Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Bab 119 Hadiah dari suami.


__ADS_3

Setelah Rendy dan Rania selesai mandi. Pasangan suami istri itupun akhirnya melaksanakan ibadah sholat subuh yang pasti Rendy menjadi imamnya.


Sholat itu terasa khusyuk. Sampai akhirnya mereka mengucapkan salam. Setelah selesai mengucapkan salam Rendy dan Rania berdoa bersama-sama. Rendy mengucap syukur atas kebahagian kecil yang di dapatnya dan sama dengan Rania yang pasti begitu bersyukur atas kebahagian yang mana dia telah menjadi istri sesuangguhnya


Setelah selesai berdoa. Rendy membalikkan tubuhnya dan Rania langsung mencium punggung tangan suaminya dengan Rendy menghapus-hapus kepala Rania. Wajahnya penuh dengan senyum yang berseri-seri.


Setelah itu Rendy mencium lembut kening Rania. Dan ternyata bukan hanya keningnya. Kali ini dia mencium pipi kanan dan pipi kiri Rania. Masyallah terlihat begitu manis pasangan itu. Layaknya pasangan pengantin baru.


" Kamu tunggu sebentar, aku ada sesuatu untukmu," ucap Rendy yang langsung berdiri. Namun Rania bingung dan hanya melihat kemana suaminya yang ternyata suaminya menuju nakas dan membuka laci.


Rendy terlihat mengambil kotak kecil. Lalu kemudian Randy kembali kehadapan Rania duduk dengan bersilah kaki di depan Rania.


" Apa ini?" tanya Rania heran saat Rendy memperlihatkannya kotak kecil berwarna merah. Rendy pun membuka kota itu memperlihatkan pada Rania.


Mata Rania berbinar. Saat melihat gelang cantik yang memiliki kerincingan.


" Aku melihatnya saat di Jerman dan aku mengingatmu. Aku rasa ini cocok di tanganmu," ucap Rendy membuka pengait gelang. Meraih tangan istrinya dan memasangkan di lengan itu.


Jangan tanya wajah Rania. Wajah itu terus berseri-seri. Dia tidak tau ini hari apa. Kenapa kebahagiannya double-double.


" Kamu menyukainya?" tanya Rendy. Rania mengangguk dengan rasa haru.


" Ini cantik sekali. Aku sangat menyukainya. Makasih kamu sudah mengingatku sampai repot-repot memberikan ku ini," ucap Rania merasa bersalah.


" Sama-sama. Aku senang. Kamu menyukainya," sahut Rendy yang menatap dalam-dalam istrinya itu.


" Ini hadiah pertama dari mu. Setelah kita menikah. Jadi jelas aku sangat menyukainya dan pasti hadian ini yang paling berkesan selama hidupku," ucap Rania. Rendy tersenyum mendengarnya sembari mengusap-usap pipi Rania.


" Kamu juga sudah memberiku hadiah pertama," ucap Rendy.


" Apa. Perasaan aku tidak pernah memberikan apa-apa?" tanya Rania heran.


" Malam ini. Kamu sudah memberikannya kepadaku dan itu adalah hadiah yang berkesan untukku," ucap Rendy. Wajah Rania seketika memerah dan malah menunduk malu. Rendy harus mengingatkan malam pertama mereka.


Rendy memegang dagu Rania dan mengangkat wajah Rania sehingga kembali sejajar dengannya.


" Terima kasih Rania. Aku sangat bahagia sebagai suamimu," ucap Rendy yang sangat tulus mengucapkan terima kasih pada istrinya.

__ADS_1


Padahal apa yang mereka lakukan adalah kewajiban dan memang harus di lakukan. Namun Rendy saking bahagianya tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih pada istrinya. Rendy kembali mencium kening Rania dengan lembut, Rania tersenyum dengan wajahnha yang tersenyum bahagia.


" Ya sudah aku kedapur dulu. Aku ingin mengambil kue kukus jagung," ucap Rania.


" Iya," sahut Rendy. Rania mengangguk dan membuka mukenahnya dan langsung keluar dari kamar.


*********


Anisa keluar dari kamar dengan buru-buru dengan dia yang juga sudah rapi padahal masih pagi-pagi sekali entah apa yang membuatnya terlihat sedikit berbeda pagi-pagi seperti ini.


