Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 70 Kiss tak terduga


__ADS_3

Rendy dan Rania sama-sama menikmati kue kukus jagung tersebut di atas tempat tidur saling berhadapan dengan bersilah kaki. Kue itu menjadi favorite Rania yang di nikmati saat fajar tiba. Layaknya pasangan romantis yang bermesraan di atas tempat tidur.


Rendy tiba-tiba melihat Rania yang makan dengan lahap sampai di ujung bibir Rania terdapat potongan kue kecil Rania sudah seperti anak kecil makan yang belepotan. Dan Rendy terus melihatnya seakan gemes dengan apa yang di lihatnya tersebut.


" Rania maaf," ucap Rendy yang langsung menyentuh bibirnya, mengusap dengan jari jempolnya membuat Rania menelan salavinanya dan melihat Rendy yang mengusap lembut bibirnya yang membuatnya jantungnya kembali bergetar.


" Dia selalu meminta maaf, saat menyentuhku. Sebenarnya hatinya terbuat dari apa," batin Rania yang terus melihat Rendy. Bagiamana dia tidak jatuh cinta dengan Rendy yang sangat manis, lembut dan walau istrinya yang sah dalam melakukan apapun. Tapi begitu sopan seakan menghargai dirinya.


" Kamu makannya belepotan," ucap Rendy.


" Rania, mengangguk tersenyum. Yang terlihat gugup dengan pipinya memerah.


" Makan lagi!" ucap Rendy.


" Iya," jawab Rania yang mengambil susu lalu meminumnya. Tangannya begitu bergetar memegang gelas dan minum dengan perasaan yang tidak tenang dan malah tersedak.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


Rania langsung batuk-batuk dan bahkan susu tersebut tumbuh ke bajunya dan Rendy dengan cepat mengambil gelas tersebut meletakkan di atas nakas dan langsung mengambil tisu dan spontan membantu Rania membersihkan bekas susu yang ada di bajunya dan juga bibirnya.


Sontak hal itu membuat Rania semakin grogi. Rendy yang begitu dekat di hadapannya. Bahkan napas Rendy yang menerpa wajahnya membuatnya begitu resah.


Tidak lepas matanya menatap Rendy yang sibuk membersihkan mulut dan pakaian bagian atasnya. Rania harus menahan napasnya dengan tatapan sendunya. Atas Pria yang sellau membuat kenyamanan di dalam dirinya.


Tangan Rania perlahan memegang pipi Rendy membuat Rendy menoleh kearahnya dan mata mereka saling bertemu dengan jarak yang begitu dekat.


" Rendy, kenapa jantungku selalu berdebar tidak menentu," ucap Rania dengan suara seraknya.

__ADS_1


Tidak tau kenapa kata-kata itu tiba-tiba saja di ucapkannya. Itu mungkin sudah dari hatinya. Tetapi apa yang di katakan Rania seakan mewakili perasaan Rendy. Kalau dia juga seperti itu. Sama-sama seperti itu merasakan apa yang di rasakan Rania.


" Apa aku sudah menyukaimu," batin Rania yang tidak mampu mengatakan hal itu secara langsung.


Mereka terus saling menatap dengan jarak yang sangat dekat dengan perasaan mereka masing-masing yang di bisa di sampaikan entah apa yang menjadi penghalangnya.


" Rendy, aku bingung, aku tidak tau apa yang terjadi. Aku tidak mengerti," ucap Rania.


" Apa kamu tidak nyaman?" tanya Rendy.


" Aku bukan tidak nyaman. Tetapi aku bingung," sahut Rania yang mengusap-usap pipi Rendy. Mata Rendy turun kebawah dan melihat ke arah bibir merah Rania yang bergetar.


Tidak tau apa yang di pikirkan Rendy. Tetapi dia malah mengecup bibir Rania yang sontak membuat Rania kaget dengan kecupan itu. Namun tidak menolak nya.


Itu adalah ciuman pertama yang di berikan Rendy kepadanya setelah pernikahan. Rendy sepertinya terbawa suasana sampai memberanikan dirinya untuk mengecup bibir Rendy.


" Kenapa kamu minta maaf, aku bukannya adalah istrimu," sahut Rania yang tampaknya tidak keberatan hanya saja dia kaget yang tiba-tiba mendapat kecupan itu yang membuat perasaannya semakin tidak tenang.


