Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 152 keputusan Rendy.


__ADS_3

Rania berada di dapur yang ternyata memang benar sedang memasak mie. Dia begitu serius memasak mie. Padahal hanya memasak saja. Tetapi sangat serius. Tiba-tiba sebuah tangan mungkar di pinggangnya yang membuatnya langsung terkejut yang ternyata itu adalah Rendy yang sudah memeluknya dari belakang.


" Rendy, kamu mengagetkan ku," sahut Rania dengan suara seraknya yang terlihat kaget.


" Maafkan aku," sahut Rendy menempelkan pipinya di pipi Rania dia benar-benar memeluk erat Rania seolah tidak ingin di lepas.


" Kamu ngapain?" tanya Rania.


" Aku semakin lapar makanya menyusulmu sampai kemari," jawab Rendy.


" Sebentar lagi juga masak, kamu mau kan nunggu sebentar," ucap Rania menengok kearah Rendy. Dan Rendy mengangguk tersenyum yang pasti mau-mau saja.


" Kamu sebaiknya duduk, aku akan memindahkan kemangkok dulu," ucap Rania.


" Baiklah!" sahut Rendy.


Akhirnya Rendy harus melepas pelukan istrinya itu dan mengambil tempat duduk. Tidak lama Rania pun membawakan 1 mangkok mie instan Rania sepertinya sengaja hanya membuat 1 mangkok agar bisa makan 1 tempat dengan suaminya.


" Akhirnya sudah masak," ucap Rania dengan raut wajahnya yang penuh kebahagian. Rendy hanya tersenyum yang mencium aroma mie instan yang padahal hanya di masak simple, mungkin karena Rania yang memasaknya menjadi agak berlebihan.


Rania langsung mengambil mie instan itu dengan sumpit meniupnya dengan lembut. Lalu setelah memastikan sudah dingin langsung menyuapkan pada Rendy dan Rendy langsung memakannya.


" Enak?" tanya Rania. Rendy mengangguk dan Rania kembali menyuapi suaminya.


Mereka berdua sama-sama menikmati makanan yang ala kadarnya.

__ADS_1


" Suapan terakhir untuk siapa aku apa kamu?" tanya Rania.


" Kamu saja," jawab Rendy.


" Bukannya kamu yang lapar dan seharusnya untuk kamu," sahut Rania.


" Aku lebih mengutamakan mu di bandingkan aku. Jadi untuk kamu saja," sahut Rendy.


" Baiklah, walah itu tidak akan adil," sahut Rania yang langsung memakan suapan terakhir itu. Namun mie itu tidak sepenuhnya masuk kedalam mulutnya dan Rendy dengan cepat mengambil yang masih menggantung membuat Rania kaget sampai melotot saat dia dan Rendy sama-sama memakan mie dari mulut kemulut dan semakin lama wajah mereka semakin dekat karena mie itu sama sekali tidak putus yang menyatukan bibir ke-2nya yang sampai akhirnya menyatu.


Dan memang memakan mie di akhiri dengan ciuman yang romantis di dapur yang tanpa ada siapa-siapa. Salah ternyata ada Anisa yang harus menyaksikan hal itu. Melihat adegan itu membuat Anisa membalikkan tubuhnya dengan meneteskan air matanya tangannya yang mengepal.


" Apa aku harus pergi dari kehidupanmu Rendy, semua ini sangat sakit Rendy. Aku tidak sanggup jika terus harus melihatmu dengan Rania aku sungguh tidak sanggup Rendy," bayi Anisa dengan air matanya yang menetes tiada hentinya yang memang tidak sanggup dengan apa yang dilihatnya.


" Aku mencintaimu Rendy. Tetapi aku tidak bisa menggapaimu," batinnya dengan penuh kekecewaan.


*******


Akhirnya Ratih sudah mulai menangkan dirinya dan mau tidak mau dia memang harus menerima kenyataan bahwa keponakan yang di jaganya sekarang sudah hamil. Rendy juga mau tidak mau harus menerima kenyataan itu walau itu sangat sulit. Tetapi Rania sang istri berusaha untuk membuat Rendy mengerti.


