Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 89 gelap membawa berkah.


__ADS_3

Raina jadi malu sendiri karena ucapannya yang keceplosan yang bicara pada Athar.


" Rania kenapa sih mulut kamu akhir-akhir ini suka bicara yang aneh-aneh," batin Rania merasa dirinya sangat bodoh dan bahkan jadi malu di depan Rendy.


" Jadi bagaimana kamu jadi mandi atau tidak?" tanya Rendy.


" Aku mana mungkin mandi seperti itu, kamu jangan aneh-aneh deh," jawab Rania dengan bibirnya yang mengkerut lama-lama dia benar-benar kesal dengan Rendy. Rendy tersenyum melihat istrinya yang merengut itu.


" Kamu kenapa senyum-senyum ada yang lucu," sahut Rania kesal. Rendy mengangkat ke-2 bahunya dan langsung pergi membuat Raina heran.


" Rendy kamu mau kemana, Rendy!" panggil Rania yang melihat kepergian Rendy.


" Ishhh, aneh, masa iya dia meninggalkan ku di sini, apa iya dia benar-benar akan membiarkan ku mandi di disini," desis Rania penuh kebingungan dan melihat di sekitarnya yang alam terbuka yang membuatnya tidak mungkin untuk mandi di tempat itu, yang pasti bukan karena masalah airnya. Tapi dia jelas tidak ingin di lihati orang mandi di tempat terbuka.


**********


Ternyata untuk menjaga istrinya dan melindungi istrinya. Rendy harus menyiapkan tenda dan membuat memetak layaknya kamar mandi umum yang ala kadarnya.


Hal itu di lakukannya agar Rania nyaman dan jelas Rendy juga pasti tidak rela. Jika sang istri harus mempertontonkan tubuhnya. Karena apapun itu Rania adalah istrinya.


" Ayo masuklah," ucap Rendy.


" Kamu yakin ini aman?" tanya Rania masih ragu.


" Iya Rania ini aman. Maka dari itu masuklah kedalam, kamu santai saja," ucap Rendy menyakinkan Rania. Rania masih saja terlihat ragu.


" Tapi tidak ada atapnya, bagaimana kalau ada yang melihat dari atas," ucap Rania yang melihat-lihat ke arah atas.


" Tidak akan ada percaya padaku. Masuklah, ini jauh lebih aman dari pada tidak ada sama sekali," ucap Rendy


" Tapi....," Rania tetap masih ragu dengan Rendy.


" Cepat masuk! ini sudah sore. Tidak baik mandi sore-sore begini. Apa lagi di tempat seperti ini. Jadi cepat mandi sebelum magrib," ucap Rendy.


" Hmmm, ya sudah. tapi kamu jangan kemana-mana tetap di sini, kalau ada orang kamu cegah," ucap Rania menegaskan dengan serius pada Rendy.


" Iya, kamu tenang saja. Aku tidak mungkin meninggalkan mu di dalam sendirian. Jadi masuklah," ucap Rendy meyakinkan.


" Baiklah," sahut Rania.

__ADS_1


Rania pun akhirnya masuk kedalam kamar mandi ala kadarnya itu dan Rendy menunggu di luar duduk di salah satu bangku yang setia menunggu istrinya, dia memang melihat di sekitar yang memang sunyi tidak ada orang-orang dan hanya ada di ujung sana yang juga mandi. Tetapi jelas mata Rendy tidak perlu melihat kesana. Dia hanya perlu mengawasi istrinya.


**********


Akhirnya Rania pun selesai mandi setelah melakukan banyaknya drama. Yang pasti merepotkan Rendy sampai harus membuat kamar mandi segala.


Rania dan Rendy yang akhirnya sampai Kerumah magrib dan ke duanya langsung memasuki rumah.


Allah hu Akbar Allah hu Akbar


Terdengar suara lantunan azand ketika suami istri itu sudah sampai di rumah.


" Ayo kita sholat!" ajak Rendy.


" Hmmm, aku tidak bisa. Aku sedang datang bulan," ucap Rania dengan pelan.


" Oh, begitu rupanya," sahut Rendy. Rania mengangguk.


" Ya sudah, kalau begitu aku sholat dulu," ucap Rendy. Rania menganguk-angguk. Rendy pun akhirnya memasuki kamar untuk sholat. Rania memang datang bulan sore tadi. Makanya dia wajib mandi karena merasa sangat kotor dan memaksakan untuk mandi.


