
Rania bangkit dari ranjang dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya yang yang mana dia dan suaminya baru saja selesai melakukan hubungan indah.
Setelah begitu lama dan Rania yang serius menjalani pengobatan dan Rendy membantunya. Akhirnya Rania dan Rendy sudah di perbolehkan melakukan hubungan intim.
Namu tetap Rania atau Rendy harus sama-sama menjaga agar Rania tidak hamil dan pasti Rania harus mengkonsumsi obat yang aman yang di sarankan dokternya untuknya.
Rania membuka laci dan mengambil pil tersebut lalu langsung menelannya dan meminum air putih yang sudah ada di sana. Saat Rania ingin turun dari ranjang tiba-tiba saja suaminya langsung memeluknya dari belakang.
" Mau aku temani mandi?" tanya Rendy. Rania tersenyum mendengarnya.
" Tidak perlu. Kalau kita mandi bareng nanti tidak akan selesai-selesai. Jadi aku tidak mau," sahut Rania.
" Hmmm, benarkah aku jadi kecewa mendengarnya sahut Rendy dengan wajah lemasnya.
" Issshhh kamu ini sudah, aku mau mandi dulu," sahut Rania yang langsung turun dari ranjang.
" Baiklah sayang," sahut Rendy yang tersenyum lebar yang pergi begitu saja dan tidak mengganggu istrinya yang ingin mandi itu.
************
Pernikahan Anisa dan Agam sudah hampir memasuki 1 bulan dan selama itu juga Anisa belum pernah bertemu dengan mamanya. Anisa berdiri di depan cermin yang terlihat rapi-rapi.
" Sebaiknya aku menemui mama, aku pulang kerumah dan mengatakan pada mama kalau aku hamil. Lagian aku dan Agam sudah menikah sampai 1 bulan dan sudah waktunya aku untuk memberitahu kehamilanku. Dari pada mama tau sendiri dan bisa-bisa mama akan banyak bertanya dan mencurigai ini itu," batin Anisa yang mengambil keputusan untuk pulang untuk memberitahukan mamanya masalah kehamilannya.
Anisa memberi polesan makeup pada wajahnya dan tiba-tiba Agam keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilit di pinggangnya dan langsung menghampiri Anisa dan memeluk Anisa dari belakang dan langsung menyosor mencium pipi Anisa.
" Agam kamu apa-apaan sih, hentikan Agam," ucap Anisa kesal yang langsung melepas diri dari Agam. Dia sangat risih dengan tingkah Agam.
__ADS_1
" Aku merindukanmu Anisa," ucap Agam menenggelamkan kepalanya di bawah leher Anisa.
" Agam, cukup hentikan. Bukannya tadi malam sudah, kamu jangan seperti ini. Aku ingin pergi," sahut Anisa yang kesal dengan Agam dan membalikkan tubuhnya yang menjauh dari Agam.
" Anisa kamu kenapa sih. Kalau aku lagi ingin kamu itu selalu menolak. Tapi kali sudah di lakukan kamu tidak berkutik sama sekali. Pernah nggak sih kamu itu bersikap lembut padaku, aku ini suami tidak seharusnya aku terus memaksamu untuk hubungan itu," ucap Agam yang terlihat marah pada Anisa dan ini pertama kali dia marah pada Anisa.
" Agam tapi ini sudah siang kamu juga harus kekantor dan aku sudah siap-siap untuk pergi ketempat mama. Kamu mengerti dong dan lagian kita juga melakukannya tadi malam," sahut Anisa yang mulai kesal.
" Alasan, kamu selalu punya alasan. Aku tau kamu mau menikah denganku hanya karena bayi itu. Dan ini sebabnya kamu seperti ini. Selalu saja setiap aku menyentuhmu reaksi mu selalu seperti ini. Tidak sekalipun kamu pernah iklhas melakukannya," sahut Agam yang marah dengan sikap Anisa.
" Agam kamu bicara apa sih," sahut Anisa yang semakin kesal dengan Agam.
