Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 287


__ADS_3

Randy yang memakan kurma seketika melihat ke arah anak-anak yang bermain. Namun pandangan mata Rendy begitu serius. Ketika tidak melihat keberadaan putrinya. Dia bahkan mencari sekali lagi di mana putrinya. Melihat di sekitar arah dengan tetap berada di tempatnya. Namun benar tidak di temukannya putrinya dan sementara Lulu dan Dedy masih ada di sana.


" Asyifa!" Rendy langsung berdiri dengan wajahnya paniknya. Orang-orang di sekitarnya melihat ke arah Rendy.


" Ada apa Rendy?" tanya Pak Rudi.


" Di mana Asyifa, kenapa dia tidak ada di sana?" tanya Rendy yang begitu panik.


Orang-orang yang ada di sana pun melihat ke arah anak-anak tadi bermain dan ternyata memang mereka tidak melihat Asyifa.


" Astagfirullah Al Azdim, Asyifa di mana!" Ratih ikutan panik.


Mereka pun langsung menghampiri tempat itu untuk melihat jelas apakah ada Asyifa atau tidak.


" Lulu, Dedy di mana Asyifa?" tanya Willo.


Lulu dan Dedy melihat di sekelilingnya. Yang juga mencari keberadaan Asyifa. Namun ternyata tidak ada.


" Kalian kenapa diam? di mana Asyifa." Willo kembali bertanya.


" Tadi ada di sana ma?" jawab Lulu.


Rendy yang panik pun langsung mencari anaknya di tempat itu. Ratih, Rudi, Nia dan Willo sendiri ikut mencari keberadaan Asyifa. Tetapi Willo mengantarkan anaknya pulang ke apartemen dulu karena tidak mau ananknya juga nantinya akan lepas darinya karena kepanikan mencari Asyifa dan akhirnya dia yang malah lengah.


Wajah panik, cemas, khawatir menyelimuti wajah mereka, bahkan meminta bantuan orang yang memang bisa membantu untuk mencari anak yang berusia 4 tahun itu.


Yang mana ternyata Asyifa benar-benar mengikuti Aisyah. Wanita yang di yakininya sebagai ibunya. Wanita yang memakai pakaian serba coklat susu itu. Terus berjalan dan Asyifa semakin dekat berada di belakang wanita itu.


" Ibu!" panggil Asyifa. Tidak tau kenapa langkah Aisyah terhenti ketika suara itu terdengar. Bisa saja bukan dia yang di panggil. Namun dia merasa bergetar saat mendengar suara itu.


Dengan perlahan Aisyah membalikkan tubuhnya dan langsung melihat yang memanggilnya anak kecil yang begitu cantik. Anak kecil itu bahkan sekarang berjalan mendekati Aisyah.


Ketika berada di depannya. Aisyah yang diam dan bengong. Namun merasakan sesuatu menurunkan pandangannya untuk melihat anak kecil itu. Asyifa memegang tangan Aisyah menggantung. Bagai di setrum darah Aisyah berdesir saat tangan lembut itu memegangnya. Aisyah berjongkok di depan Asyifa.

__ADS_1


" Kamu memanggil siapa nak?" tanya Aisyah dengan suaranya yang bergetar.


" Memanggil ibu," jawab Asyifa dengan polos yang mata Asyifa tidak hentinya menatap mata Wanita itu.


Aisyah bingung dengan apa yang di katakan anak kecil itu. Namun Aisyah dengan keberaniannya membuka cadar wanita itu. Dan Aisyah tidak marah sama sekali sampai cadar itu sudah tidak terpasang lagi di wajahnya.


Asyifa tersenyum dengan tangan kecilnya mengusap pipi wanita itu, " ibu adalah ibunya Asyifa. Doa Asyifa di kabulkan. Ayah pasti senang bertemu dengan ibu. Ibu memang sangat cantik lebih cantik di album dan foto- di hp ayah," ucap Asyifa yang membelai-belai Aisyah.


Hati Aisyah bergetar mendengar kata-kata anak kecil itu. Tanpa iya sadari air matanya jatuh dan Asyifa langsung mengusapnya. Keyakinan Asyifa itu adalah ibunya. Karena perasaannya anak kecil tidak akan pernah hilang dan Asyifa walau tidak pernah bertemu ibunya. Tetapi dia sangat mengenal wajah ibunya.


