
Sepanjang perjalanan Rania hanya di buat bingung oleh suaminya yang sudah hujan-hujanan malah malah membawanya pergi sudah malam pula. Memang suaminya itu kerjaannya ada-ada saja.
Rendy sudah sampai pada tujuannya yang mana membawa Rania ke tempat yang begitu berbeda memasuki kamar dengan menuntun Rania yang berjalan dengan pelan dan matanya yang di tutup yang membuat Rania merasa ada-ada saja tingkah suaminya itu.
" Sayang kita mau kemana. Kenapa pakai di tutup segala mata aku," ucap Rania dengan kebingungan.
" Sudah sayang kita sudah sampai," ucap Rendy. Dengan perlahan Rendy membuka penutup mata itu. Rania pun membuka matanya dengan perlahan.
Saat mata itu terbuka. Rania di kagetkan dengan keberadaannya yang berada di suatu ruangan yang begitu indah. Dia tidak tau di mana tempat itu. Yang jelas itu adalah kamar di mana seluruh dingdingnya di lapisi dengan kaca yang langsung melihat lautan. Melihat jelas gelombang laut.
Mata Rania juga melihat ke arah atas di mana atapnya juga terbuat dari kaca yang melihat air hujan turun dengan langit indah di atas sana yang terlihat bintang yang tidak terhitung jumlahnya.
Tempat tidur king size yang berseprai putih dengan taburan kelopak mawar yang berbentuk hati. Ruangan itu di terangi dengan lilin dan juga ruangan itu mengeluarkan aroma harum yang sangat romantis.
Rania sampai speechless dengan menutup mulutnya yang terharu dengan keindahan kamar yang begitu Romantis itu. Rania membalikkan tubuhnya ingin melihat suaminya. Di mana Rendy berdiri di belakangnya yang tersenyum dan memberikannya boucket bunga mawar yang begitu indah.
Rania langsung mengambilnya dengan menghirup harunya bunga tersebut.
" Ini pertama kalinya kamu memberikan ku bunga," ucap Rania. Rendy hanya tersenyum saja. Dan semua ini. Kamu yang menyiapkannya?" tanya Rania. Rendy mengangguk.
" Kapan kamu melakukannya? dan bukankah semua ini adalah keinginan yang aku katakan saat masih di Jakarta," ucap Rania dengan matanya yang berkaca-kaca.
" Iya kamu benar, ini keinginanmu," sahut Rendy yang melangkah mendekati Rania.
__ADS_1
" Kamu menyiapkan semuanya hanya untukku?" tanya Rania. Rendy menganggu tersenyum dengan mencium lembut kening Rania.
" Maafkan aku Rania. Aku tidak bisa romantis seperti pria di luaran sana. Aku meminta maaf hanya bisa memberikan ini kepadamu," ucap Rendy.
" Apa yang kamu bicarakan ini sudah sangat romantis untukku. Kamu sudah melakukan semua ini. Di saat kamu terus bersamaku. Ternyata kamu menyempatkan diri untuk menyiapkan semua ini," ucap Rania yang terus merasa terharu bahkan air matanya menetes. Rendy tersenyum dan mengusap air mata itu.
" Kenapa menangis. Apa yang aku lakukan salah?" tanya Rendy. Rania langsung menggelengkan kepalanya.
" Kamu selalu memberiku kebahagian. Kamu selalu baik kepadaku. Aku begitu beruntung memilikimu," ucap Rania yang menunduk dengan air matanya yang jatuh. Rendy langsung memeluk istrinya yang cengeng itu.
" Jangan menagis lagi. Aku hanya memberikan ini. Tetapi kamu sudah menangis. Aku membawamu kemari untuk membuatmu tersenyum. Bukan untuk melihat air matamu. Jadi berhentilah menangis," ucap Rendy. Rania menganggu dan melepas pelukan itu.
Rendy menatap dalam-dalam wajah itu dan mengusap kembali air mata istrinya tercinta itu.
