Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 248 Romantis yang simpel.


__ADS_3

Rania dan Rendy sama-sama sholat subuh berjamaah seperti biasanya. Namun dalam sholatnya Rania merasa tidak enak, dan bahkan perutnya merasa enek dan ingin muntah sampai selesai sholat Rania langsung lari kekamar mandi yang padahal belum sempat menyalam punggung tangan suaminya seperti biasanya.


Eghek, Eghek, Eghek, Rania mual-mual di dalam kamar mandi yang membuat Rendy panik dan langsung berdiri menghampiri kamar mandi.


Tok-tok-tok-tok. Rendy mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


" Sayang kamu baik-baik saja?" tanya Rendy.


" Iya aku baik-baik saja," sahut Rania dari dalam kamar mandi yang katanya baik-baik saja. Padahal Rania tidak baik-baik saja yang terus mual-mual.


Sebenarnya ini bukan pertama kali Rania mual-mual. Di vonis menderita kanker rahim. Rania pun sering beberapa kali mual-mual dan itu memang sudah hal biasa. Namun pasti Rendy sangat khawatir pada istrinya itu. Setelah merasa enakan. Akhirnya Rania pun keluar dari kamar mandi dengan memegang perutnya.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Rendy. Rania menggeleng. Rendy langsung mengambil air putih dan langsung memberikan pada Rania.


" Kamu minum dulu sayang," ucap Rendy.


" Makasih," sahut Rania yang langsung meneguk segelas air putih itu dan setelah selesai Rendy mengambil gelasnya dan Rania langsung memeluk Rendy.


" Semua isi makanan di perutku sudah habis semuanya, aku jadi lapar," ucap Rania dengan manjanya.


" Ya sudah biar aku lihat makanan di bawah dan siapa tau ada yang sudah masak. Kamu makan duluan," ucap Rendy. Karena memang masih subuh jadi pasti belum ada yang terhidang. Rania mengangkat kepalanya dan melihat suaminya.


" Aku mau kamu masakin aku," ucap Rania dengan manjanya.


" Baiklah kamu di masakkan apa?" tanya Rendy.


" Pengen udang saus tiram," jawab Rania yang subuh-subuh sudah meminta masakan yang berat. Dia memang benar-benar menjadi beban suaminya.


" Baiklah sayang aku memasakkanya untukmu," ucap Rendy yang sangat baik dan langsung menuruti kemauan Rania.


" Tapi aku ikut membantu," ucap Rania.


" Jangan, kamu hanya merecoki nanti," ucap Rendy.


" Issss, kamu ini," sahut Rania kesal.


" Baiklah aku hanya bercanda," ucap Rendy memegang kedua pipi istrinya dan mencium kening istrinya itu dengan lembut.


" Ayo kita masak!" ajak Rendy. Rania mengangguk dan langsung membuka mukenah nya dan dengan semangatnya langsung keluar bersama suaminya untuk memasak apa yang di inginkannya.


************

__ADS_1


Pasangan romantis itu sudah ada di dapur, Rendy dan Rania sudah mulai memasak dengan Rania yang memotong bawang-bawang dan perbumbuan lainnya dan Ardian yang mengupas udang.


" Auh," lirih Rania tiba-tiba yang membuat Rendy panik dan menghampiri Rania.


" Sayang kamu kenapa?" tanya Rendy dengan memegang jarinya dan wajahnya yang terlihat kesakitan.


" Kamu terkena pisau?" tanya Rendy panik memegang jari Melody namun tiba-tiba Melody menunjukkan jarinya dengan finger heart, Sarange yang membuat Ardian membuang napas beratnya dengan bercandaan Rania.


" I love you," ucap Rania dengan memberi simbol cinta pada suaminya dengan jarinya tersebut.


" Kamu ini ya bercandanya, kelewatan," ucap Rendy dengan napas beratnya yang wajahnya panik berubah menjadi kesal.


" Maaf sayang, kamu jangan marah, aku hanya mengetes secinta apa suamiku kepadaku," sahut Rania dengan wajahnya yang penuh senyuman tanpa dosa.


" Tapi jangan kayak gini juga, gimana kalau benaran jari kamu tadi putus," sahut Rendy marah dengan becandaan Raina.


" Iya maaf," sahut Rania yang memegang pipi suaminya, " jangan marah," ucap Rania.


" Ya sudah lanjutkan lagi," sahut Rendy yang mencoba untuk tenang.


" Kamu belum balas ucapan cinta ku," ucap Rania.


" I love you to," sahut Rendy, membuat Rania tersenyum dan Rania pun melanjutkan pekerjaannya.


