Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 223 hari pernikahan.


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun selesai. Pernikahan Anisa pun sudah tiba pada harinya. Pernikahan Anisa sendiri di adakan di rumah Ratih. Tidak banyak yang di undang hanya kerabat dekat-dekat saja dan juga teman-teman Anisa dan juga Agam.


Para tamu dan para keluarga dari 2 mempelai sudah berada di tempat acara yang menunggu acara proses ijab kabul di laksanakan.


Rania terlihat cantik dengan dress panjang berwarna pink lengan panjang dengan rambutnya yang di biarkannya di gerai, dengan suaminya yang memakai setelan jas hitam yang mana mereka sudah duduk dengan tangan mereka yang terus saling menggenggam.


Rania, Rendy, Zahra, Elang, Nia, Ratih, Sarah, ke-2 orang tua Agam duduk di barisan bangku paling depan yang bisa dengan jelas menyaksikan proses ijab kabul tersebut.


Di depan penghulu Agam dan Anisa juga sudah ada di sana yang mana Anisa memakai kebaya putih dan Agam memakai stelan jas putih.


" Apa sudah bisa kita mulai," sahut bapak penghulu.


" Sudah pak," sahut Agam yang terlihat begitu semangat. Namun Anisa malah terlihat sangat dek-dekan.


" Baiklah jika memang pasangannya sudah siap maka kita mulai saja," sahut bapak penghulu. Agam mengangguk. Penghulu langsung mengulurkan tangannya pada Agam dan Agam langsung menyambut uluran tangan itu.


" Saudari Anisa saya nikahkan engkau dengan saudara Agam dengan mahar uang tunai 1miliar di bayar tunai," sahut penghulu.


" Saya terima nikahnya Anisa dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," sahut Agam dengan sehelai tarikan napas.


" Bagiamana saksi sah?" tanya penghulu.


" Sah," sahut para saksi.


" Alhamdulillah," sahut semuanya dengan serentak.


Penghulu langsung memimpin doa untuk dan semua orang-orang berdoa dengan khusyuk. Rania tersenyum dengan pernikahan Anisa yang akhirnya terjadi.


" Terima kasih ya Allah. Akhirnya Anisa bisa sadar dan bisa memilih laki-laki yang tepat. Laki-laki yang tidak beristri. Terima kasih ya Allah untuk semuanya. Semoga Anisa dan suaminya bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan begitu juga dengan pernikahan ku dan Ardian semoga tetap sampai ajal menjemput," batin Rania yang menjadi orang yang paling bahagia dengan pernikahan itu.

__ADS_1


" Hmmmm, sia-sia semuanya. Anisa sudah menikah dengan Agam dan setelah ini. Agam akan membawa Anisa kerumahnya dan semuanya. Tapi tidak apa-apa. Jika Anisa tidak jadi dengan Rendy. Yang penting Anisa tidak mendapatkan pria yang sembarangan. Karena Agam juga Pria yang kaya raya dan soal tampang juga baik dan semoga Anisa tidak melarat aja dengan hidupnya," batin Sarah.


" Aku tidak percaya jika sekarang aku menjadi istrinya. Tetapi tidak apa-apa yang penting janin di dalam kandunganku bisa lahir dengan adanya seorang ayah," batin Anisa.


Setelah acara ijab kabul di laksanakan dengan lancar siangnya Anisa dan Agam melanjutkan dengan resepsi di tempat yang sama. Di mana Annisa berada di atas pelaminan yang sudah bersanding dengan Agam bagai Ratu dan juga Raja.


Mereka mengalami para tamu yang memberikan mereka selamat dan doa untuk pernikahan mereka. Rania dan Rendy juga naik kepelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada Anisa dan juga Agam.


" Selamat ya Anisa untuk pernikahan kamu semoga kamu dan Agam menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah," ucap Rania yang memberi ucapan selamat untuk Anisa.


" Terima kasih Rania untuk doa kamu dan makasih juga kamu sudah membantu banyak dalam pernikahanku," sahut Anisa.


