Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Eps 28 ada niat jahat di balik kabar baik


__ADS_3

Rania benar-benar heran dengan sikap mamanya yang terlihat happy. Padahal sebelumnya mama juga frustasi.


" Mama kenapa?" tanya Rania, Farida melepas pelukannya dari sang mama.


" Rania, mama sangat bahagia hari ini," ucap Farida dengan wajahnya yang memang penuh kebahagian.


" Memang apa yang terjadi ma. Kenapa mama begitu bahagia?" tanya Rania heran yang juga penasaran dengan kebahagian sang mama.


" Sayang, Gilang dan keluarganya tidak membatalkan pernikahan itu," sahut Faridah membuat Rania kaget mendengarnya. Dan pasti wajah Rania begitu schock karena memang tidak akan percaya dengan hal itu. Rania sampai melebarkan matanya mendengar pernyataan sang mama yang singkat itu.


" Apa maksud nama?" tanya Rania heran yang tidak percaya dengan kata-kata sang mama.


" Iya Gilang tetap melanjutkan pernikahan itu. Keluarganya tidak mempermasalahkan apa yang terjadi kemarin malam. Gilang mencoba meyakinkan keluarganya dan akhirnya keluarganya mengerti dan tetap melanjutkan pernikahan itu dan sesuai dengan tanggal yang sudah di tentukan tidak akan ada yang berubah semuanya tetap sama. Kamu dan Gilang tetap menikah di tanggal yang sudah di tentukan," ucap Faridah menjelaskan dengan lengkap menyampaikan berita bahagia itu pada putrinya.


" Mama serius?" tanya Rania masih tidak percaya.


" Benar Rania, mama tidak bohong. Barusan Gilang yang langsung menghubungi mama dan mengatakan semuanya," sahut Faridah meyakinkan putrinya. Dan Rania masih bengong seakan tidak percaya dengan perkataan sang mama.


" Rania, ini mungkin sudah takdir. Jika kamu mungkin sudah saatnya untuk menikah. Mungkin memang ini jalan untuk kamu. Ini berkat kesabaran kamu," sahut Faridah yang terharu bahagia. Karena memang baru kali ini pernikahan putrinya bisa di katakan 80% berhasil.


Rania mendengarnya juga turut bahagia dengan matanya yang berkaca-kaca yang tidak percaya bisa dengan keputusan yang di ambil Gilang dan keluarganya yang pasti Rania tidak berharap apa-apa.


Karena kegaduhan yang terjadi pasti membuat orang-orang ilfil kepadanya. Tetapi di luar dugaannya justru kegaduhan yang terjadi di depan keluarga calon suaminya itu tidak mengubah apapun dan tetap melanjutkan pernikahan itu.


" Rania, kenapa kamu diam, apa kamu tidak bahagia nak?" tanya Faridah.


" Iya mah, jelas aku bahagia. Aku hanya terkejut dan merasa tidak mungkin," sahut Rania yang memang kurang fokus.


" Ini adalah kenyataan, kamu dan Gilang akan tetap menikah," sahut Faridah meyakinkan. Rania mengangguk tersenyum.


" Selamat ya nak," sahut Faridah yang langsung memeluk Rania dengan erat yang turut berbahagia dengan berita bahagia itu.

__ADS_1


" Iya ma, terima kasih, sudah mendukung Rania," sahut Rania yang tersenyum.


" Mama akan mempersiapkan semuanya. Mama akan mempersiapkan pernikahan kamu dengan Gilang. Semuanya benar-benar akan lancar, tidak akan ada kendala sedikitpun. Mama akan melakukannya," ujar Faridah yang memang akan menyiapkan dengan hati-hati agar pernikahan putrinya lancar.


" Makasih mah, terima kasih, atas bantuan mama," sahut Rania.


" Iya Rania, kamu juga harus jaga diri baik-baik, jaga kesehatan. Agar semuanya juga di beri kelancaran," ucap Faridah mengingatkan putrinya dengan memegang pipi Rania. Rania mengangguk dengan tersenyum.


" Ya sudah. Kamu istirahat sana," ucap Faridah.


" Iya, ma, Rania naik dulu, Rania mau istirahat dulu," ucap Rania pamitan.


" Iya nak, istirahatlah," sahut Faridah yang tersenyum terus yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Rania mengangguk dan akhirnya beralih dari hadapan sang mama.


" Ya Allah, semoga saja. Semuanya di lancarkan. Aku memohon kepadamu agar tidak ada lagi kendala untuk kebahagian Rania," batin Faridah yang penuh dengan harapan untuk Rania.


" Aku harus menyiapkan semuanya dengan sempurna, harus aku harus melakukannya. Agar keluarga Gilang tidak kecewa," batinnya yang tidak sabaran untuk repot dalam mengurus pernikahan putri ke-2nya.


Ternyata Willo berada di balik tembok yang tidak jauh dari ruang tamu dan Willo mendengar sendiri apa yang di sampaikan mamanya pada Rania.


