Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Eps 30 Melihat


__ADS_3

Hari demi hari akhirnya berlalu. Pernikahan Rania dan Gilang semakin dekat. Sampai sejauh ini tidak ada masalah dan banyak tanda-tanda keamanan yang akan lancarnya sampai hari H tiba.


Karena mungkin juga Gilang berusaha semampunya untuk melancarkan pernikahan itu karena jelas ada udang di balik batu.


Hamin ke-4 di hari pernikahan Rania yang ternyata sudah di siapkan dengan matang. Dari yang utama, surat pendaftaran pernikahan sampai ke gedung, cathering bahkan undangan yang juga sudah di cetak dan hanya mungkin menunggu waktu yang tepat untuk di sebar.


Tetapi tetap saja. Rania masih saja sibuk bekerja. Untung memang ada mamanya yang memiliki semangat lebih tinggi dari padanya untuk menyambut pernikahan itu. Jadi sang mama benar-benar mengurus semuanya dan dia tetap pada kewajibannya untuk mengurus pekerjaannya di kantor.


Seperti kali ini Rania menghadiri rapat besar perusahaan Erlangga yang di hadiri beberapa petinggi PT Erlangga. Selain CEO Erlangga yang pasti hadir di sana. Terlebihnya ada juga Monica yang juga merupakan orang penting di perusahan itu yang jelas saingannya Rania dan jelas saham Rania jauh lebih tinggi di bandingkan Monica yang tidak ada ala-apanya di bandingkan Rania dan tak lain adalah kekasih Gilang calon suaminya.


" Baiklah, dengan perkembangan perusahaan kita dalam tahun ini. Memang mengalami peningkatan yang luar biasa dan bahkan kita masuk peringkat ke- 3 di Asia," ucap CEO perusahaan yang bernama Dallano yang berusia 54 tahun dengan tubuh tegap dan berkepala botak. Pria itu berdiri di depan layar prensentasi dengan wajahnya yang ceria yang menyampaikan kabar bahagia itu.


" Dan jelas semua ini berkat dari nona Rania Anatasya Shay Reja," sahut CEO tersebut yang memuji Rania dengan melebarkan tangannya seperti menyabut hangat Rania.


prok-prok-prok Rania langsung mendapatkan tepuk tangan dari orang-orang yang duduk mengelilingi meja rapat penting itu yang pasti juga salut dengan kemahiran seorang Rania.


Pasti tidak dengan Monica yang tepat duduk di depannya yang hanya bertepuk tangan tetapi wajah Monika tampak tidak suka melihat Rania. Monica hanya mengeluarkan senyum palsunya untuk sang wanita.


" Mari Rania, silahkan kamu kemari," ucap Pria itu dengan sopan mempersilahkan Rania untuk berdiri di sampingnya yang mungkin Rania akan mendapatkan hadiah lagi karena kerja kerasnya yang terus meningkat.


Rania dengan sopan menundukkan kepalanya kepada semua rekan-rekannya dan Rania dengan tersenyum lebar menghampiri atasannya itu dan berdiri di sampingnya.


Yang lainnya bertepuk tangan sembari berdiri yang seolah-olah ikut bangga dengan Rania.


" Karena kehadiran Rania yang begitu berpengaruh di perusahan dengan hasil kerja kerasnya tahun ini. Maka saya akan memberikan saham saya sebanyak 2 %," sahut Pria itu yang tidak main-main memberikan hadiah untuk Rania dan Rania mendengarnya tersenyum bahagia dan pasti juga kaget karena mendapatkan hadiah yang sangat berharga itu.


Tepuk tangan yang semakin meriah kembali di dapatkan Rania. Dengan mereka yang pasti memuji kehebatan Rania.


" Sial, jika di beri terus dia akan semakin berkuasa di perusaan ini. Gilang harus secepatnya menikahi wanita ini. Agar sahamnya benar-benar akan ludes dan Rania akan di depak dari perusahan ini," batin Monica yang tampak kesal tersenyum sinis pada Rania.


" Selamat ya Rania," ucap Dallano mengulurkan tangannya.


" Terima kasih pak," sahut Rania yang tersenyum penuh kebahagian.


" Mungkin ini adalah hadiah pernikahan ku. Aku tidak menyangka pernikahan ku yang semakin dekat dan aku malah mendapatkan hadiah ini," batinnya tersenyum lebar.

__ADS_1


" Tersenyum lah Rania dengan puas. Kerena sebentar lagi kamu tidak akan bisa tersenyum lagi. Karena kamu hanya akan menangis darah dan aku akan menjadi no 1 di perusahan ini," batin Monika yang tersenyum bahagia.


" Mari ucapkan selamat untuk rekan kalian," sahut Dallano memerintah. Para pengisi ruangan itu pun mulai maju dan bersalaman satu persatu kepada Rania dan pasti Monica harus terpaksa melakukan hal itu.


