Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 143 Keputusan Elang.


__ADS_3

Rendy dan Rania sama-sama berada di dalam mobil yang menunggu lampu merah di mana Rania sedang menyuapi Rendy sandwich.


" Enak?" tanya Rania.


" Hmmm, enak," sahut Rendy tersenyum. Rania juga ikut tersenyum. Dan kembali menyuapi suaminya itu. Tiba-tiba Rania menoleh ke arah jendela kaca mobil di samping Rendy dan Rania begitu kagetnya saat melihat Elang yang berada di dalam mobil yang duduk di kursi pengemudi.


Bukan Elang yang membuat Rania kaget namun wanita yang duduk di samping Elang, di mana wanita itu menyandarkan kepalanya di bahu Elang.


" Elang," lirih Rania dengan napas beratnya yang melihat keberadaan Elang begitu saja. Rendy yang mendengar nama Elang di sebut langsung membalikkan tubuhnya melihat apa yang di lihat Rania yang memang Elang. Namun Rendy terlihat biasa dengan Elang dan seorang wanita.


" Ada apa Rania?" tanya Rendy yang kembali melihat istrinya.


" Tidak apa-apa, aku hanya kaget saja melihat Elang tiba-tiba bersama wanita," jawab Rania yang merasa begitu resah.


" Memang ada apa bukannya itu biasa. Lagian Cindy itu adalah pacarnya," sahut Rendy tiba-tiba yang sepertinya mengenal wanita itu. Mendengar pernyataan suaminya membuat Rania kaget dengan matanya yang melotot.


" Apa kamu bilang itu pacar Elang," ucap Rania dengan kesulitan bicara. Rendy mengangguk apa adanya.


" Kebetulan Cindy seorang Dokter di rumah sakit yang sama denganku dan aku sempat melihat mereka bersama. Ya aku tidak tanya juga apa hubungan mereka. Tapi karena beberapa kali aku berpapasan dengan mereka dan Elang bilang mereka pacaran dan bahkan sudah lama juga," kelas Rendy.


Rania seolah ingin berhenti bernapas ketika mendengar kebenaran dari Rendy.


" Apa jangan-jangan ini alasan Elang terus menunda bertanggung jawab dengan Zahra," batin Rania yang benar-benar begitu terkejut.


" Rania, kamu kenapa?" tanya Rendy heran melihat Rania yang benar-benar begitu aneh.


" Tidak apa-apa," sahut Rania yang tiba-tiba tangannya dingin.

__ADS_1


" Kamu tidak lagi cemburukan?" tanya Rendy menerka-nerka. Rania langsung melihat serius ke arah suaminya itu.


" Cemburu, kenapa juga aku harus cemburu," sahut Rania geleng-geleng.


" Aku hanya bercanda. Siapa tau aja kamu cemburu, jika cinta pertamamu bersama dengan orang lain," goda Rendy.


" Ishhhh, kamu ini ada-ada aja. Nggak sama sekali," sahut Rania yang malah kesal dengan wajahnya yang mengkerut.


" Aku hanya bercanda. Jangan di ambil hati," sahut Rendy tersenyum. Rania tersenyum berusaha menutupi rasa terkejutnya.


" Jika Elang punya kekasih. Lalu bagaimana nasib Zahra, Elang kaku benar-benar keterlaluan," batin Rania yang terlihat tidak mampu bicara apa-apa lagi. Rania pun masih melihat ke arah mobil Elang di mana pasangan kekasih itu memang saling dekat.


Dan tanpa sengaja Elang melihat ke arah mobil yang di sampingnya dan betapa terkejutnya Elang saat melihat Rania yang sudah mengawasinya sejak tadi.


" Rania," batin Elang panik, Elang melihat Cindy yang menempel padanya dan hal itu sudah membuat Elang tidak bisa mengelak lagi yang sudah ketahuan Rania. Jika selama ini Elang sudah memiliki kekasih.


***********


" Keterlaluan kamu Elang!" ucap Rania saat menemui Elang di taman belakang, di mana Rania mencurahkan semua kemarahannya pada Elang yang sudah mempermaikan 2 wanita sekalian.