" Ini pasti ada kesalahan. Selama ini orang tua calon suami Rania akan mundur. Ketika mengetahui keluarga ini dan kegaduhan kemari jelas paling terbesar. Tetapi kenapa masih pernikahan itu masih tetap berlanjut," ucapnya di dalam hatinya yang kepanasan melihat kebahagian orang lain.


" Tidak! Rania sudah membuat hidupku berantakan dan mana mungkin hidupnya akan selempang itu. Rania semuanya belum selesai dan kamu lihat saja. Kamu akan mendapatkan balasannya. Jangan kamu pikir dengan menikah dengan Gilang kamu akan terbebas. Kamu sudah merusak hidupku. Jadi jangan anggap semuanya akan mudah," batin Willo yang mempunya rencana untuk Rania.


" Takdir kamu bukan bahagia. Melainkan harus menderita. Jadi terima semuanya. Kamu akan terus menderita. Karena itu kutukan untuk orang sepertimu," batin Willo dengan sorot matanya yang penuh kebencian dan tangannya yang terus mengepal.


*********


Rania memasuki kamarnya dan duduk di depan cermin. Dengan menarik napasnya panjang kedepan.


" Aku tidak percaya jika keluarga Gilang menyetujui pernikahan itu," batinnya yang masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari mamanya.

__ADS_1


" Semoga saja semuanya lancar dan aku bisa menikah secepatnya dengan Gilang dan mungkin aku juga akan terhindar dari fitnah kak Willo yang selalu mengait-ngaitkan aku dengan keretakan rumah tangganya," batinnya yang bernapas lega.


" Ternyata memang benar kata Rendy. Tuhan itu akan memberikan kesempatan kepada siapapun dan mungkin ini juga adalah kesempatan untukku. Yang akan menemukan kebahagian baru yang aku bisa memulai semuanya dengan baik tanpa ada masalah apapun," batin Rania dengan tersenyum lebar. Yang benar-benar mendapatkan banyak pencerahan hari ini dan bahkan mendapatkan hasilnya yang begitu memuaskan.


Ting.


Pesan wa tiba-tiba masuk ke dalam ponselnya dan langsung Rania melihat ponselnya yang berada di atas meja dan melihat pesan dari Gilang.


..." Rania, kamu jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja. Orang tuaku tidak membatalkan pernikahan kita. Aku berhasil meyakinkan mereka. Jadi kamu tenang saja. Kita akan secepatnya menikah dan kamu jangan memikirkan apa-apa. Kamu cukup fokus pada persiapan pernikahan kita," tulis Gilang dalam pesannya yang membuat Rania tersenyum lebar....


..." Terima kasih Gilang kamu sudah mempercayaiku. Aku sangat bersyukur jika keluargamu tidak mempermasalahkan keadaan ku, mama ku sudah menyampaikan kepaduku. Aku sangat berterima kasih dengan kebesaran hatimu," jawab Rania dengan hatinya yang gembira....


..." Sama-sama, kita sama-sama berdoa. Agar semuanya berjalan dengan lancar," sahut Gilang....


..." Iya. Selamat malam," jawab Rania mengakhiri pesan itu dengan selamat malam....


..." Selamat malam," jawab Gilang tersenyum miring membalas pesan itu....


" Akhirnya semuanya benar-benar lancar," ucap Gilang yang masih memegang layar ponselnya yang berdiri di depan cermin di dalam sebuah kamar.


Gilang menulis pesan itu di dalam kamar dengan tersenyum miring dan tiba-tiba ada ke-2 tangan yang masuk dari antara ke-2 tangannya dan yang memeluknya dengan erat dari belakang.


Gilang melihat kecermin dengan tersenyum saat melihat seorang wanita cantik itu memeluknya dengan erat dan Gilang langsung menghadap wanita itu.


" Apa semuanya lancar?" tanya wanita yang berambut sebahu itu dengan kimono yang di pakainya dengan lengan 1 jari. Gilang memegang dagu wanita itu dan mendekatkan bibir wanita itu padanya lalu mengecupnya dengan lembut.


" Kamu tenang saja sayang semuanya lancar, tidak ada masalah sama sekali. Rania dan orang tuaku juga tidak bermasalah. Jadi semuanya lancar-lancar saja," sahut Gilang dan wanita itu tersenyum lebar lalu memeluk manja Gilang.


" Aku tidak percaya jika Rania benar-benar bisa tertipu kamu. Dia memang sangat bodoh yang mudah tertipu oleh pria tampan seperti kamu," sahut wanita itu yang masih berada di pelukan Gilang.


" Hidupnya sangat berantakan. Jadi tidak sulit untuk mengelabuinya. Apa lagi percintaannya begitu berabtakan. Hanya bermodalkan sabar maka semuanya akan lancar," sahut Gilang dengan menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


" Setelah aku menikahinya maka asetnya akan beralih atas namaku dan kamu akan mendapat keuntungan yang banyak," sahut Gilang yang ternyata mempunyai rencana jahat terhadap Rania.


Bersambung


__ADS_2