" Aku mencintaimu Rania yang insyaallah aku akan terus mencintaimu sampai kita bertemu di surga nanti. Bukan aku yang memberimu kebahagian. Tetapi kamu yang memberiku kebahagian. Kamu sudah menjadi istriku yang sangat cantik, hatinya sangat baik, sangat sabar dan begitu Sholeha. Kamu juga menjadikanku sebentar lagi sebagai seorang ayah. Jadi kamu lah yang memberiku kebahagian yang tidak ternilai sama sekali," ucap Rendy dengan bicara tikus yang tidak melepaskan tatapannya dari Rania.
" Aku juga sangat mencintaimu," jawab Rania. Rendy tersenyum dengan mengambil bunga dari tangan Rania. Meletakkannya di atas nakas dan kembali menghampiri Rania.
Rendy langsung mengangkat tubuh Rania ala bridal style di mana Rania mengalungkan tangannya pada leher Ardian. Ardian membersihkan tubuh Rania dengan perlahan di atas ranjang. Mencium lembut kening itu, pipi kanan dan pipi kirinya menciumi wajah itu dengan lembut.
Lalu meraup bibir Rania dengan dalam-dalam. Menciuminya dengan lembut dan saling membalas dengan Rania membalas dengan sama-sama lembut dan begitu perlahan.
Yang pasti dalam kesempatan yang sangat sedikit pasangan suami istri itu akan menyempatkan untuk berbulan madu. Hanya mendengar kata-kata istrinya membuat Rendy menyiapkan impian yang di khayalkan Rania dengan cepat Rendy mewujudkannya demi untuk kebahagian istrinya.
__ADS_1
Memang Rendy bukan tipe orang yang romantis. Tetapi begitulah caranya romantis sangat simple. Namun membuat Rania terkesan sampai terakhir dan pasangan suami istri itu menghabiskan malam indah mereka di dalam kamar yang indah itu.
***********
Yang pasti keindahan itu tidak sama dengan Elang yang terlihat masih frustasi berada di dalam kamar mandi yang berdiri di depan cermin dengan ke-2 tangannya berada di pinggir wastafel yang mencengkram kuat yang seakan masih begitu emosi.
Krekkk. Zahra memasuki kamar mandi yang membawakan pakaian untuk Elang. Elang hanya melihat Zahra dari depan cermin.
" Aku melihat kamu tidak keluar dari kamar mandi. Jadi aku masuk sendiri. Aku hanya membawakanmu baju ganti," ucap Zahra. Elang diam dan hanya melihat Zahra terus di depan kamar mandi.
" Aku akan menyiapkan air hangat. Kamu harus mandi. Agar tidak demam," ucap Zahra dengan lembut yang menyiapkan air hangat untuk suaminya.
" Apa ini pembalasan untukku. Aku sudah menghancurkan hidup Zahra dan bahkan menikahinya. Tapi bukan memperbaiki segalanya. Tetapi aku justru menghancurkannya lagi. Ini mungkin karma untukku," batin Elang yang menyadari karma yang di dapatkannya.
Zahra tetap santai menyiapkan segalanya di dalam kamar mandi dan Elang terus melihat wajah Zahra dari pantulan cermin.
" Aku sudah menyiapkannya. Kamu mandilah," ucap Zahra dengan lembut dan langsung melangkah keluar dari kamar mandi.
Saat tangannya memegang kenopi pintu yang ingin membuka pintu. Tiba-tiba Elang menghentikannya. Membuat Zahra kaget dan lebih kagetnya lagi tiba-tiba Elang menghimpit tubuhnya ke pintu dan langsung meraup bibir Zahra yang membuat Zahra kaget dengan melotot di mana tiba-tiba Elang yang menciumnya.
" Emp, empt," Zahra pasti menolak dengan serangan Elang tiba-tiba. Namun Elang tidak menghentikan aksinya dan terus mencium bibir Zahra ********** dengan kasar seakan menumpahkan amarahnya.
Zahra berusaha memberontak dengan sekuat tenaganya dan juga napasnya yang terasa begitu sesak. Elang tidak peduli Ndan terus melanjutkan aksinya yang lama kelamaan ciuman itu melembut, Zahra juga semakin melemah dan akhirnya pasrah dengan memejamkan matanya perlahan yang menerima ciuman Elang yang sekarang begitu lembut.
__ADS_1
Dia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. Dan pasti ada yang terjadi makanya Elang sampai seperti itu.
Bersambung