Rania melangkah untuk menutup semua jendela. Setelah selesai menutup jendela. Rania menghidupkan lampu yang ternyata lampunya mati.


" Apa lampu juga ikut bermasalah," batin Rania dengan kepalanya berkeliling melihat-lihat ke arah lampu yang memang tampaknya listriknya mati.


Sambil menunggu Rendy selesai sholat. Rania hanya duduk di ruang tamu dengan penerang apa adanya. Dan tidak berapa lama akhirnya Rendy pun datang dengan penerang yang sama Flash dari handphone.


" Listrik masih padam," sahut Rendy.


" Iya, nggak tau sampai kapan," ucap Rania yang juga bingung. Rendy pun langsung melangkah kedapur dan Rania hanya melihat saja apa yang di lakukan Rendy di dapur yang mana ternyata Rendy mengambil lampu teplok menghidupkannya sebagai alat penerang ruangan.


" Dari mana dia mendapatkan itu?" tanya Rania yang melihat Rendy menggantungkan lampu tersebut di salah satu paku dan ternyata ada 2 lampu yang cukup untuk alat penerang di ruangan itu.


Lalu Rendy pun menuju dapur dan Rania hanya melihat-lihat saja apa yang di lakukan Rendy. Tapi Rania yang penasaran pun akhirnya berdiri dan menghampiri Rendy.


" Kamu ngapain?" tanya Rania.


" Ini mamanaskan sup, bingkisan yang di berikan tadi," ucap Rendy.


" Astaga kenapa aku tidak melihatnya tadi. Seharusnya aku yang memanaskannya," ucap Rania merasa bersalah.

__ADS_1


" Tidak apa-apa hanya sebentar," ucap Rendy yang langsung memanaskan tanpa basa-basi.


" Kita malam dengan ini?" tanya Rania.


" Kamu saja yang makan. Aku nanti akan makan mie," jawab Rendy.


" Kenapa? kenapa tidak makan ini?" tanya Rania heran.


" Hanya ada 1 dan untuk satu orang. Tidak cukup untuk berdua dan kalau kita mencari makanan di luar ini sangat gelap dan pasti kesulitan, jadi makan apa ada aja," jelas Rendy.


Rania tampak berpikir mendengarnya. Sementara Rendy melanjutkan pekerjaannya.


" Ya sudah kita makan berdua saja. Porsi ku tidak sebanyak itu," sahut Rania membuat Rendy melihat ke arahnya sebentar.


" Tapi posrsiku tidak sedikit itu?" sahut Rendy.


" ya sudah untuk kamu semuanya," sahut Rania dengan suara pelan. Randy tersenyum mengendus mendengarnya.


" Ya sudah kita makan ber-2," sahut Rendy. Rania tersenyum tipis.


" Ya sudah aku akan menyiapkan tempatnya," ucap Rania. Rendy mengangguk-angguk dan Rania pun langsung mengambil piring memindahkan nasi dari tempatnya beserta dengan lauk-pauk yang ada dan juga mengambil mangkuk untuk sup yang di panaskan Rendy.


Tidak lama Rendy juga menyelesaikan pekerjaannya dan mereka membawa ke meja makan. Rania sudah duduk terlebih dahulu dan Rendy pun menyusul di sampingnya.


" Makanlah!" ucap Rendy yang selalu mendahulukan istrinya.


" Aku duluan?" tanya Rania, Rendy mengangguk.


" Kamu saja duluan," ucap Rania yang malah menyuruh suaminya.


" Kamu saja," sahut Rendy yang tetap mendahulukan istrinya.


" Kamu saja kan kamu imamnya. Jadi kamu yang duluan," sahut Rania.


" Kalau begitu aku menyuruhmu untuk duluan," sahut Rendy dengan santai.


" Ya sudah deh," sahut Rania yang akhirnya makan duluan dan Rania dengan spontan malah memberi sendokan pertama untuk Rendy.


" Aaaak," ucap Rania. Rendy tersenyum dan akhirnya menerima suapan itu. Ya terakhirnya Rendy juga yang makan pertama.

__ADS_1


Mereka makan dengan satu piring. Ya keromantisan yang sangat sederhana.


Bersambung


__ADS_2