" Aku harus kedapur mengambil kue kukus untuk Rendy. Aku yakin hati Rendy lagi panas. Karena pertengkaran mereka dan mungkin saja Rania lagi beres-beres koper. Karena diusir Rendy. Jadi aku harus mengambil kesempatan untuk masuk," ucap Anisa menyunggingkan senyumnya yang penuh dengan rencana.


Rania sudah berada di dapur yang mengambil kue kukus dari panci memindahkan kepiring.


" Rania!" tegur Ratih. Rania membalikkan tubuhnya dengan cepat.


" Mah," sahut Rania. Ratih berjalan mendekati Rania, dia tersenyum lebar saat melihat menantunya yang pagi-pagi sudah bangun, sudah cantik dan keramas pula. Yang pasti Ratih sudah tau apa yang terjadi.


" Ada apa mah?" tanya Rania yang melihat ibu mertuanya itu tidak henti menatapnya yang tersenyum lebar.


" Iya mah," sahut Rania.


" Ya sudah bawalah untuk suamimu," ucap Ratih.


" Iya mah," sahut Rania yang kembali mengambilnya.


Anisa pun sampai kedapur dan kaget melihat Rania sudah ada di sana.


" Kenapa dia masih di sini!" batin Anisa heran.


" Anisa kamu mau ngapain?" tanya Ratih. Mendengar nama Anisa membuat Rania berbalik badan dan melihat Anisa yang berdiri mematung.


Anisa benar-benar kaget melihat Rania yang sudah keramas aja di pagi-pagi. Yang membuatnya melotot. Yang seolah mengerti apa yang terjadi.


" Tidak, itu tidak mungkin. Ini mana mungkin terjadi," batin Anisa yang terlihat panik.


" Rania!" panggil Rendy yang tiba-tiba datang kedapur dan Anisa tersentak langsung melihat Rendy yang ada di sampingnya. Mata Anisa langsung melotot saat melihat Rendy yang juga keramas.

__ADS_1


" Ada apa?" tanya Rania.


" Handphone kamu bunyi. Ayo angkat sebentar," ucap Rendy.


" Oh, iya," sahut Rania yang membawa kue jagung dan menghampiri Rendy.


" Tolong bawakan panas," ucap Rania berdiri di depan Rendy dan Anisa berada di samping Rendy yang masih schok melihat Rendy dan Rania. Bahkan mata Anisa melihat ke arah leher Rania yabg terdapat kemerah-merahan yang pasti dia tau itu karena apa.


Tangan Anisa sampai mengepal bahkan napasnya seakan berhenti melihat Rendy dan Rania tidak terjadi apa-apa yang sesuai di inginkannya.


" Ya sudah ayo kekamar!" ajak Rendy meraih apa yang di berikan istrinya. Rania mengangguk dan akhirnya mereka berdua pergi yang meninggalkan Anisa mematung dalam kepanasan.


Sementara Ratih tersenyum melihat anak dan menantunya itu.


" Mama bangga sama kamu Rendy. Dari dulu kamu sangat bijak dalam menghadapi masalah. Meski tadi malam banyak yang terjadi dan Rania mendapat banyak cobaan. Tapi kamu tidak meninggalkannya. Kamu sangat bijak menyelesaikannya. Ya Allah jagalah rumah tangga ke-2 anakku," batin Ratih yang begitu terharu.


" Anisa!" tegur Ratih. Anisa tersentak kaget..


" Iya Tante," sahut Anisa..


" Kamu butuh sesuatu?" tanya Ratih.


" Nggak Tante," sahut Anisa.


" Ya sudah Tante ke kamar Nia dulu. Mau membangunkan Nia," ucap Ratih.


" Iya Tante," sahut Anisa.


" Sial!" desis Anis setelah kepergian Ratih.


" Tidak mungkin. Sangat tidak mungkin Rendy dan dia.... Itu tidak mungkin," batin Anisa yang kelihatan tidak menerima apa yang terjadi.


Namanya juga suami istri ya apa yang tidak mungkin. Pertengkaran suami istri itu bukannya hal biasa dan untuk penyelesaiannya di pasti di atas ranjang.


Gagal maning. Sia-sia semua rencana Sarah, Anisa dan Willo. Ya niat jahat memang akan terkalahkan dengan kesabaran Rania dan pasti karena ke percayaan suaminya kepadanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2