Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 230 Isi hati Anisa.


__ADS_3

Anisa terus gelisah yang menunggu Agam selesai dari kamar mandi dan akhirnya Agam keluar dari kamar mandi menggunakan handuk mandi dengan rambutnya yang masih basah. Begitu Agam langsung keluar Anisa langsung mendekati Agam.


" Aku ingin bicara," ucap Anisa.


" Aku mau tidur," sahut Agam dengan dingin.


" Agam kamu dengar dulu penjelasan aku. Apa yang di katakan mama tadi hanya bercandaan," ucap Anisa. Agam mendengus kasar mendengarnya.


" Ya, kamu dan mama kamu memang sama. Bercanda. Memang itu yang kamu lakukan. Kau sudah mengatakan kamu tidak pernah niat untuk menikah denganku dan tadi terbuktikan jika mama mu saja tidak juga menginginkan aku sebagai menantunya dan semua hanya bercanda dan kata terpaksa. Dua punya menantu yang di inginkannya suami orang lain," ucap Agam dengan suara dingin yang begitu marah dengan Anisa.


" Tidak seperti itu Agam. Kamu salah paham," sahut Anisa dengan lembut yang berusaha membujuk Agam.


" Aku tidak bodoh Anisa dan itu alasan kamu selalu risih jika berhubungan denganku," ucap Agam yang langsung pergi dari Anisa.


" Agam tunggu! panggil Anisa yang menyetop Agam berdiri di depan Agam.


" Aku belum selesai bicara," ucap Anisa.


" Minggir kamu, aku mau menonton," ucap Agam.


" Kita harus bicara dulu!" ucap Agam.


" Aku bilang minggir. Jangan sampai aku kasar kepadamu," ucap Agam. Anisa tetap diam tanpa mau menyinggir. Agam langsung menggeser paksa Anisa dan Anisa hampir saja jatuh. Agam tidak peduli dan duduk di sofa yang dan langsung menghidupkan TV.

__ADS_1


Agama benar-benar tidak peduli dengan Anisa yang berdiri di belangnya yang penuh kebingungan harus melakukan apa.


************


Anisa keluar dari kamar mandi dan melihat Agam masih tetap di tempatnya yang masih menonton Film barat yang adegannya lumayan vulgar.


" Aku tidak akan membiarkanmu marah terus kepadaku," batin Anisa. Anisa langsung berjalan ke arah lemari dan mengambil lingerie merah mencolok dari dalam lemari sana. Anisa langsung memasuki kamar mandi untuk mengganti pakaiannya tersebut.


Anisa berdiri di depan cermin dengan pakaian seksi lengan 1 jari yang panjangnya sepaha itu. Rambutnya di gerainya dengan memberi polesan makeup pada wajahnya dengan bibirnya yang di beri lipstik merah merona.


" Aku yakin dengan begini Agam tidak akan marah kepadaku lagi. Dia hanya menyukai ini dari ku," batin Anisa dengan mengatur napasnya beberapa kali.


Setelah merasa cukup Anisa pun keluar dari kamar mandi dan tetap melihat Agam di sana. Duduk di sofa dengan pakaian yang sama dengan handuk mandi. Anisa terlihat menarik napasnya lagi dan langsung menghampiri Agam berdiri di depan Agam yang membuat layar televisi tidak terlihat lagi.


" Apa yang kamu lakukan Anisa?" tanya Agam dengan suara beratnya yang melihat Anisa berdiri di depannya dengan berpenampilan seksi.


Anisa pun tidak menyinggir dan langsung menghampiri Agam. Anisa duduk di pangkuan Agam yang membuat Agam kaget dengan Anisa yang berada di pangkuannya yang seolah menggoda dirinya.


" Anisa apa yang kamu lakukan!" ucap Agam dengan suara beratnya. Anisa tidak menjawab dan meraba-raba dada Agam dengan mencium leher Agam yang memang benar-benar dia ingin menggoda Agam.


" Hentikan Anisa!" ucap Agam. Anisa tidak mendengarkan apa kata Agam dan tetap melanjutkannya dengan menciumi titik kelemahan Agam yang sengaja untuk menarik birahi Agam yang dia tau kelemahan Agam hanya ada di sana.