" Sebentar lagi. Posisimu akan menjadi milikku," batin Monica tersenyum sinis. Saat tangannya berjabatan dengan Rania.


********


Rendy sedang berada di tengah-tengah macet seperti biasa Rendy akan melakukan tugasnya Kerumah sakit untuk mengobati para pasiennya.


Seperti biasa Rendy terkadang akan di temani supir dan memang dia hari ini malas menyetir dan Pak Yatno supir pribadinya mengantarkannya sampai Kerumah sakit.


Rendy yang duduk di kursi belakang beberapa kali menoleh ke arah jam tangannya yang mungkin memang Rendy terlihat buru-buru entah dia sudah telat atau seperti apa. Tidak ada juga yang mengerti.


" Padahal sudah berangkat pagi. Tapi masih kejebak macet," batin Rendy yang melihat-lihat kedepan dan melihat jalanan masih sangat macet.


Rendy tidak sengaja melihat mobil di sampingnya yang seorang laki-laki dan wanita yang duduk di kursi belakang yang mobilnya tepat di sampingnya. Wajah Rendy begitu terkejut melihat Pria dan wanita yabg bermesraan.


" Gilang!" lirih Rendy saat meyakini Pria itu adalah Gilang sepupunya.


Rendy begitu terkejut melihat Gilang dengan wanita yang bukan Rania yang bermanja dengan Gilang dengan Gilang memeluknya bahkan Rendy harus melihat pasangan itu berciuman di dalam mobil.


Mungkin Gilang dan Willo tidak menyadari jika jendela kaca itu tembus keluar dan bisa di lihat siapa saja. Makanya mereka asyik berciuman tanpa tau malu. Padahal ada supir yang menyetir. Tetapi tampaknya pasangan itu tidak peduli.


" Siapa wanita itu dan kenapa Gilang bersamanya. Bukannya Gilang akan menikah dengan Rania. Lalu apa yang di lakukan Gilang. Kenapa dia melakukan hal yang tidak pantas seperti itu," batin Rendy masih dengan wajah kagetnya yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya tadi bahkan Rendy masih tidak melihat ke depan.


Lampu hijau telah hidup dan mobil yang di tumpangi Rendy kembali di kemudi oleh supir.


" Siapa wanita itu. Apa hubungan Gilang dengannya dan bagaimana Rania. Apa Gilang tidak memikirkannya," batin Rendy yang tampak kepikiran dengan Rania.


" Aku tidak mengerti kenapa Gilang bisa sampai melakukan hal itu. Jelas-jelas dia akan menikah dengan Rania. Tapi bisa-bisanya dia seperti itu," batin Rendy lagi geleng-geleng.


*********


Rumah sakit.

__ADS_1


Rendy sedang berada di ruang Operasi menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter untuk mengoperasi salah satu pasien pria yang mengalami masalah pada kakinya.


Rendy bersama 4 suster begitu serius melakukan operasi tersebut untuk menyelamatkan nyawa Pria itu.


" Jait," ucap Rendy memerintah pada suster. Suster mengangguk dan melaksanakan langsung tugasnya dan mungkin itu akhir operasinya yang sudah berjalan 4 jam.


Lampu operasi menyala dan berakhirnya operasi Rendy hari ini dan pasien yang di tanganinya selamat dalam operasinya.


Rendy menarik napasnya dengan panjang dan membuangnya perlahan dan membuka maskernya merasa lega dengan pekerjaannya yang akhirnya selesai dengan cepat.


" Beri kabar pada keluarganya," ucap Rendy.


" Baik Dok," sahut suster mengangguk.


" Alhamdulillah operasinya berhasil," batin Rendy yang merasa bersyukur dengan berhasilnya operasi yang mungkin atas bantuan Allah dia berhasil meneyakamatkan nyawa orang lain. Bukan dia. Tetapi dia hanya perantara saja.


Rendy keluar dari ruang operasi dan suster yang ada di dalam ruang operasi mengurus pasien yang tinggal menunggu siuman itu.


Rendy memasuki ruangannya membuka pakaian operasinya.


tok-tok-tok-tok pintu ruangannya di ketuk.


" Masuk!" perintah Rendy. Pintu pun di buka setelah mendapat perintah masuk yang ternyata suster.


" Ada apa sus?" tanya Rendy.


" Dok nanti malam Dokter ada kunjungan pasien ke hotel Bima jaya untuk memeriksa kondisi tuan Adipura," ucap suster menyampaikan informasi tersebut pada Rendy.


" Jam berapa?" tanya Rendy.


" Sekitar jam 7 malam Dok," sahut suster.


" Baiklah, nanti saya akan kesana. Kamu Ting ingatkan saya lagi ya," ucap Rendy.


" Baik Dok. Kalau begitu saya permisi dulu Dok," ucap suster pamit.

__ADS_1


" Silahkan! sahut Rendy. Suster pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut.


Bersambung


__ADS_2