Suasana yang begitu mendukung yang akhirnya membuat Rendy kembali meraih bibir itu. Dan perlahan mata Rania di pejamkannya dan Rendy yang mendapat izin mencium lebih dalam Rania.


Bahkan Rania membuka bibirnya yang memberikan akses untuk Rendy yang memberikan sensasi di ciuman pertamanya dengan suaminya. Yang mana ciuman itu terlihat begitu lembut dan sangat romantis dengan perasaan mereka yang terus berdetak tidak menentu.


Mungkin ciuman itu telah menjelaskan perasaan mereka yang selama ini terpendam. Ciuman itu tidak di rencanakan sama sekali. Hanya spontan karena terbawa suasana yang pasangan itu lupa untuk menutup pintu kamar.


Dan Anisa yang sudah sampai di depan kamar harus melihat hal itu. Dia harus menyaksikan pasangan itu berciuman di mana tangan Rendy yang sudah memegang pipi Rania. Dan tangan Rania memegang bahu Rendy dengan erat. Yang menjadi tontonan panas untuk Anisa sampai Anisa mengepal tangannya.


" Tidak mungkin. Aku pasti salah lihat," ucap Anisa yang kelihatan tidak terima dengan Rendy yang berciuman dengan Rania Yang padahal memang Rania dan Rendy suami istri yang seharusnya tidak ada masalah.

__ADS_1


Air mata Anisa pun menetes melihat pemandangan itu. Ada sesak di hatinya. Rasa cemburu yang besar dan kemarahan yang tidak bisa di jelaskan. Apa yang di katakan Nia akhirnya terjadi. Ya salah sendiri kenapa juga Anisa harus repot-repot datang ketempat kekamar itu.


" Kamu sudah melukaiku Rendy berkali-kali. Aku tidak akan melepaskan mu Rendy. Tidak akan sama sekali, kamu Rania. Aku tidak akan membiarkan kamu dan Rendy terus bersama. Tidak akan Rania. Aku tidak akan membiarkannya," batin Anisa yang mempunya rencana buruk pasangan suami istri itu.


Tidak ingin semakin hancur yang akhirnya membuat Anisa pergi dari kamar itu. Meninggalkan pasangan itu masih berciuman. Lama berciuman untuk membuktikan perasaan masing-masing. Akhirnya dengan perlahan Rendy melepas ciuman itu.


Rania membuka matanya perlahan dan baru menyadari bahwa tadi dia sedang berciuman dengan suaminya. Napas ke-2nya naik turun. Dengan jantung yang kembali berdebar. Mata mereka kembali saling bertemu dan jempol Rendy mengusap bibir Rania. Rania yang kembali gugup dengan wajahnya yang memerah dan malu melihat Rendy.


" Aku mau kekamar mandi dulu," ucap Rania. Yang langsung pergi kekamar mandi yang hanya menghilang grogi dan salah tingkahnya. Sementara Rendy tersenyum tipis. Yang merasa itu adalah awal dari kedekatan hubungan mereka.


Rendy membuang napasnya perlahan kedepan. Lalu mendengus. Dia juga pasti tidak percaya bisa melakukan hal itu pada Rania. Suasana mungkin memuatnya melakukan hal itu.


***********


Ternyata ciuman yang baru saja terjadi membuat Rania dan Rendy malah saling canggung. Tapi lebih parah Rania yang terlihat kebingungan harus melakukan apa. Dia sudah lama di kamar mandi untuk menghindari Rendy.


Dan sekarang Rania duduk di pinggir ranjang mencari kesibukan di hanphonnya sementara Rendy tampak bersiap-siap untuk kerumah sakit. Berdiri di depan cermin dengan merapikan dirinya dan sekali-kali melihat kearah Rania yang kelihatan memang sangat gugup.


" Ehemm," Rendy berdehem membuat Rania tersentak kaget.


" Ada apa?" tanya Rania menoleh ke arah Rendy.


" Aku mau bekerja dulu. Kamu jangan lupa makan. Minum obatnya dan paling terpenting jangan bergerak terlalu banyak," ucap Rendy memberi pesan. Rania mengangguk-angguk dengan gugup.


" Ya sudah aku pergi dulu," Rania mengangguk lagi. Lalu Rendy langsung pergi keluar dari kamar dan Rania kembali membuang napasnya perlahan. Belakangan dia kesulitan bernapas.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2