Agam bukannya terpancing malah terpancing kemarahan dan Agam mencengkram ke-2 tangan Anisa dan langsung dengan cepat membalikkan posisi mereka di mana Anisa di bawahnya.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan?" tanya Agam.


" Aku, aku hanya ingin melayanimu," jawab Anisa gugup yang melihat mata Agam yang memerah yang begitu tajam menatapnya.


" Kau menganggapku serendah itu. Setelah tadi pagi permasalahan kita hanya ini. Lalu kau capek dengan ribut dan langsung bertindak seperti ini yang kau merasa jika kau melakukan ini masalah akan selesai iya," ucap Agam suaranya yang tertekan.


" Agam bukannya memang itu permasalahan kita. Kau hanya salah paham kepadaku. Aku hanya ingin membuktikan kepadamu. Jika aku tidak pernah risih saat berhubungan dengan mu," sahut Anisa.


" Omong kosong kau pikir aku tidak bisa melihat dari ekspresi mu hah! setelah memulai kau menolak dengan banyak alasan. Kau seakan pasrah dengan apa yang aku minta kau terpaksa melakukannya, tetapi menikmatinya dan setelah selesai kau merasa jijik dengan tubuhmu dengan sentuhanku. Itu yang kau alami Anisa selama ini. Itu yang kau rasakan. Karena apa. Karena hatiku masih bersama orang lain," ucap Agam yang seolah tau apa yang di pikirkan Anisa.


" Tidak seperti itu Agam, sama sekali tidak seperti itu. Aku tidak pernah memikirkan hal itu," sahut Anisa yang membantah pikiran Athar.


" Aku sudah mengatakan, aku tidak sebodoh yang kau pikir dan yang kau lakukan tadi. Karena kau menganggapku begitu remeh. Jika kau tidak ingin di sentuh. Maka aku tidak akan melakukannya. Wanita bukan hanya dirimu saja," ucap Agam menegaskan yang membuat mata Anisa berkaca-kaca dan Agam langsung bangkit dengan kasar dari tubuh Anisa melepas cengkraman ke-2 tangan itu di mana pergelangan tangan Anis memerah.


" Mungkin iya aku mencintai Rendy," sahut Anisa tiba-tiba yang membuat langkah Agam terhenti.


" Tapi itu dulu. Aku berusaha untuk mendapatkannya. Tapi tidak bisa. Karena dia mencintai istrinya dan apa yang kau dengar tadi dari mama mungkin juga benar mama lebih menginginkan aku menikah dengan Rendy dari pada kamu. Agam aku menikah denganmu bukan hanya sekedar untuk bayi ini. Aku juga bisa mengugurkannya dan melanjutkan rencanaku untuk mendapatkan Rendy dengan momen yang tepat di rumah tangganya dan istrinya sedang di uji. Aku bisa melakukannya Agam.


" Tapi tidak semenjak aku di tiduri olehmu. Aku sadar jika yang terjadi kepadaku adalah karma dan aku ingin berubah aku ingin memperbaiki segalanya dengan menikah denganmu. Aku berharap banyak darimu. Bukan pernikahan yang hanya masalah hubungan seksual yang kau lakukan kepadaku. Aku tanya kepadamu pernah tidak kau memikirkan pernikahan ini mau di bawa kemana. Aku menolak risih, itu kenyataan. Karena aku hanya merasa kau hanya menyukai tubuhku tanpa berusaha untuk masuk kedalam hatiku," ucap Anisa sembari meneteskan air matanya.


" Apa salah aku ingin seperti Rania yang setiap saat di cintai suaminya yang tidak memaksa istrinya. Apa salah Agam jika aku mengharapkan cinta dari mu dan perlakukan baik darimu yang menganggapku sebagai wanita yang kau sayangi. Bukan wanita yang kau butuhkan di atas ranjangmu," ucap Anisa dengan mengeluarkan semua apa yang ada di hatinya.


Agam terdiam mendengarnya dengan hembusan napas beratnya dan Agam langsung pergi untuk menenangkan dirinya dan juga meresapi mis komunikasi yang terjadi antara dia dan juga Anisa.

__ADS_1


Anisa menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya dan menagis sengugukan.


Bersambung


__ADS_2