" Asyifa sangat merindukan ibu sama dengan ayah," lanjut Asyifa lagi yang terus bicara. Namun Aisyah hanya diam di depan anak kecil itu.


**********


Malam hari tiba. Asyifa tidak juga di temukan dan Rendy beserta yang lainnya kembali ke Apartemen untuk berpikir bagaimana caranya mencari Asyifa.


" Kenapa kamu tidak menjaga Asyifa Lulu dan kamu juga Dedy!" Willo harus memarahi anaknya yang tidak bisa di berikan amanah menjaga sepupu mereka yang masih balita.


" Mereka memang seperti ini. Selalu asyik sendiri main-main. Sampai lupa dengan Asyifa," sahut Willo.


" Sudah Willo!" gertak Rudi dengan pelan.


" Maaf Om Rendy. Asyifa tadi sebelumnya pergi. Tapi tadi Lulu masih lihat ada di sekitar kami," ucap Lulu menunduk merasa bersalah.


" Memang Asyifa tadi mau kemana?" tanya Nia.


" Dia bilang melihat ibunya?" jawab Lulu yang membuat semua orang kaget termasuk Rendy yang langsung melihat serius ke arah Lulu.


" Apa maksud kamu Lulu?" tanya Rendy.


" Semalam Asyifa bilang sama Lulu. Kalau Asyifa ketemu ibunya. Lulu juga bilang pasti Asyifa mimpi karena Tante Rania sudah di surga dan tadi siang. Asyifa bilang mau mengejar ibu," jelas Lulu.


Jujur hati Rendy menjadi luka. Sedih saat anak yang di pikirnya tidak merindukan sosok ibu. Berhalusinasi dan bahkan sampai pergi.

__ADS_1


" Ya Allah, kasihan Asyifa. Dia pasti merindukan Rania," batin Ratih.


" Lalu kenapa kamu tidak bilang saat Asyifa pergi?" sahut Willo.


" Maaf mah, Lulu pikir Asyifa hanya bercanda," jawab Lulu.


" Assalamualaikum!" tiba-tiba terdengar suara dari depan pintu yang melihat 2 orang Pria lumayan tua yang sepertinya petugas dan membuat mereka kaget melihat Asyifa di antara 2 orang itu.


" Asyifa!" lirih semuanya begitu kaget.


" Nenek!" Asyifa lari dan memeluk neneknya.


" Ya Allah Asyifa kamu ini dari mana saja. Semua orang khawatir," ucap Ratih yang sudah berjongkok dengan mengintrogasi cucunya itu.


" Asyifa mendatangi kami dan meminta kami mengantarkannya ke Apartemen ini yang di katakannya di sini Asyifa tinggal. Untung aja putri pak Rendy sangat pintar dan tau di mana dia tinggal," jelas salah satu petugas yang mungkin juga duta dari Indonesia karena bahasanya bahasa Indonesia.


" Makasih pak, sudah mengantarkan putri saya," sahut Rendy yang begitu lega. Karena tidak sampai 24 jam Asyifa sudah kembali lagi.


" Sama-sama. Kalau begitu kamu permisi dulu! assalamualaikum," ucap Pria itu unsur diri.


" Walaikum salam," jawab semuanya serentak.


" Asyifa dari mana?" tanya Rendy tampak serius bertanya pada Putrinya yang masih di dekat ibunya.


" Asyifa habis main ayah dan Asyifa minta tolong oom itu. Karena Asyifa tidak bisa pulang. Asyifa juga tidak lihat ayah, nenek dan yang lainnya," jawab Asyifa.


" Sejak kapan Asyifa belajar untuk berbohong!" ucap Rendy dengan suara Rendy nya yang sorot matanya yang tajam.


Menyadari ayahnya tau kebohongannya membuat Asyifa menunduk yang tau dia adalah salah.


" Ayo jujur sama ayah, Asyifa dari mana jangan berbicara kebohongan di sini?" Rendy bertanya lagi dengan mengintimidasi putrinya itu yang sekarang benar-benar tidak berani berbicara lagi. Karena apa yang di katakannya pasti kebohongan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2