" Apa yang aku bicarakan sudah jelas. Kamu selalu tidak pernah iklhas untuk melayaniku. Jika kamu tidak hamil mungkin kamu juga tidak akan menikah denganku," sahut Agam yang benar-benar kesal dengan Anisa.
" Agam cukup ya. Jika kamu berkata aku menikah dengan mu karena bayi ini. Lalu apa bedanya sama kamu yang bertanggung jawab padaku karena juga hanya menginginkanku. Aku hanya menjadi budak **** mu yang harus melayani nafsu mu setiap saat," sahut Anisa yang bicaranya mulai kemana-mana.
" Lalu apa namanya jika bukan itu. Itu namanya kamu menjadi ku budak ***. Kamu tau tidak Agam kata-kata kamu selalu melakukan itu kepadaku. Apa yang kamu katakan. Kamu menyukaiku dan seluruh tubuhku. Kamu pikir aku bangga dengan kata-kata mu itu hah!"
" Tidak Agam. Aku merasa seperti perempuan bayaran saat selesai melakukan itu kamu memujiku dan mengatakan kata-kata yang menjijikkan itu," sahut Anisa yang juga sudah capek dengan Agam dan marah dengan Agam.
" Apa maksud kamu. Kamu bilang menjijikkan, kita menikah Anisa dan kamu bilang menjijikkan hubungan seperti itu dan kamu bisa-bisanya mengatakan dirimu budak ****," sahut Agam yang emosinya terpancing dengan Anisa.
" Apa namanya jika tidak menjijikkan hah!" sahut Anisa.
" Keterlaluan kamu Anisa," sahut Agam kesal.
" Kamu yang keterlaluan. Kamu egois dan hanya melakukan semua dengan keinginanmu. Kamu pikir rasa suka cukup untuk dalam pernikahan hah!" sahut Anisa.
__ADS_1
" Sudahlah Anisa kamu mencari masalah dengan berkata yang tidak-tidak. Pada intinya kamu tidak pernah iklas untuk mellayaniku dan ini lah memang dirimu yang sejak awal selalu jual mahal," sahut Agam menekankan pada Anisa yang membuat Anisa terdiam.
" Jika kamu tidak bisa melayani suamimu maka sudah jangan membuat cerita kesana kenari. Hal itu sangat memuakkan bagiku. Aku juga laki-laki punya harga diri dan tidak setiap kali harus memaksamu. Jika kau tidak ingin melakukannya dan terus merasa tersiksa maka aku berhenti menghamilimu," ucap Agam dengan penuh penekanan dan penegasan pada Anisa yang membuat Anisa kaget mendengarnya.
Agam pun langsung keluar dari kamar itu.
" Agam!" panggil Anisa yang berusaha untuk mengejar Agam. Namun Agam sudah menutup pintu kamar.
" Argggghhh, kenapa jadi dia yang marah. Dia seharusnya bisa melihat situasi. Aku ingin pergi dan sudah siap-siap. Tapi dia malah marah-marah dan mengatakan semua itu," batin Anisa yang sekarang bingung harus berbuat apa.
Anisa juga tidak menyangka bisa-bisanya Agam marah kepadanya yang biasanya Agam tidak pernah marah dan orangnya terlihat santai.
***********
Anisa menuruni anak tangga yang sepertinya akan tetap pergi untuk menemui mamanya memberitahukan kehamilannya. Anisa melihat Agam duduk di sofa dengan mengadahkan kepalanya kelangit ruangan itu.
Anisa menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu melanjutkan menuruni anak tangga mendekati Agam.
" Aku," ucap Anisa pelan. Mendengar suara Anisa membuat Agam langsung bangkit dari tubuhnya dan langsung pergi yang belum sempat Anisa mengatakan apa yang ingin di katakannya.
" Agam!" panggil Anisa yang mencoba untuk bicara dengan Agam dengan memegang tangan Agam. Namun Agam langsung melepaskan tangannya dari Anisa.
" Jika ingin pergi. Maka pergilah," ucap Agam yang dengan dinginnya dan langsung pergi.
" Agam tunggu!" panggil Anisa yang tidak di pedulikan Agam.
Bersambung
__ADS_1