" Rania, aku tidak tau harus bilang apa lagi. Tapi memang kenyataan aku dan Cindy sudah pacaran lama. Kita sudah berhubungan lama. Orang tuaku juga sudah tau Cindy," jawab Elang.


" Bajingan ya kamu Elang. Kamu datang kemari seakan-akan menjadi pria single yang tanpa memiliki kekasih. Bahkan kamu juga mengejar-ngejar ku padahal aku sudah ada suami. Kamu berkata seolah-olah masih menginginkanku yang pada kenyataannya kamu memiliki wanita lain. Kamu itu brengsek kamu egois, kamu sudah membuat rumah tanggaku cacat dan membohongi wanita itu. Kamu berkata seolah-olah pria yang tidak memiliki siapa-siapa. Tapi apa buktinya kamu sudah memiliki kekasih," ucap Rania yang marah-marah kepada Elang.


" Aku tau aku salah," sahut Elang dengan suara rendahnya.


" Elang sadar apa yang kamu lakukan. Jika kamu punya kekasih. Seharusnya kamu tidak melakukan itu pada Zahra. Kamu itu brengsek. Kamu bukan hanya mempermaikan Zahra. Tetapi pacar kamu juga. Kamu memang hanya bikin onar saja," ucap Rania yang penuh dengan emosi.

__ADS_1


" Aku sudah mengatakan di awal padamu Rania. Jika aku melakukan itu pada Zahra karena kami sama-sama pengaruh obat dan kamu pikir aku juga tidak merasa bersalah pada Cindy, dia wanita yang kucintai dan aku tidak mungkin menikah dengan Zahra sementara ada dia," tegas Elang.


" Elang kamu," geram Rania.


" Rania kamu bukan di posisi ku. Kamu tidak akan tau apa yang aku rasakan," sahut Elang.


" Kamu dengar Elang. Mau kamu mencintai pacar kamu atau tidak. Tapi kamu sudah merusak hidup Zahra dan kamu seharusnya bertanggung jawab bukan seperti ini," tegas Rania dengan menekan suaranya menunjuk tepat di wajah Elang.


" Aku akan bertanggung jawab. Tapi aku tidak bisa putus dari Cindy," sahut Elang.


" Bajingan kamu. Jadi maksud kamu apa. Kamu akan menikah dengan Zahra dan kamu masih tetap berhubungan dengan Cindy. Apa kamu gila!" teriak Rania.


" Jika Zahra menyetujui hal itu maka aku akan menikahinya dan jika tidak maka aku tidak bisa bertanggung jawab atas anak yang ada di dalam kandungannya. Karena kami melakukannya tidak sama-sama suka dan semua itu adalah kenyataan," ucap Elang menegaskan dengan semua keputusan yang sudah di pikirkannya.


Rania sampai berkaca-kaca mendengar kata-kata Elang dengan ke-2 tangannya yang mengepal kuat. Rasanya Rania ingin mengambil batu dan melempar ke kepala Elang biar Elang mati sekalian.


" Keterlaluan kamu Elang, kamu benar-benar pengecut. Kami sudah menghancurkan hidup Zahra. Aku akan memberi tahu Rendy bagaimana perbuatan mu," ucap Rania dengan penuh ancaman. Elang terlihat takut mendengar nama Rendy. Sampai matanya melotot.


" Rania aku mohon jangan lakukan itu," sahut Elang mencegah Rania dengan memegang tangan Rania yang ingin pergi.


" Lepaskan aku. Jika aku tidak bisa mengatasimu. Rendy harus turun tangan," tegas Rania menunjuk tepat di wajah Elang. Rania membalikkan tubuhnya yang ingin pergi. Namun Rania di kejutkan dengan kehadiran Zahra yang tiba-tiba ada.


Di mana Zahra berdiri mematung dengan air matanya yang menetes.


" Zahra," lirih Rania yang melihat Zahra yang sepertinya begitu terpukul yang mana Zahra pasti mendengar semua pengakuan Elang dan pasti Zahra begitu terkejut karena nasibnya benar-benar hancur.


Elang memejamkan matanya dengan mengusap wajahnya dia terlihat pasrah dengan apa yang di lakukannya. Di mana Zahra sudah ada di sana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2