Akhirnya, Rendy, Zahra, Ratih dan Rania bicara di ruang keluarga untuk penyelesaian masalah yang terjadi pada Zahrah. Mereka bicara dengan kepala dingin.


" Kamu yakin Zahra tidak akan melibatkan Elang dalam hal ini?" tanya Ratih yang bertanya sekali lagi pada keponakannya itu.


" Iya Tante, karena Elang juga tidak mau jadi Zahra juga tidak bisa memaksakannya," sahut Zahra dengan santai.

__ADS_1


" Zahra, kamu tidak mungkin hamil tanpa menikah apa kata-kata orang-orang nanti dan tidak mungkin kamu melahirkan anak itu tanpa seorang ayah. Kamu jangan memikirkan diri kamu saja. Pikirkan baik-baik selanjutkan," sahut Ratih menegaskan pada keponakannya itu.


" Benar kata mamah Zahra, kasihan bayi itu. Jika kamu tidak memikirkan dia," sahut Rania.


" Zahra, terserah kamu mau Elang ikut campur, bertanggung jawab atau tidak atau apapun itu terserah kamu. Tapi kamu harus tetap menikah dengan Elang!" tegas Rendy membuat Zahra mengangkat kepalanya dan menatap Rendy dengan serius.


" Apa maksud kamu Rendy?" tanya Zahra dengan wajahnya yang begitu serius. Kamu sudah jelas mendengar apa yang aku maksud. Jadi jangan tanya lagi. Kamu akan tetap menikah dengan Elang," tegas Rendy lagi.


" Tapi itu tidak mungkin. Rania ada di sana saat itu. Rania mendengar sendiri dia akan menikahiku dan tetap berhubungan dengan kekasihnya. Aku tidak mau seperti itu," sahut Zahra yang langsung panik sendiri dengan keputusan Rendy dan Rania pun diam seakan tidak bisa melakukan apa-apa.


" Jadi maksud kamu. Kamu tidak akan menikah dengannya dan memilih itu untuk seperti ini," sahut Rendy.


" Rendy, jika Elang tidak ingin menikahiku aku tidak bisa berbuat apa-apa," sahut Zahra.


" Cukup Zahra, kamu jangan egois lagi. Cukup semua ini! Kamu jangan memikirkan diri kamu sendiri. Kamu menikah dengan Elang. Kalian menikah dan terserah kamu atau Elang, mau tinggal 1 rumah atau tidak, Elang mau seperti apa dan kamu mau seperti apa terserah kalian yang jelas. Kalian tetap harus menikah!" tegas Rendy dengan Volume suaranya yang keras yang memang baru kali ini dia mengeluarkan suara seperti itu sampai Zahra menunduk dan tidak berani lagi melihat Rendy atau membantah Rendy.


" Rendy kamu sabar ya, kendalikan diri kamu," ucap Rania mengusap lembut tangan suaminya yang berusaha menenangkan suaminya.


Rendy menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan yang mencoba menenangkan dirinya.


" Tante setuju dengan apa yang di katakan Rendy. Kamu akan tetap menikah dengan Elang, suka tidak suka, kalian menikah saja dulu dan jika Elang benar-benar menyesal dengan apa yang di lakukannya perlahan dia juga meninggalkan kekasihnya. Apa yang di lakukannya harus di pertanggung jawabannya. Jadi kamu jangan membantah lagi Zahra," sahut Ratih yang menyetujui Rendy.


Zahra hanya menangis yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Dia sudah membuat semua orang kecewa dan sekarang resiko yang di hadapinya yang paling terbesar adalah dengan menikahi Pria yang sama sekali tidak ingin menikah dengannya.


" Semua yang di lakukan hanya demi kebaikan kamu. Jadi dengarkan tanpa membantah," sahut Rendy yang langsung berdiri dan pergi begitu saja.

__ADS_1


" Rendy tunggu!" panggil Rania yang menyusul suaminya langsung.


Bersambung


__ADS_2