" Sama-sama," sahut Rania. " Agam selamat ya untuk pernikahan kalian berdua," ucap Rania juga.


" Makasih Rania," sahut Agam.


" Makasih Rendy," sahut Anisa dengan wajah Anisa yang tampak senduh.


" Agam selamat ya untuk pernikahan kamu," ucap Rendy yang juga memberi selamat untuk Agam.


" Sama-sama Rendy, makasih sudah banyak membantuku," sahut Agam. Rendy hanya mengangguk. Lalu berlalu bersama istrinya dan Anisa masih tetap melihat punggung Rendy yang masih ada rasa berat untuk melepas Rendy dari hidupnya.


" Mungkin memang ini takdirku yang hanya bisa mencintaimu saja dan Agam datang untuk membuatku tidak bisa bersamamu. Jika ini memang nyata sebagai takdirku. Maka akan aku coba untuk memahami semuanya," batin Anisa yang terus melihat Rendy.


Anisa hanya berusaha untuk ikhlas dan menerima semuanya dan mencoba untuk menjalani semuanya semoga memang ada jalan yang terbaik.


Rendy dan Rania duduk menikmati makanan di meja bulat di mana mereka berdekatan yang Rendy menyuapi Rania makan soto yang ada di salah satu menu makanan.


" Aku melihat kamu dari tadi senyum-senyum. Apa sungguh istriku yang cantik ini yang sepertinya jauh lebih bahagia," ucap Rendy. Rania tersenyum mengangguk.

__ADS_1


" Memang ada yang tidak bahagia. Jika melihat Anisa yang akhirnya menikah," sahut Rania.


" Ya aku jelas sangat bahagia," sahut Rendy.


" Aku juga bahagia dengan begitu dia tidak akan mengharapkan cinta suamiku lagi," sahut Rania.


" Hmmm, sekarang kamu begitu posesif ya," sahut Rendy.


" Tidak ada salahnya sekali-kali menjadi posesif," jawab Rania.


" Baiklah Terserah kamu saja, aku juga bahagia jika di posesifin sama istriku," sahut Rendy. Rania tersenyum mendengarnya.


**********


Setelah acara selesai ternyata Anisa langsung di bawa ke Apertemen Agam. Orang tua Agam juga harus pulang saat itu juga. Anisa dan Agam sudah berpamitan pada keluarga Rendy. Saat perpisahan pasti terjadi kesedihan. Karena Anisa yang di bawa suaminya termasuk Sarah yang pasti hanya tinggal sendiri di rumah itu tanpa adanya Anisa.


Tapi mau bagaimana lagi memang itu sudah seharusnya karena seorang wanita harus mengikuti suaminya.


Tidak lama Anisa dan Agam sudah sampai Apartemen Agam. Apartemen yang pernah di datangi Anisa. Koper Anisa juga sudah di bawa kedalam kamar oleh pelayan di rumah itu dan Anisa sendiri masih melihat-lihat rumah itu. Mengamati rumah Agam tempatnya tinggal.


" Kamu lihat-lihat saja lah. Aku ke atas dulu, aku mau mandi," ucap Agam. Anisa mengangguk dan Agam langsung pergi. Anisa tetap melihat-lihat rumah itu. Dua juga gerah dan ingin mandi. Namun Agam masih ada di kamar mandi.


" Aku tidak percaya sekarang aku benar-benar sudah seorang istri," ucap Anisa yang melihat cincin di jari manisnya.


" Huhhhh, aku tidak bagaimana aku menjalani rumah tangga ini. Sungguh aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk rumah tangga ku ini," Anisa mengalami pergejolakan batin untuk rumah tangganya dan Agam.


Dia memang masih tabu dalam masalah ini dan pernikahannya termasuk begitu terburu-buru. Karena memang dia hamil dan harus segera di laksanakan. Jadi wajar Anisa masih bingung dengan apa yang terjadi selanjutnya nanti.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2