" Iya sayang," sahut Rendy mengingatkan.


" Iya sayang," sahut Rania.


Mereka kembali memasak dengan sama-sama saling menggoda dan saling romantis. Sehingga tidak ada yang mau ke dapur karena tidak mau mengganggu pasangan suami istri itu untuk saling berduan.


Tidak lama untuk membuat makanan keinginan Rania dan makanan itu sudah selesai dan sekarang sudah di atas piring.


" Akhirnya selesai," ucap Rania tepuk tangan dengan pelan dan Rendy hanya tersenyum saja melihat bahagianya istrinya tersebut.


" Ayo kita makan!" ucap Rendy. Rania mengangguk dan mereka langsung duduk dan Rendy langsung menyuapi istrinya dengan semangatnya Rania membuka mulutnya menikmati udang saus tiram yang di buatkan suaminya kepadanya.


" Enak?" tanya Rendy.


" Sangat nikmat," sahut Rania dengan memberikan 2 jempolnya.


" Benarkah, aku akan mencobanya," sahut Rendy yang tampaknya juga selera dan ingin memakannya.

__ADS_1


" Eh jangan!" cegah Rania membuat Rendy bingung.


" Kenapa?" tanya Rendy.


" Ini kan untukku. Kalau kamu memakannya akan berkurang dan aku tidak mau makanan ini sampai berkurang," ucap Rania.


" Sayang hanya satu saja," sahut Rendy. Rania menggeleng dengan wajahnya yang manyun.


" Sejak kapan kamu jadi orang pelit. Ini aku yang masak. Hanya satu tidak boleh," sahut Rendy tampaknya kesal dengan Rania dan kesalnya semakin bertambah dengan Rania yang menggeleng tanpa dosa.


" Jadi kamu tidak akan memberiku satu saja?" tanya Rendy memastikan.


" Kamu cicip kuahnya saja di campur pakai nasi. Pasti sama aja rasanya," sahut Rania dengan santai. Sampai Rendy mendengus kasar, geleng-geleng dengan kelakukan istrinya yang mendadak perhitungan.


" Kamu sungguh tega sayang," sahut Rendy dengan wajahnya mulai bete. Namun Rania tersenyum langsung.


" Baiklah, tapi hanya sedikit ya. Kamu jangan marah seperti itu," sahut Rania.


" Kamu saja yang makan, aku sudah tidak selera," sahut Rendy sepertinya merajuk yang membuat Rania tersenyum.


" Kamu marah?" tanya Rania mendekatkan wajahnya pada Rendy.


" Tidak tau," sahut Rendy dengan ketusnya. Rania harus mencium pipi suaminya memberikan energi. Namun Rendy tetap cuek.


" Sayang kamu benaran tidak mau," tanya Rania lagi. Rendy tetap diam. Rania mengambil 1 udang kecil dengan tangannya.


" Akk," ucap Rania menyodorkan pada mulut suaminya dan Rendy menutup mulutnya.


" Ayo sayang di makan. Aku minta maaf, aku mana mungkin tidak membaginya untuk kamu. Ayo di makan," ucap Rania membujuk suaminya dengan mencium kembali pipi suaminya sampai akhirnya Rendy melihat Rania dan membuka mulut ingin menerima suapan istrinya. Namun kalau sudah jahil akan tetap jahil dan sekarang inilah jahilnya Rania yang langsung memakannya dan tidak memberikan pada suaminya.


" Kamu ini ya benar-benar," ucap Rendy kesal. Rania tanpa dosa pun mengunyah makanan itu yang membuat Rendy geram sendiri dan langsung menarik pinggang Rania mendekat padanya.


" Berikan!" perintah Rendy dengan wajah seriusnya membuat Rania memundurkan wajahnya dan geleng-geleng tidak mau diberikan.


" Ayo cepat berikan!" desak Rendy. Rania tetap menolak dan Rendy memaksanya dengan menggelitiki Rania yang mana Rania harus mendapatkan hukuman dari perbuatannya yang mengerjai suaminya, sudah di masakkan pelitnya minta ampun dan sampai mengerjai suaminya.


Ratih ternyata menyaksikan kelakukan suami istri yang saling bergurau itu membuatnya terharu melihat kebahagiaan dan menantunya itu.


" Ya Allah, teruslah engkau jaga rumah tangga mereka, harmonis selalu ya Allah," batin Ratih penuh dengan doa untuk menantu dan juga anaknya.


Jangan lupa mampir ke karya terbaru aku.

__ADS_1



Bersambung


__ADS_2