ya," sahut Ratih.


" Saya yang berterima kasih Tante. Sudah mengunjungi Restaurant ini," sahut Mario.


" Ya sudah kalau begitu kami permisi dulu," ucap Rendy.


" Iya... Hmmm Nia sampai ketemu besok di kampus," ucap Mario. Nia mengangguk yang seketika menjadi canggung di dalam situasi tersebut.


" Hmmm, baiklah kita kami kembali," sahut Ratih. Mario mengangguk Ratih dan yang lainnya pun akhirnya memasuki mobil. Mario hanya tersenyum simpul dan kembali masuk kedalam Restaurannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2